Bisakah kita melipatgandakan uang? Kalau bisa, bagaimana cara melipatgandakan uang?

Penasaran? Yuk, cari tahu kebenarannya di artikel Finansialku di bawah ini!

 

Cara Melipatgandakan Uang

Semua orang ingin jadi kaya. Punya banyak aset, uang, sampai tabungan, sehingga nggak perlu susah-susah bekerja setiap hari, tapi menikmati hidup dengan secangkir kopi setiap pagi sambil menelusuri dunia daring, mencari informasi terkini.

Mari kita berandai-andai kalau sebenarnya kita bisa melipatgandakan uang kita. Kira-kira bagaimana caranya, ya?

Mungkin saja sebenarnya ada cara melipatgandakan uang kita menjadi lebih banyak dengan investasi trading saham.

Terbaru dari Ajaib Aplikasi Trading Saham Online dengan Analisis Komprehensif 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Bedanya Investasi Saham dan Trading Saham?]

 

Mari kita berandai-andai kalau sebulan kita bisa mendapatkan keuntungan 6%, artinya dalam 12 bulan (compounding), maka keuntungan bisa mencapai 100 persen.

Artinya, dalam 5 tahun, uangnya bisa naik 32 kali lipat (compounding)? Wah, menarik sekali, ya?

Artinya kita tinggal menentukan berapa profit yang ingin didapatkan dalam satu bulan dan lakukan secara konsisten, setelah itu kita tinggal menghitung berapa kali lipat uang kita bertambah.

Kuncinya, kita harus menentukan dulu target profit kita berapa per bulannya. Misalnya, jika kita mengeluarkan modal Rp 100 juta, jika setiap bulan naik 6 persen, maka modal akan bertambah menjadi Rp 106 juta.

Itu baru bulan pertama, bagaimana jika berulang terus hingga akhir tahun? Seperti ilustrasi di bawah ini!

Bagaimana Caranya Melipatgandakan Uang 01 - Finansialku

Ilustrasi keuntungan trading saham

 

Jika berdasarkan pada tabel di atas, maka kira-kira kita akan mendapatkan setidaknya Rp 200 juta.

Padahal ini masih di tahun pertama, lho! Bayangkan kalau kita melakukan ini sampai 5 tahun, maka uang kita bisa bertambah menjadi Rp3,2 miliar.

Bagaimana Caranya Melipatgandakan Uang 02 - Finansialku

 

TUNGGU!

Sebelum buru-buru membuka akun saham dan menginvestasikan semua aset ke saham, pastikan Sobat Finansialku tahu kalau perhitungan dan kenyataannya tidak akan semudah dan sesederhana ini.

Banyak yang memulai transaksi saham, baik itu trading jangka pendek, menengah, atau pun jangka panjang dengan perhitungan yang sangat simpel seperti contoh di atas.

Ini berbahaya, karena perhitungan seperti itu adalah perhitungan yang salah dan menjadi salah satu jebakan para full time trader, atau pun mereka yang menjalankan trading for a living.

Mungkin Sobat Finansialku memulai trading saham ketika pasar sedang bagus-bagusnya.

Ini bukan berarti semua prediksi kita ini benar, tapi bisa saja pasar memang mendukung meraih return tertentu.

Tapi pada akhirnya, akan ada kondisi yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita.

Pasar itu bukan seperti bunga deposito di bank yang return-nya pasti dan dijamin aman.

Pertimbangkan juga kalau Sobat Finansialku ingin investasi yang ‘katanya’ return-nya tinggi dan konsisten.

Bisa jadi itu hanya hitungan matematika, bukan realita pada umumnya. Jangan mencari, karena Sobat Finansialku sedang membohongi diri sendiri.

Jangan juga diterima, karena bisa jadi Sobat Finansialku sedang dibohongi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

 

Jawab Dulu Pertanyaan Ini

Ada beberapa faktor yang harus dipahami sebelum mulai menghitung hasil investasi dengan rumus matematika:

  • Kalau mau cari keuntungan sekian persen, saham mana yang akan dipilih?
  • Berapa lama Sobat Finansialku akan fokus di saham tersebut? Sebulan penuh? Setelah sebulan berlalu, apakah Sobat Finansialku akan terus lanjut fokus di saham itu? Atau beralih ke saham lain? Kalau saham itu hanya naik beberapa hari, apa yang akan Sobat Finansialku lakukan?
  • Pasar tidak selalu bergerak sesuai skenario, selalu ada volatilitas jangka pendek. Maksudnya, tidak selalu bergerak naik dari bulan ke bulan. Bisa jadi ada penurunan dulu. Kalau pasar sedang turun, target return tersebut akan didapatkan dari saham apa?
  • Kalau pasar sedang konsolidasi, apa saham yang akan dipilih? Apakah itu pasti untung?
  • Kalau ada saham yang rally panjang, bahkan bisa berbulan-bulan, apakah Sobat Finansialku akan hold atau jual dulu setelah target return bulanan tercapai? Atau lebih baik disimpan terus?

 

Sulit rasanya untuk menjawab pertanyaan ini kalau Sobat Finansialku belum mengenal pasar dari dekat.

Ketika Sobat Finansialku bisa menjawab pertanyaan ini dengan objektif, maka Sobat Finansialku akan menyadari kalau sebenarnya kita tidak punya kontrol apa pun terhadap pasar.

Uang kecil maupun uang besar tidak bisa menggerakkan pasar sesuai dengan keinginan maupun harapan, bahkan dengan uang puluhan miliar sekalipun.

Ini ibarat seperti Sobat Finansialku merasa punya produk yang sangat bagus, punya resep makanan yang sangat enak.

Trading Saham Menurut Jesse Livermore Reading Market, Stock Behaviour Dan Analyzing Leading Sector 01 - Finansialku

[Baca Juga: Trading Saham Menurut Jesse Livermore: Market Timing And Emotional Control]

 

Ketika Sobat Finansialku buka usaha, resep yang kita pikir enak itu belum tentu laku keras ketika pertama kali toko dibuka.

Karena sebenarnya apa yang menurut kita terbaik, belum tentu disetujui pula oleh pasar, karena ini kembali lagi pada selera pasar itu sendiri, yang tentunya bukan bergantung pada selera kita.

Inilah sebabnya adalah istilah Market is Always Right, yang berlaku di sektor riil, juga di pasar saham.

Karena ini lah akhirnya kita tidak bisa membuat skenario perhitungan matematika kita, khususnya menghitung keuntungan bulanan, bahkan tahunan.

Kalau pergerakan harga saham di tangan kita, maka kita bisa menjalankan skenario kita.

Jika pergerakan pasar itu efisien, di mana pemainnya banyak, maka yang bisa kita lakukan adalah mengikuti pergerakan pasar yang sedang berlangsung.

Jika pergerakannya sesuai dengan kriteria kita, maka kita bisa mengikutinya. Jika pergerakannya tidak sesuai dengan kriteria kita, maka kita tidak boleh terbawa arus.

Lalu, bagaimana agar bisa mendapatkan keuntungan maksimal?

Kita bisa fokus di poin pertanyaan nomor lima tentang harga saham rally panjang.

Kita bisa lihat harga saham yang bullish, berapa banyak kenaikannya, dan berapa besar peluang uang kita tumbuh dengan mengikuti saham bergerak seperti itu.

Untuk memiliki kemampuan mencari saham yang bisa rally, kita membutuhkan penguasaan metode berbasis trend optimizing.

Jika kita sudah menguasai metode yang relevan, maka kita tidak akan mau lagi trading singkat atau jangka pendek, karena hanya menghabiskan waktu dan tenaga, dan hasilnya pun jauh di bawah metode trend optimizing.

 

banner_jangan_asal,_ketahui_ini_dulu_sebelum_investasi_saham

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku tentang cara melipatgandakan uang di atas? Yuk, diskusi di kolom komentar!

Sobat Finansialku juga bisa mendiskusikan hal ini bersama dengan teman-teman atau saudara dengan membagikan artikel dari Finansialku lewat pilihan platform yang ada di bawah ini. Terima kasih.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Finansialku dengan Galerisaham.com, isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Galerisaham.com

 

Sumber Referensi: