Krisis keuangan keluarga adalah permasalahan keuangan yang terjadi dalam sebuah keluarga, yang terjadi karena sebuah keluarga yang hidup lebih dari pendapatan. Nah bagaimana ceritanya kok bisa sebuah keluarga bisa hidup lebih besar dari pendapatannya? Berikut ini Finansialku akan membahas mengenai krisis keuangan keluarga dan 5 tandanya.

 family-financial_crisis_mom_and_dad Krisis Keuangan Keluarga

 

Jangan Hitung dari Pendapatan, tapi dari Kekayaan Bersih

Krisis keuangan keluarga terjadi karena banyak orang yang belum sadar atau kurang memahami mengenai prinsip kekayaan bersih. Banyak orang berpikir, bahwa kenaikan pendapatan (gaji, pendapatan investasi dan pendapatan pasif) dapat menjadi solusi atas permasalahan keuangan. Apa yang terjadi? Kenaikan pendapatan umumnya diiringi kenaikan pengeluaran (dan kabar buruknya pengeluarannya adalah pengeluaran buruk). Inilah sumber dari krisis keuangan keluarga. Nah solusinya agar Kita terhindar dari krisis keuangan keluarga adalah

 

Usahakan setiap bulan arus kas positif

Hal ini konsepnya sederhana yaitu ketika waktunya gajian atau mendapat pemasukan, LANGSUNG (jangan ditunda) gunakan untuk beramal dan MINIMAL 15% langsung ditabungkan atau diinvestasikan. Percayalah hal ini sangat sulit dilakukan dalam 3 bulan pertama. Buat komitmen bersama pasangan, usahakan disiplin terhadap diri sendiri demi masa depan.

 

Usahakan kekayaan bersihnya positif

Kekayaan bersih adalah aset Kita dikurangi dengan kewajiban (utang). Nah usahakan agar Anda selalu membuat catatan agar bisa tetap kontrol keuangan keluarga.

 

5 Tanda Krisis Keuangan Keluarga

Berikut ini terdapat 5 tanda krisis keuangan keluarga:

 

Tidak Bisa Hidup Selama 6 Bulan Tanpa Penghasilan

Indikator pertama adalah indikator yang paling gampang. Coba cek berapa pengeluaran Anda saat ini? Kemudian kali pengeluaran Anda dengan 6. Kemudian cek apakah dana tabungan, investasi jangka pendek (emas, reksa dana pendapatan tetap, deposito) bisa mencukupi kebutuhan pengeluaran 6 bulan tersebut? Jika tidak, ada baiknya Anda perlu mempersiapkan dana tersebut. Setelah target 6 bulan ini tercapai lakukan perhitungan ulang dana darurat yang Anda perlukan. Setidaknya apabila terjadi sesuatu dengan pekerjaan, Anda memiliki waktu 6 bulan untuk mencari pekerjaan baru atau mulai mempersiapkan usaha baru, sembari keuangan keluarga Anda tetap berjalan dengan baik.

 

Anda Pergi Berlibur dengan Utang

Hal ini adalah tanda-tanda krisis keuangan keluarga. Pengeluaran pergi berlibur adalah pengeluaran yang sifatnya keinginan bukan kebutuhan utama. Jika memang dalam kondisi saat ini tidak mampu pergi berlibur, jangan paksakan pergi berlibur dengan utang. Coba bayangkan, Anda harus mencicil sejumlah uang setiap bulannya, untuk acara 1 minggu ditempat berlibur? Ada baiknya untuk perjalanan Anda melakukan perencanaan dana berlibur.

 

Permasalahan Kredit

Tanda krisis keuangan keluarga adalah Anda tidak mampu melunasi utang kartu kredit. Plafon kredit sudah tembus, tiap bulannya hanya membayar saldo minimum dan lainnya. Nah Anda harus menyusun strategi untuk keluar dari jebakan utang ini. Ada satu hal yang perlu Kita ingat mengenai kredit, apapun kreditnya, berapapun kreditnya usahakan pikirkan matang-matang bagaimana cara melunasinya di saat Kita MEMBUAT aplikasi kredit (bukan saat kepepet harus membayar cicilan). Berikut ini ada sebuah artikel mengenai strategi bebas dari utang, mungkin Anda bisa mencobanya

10-pekerjaan-sampingan-yang-menghasilkan-untuk-ibu-rumah-tangga-mompreneur-finansialku

[Baca juga :  Bagaimana Cara Bebas dari Utang]

 

 

Berkeluarga tanpa Asuransi

Hal ini dapat menyebabkan potensi risiko krisis keuangan keluarga. Jika Kita adalah satu-satunya orang dalam keluarga yang menjadi sumber pemasukan, Kita wajib memproteksi (bukan menginvestasikan) kesehatan dan jiwa Kita. Hal ini ditujukan agar apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, keluarga Kita tetap dapat hidup dan mempertahankan gaya hidupnya sekarang. Asuransi kesehatan jika memungkinkan (sebaiknya diusahakan) agar seluruh keluarga dapat memilikinya.

 

Tidak Memiliki Rencana Keuangan

Tidak memiliki sebuah rencana keuangan dapat menyebabkan masalah atau krisis keuangan keluarga. Pernakah Anda terbayang bagaimana Anda hidup ketika pensiun atau dana pendidikan untuk anak-anak? Jika Anda belum memiliki rencananya, coba lebih awal lebih baik dalam melakukan perencanaan. Anda dapat belajar untuk melakukan perencanaan keuangan keluarga. Perencanaan keuangan keluarga membutuhkan pengetahuan di bidang keuangan dan ada sebuah seni dalam melakukan perencanaan keuangan. Pepatah lama mengatakan tak kenal maka tak sayang, oleh sebab itu sebaiknya Coba kenali keuangan dan Anda akan bersyukur karena mengenal keuangan.

 

Kesimpulan

Kenaikan penghasilan tidak berarti permasalahan keuangan selesai, karena pendapatan naik akan diiringi kenaikan biaya.

5 tanda krisis keuangan keluarga:

  1. Tidak Bisa Hidup Selama 6 Bulan Tanpa Penghasilan
  2. Anda Pergi Berlibur dengan Utang
  3. Permasalahan Kredit
  4. Berkeluarga tanpa Asuransi
  5. Tidak Memiliki Rencana Keuangan

 

Jangan lupa baca artikel-artikel Finansialku:

finansialkuHidup dari Bunga Deposito ?Baca
finansialkuTips Pengajuan Kredit Rumah KPRBaca
finansialkuSebelum Berinvestasi Kenali Dulu Anda Investor Tipe Berapa?Baca
finansialkuBanyak Orang Bilang Berinvestasi di Reksadana, Apa Sih Tu? #1Baca
finansialkuSiapkan Dana Pernikahan untuk Moment Spesial AndaBaca