Pernakah Anda mendengar kata utang baik dan utang buruk? Semua orang apabia ditanya mengenai definisi utang baik dan utang buruk pasti memiliki jawaban versi masing-masing, betul?

GoodDebt-BadDebt

Para pembaca sekalian pasti pernah mendengar kata utang? Sebagian orang tua dan ahli ekonomi mengatakan jangan berutang, jangan berutang, dan jangan berutang. Menurut Anda apakah Anda setuju untuk tidak berhutang? Pertanyaan serupa pernah Penulis tanyakan pada salah satu wirausaha. Mereka menjawab dengan kata “Tergantung”. Penulis masih bingung, maksud Anda dengan kata tergantung? Dia tersenyum dan menjawab, “tergantung utangnya donk, utang baik atau utang buruk?”.

Jangan ragu tuliskan pendapat Anda (pada kolom komentar) mengenai utang baik dan utang buruk. Seperti Anda, sayapun memiliki definisi sendiri mengenai utang baik dan utang buruk. Dalam artikel ini penulis berusaha menggali lebih dalam mengenai dua jenis utang, menurut ahlinya utang.

 

Utang Buruk

Menurut salah satu penasihat keuangan (perencana keuangan) di Amerika bernama Robert T. Kiyosaki, definisi utang buruk adalah utang yang membuat uang keluar dari kantong Anda. Definisi yang sangat sederhana. Berdasarkan definisi tersebut coba kita terapkan dengan keadaan keuangan di Indonesia. Contoh utang buruk dapat dilihat pada slide berikut ini.

[slideshare id=22034241&doc=utangburuk-130527231633-phpapp02]

 

Utang Baik

Menurut orang yang sama yaitu Robert T. Kiyosaki, definisi utang baik adalah utang yang membuat uang masuk ke kantong Anda. Wah kalo bener begitu definisinya utang baik bisa digunakan untuk menambah kekayaan donk? Utang baik dapat digolongkan kedalam OPM (other people money). Jadi bisa jadi kita yang berutang atas sesuatu, tetapi orang lain yang membayar utang kita. Loh kok bisa? Berdasarkan definisi tersebut coba kita terapkan dengan keadaan keuangan di Indonesia. Contoh utang baik dapat dilihat pada slide berikut ini. Kondisi keuangan rumah tangga masih sama seperti di atas, tetapi keluarga ini membeli mobil untuk direntalkan.

 

[slideshare id=22032974&doc=utangbaik-130527225306-phpapp01]

 

Berdasarkan contoh di atas mengenai utang baik, siapa yang berutang?  Ya betul yang berutang adalah keluarga tersebut. Uang siapa yang digunakan untuk membayar? Ya betul uang orang-orang yang menyewa mobil.

Permasalahannya bukan pada utangnya, tetapi bagaimana Kita (saya dan Anda) menggunakan utang. Jadi sebelum berutang sebaiknya kita pertimbangkan Apakah utang yang akan kita lakukan dapat memasukan uang ke dompet kita atau malah mengeluarkan uang dari dompet kita.