Salah satu sumber pendapatan pasif adalah dividen saham. Ada seorang yang memiliki ide kenapa tidak berinvestasi pada 12 saham, dan mendapat dividen saham setiap bulan?

Finansialku akan membahas apakah mendapat dividen saham setiap bulan mungkin dijalankan?

dividends dividen saham

 

Dividen Saham Setiap Bulan?

Seseorang yang berinvestasi saham akan mendapatkan dua jenis keuntungan, yaitu kenaikan harga saham dan dividen saham yang dibagikan. Contoh seseorang berinvestasi di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (ticker: TLKM).

Orang tersebut membeli pada harga Rp2.275 per lembar saham dan saat ini harga saham Telkom menjadi Rp2.300. Maka orang tersebut mendapat potensi keuntungan sebesar Rp25 per lembar saham. Selain itu, orang tersebut mendapat keuntungan dari pembagian dividen saham.

Buy Hold And Sell Signpost Representing Stocks Strategy

[Baca Juga: Siapkah Anda Bisnis Saham For Living? Episode 1]

 

Kembali pada fokus, mungkinkah dividen saham setiap bulan?

Penulis penasaran dengan ide mendapat dividen saham setiap bulan. Ide sederhananya adalah kita berinvestasi pada 12 perusahaan yang membagikan dividen saham. Sebagai contoh kita berinvestasi pada perusahaan A yang membagi dividen saham setiap bulan Januari, perusahaan B yang membagi dividen saham setiap bulan Februari, dan seterusnya.

Sebagai contoh Finansialku akan mulai melakukan pengecekan dengan tahap berikut:

  1. Menentukan kebutuhan pendapatan pasif.
  2. Mencari saham perusahaan yang rajin membagikan dividen.
  3. Melakukan perhitungan modal yang dibutuhkan.

 

Pertama: Menentukan jumlah pendapatan pasif yang diinginkan setiap bulannya.

Contoh pendapatan pasif yang diharapkan adalah Rp5.000.000 per bulan.

 

Kedua: Mulai mengecek saham dan dividennya.

Berdasarkan data-data yang didapat, kebanyakan perusahaan-perusahaan melakukan pembagian dividen saham sekitar bulan 6 (Juni) bulan 11 (November) dan bulan 12 (Desember). Diperkirakan pembagian dividen saham tersebut disesuaikan dengan pelaporan laporan keuangan perusahaan.

Finansialku mencoba melakukan perhitungan ulang, dengan mengasumsikan dividen yang didapat untuk pendapatan pasif 6 bulan. Jadi, dividen yang diharapkan adalah 6 x Rp5.000.000 = Rp30.000.000

Contoh Finansialku menggunakan 2 perusahaan, yaitu: PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan PT Sepatu Bata (BATA).

dividen saham TLKM

dividen saham BATA

Keterangan:

  • Dividen per lembar saham 727 artinya setiap 1 lembar saham yang dimiliki investor, berhak mendapatkan dividen sebesar Rp727 lembar.
  • Sumber: sahamok.com

 

Ketiga: Melakukan perhitungan modal yang dibutuhkan

Contoh Finansialku menggunakan 2 perusahaan, yaitu: PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan PT Sepatu Bata (BATA).

perhitungan kebutuhan dividen saham TLKM

perhitungan kebutuhan dividen saham BATA

Keterangan:

  • lembar saham = (Rp5.000.000 x 6 bulan) : 329 = 91.324 lembar
  • lot saham = 91.324 / 500 = 183
  • (asumsi 1 lot = 500 lembar).
  • Harga closing per tanggal 28 Oktober 2013 adalah 2275
  • Maka yang dibutuhkan untuk membeli 183 lot adalah = 183 x 500 x 2275 = Rp208.162.500

 

Disclamer: perhitungan di atas digunakan sebagai sebuah ilustrasi tidak sebagai keputusan untuk membeli saham. Pelajari kembali dan lakukan beberapa analisis sebelum melakukan strategi di atas.

Berdasarkan perhitungan singkat di atas ternyata bisa saja kita mendapatkan pendapatan pasif tiap bulannya dengan dividen saham sebesar Rp5.000.000. Ada banyak cara untuk mendapatkan pendapatan pasif selain cara di atas.

lebih-menguntungkan-bisnis-waralaba-atau-bisnis-sendiri-2-finansialku

[Baca Juga: 5 Jenis Pendapatan Pasif]

 

Apakah Anda memiliki pengalaman mendapatkan pendapatan pasif dari saham?

Jangan lupa tinggalkan komentar Anda, semoga Finansialku dan para pembaca dapat belajar dari pengalaman Anda. Terima kasih.

 

Jangan lupa baca artikel-artikel Finansialku:

finansialkuPerlukah Persiapan Dana Pensiun Sejak Usia Muda?Baca
finansialkuHarga 1 Buah Smartphone = 5 Buah RumahBaca
finansialkuPengalaman Mengelola Keuangan PribadiBaca
finansialkuSiapkah Anda Bisnis Saham For Living? Episode 1Baca
finansialkuCek Kesehatan Keuangan Anda dan KeluargaBaca