Polemik apakah uang bisa membeli kebahagiaan masih terjadi hingga kini. Seperti biasa, publik terbagi menjadi dua, yakni pro dan kontra.

Kepoin pembahasan Finansialku berikut tentang pertanyaan apakah uang bisa membeli kebahagiaan. Selamat membaca!

 

Summary:

  • Hidup yang membahagiakan bisa didapat melalui banyak hal, tergantung dari bagaimana cara hidup manusia itu sendiri.
  • Uang bisa berkontribusi terhadap kebahagiaan dalam beberapa cara, seperti digunakan untuk kebutuhan primer, mempertahankan kualitas hidup dan meningkatkan status sosial.

 

Definisi Bahagia

Hingga kini, pertanyaan apakah uang bisa membeli kebahagiaan masih menuai pro kontra. Kelompok yang kontra menilai bahwa kebahagiaan tidak bisa didapat dengan nominal tertentu.

Sebaliknya, mereka yang pro menganggap bahwa seseorang bisa melakukan banyak hal dengan uang—yang pada akhirnya membuat bahagia.

Tapi, sebelum menjawab pertanyaan apakah uang bisa membeli kebahagiaan, tahukan kamu definisi bahagia?

Studi berjudul “Konsep Kebahagiaan Martin Seligman: Sebuah Penelitian Awal” menyebutkan bahwa bahagia atau kebahagiaan merupakan kondisi di mana kamu mengetahui kekuatan atau kelebihan tertinggi di dalam diri dan mengembangkannya untuk melayani sesuatu yang lebih besar.

Konsep bahagia Seligman berhubungan dengan konsep diri. Di mana, kebahagiaan adalah salah satu hak dasar manusia. Dari sana, kamu bisa menyimpulkan bahwa setiap hal yang dilakukan manusia di seluruh dunia ditujukan agar mereka bahagia.

Sementara itu, Car mendefinisikan bahagia sebagai kondisi psikologis positif yang ditandai dengan kepuasan masa lalu, peningkatan emosi positif, dan penurunan emosi negatif.

 

Apa yang Membuat Manusia Bahagia?

Dalam jurnal “Konsep Bahagia” yang dipublikasikan IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk, dituliskan bahwa barometer bahagia ada di setiap jiwa manusia. Karena alasan ini, setiap orang punya cara atau tolok ukur untuk menjadi bahagia.

Misal, pemilik kebun kopi akan bahagia jika tanamannya bebas hama dan selalu panen melimpah. Sebaliknya, orang-orang di negara konflik akan gembira jika tidak mendengar dentuman senjata selama beberapa waktu.

Untuk menjawab pertanyaan apakah uang bisa membeli kebahagiaan, silakan simak hal-hal yang membuat manusia bahagia berikut ini:

 

#1 Have a Pleasant Life/Life Enjoyment

Punya kehidupan yang nyaman dan bisa dinikmati adalah anugerah besar. Pasalnya, kondisi ini sangat memungkinkan kamu menjalani hari dengan bahagia.

Dalam kondisi ini, bisa jadi kamu sudah mapan secara finansial. Sehingga, hal-hal yang menggugah emosi positif, seperti menonton film, mengunjungi restoran favorit, bermain gim, atau memiliki nama baik sudah tercapai.

Cara hidup seperti ini memang banyak dipakai kalangan kelas atau kelompok hedonis sehingga mereka menganggapnya sebagai aktivitas biasa. Tapi, dalam porsi yang proporsional, melakukan hal-hal di atas akan membahagiakan.

[Baca Juga: 5 Alasan Belanja Bisa Bikin Bahagia, Kamu Wajib Tahu!]

 

#2 Have a Good Life/Life of Engagement

Kehidupan partisipatif ternyata membuat manusia bahagia. Kondisi ini terjadi saat kamu terlibat dalam hal tertentu, seperti merampungkan pekerjaan, mengajar baca tulis pada manula, atau interaksi dengan keluarga yang membuatmu larut—dalam sisi positif—di dalamnya.

Konsep have a good life sangat berkaitan dengan kontribusi langsung. Artinya, kamu akan terbawa suasana jika tertarik dengan situasi atau kelompok yang dihadapi.

apakah uang bisa membeli kebahagiaan

Ilustrasi bahagia bersama keluarga. Sumber: Freepik/lifestylememory

 

#3 Have A Meaningful Life/Life of Contribution

Have a meaningful life disandarkan dengan semangat berkontribusi dan melayani diri sendiri, orang, atau makhluk hidup lain. Misal, saat berhasil mengadakan konser amal, kamu merasa bermakna untuk saudara yang membutuhkan.

Kehidupan yang bermakna bisa didapat dengan memahami potensi, kegemaran, dan bakat alamimu. Dengan begitu, kamu bisa mengembangkan jenis kebajikan atau kontribusi apa yang bisa dilakukan untuk bahagia bagi diri sendiri atau orang lain, untuk masa kini dan masa depan.

Salah satu contoh kehidupan yang bermakna untuk masa depan adalah memiliki hari tua yang nyaman tanpa perlu pusing memikirkan keuangan. Tak sedikit orang yang hanya fokus untuk kebahagiaan hari ini tanpa memikirkan bagaimana kehidupan di masa depan atau bingung apa yang harus dilakukan untuk hari tua nanti.

Yuk, tonton video ini dan terapkan dalam kehidupan supaya masa pensiun kamu bisa hidup nyaman.

 

 

Apakah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?

Ada tiga cara untuk membuat manusia bahagia, yakni punya kehidupan yang baik, partisipatif, dan bermakna. Lantas, apakah uang bisa membeli kebahagiaan? Jawabannya sangat kontekstual—sebagian besar ya, baik langsung maupun tidak.

Hidup yang membahagiakan bisa didapat melalui banyak hal. Punya anak yang tumbuh dengan baik, rumah yang nyaman, rutin membuat kudapan untuk keluarga, semuanya sangat menyenangkan.

Tapi, untuk mendapat semua ini, kamu butuh uang yang cukup. Anak bisa tumbuh dengan baik jika rutin mengonsumsi makanan bergizi, rumah yang nyaman harus dibangun, dikembangkan, dan diperbaiki secara berkala, dan bahan kudapan didapat dari toko. Semuanya butuh uang.

[Baca Juga: Cara Hidup Bahagia Sampai Menutup Mata]

 

Sebuah survei di Amerika yang melibatkan 450.000 responden mendukung pernyataan di atas. Di mana, hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa orang dengan pendapatan tinggi cenderung lebih bahagia. Alasannya, mereka punya lebih banyak opsi dalam hidup. Punya lebih dari satu anak, rumah yang nyaman, kudapan. Mereka bisa melakukannya.

Kemudian, keinginan untuk hidup partisipatif dan bermakna ternyata membutuhkan uang. Misal, agar bisa rutin membagikan makanan gratis, kamu butuh pendapatan yang baik dan cukup besar.

Walaupun kamu bisa melakukan hal yang membuat kamu bahagia dengan uang yang kamu miliki, tapi jika tanpa perencanaan yang baik maka hal ini akan membahayakan kehidupanmu sendiri.

Oleh karena itu, kamu bisa mulai untuk mengatur keuangan dengan membuat pos pos keuangan, termasuk pos ‘kebahagiaan’ kamu sendiri.

Jika kamu kesulitan dalam mengatur keuangannya, kamu bisa berdiskusi dengan Perencana Keuangan Finansialku untuk membantu masalahmu.

Yuk, buat janji temu dan manfaatkan promo bahagia FREE konsultasi 20 menit (setara harga Rp250.000) dengan klik banner ini!

Free FCU

 

Berapa Banyak Uang Agar Bisa Bikin Bahagia?

Pertanyaan apakah uang bisa membeli kebahagiaan sudah terjawab. Kini, muncul polemik baru, berapa uang yang harus kamu punya agar bahagia?

Jawaban singkatnya, tidak ada jumlah uang yang pasti yang dapat membuat seseorang bahagia. Kebahagiaan adalah kondisi kompleks yang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan.

Tapi, secara umum, uang bisa berkontribusi terhadap kebahagiaan dalam beberapa cara:

  1. Uang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer. Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, seseorang dapat merasa lebih aman dan terpenuhi, yang dapat berkontribusi pada kebahagiaan.
  1. Uang berguna untuk mempertahankan kualitas hidup, termasuk untuk berlibur, membeli barang yang diinginkan, atau berdonasi
  1. Uang dapat digunakan untuk meningkatkan status sosial.

 

Jangan Lupa Bahagia

Kamu berhasil memecahkan jawaban pertanyaan apakah uang bisa membeli kebahagiaan. Sekarang, mulai atur uangmu untuk memberi dampak baik ke lingkungan. Kamu bisa menginvestasikannya ke Surat Berharga Negara, taat bayar pajak, dan rajin berdonasi.

Jika perlu saran keuangan holistik untuk jangka panjang, silakan buat janji temu dengan Perencana Keuangan Finansialku. Hubungi nomor WhatsApp 0851 5866 2940 untuk informasi selanjutnya.

 

Disclaimer:  Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan di Indonesia yang melayani konsultasi keuangan bersama Certified Financial Planner (CFP) seputar perencanaan keuangan, rencana pensiun, dana pendidikan, review asuransi dan investasi. 

Finansialku bukan platform pinjaman online dan tidak menerima layanan konsultasi di luar hal-hal yang disebutkan sebelumnya. Artikel ini dibuat hanya sebagai sarana edukasi dan informasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News.

 

Sekian ulasan tentang pertanyaan apakah uang bisa membeli kebahagiaan. Bagaimana tanggapan kamu? Silakan sampaikan di kolom komentar di bawah ini.

Yuk, share artikel ini di grup chat-mu dan mulai diskusi dengan teman-teman. Terima kasih!

 

Editor: Ratna Sri H

Sumber Referensi:

Jurnal:

  • Abdur Rohman. Maret 2018. Konsep Bahagia. Nganjuk: Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk.
  • Anisatul Fikriyah Aprilianti. 21 Oktober 2020. Konsep Kebahagiaan Perspektif Psikologi dan Al-Qur’an. Surabaya: Sekolah Tinggi Agama Islam al-Akbar Surabaya.
  • Desember 2017. Konsep Kebahagiaan Martin Seligman: Sebuah Penelitian Awal. Palu: Institut Agama Islam Negeri Palu.

 

Artikel internet:

  • Annie Malcolm. The 3 Types of Happiness. Theskillcollective.com – https://bit.ly/41YNVQ9
  • Febi Anindya Kirana. 26 September 2021. Menurut Penelitian, Uang Bisa Beli Kebahagiaan Jika Digunakan untuk Ini. fimela.com – https://bit.ly/3HhMgvN

 

Sumber Gambar:

  • Cover – Freepik/jcomp