X

Aksi Demonstrasi Hong Kong Membuat Perekonomian Terguncang

Aksi demonstrasi Hong Kong dua bulan lalu mengguncang perekonomian. Apa saja dampak yang terjadi dari demonstrasi tersebut?

Mari simak penjelasannya di artikel di bawah ini. Selamat membaca.

 

Rubrik Finansialku

 

Aksi Demonstrasi Hong Kong

Hong Kong tengah dihebohkan dengan adanya aksi demonstrasi terkait UU Ekstradisi China selama dua bulan terakhir.

Demonstrasi itu terdiri dari ratusan ribu demonstran yang diantaranya para pemuda. Anak-anak muda Hong Kong berada di garis depan, karena banyak pemimpin demonstran yang masih muda berusia 20-an.

Mereka menuntut agar RUU Ekstradisi dicabut dari usulan.

Sebelumnya pemerintah Hong Kong mengusulkan rencana undang-undang ekstradisi. Jadi jika ada yang melanggar, para pelaku kejahatan akan diekstradisi ke China Daratan.

Aksi demonstrasi yang terjadi di Hong Kong merupakan demonstrasi besar. Para demonstran menduduki jalan-jalan kota, gedung pemerintahan, dan bahkan mereka menduduki bandara utama di Hong Kong.

[Baca Juga: Mempersiapkan Dana Liburan ke Hong Kong dengan Aplikasi Finansialku]

 

Dengan adanya aksi demonstrasi ini, membuat perekonomian di Hong Kong mengalami ketimpangan. Seperti yang kita ketahui, Hong Kong merupakan salah satu pusat ekonomi utama di dunia.

Tak hanya itu, Aksi demonstrasi ini berdampak pada kinerja sejumlah perusahaan besar global.

Hal ini menambah kekhawatiran terkait geopolitik, di mana pada saat yang bersamaan perang dagang antara AS dan China terus berlanjut.

Melansir dari CNBC, beberapa pekan terakhir, tim manajemen di beberapa perusahaan multinasional melakukan pertemuan membahas kinerja dan memperingatkan konsekuensi mengerikan jika aksi demonstrasi terus berlanjut.

Akan ada potensi kehilangan pendapatan dan terhambatnya investasi bisnis. Belum lagi banyak perusahaan yang telah merasakan tekanan dari kenaikan pajak AS dan melemahnya mata uang China.

Aksi demonstrasi yang warnai dengan kekerasan ini pun telah menjerumuskan pusat keuangan Asia ke dalam krisis paling serius.

Keresahan semakin berkembang dipicu oleh RUU ekstradisi, yang juga merupakan salah satu tantangan yang paling berat bagi presiden China, Xi Jinping sejak ia berkuasa pada 2012.

[Baca Juga: 30 Tempat Wisata di Hong Kong yang Seru, Asik dan Bagus di Media Sosial (Part 1)]

 

Pada minggu ini, aksi demonstrasi di bandara Internasional Hong Kong menyebabkan ditundanya check in selama dua hari berturut-turut sehingga menyebabkan pembatalan ratusan penerbangan.

Bentrokan pun terjadi ketika para demonstran memblokade lorong-lorong gedung terminal utama. Untuk meminimalisasi ini polisi menembakkan semprotan merica untuk membubarkan para demonstran.

Pada hari Rabu kemarin, jalur penerbangan kembali dibuka ketika otoritas bandara mendapatkan perintah pengadilan untuk melarang aksi demonstrasi.

Menanggapi kericuhan yang terjadi di Hong Kong, Pemerintah China mengutuk aksi demonstrasi yang terjadi, dengan menyebut aksi mereka sebagai “tanda pertama dari terorisme”.

Kepada eksekutif wilayah Carrie Lam, menambahkan kekerasan yang terjadi ini mendorong Hong Kong “ke jalur yang tidak dapat kembali”.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pemerintah China mengerahkan pasukan ke perbatasan bersamanya dengan Hong Kong, yang akan meningkatkan kekhawatiran dilakukannya intervensi.

Para trader pun menghukum bursa saham Hong Kong dengan mengirim indeks saham Hong Kong ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir pada Selasa(14/8/2019).

 

Aksi Demonstrasi di Hong Kong Berdampak Ke Sektor Ekonomi

ETF iShare MSCI Hong Kong Indeks untuk mengukur saham, saham Hong Kong anjlok hingga 10% dalam enam bulan terakhir. Indeks ini sekarang ada di posisi 16% di bawah level tertingginya yang tercipta pada awal April lalu.

Para pejabat Hong Kong pun telah memberikan peringatan atas ketegangan yang terjadi secara berlarut-larut ini dapat menyebabkan kerusakan berkelanjutan pada ekonomi lokal.

Seperti yang diketahui, Hong Kong merupakan rumah bagi tujuh perusahaan global yang masuk dalam Fortune 500, termasuk di dalamnya perusahaan teknologi raksasa Lenovo.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Hong Kong merupakan yang terlemah sejak 2009 pada kuartal pertama.

Meskipun ekonomi Hong Kong telah bangkit pada kuartal kedua, namun pencapaiannya masih jauh dari harapan analis di mana tingkah pertumbuhannya hanya 0,6%.

[Baca Juga: Ingin Sukses Bak Artis Hong Kong? Baca Dulu Kumpulan Kata Kata Mutiara Jackie Chan]

 

Rambu peringatan kompak menyala di beberapa sektor tertentu, terutama sektor ritel, dimana tingkat penjualan turun 7% pada Juni jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Julian Evans-Pritchard, Ekonom Senior China dari Capital Economics mengungkapkan:

“Jika eskalasi lebih lanjut memicu hengkangnya modal dari Hong Kong, pasar properti akan mengalami tekanan hebat sehingga dapat mengakibatkan resesi yang dalam.”

 

Aksi demonstrasi yang terus berkelanjutan ini membuat HSBC pusing. Pasalnya HSBC adalah yang mengontrol sekitar dari 30% dari pasar perbankan Hong Kong.

CEO John Flint baru saja mengundurkan diri baru-baru ini meski baru 18 bulan menjabat. Selain itu, HSBC berencana akan melakukan PHK besar-besaran atas karyawannya.

CFO HSBC Ewen Stevenson mengatakan, memanasnya Hong Kong dapat menggerus laba bank.

“Apakah kami memprediksi bakal ada dampak di paruh kedua nanti? Ya, sepertinya hal itu akan terjadi. Jika situasi saat ini terus berlangsung selama beberapa waktu ke depan, ini akan berdampak pada tingkat kepercayaan investor.”

 

Pemimpin dari sejumlah bank investasi global juga sudah mengambil sejumlah antisipasi, termasuk memperbolehkan karyawan untuk bekerja secara remote.

Salah satu contohnya Citigroup, telah menutup beberapa cabang beberapa bulan terakhir sebagai langkah antisipasi.

Goldman Sachs yang memiliki 1.500 karyawan di Hong Kong juga melakukan kebijakan serupa.

 

Apa pendapat Anda setelah membaca artikel di atas? Berikan tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Barratut Taqiyyah Rafie. 15 Agustus 2019. Ini Gambaran Seberapa Besar Aksi Demonstrasi Memukul Ekonomi Hong Kong. Kontan.co.id – https://bit.ly/2MktGbC
  • Arinta Wijaya Murti. 13 Agustus 2019. Faktor Penyebab Milenial Hong Kong Terlibat di Demo UU Ekstradisi. Tirto.id – https://bit.ly/33zZ0sA

 

Sumber Gambar:

  • Aksi Demonstrasi Hong Kong – https://bit.ly/2OX0dXA
  • Demonstrasi Hong Kong Ekstradisi – https://bit.ly/2Z0nEPq
  • Demonstrasi di Bandara Hong Kong – https://bit.ly/2Z2Hdqs
Categories: Ekonomi