X

7 Bumbu Dapur Termahal di Dunia. 2 di Antaranya Ada di Indonesia Lho!

Bila Anda biasanya membeli bumbu dapur dengan harga murah, rupanya tidak berlaku untuk beberapa bumbu dapur berikut ini.

Pada artikel kali ini, Finansialku akan membahas 7 bumbu dapur termahal di dunia yang membuat penggunanya tidak berani membuangnya sia-sia.

 

Rubrik Finansialku

 

7 Bumbu Dapur Termahal di Dunia

Bumbu dapur biasanya hanya berfungsi sebagai penyedap rasa dalam makanan yang dapat Anda peroleh dengan harga murah.

Tapi tahukah Anda, bahwa terdapat 7 bumbu dapur yang sangat mahal bahkan mencapai puluhan juta per kilogramnya!

Dengan harga semahal itu, Anda mungin berpikir bahwa ke-7 bumbu dapur tersebut benar-benar eksklusif dan langka.

Nyatanya, ke-7 bumbu dapur tersebut dapat Anda temukan dan gunakan hampir setiap hari.

Tujuh bumbu dapur ini membuat ibu rumah tangga dan koki tidak berani membuangnya sia-sia walau hanya sedikit.

Yuk kita cari tahu 7 bumbu dapur termahal di dunia tersebut:

 

#1 Saffron

Saffron sudah ditemukan ribuan tahun yang lalu dan sekarang dinobatkan sebagai bumbu dapur termahal di dunia.

Sejak saat ditemukan, saffron memang berfungsi sebagai bumbu dapur untuk masakan utama di berbagai negara.

Saffron sudah mulai digunakan sejak 4000 tahun lalu, lalu seiring berkembangnya peradaban dunia, saffron pun tersebar dari satu negara ke negara lain.

Saat ini, negara utama penghasil saffron adalah Spanyol, Italia, Yunani, India, dan Iran, dan untuk saffron dengan kualitas terbaik berasal dari Kashmir.

Saffron sendiri merupakan benang sari bunga Crocus, atau yang biasa disebut Rose Saffron, yang sudah dikeringkan.

Dalam memproduksi setengah kilogram saffron saja dibutuhkan sekitar 50 ribu hingga 75 ribu bunga Crocus dan melalui proses selama 20 jam.

Saffron

 

Harga saffron di berbagai negara cukup beragam, tetapi sama-sama dijual dengan harga selangit.

Di Amerika Serikat, saffron dijual dengan harga sangat tinggi yaitu US$6.790 atau Rp93,5 juta per kilogram (kurs: Rp13.756/US$).

Harga saffron di India juga tidak kalah melejit, yakni sekitar 300.000 rupee atau setara dengan Rp63,32 juta per kilogram.

Tak heran, makanan yang menggunakan saffron sebagai bumbunya seringkali menjadi makanan yang sangat mahal.

Saffron ternyata tak hanya digunakan sebagai bumbu dapur, tapi juga digunakan sebagai bahan dasar parfum, sampo, kosmetik, dan obat-obatan. Terutama bagi masyarakat Timur Tengah, saffron dipercaya dapat menyembuhkan hampir 100 penyakit.

Jika Anda menemukan makanan atau barang yang bertuliskan menggunakan saffron tetapi harganya tidak mahal, dapat dipastikan bahan yang digunakan bukan murni 100% saffron.

 

#2 Vanila

Buat Anda yang memiliki hobi membuat kue atau makanan penutup pasti sudah tidak asing dengan bumbu dapur yang satu ini.

Bumbu dapur paling mahal kedua di dunia adalah vanila atau di Indonesia terkadang disebut dengan vanili.

Vanila yang dimaksud bukanlah bubuk vanila atau ekstrak vanila yang dijual dengan harga murah, tetapi vanila murni yang harga per kilogramnya dapat mencapai US$200 atau Rp2,75 juta per kilogram.

Saat ini, pemasok vanili terbesar di dunia adalah Madagascar, bahkan di sana vanila dijuluki emas hijau karena harganya yang sangat mahal dan dijadikan sebagai salah satu pencetak uang bagi masyarakat Madagascar.

Vanila

 

Indonesia sebagai negara agraris juga merupakan salah satu negara penghasil vanila di dunia.

Harga vanila di Indonesia per kilogramnya dijual sekitar Rp650 ribu hingga Rp1 juta. Memang tidak semahal harga di negara lain, tetapi masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan bumbu dapur lainnya.

Selain itu, kualitas vanila Indonesia juga belum sebaik vanila dari Madagascar.

Kendala pengetahuan dalam melakukan pengolahan pascapanen yang tidak mumpuni menyebabkan komoditi vanili yang dihasilkan di Indonesia mengalami penurunan kualitas dan harga.

 

#3 Kapulaga

Bumbu dapur yang ketiga ini identik dengan masakan gulai, sup, kari dan sering juga digunakan sebagai penambah rasa pada kopi, teh, serta pembuatan kue.

Kapulaga berasal dari Guatemala dan India, dan kedua negara ini merupakan eksportir terbesar kapulaga di dunia.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Indonesia dengan tanahnya yang subur membuat setiap tanaman dan tumbuhan dapat tumbuh di wilayah Indonesia, tidak terkecuali kapulaga.

Sehingga jika membandingkan harga kapulaga dalam negeri dengan pasar internasional akan terpaut cukup jauh.

Kapulaga

 

Untuk pasar Indonesia harga kapulaga berkisar sekitar Rp30 ribu sampai dengan Rp40 ribu per kilogramnya, sedangkan di pasar internasional dapat mencapai hingga US$60 per kilogramnya atau sekitar Rp825 ribu.

Selain sebagai bumbu dapur dan penambah rasa pada minuman, kapulaga juga digunakan sebagai bahan dasar minyak atsiri yang dapat digunakan untuk keperluan industri kosmetik, parfum, dan farmasi.

Kapulaga hijau juga dipercaya dapat digunakan untuk mengobati gangguan percernaan, infeksi gusi dan gigi, TBC, dan peradangan kelopak mata.

 

#4 Cengkih

Bumbu dapur yang satu ini merupakan rempah-rempah asli dari Indonesia dan sudah terkenal sejak masa penjajahan dulu.

Wilayah utama produksi cengkih di dunia adalah di Kepulauan Maluku, tetapi saat ini Zanzibar, India, Madagascar, Pakistan, dan Sri Lanka juga sudah membudidayakan tanaman ini.

Harga cengkih dalam negeri berada di kisaran Rp120 ribu per kilogramnya, sedangkan di pasar internasional berkisar US$20 atau sekitar Rp280 ribu per kilogramnya.

Kandungan dalam cengkih dipercaya memiliki khasiat anti oksidan dan dapat mengurangi kadar gula dalam darah.

Selain itu, aroma cengkih yang intens digunakan untuk memberi aroma sebagian besar masakan India, Afrika, dan Timur Tengah.

Cengkih

 

Lalu, cengkih juga dapat diproduksi sebagai minyak cengkih yang berfungsi sebagai antiseptik dan analgesik alami.

Khususnya dalam pengobatan Ayurdevic India dan pengobatan Cina, minyak cengkih ini selalu digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit gigi dan sebagai aromaterapi untuk membantu penyembuhan masalah pencernaan.

Di Indonesia, 90 persen produksi cengkih tersebut dipasarkan ke pabrik rokok dalam negeri dan sisanya baru dijual di pasar tradisional dan digunakan untuk industri kosmetik dan kesehatan.

 

#5 Kayu Manis

Kayu manis juga sudah ada dan dimanfaatkan sejak lama oleh orang-orang Mesir kuno sebagai bahan campuran dalam pengobatan tradisional.

Bumbu dapur ini diperoleh dari kulit pohon Cinnamomum yang sudah dikeringkan.

Kayu manis asli dengan kualitas terbaik berasal dari Sri Lanka, namun kayu manis juga dapat tumbuh di India, termasuk di Indonesia.

Harga kayu manis di dalam negeri berkisar sekitar Rp70 ribu per kilogram dalam bentuk bubuk dan sekitar Rp45 ribu per kilogram dalam bentuk batangan.

Kayu Manis

 

Sedangkan di pasar internasional, kayu manis dijual seharga US$12 atau sekitar Rp165 ribu per kilogramnya.

Penggunaan kayu manis pada jaman Mesir kuno diutamakan sebagai obat untuk mengobati flu, jerawat, gigitan ular, dan masalah pada ginjal.

Saat ini, kayu manis lebih digunakan sebagai bumbu dapur untuk menambahkan aroma dan penambah cita rasa manis pada makanan penutup seperti donut, roti, hingga minuman seperti kopi dan coklat panas.

Kayu manis dalam bentuk minyak atsirinya juga dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan parfum dan aromaterapi.

 

#6 Merica atau Lada Hitam

Merica atau lada hitam merupakan bumbu dapur yang paling sering digunakan dan paling banyak diperdagangkan di pasar internasional.

Merica pertama kali ditemukan di India Selatan, lalu berkembang dan saat ini sudah banyak ditanam di wilayah dengan iklim tropis (salah satunya Indonesia).

Untuk penghasil dan pengekspor merica terbesar di dunia saat ini adalah Vietnam.

Lada hitam

 

Dari pertama kali ditemukan, merica memang sudah digunakan sebagai bumbu masakan. Dan sampai saat ini, merica digunakan pasa hampir setiap masakan karena dapat menciptakan masakan menjadi penuh rasa dan menggairahkan.

Rasanya yang pedas dan hangat serta aromanya yang khas sangat digemari oleh masyarakat di kawasan Eropa yang memiliki iklim dingin bersalju.

Harga merica di pasar internasional dapat mencapai sekitar US$6 hingga US$11 atau sekitar Rp82 ribu hingga Rp160 ribu per kilogramnya.

Karena komoditi merica sangat dibutuhkan di pasar internasional, seringkali merica disebut dengan emas hitam.

 

#7 Kunyit

Bumbu dapur termahal yang terakhir adalah kunyit, yang cukup sering digunakan sebagai bumbu dapur dalam makanan Indonesia.

Kunyit pertama kali ditemukan di bagian barat daya India dan sangat sering digunakan sebagai bumbu dapur dalam masakan khas Bangladesh, India, Timur Tengah, dan Pakistan.

Kunyit

 

Kunyit juga digunakan sebagai bahan pewarna alami, kosmetik, dan obat antiseptik.

Di pasar internasional harga kunyit dapat mencapai US$6 atau sekitar Rp82 ribu per kilogramnya, sama seperti harga merica di pasar internasional.

Namun, untuk di dalam negeri harga kunyit per tanggal Januari 2018 adalah sekitar Rp40 ribu hingga Rp59 ribu.

 

Apa Penyebab Tingginya Harga Bumbu Dapur?

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan ke-7 bumbu dapur di atas memiliki harga yang selangit.

Pertama, produksi dari rempah-rempah tersebut membutuhkan proses yang sangat lama dan membutuhkan bahan yang sangat banyak sehingga menjadi tidak efisien.

Kedua, ke-7 bumbu dapur tersebut tidak dapat ditanam di setiap iklim, sehingga harga tersebut melonjak di pasar internasional.

Ketiga, tingkat kesulitan pada proses produksi dan juga panen hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu dan sangat spesifik.

 

Semoga informasi mengenai bumbu dapur diatas dapat membantu Anda. Jika terdapat pertanyaan atau komentar Anda dapat meninggalkannya pada kolom di bawah ini!

Jika informasi ini dirasa berguna, Anda dapat juga menyebarkan ke teman dan keluarga Anda.

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Categories: Lifestyle
Tags: Bumbu DapurBumbu Dapur Termahal di DuniaCengkihKayu ManisLada HitamSaffronVanili