Banyak orang tua yang mengalami keraguan saat mengajarkan anak mengelola keuangan. Keraguan ini biasanya didasari rasa cemas, jika salah didik ke depan anak akan cenderung boros dan tidak bijak memanfaatkan uang. Finansialku akan membahas mengenai ajarkan anak mengelola keuangan lewat artikel ini.

Ajarkan Anak Mengelola Keuangan Finansialku

Tips Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan

Sebelumnya, pernahkah terpikir kira-kira dari mana saja kah seorang anak (anak pada umumnya) mendapatkan uang?

  • Uang saku dari orang tua, kakek atau nenek.
  • Uang angpao (saat imlek), Uang saat hari Idul Fitri.
  • Uang jika menang lomba.

Tantangan bagi orang tua modern saat ini adalah bagaimana cara orang tua mengajarkan anak mengelola keuangan.

Mengelola keuangan bisa menjadi sebuah kebiasaan (habit) dan kebiasaan menjadi karakter finansial anak yang akan dibawa hingga dewasa.

Nah, oleh sebab itu orang tua berusaha menjadikan anaknya berperilaku baik dan cermat dalam mengelola keuangan.

Kecemasan terjadi karena diakui atau tidak banyak orang tua yang merasa dirinya tidak mampu mengelola keuangan.

Lalu, bagaimana cara orang tua tersebut mengajarkan anak mengelola keuangannya kalau dirinya tidak yakin dengan kemampuannya dalam mengelola keuangan?

Mengerti akan permasalahan tersebut, Finansialku sudah menyiapkan beberapa tips mengajarkan anak mengelola keuangan yang bisa dipraktekkan: 

 

#1 Jelaskan Tujuan Pemberian Uang

Hal yang paling penting dalam mengajarkan anak mengelola keuangan adalah jelaskan pada anak tujuan pemberian uang.

Misal orang tua harus menjelaskan fungsi uang saku kepada anaknya. Uang saku sebaiknya diberikan sejak dini dan berikan sesuai dengan yang dibutuhkan anak (jangan berlebih dan jangan kekurangan).

Jika Anda memberi uang berlebih pada anak, arahkan agar anak dapat menabung atau bersedekah.

 

#2 Jelaskan Perbedaan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Kebutuhan (need) dan keinginan (want) adalah permasalahan keuangan yang tidak hanya dihadapi anak kecil juga orang tua.

Jika Anda ingin menjelaskan mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan Anda harus menjadi contoh yang baik.

Pada dasarnya anak memiliki sifat ATK (Amati – Tiru – Komentari). Nah, jika Anda sebagai orang tua mengajarkan sesuatu yang tidak Anda lakukan, hal ini akan menjadi pertanyaan besar untuk si anak.

 

#3 Ajarkan Anak Menabung

Apakah anak perlu diajari menabung? Ya menabung adalah salah satu “REM” ketika anak mulai bersifat konsumtif.

Banyak orang tua berhasil mengajarkan kata “MENUNDA” dan “SABAR” kepada anak dengan cara menabung.

Misal si Anak ingin membeli mainan kesukaanya, maka orang tua berusaha untuk mengajarkan anak untuk menabung guna memenuhi tujuannya.

 

#4 Bantu Anak Mengalokasikan Uangnya

Salah satu cara untuk mendidik karakter finansial anak adalah ajari anak cara mengalokasikan uang. Beritahu anak cara menganggarkan pengeluarannya, seperti:

  • Berapa jumlah uang yang digunakan untuk jajan,
  • Berapa jumlah uang yang ditabung untuk membeli keinginanya,
  • Berapa jumlah uang yang diberikan untuk sedekah atau sumbangan.

 

Pernakah Anda terpikir, ketika orang tua memberi uang saku untuk kebutuhan harian, mingguan dan bulanan memberikan efek yang berbeda kepada anak tergantung pada usianya? Begini gambarannya:

  • Jika anak Anda masih berusia SD sebaiknya berikan uang saku harian. Hal ini dilakukan agar Anda dapat memantau setiap harinya pengeluaran si anak.
  • Jika anak Anda sudah berusia SMP-SMA sebaiknya berikan uang saku mingguan. Pemberian uang saku mingguan akan memiliki dampak tanggung jawab dan cara mengelola keuangan yang lebih dewasa. Bagaimana cara membagi pengeluaran dari senin hingga jumat agar jatah uang saku dapat mencukupi kebutuhannya.
  • Jika anak Anda sudah Kuliah uang sebaiknya diberikan secara bulanan. Pemberian uang secara bulanan ini akan banyak berguna bagi si anak untuk mengelola keuangan pada saat dia sudah bekerja.

 

Ajarkan Anak Mengenai Perencanaan Keuangan

Anak diajarkan perencanaan keuangan? Tidak salah? Padahal orang tuanya sendiri kayanya juga belum mengenal perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan tidak melulu berbicara mengenai asuransi, mengenai investasi. Perencanaan keuangan paling dasar adalah masalah mindset (pola pikir).

Jika Anda sendiri sebagai orang tua masih ragu apakah Anda sudah mengenal perencanaan keuangan atau belum, maka saat yang tepat Anda belajar bersama anak Anda. Bagaimana caranya?

Jika Anda berbicara dengan anak, berbicaralah dengan gaya yang mereka sukai, yaitu melalui permainan atau games. Dalam dunia pendidikan terdapat istilah belajar melalui permainan yaitu gamification.

Ajak anak Anda bermain monopoly atau cashflow games untuk mengenal pola pikir atau mindset yang benar dalam merencanakan keuangan.

Gamification Cara Baru Belajar Keuangan Pribadi

Baca Selengkapnya

 

Finansialku akan sangat berterima kasih jika Anda mau berdiskusi mengenai cara mengajarkan anak mengelola keuangan dengan baik. Silakan tinggalkan jejak Anda di kolom komentar di bawah ini.

Anda juga bisa membagikan informasi ini kepada teman-teman Anda yang sudah menjadi orang tua supaya bisa dipraktekkan bersama dengan anak-anaknya, lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Terima kasih.