Tentunya Anda sudah sering mendengar adanya bahaya berkendara di musim hujan bukan?

Ternyata berkendara di musim hujan sangatlah berbeda dengan berkendara pada cuaca normal lho.

Penasaran seperti apa bahayanya dan cara mengantisipasinya? Yuk simak ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Seperti Apa Bahayanya Berkendara di Musim Hujan?

Dewasa ini, musim semakin acak dan sulit diprediksi. Hujan datang dan pergi hampir setiap hari, tiba-tiba, dan menggantikan cuaca terik.

Cuaca yang tidak menentu ini tentunya memberikan dampak bagi banyak orang, salah satunya adalah bagi para pengendara kendaraan baik yang roda dua maupun roda empat.

Pasalnya, hujan dapat mempengaruhi banyak faktor penting dalam berkendara.

Misalnya saja jarak pandang serta kondisi jalan yang tentunya berubah menjadi lebih berbahaya.

Adapun Kepala Bengkel Auto2000 Lampung Raden Intan, Nurrahman Adi Saputra menyebutkan setidaknya ada empat bahaya yang menyertai saat berkendara di musim hujan ini.

Empat bahaya tersebut menurut Nurahman adalah akibat kecerobohan yang mencakup poin-poin berikut ini:

 

#1 Lampu atau Wiper yang Tidak Berfungsi dengan Baik

Pada saat hujan, pengecekan kendaraan sebelum digunakan sangatlah penting. Mengingat banyak komponen yang akan jauh lebih dibutuhkan saat kondisi hujan deras, misalnya saja lampu kendaraan dan wiper.

Kelalaian dalam melakukan pengecekan pada komponen seperti lampu dan wiper, yang kerjanya sudah tak optimal tentunya mengganggu proses berkendara Anda.

Nurahman kepada KOMPAS.com, Selasa (6/11/2018) mengucapkan:

“Lampu-lampu yang ternyata tidak berfungsi dengan baik, sehingga pada saat hujan deras dan mengganggu pandangan, maka kendaraan lain dan kondisi jalan tidak terlihat dengan baik.”

 

Bahaya Berkendara di Musim Hujan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Kredit Mobil Lagi, Jika Anda Belum Tahu Aturan Mainnya]

 

#2 Salah dalam Memposisikan Kecepatan Mobil

Berkendara dalam kondisi hujan tentunya membutuhkan beberapa penyesuaian tertentu.

Bukan hanya dari kebutuhan komponen kendaraan, tapi juga dari cara berkendara.

Nurahman menjelaskan bahwa salah satu yang harus diperhatikan saat berkendara di musim hujan adalah kecepatan mengemudi.

Nurahman mengingatkan bahwa jalan yang licin akan mempengaruhi kemampuan pengereman, sehingga disarankan untuk berkendara dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi.

Nurahman sendiri menjelaskan:

“Pada saat kondisi basah ada potensi kemampuan pengereman berkurang, ditambah lagi daya cengkeram ban terhadap jalan juga tak optimal alias licin, dan selip bertambah. Jadi perlu cermat soal kecepatan.”

 

#3 Membiarkan Kaca Kendaraan Berembun

Bahaya ketiga menurut Nurahman adalah saat Anda lalai dan membiarkan arah hembusan pendingin udara atau AC tepat ke kaca kendaraan.

Dampaknya apa memangnya?

Efek negatif yang akan muncul dari kelalaian ini adalah kaca yang berembun sehingga dapat menghalangi pandangan saat berkendara.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk mengubah arah hembusan pendingin udara atau AC saat berkendara di tengah hujan.

Tips kedua yakni untuk menyesuaikan suhu dalam kabin kendaraan agar tidak menimbulkan terlalu banyak embun.

“Kemudian, upayakan juga agar suhu di dalam kabin tidak jauh berbeda dengan suhu di luar kendaraan agar tidak muncul pengembunan.”

 

#4 Tidak Mengamati Kondisi Jalan

Faktor bahaya keempat adalah karena adanya genangan air pada saat hujan.

Genangan air ini bisa menyebabkan sulitnya mengamati kondisi jalan saat berkendara.

Nurahman menjelaskan bahwa ini semua dapat diatasi dengan ketelitian ekstra saat berkendara, sehingga dapat mengamati kondisi jalan.

Caranya adalah dengan tidak berkendara dengan cepat agar tidak sembarangan mengenai genangan air.

Ketika melihat ada genangan air, cobalah berkendara lebih perlahan sehingga Anda bisa mengatasi jika ada lubang besar di bawah genangan air tersebut.

 

#5 Aquaplaning atau Hydroplaning

Menambahkan bahaya berkendara di musim hujan, ada satu hal lagi yang perlu Anda perhatikan, yakni aquaplaning atau hydroplaning.

Seperti diketahui, hal tersebut merupakan musuh besar pengendara saat di musim hujan, terutama ketika melintas di jalan yang memiliki genangan air karena berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Aquaplaning merupakan gejala di mana posisi ban tidak dapat menapak atau bersentuhan dengan permukaan aspal akibat tertekan genangan air.

Hal ini terjadi akibat ban tidak mampu mengurai air dengan baik, sehingga ban terasa berjalan melayang yang membuat risiko bagi pengendara kehilangan kendali dan tergelincir.

5 Penanganan Mobil Setelah Melewati Banjir. Lakukan Agar Mobil Tidak Rusak! 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Saja yang Harus Kamu Tahu Mengenai Kredit Mobil Bekas?]

 

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDD), Jusri Pulubuh, menjelaskan bahwa aquaplaning merupakan bahaya tersembunyi saat musim hujan yang dapat menimbulkan risiko sangat serius.

Jusri menggambarkannya sebagai berikut:

“Gambaran mudahnya seperti batu pipih yang dilemparkan secara menyamping ke danau, batu itu meloncat-loncat dan akhirnya tetap tenggelam. Begitu juga dengan kendaraan, hilang traksi yang mengakibatkan slip baik saat akselerasi atau pengereman.”

 

Masalah ini memang masih sulit diatasi, namun Anda bisa meminimalisasi risikonya dengan tidak memacu kendaraan terlalu cepat saat hujan.

Pastikan juga bila ban masih dalam kondisi prima dan layak pakai.

 

Melihat 5 bahaya tersebut, tentunya Anda sudah memahami bahayanya berkendara di musim hujan bukan? Lalu bagaimana mengatasinya?

Untuk mengatasi kecemasan Anda, Finansialku sudah merangkum solusinya dalam artikel Finansialku berikut ini!

Namun sebelum itu, hal utama yang harus Anda ingat ialah selalu siap sedia dana darurat.

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri ataupun keluarga kita nanti. Itulah mengapa, dana darurat harus sudah tersedia sejak jauh hari.

Dana darurat merupakan dana simpanan yang sangat diperlukan ketika kita menghadapi keadaan yang darurat alias genting dan harus mengeluarkan biaya.

Dana darurat memiliki besaran yang berbeda, disesuaikan dengan status Anda.

Jika ingin lebih mudah untuk mengetahui berapa besar dana darurat yang harus Anda persiapkan, gunakanlah aplikasi Finansialku!

Caranya sangat mudah! Eits tapi, jangan lupa download terlebih dahulu melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC.

Featured-Image-Aplikasi-Finansialku-Catatan-Keuangan-Harian-dan-Perencanaan-Keuangan

[Baca Juga: Pilih Mana, Kredit Mobil di Bank atau Kredit Mobil di Leasing?]

 

Nah, berikut ini langkah-langkah yang sangat mudah untuk mengetahui besaran dana darurat, yaitu:

  1. Buka aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu “Rencana Keuangan”.
  2. Klik simbol “+” pada bagian kanan bawah untuk menambahkan Rencana Keuangan dan pilih opsi “Dana Darurat”.
  3. Masukkan sejumlah data yang diperlukan, yaitu:
  • Pengeluaran bulanan, misalnya Rp10.000.000.
  • Status pernikahan, misalnya: Menikah dan memiliki anak.
  1. Setelah itu klik “Hitung”, maka kesimpulan berupa dana darurat yang diperlukan pun akan muncul. Jumlah tersebut merupakan hal perhitungan dari data yang telah dimasukkan.

 

 

Dengan cara ini, kamu bisa mengatur keuangan dengan lebih jelas sehingga tidak mustahil untuk mempersiapkan dana darurat sambil meraih tujuan finansial lainnya.

Jika ingin lebih jelas dalam memahami perencanaan dana darurat, gunakan ebook Finansialku yang bisa Anda dapatkan secara GRATIS:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Tunggu apalagi? Yuk lakukan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

 

Tips Berkendara di Musim Hujan

Risiko atau bahaya berkendara bukan hanya melalui tabrakan atau bencana alam.

Banyak risiko lain yang menghantui, misalnya saja musim hujan. Terbukti, tingkat kecelakaan di jalan raya meningkat pada saat musim hujan melanda.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Finansialku sudah merangkum beberapa tips mudah berkendara di musim hujan yakni sebagai berikut:

 

#1 Memastikan Kendaraan Siap Digunakan

Kesiapan kendaraan alias dalam kondisi yang prima menjadi salah satu faktor utama yang harus disiapkan saat musim hujan datang.

Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi rusaknya komponen-komponen kendaraan yang dibutuhkan pada saat kondisi hujan.

Seperti diungkapkan sebelumnya, kelalaian dalam melakukan pengecekan pada komponen seperti lampu dan wiper, yang kerjanya sudah tak optimal tentunya mengganggu proses berkendara Anda.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk melakukan beberapa pengecekan berikut ini sebelum berkendara di musim hujan:

Bahaya Berkendara di Musim Hujan 03 - Finansialku

[Baca Juga: Simulasi Kredit dan Mengenal 3 Jenis Bunga Kredit yang Perlu Anda Ketahui]

 

  • Periksa Kondisi Ban

Ban merupakan salah satu komponen yang paling penting untuk diperhatikan ketika membawa kendaraan saat hujan.

Kondisi jalanan yang licin tentunya harus didukung oleh kondisi ban yang benar-benar prima.

Ban yang kurang prima (misalnya: gundul atau kempes) dapat mengakibatkan kecelakaan karena ketidakmampuannya mengatasi kondisi jalan yang licin.

Oleh karena itu, lakukan pengecekan tekanan angin pada masing-masing ban secara rutin sebelum berkendara.

Lakukanlah minimal satu kali dalam sebulan untuk langkah antisipasi.

Bukan hanya tekanan anginnya, Anda juga harus memerhatikan apakah ban masih bagus atau tidak.

Jika karet ban sudah tipis, sebaiknya segera ganti sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan raya.

Alur ban yang masih baik akan membantu Anda untuk terhindar dari risiko melayang di atas air (aquaplaning) dan tergelincir (slip) ketika hujan.

 

  • Periksa Kondisi Lampu

Hal kedua yang perlu diperhatikan yakni lampu kendaraan, agar Anda tetap memiliki jarak pandang yang cukup saat berkendara di tengah hujan.

Untuk mengecek lampu, pastikan semua lampu (depan dan belakang) menyala dengan tingkat pencahayaan yang sama.

Jangan abaikan lampu yang redup karena ini juga bisa berdampak pada proses berkendara Anda.

 

  • Periksa Kontrol Utama

Pemeriksaan selanjutnya yakni ke bagian kontrol utama kendaraan yang mencakup kemudi, pedal gas, pedal rem, dan kopling.

Pastikan semua bagiannya dapat berfungsi dengan sangat baik dan tidak ada satupun yang macet.

Sebaiknya berikan juga perhatian dan perawatan ekstra pada setiap bagian, khususnya saat musim hujan.

Hal ini sangat dianjurkan agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk dari kecelakaan.

 

#2 Berkendara dengan Baik

Selain kesalahan dari kendaraan, bahaya berkendara di musim hujan juga bisa dipengaruhi cara berkendara itu sendiri.

Meski kecelakaan bisa terjadi kapan saja, sebenarnya Anda bisa meminimalisasi peluangnya dengan berhati-hati dalam berkendara di musim hujan. Sebagai contoh:

  • Hindari berkendara terlalu cepat atau kebut-kebutan, gunakan kecepatan yang lebih rendah saat hujan deras.
  • Selalu berjalan di jalur yang disarankan dan jangan sering berpindah jalur tanpa menggunakan tanda.
  • Jangan berhenti sembarangan atau melanggar rambu lalu lintas.
  • Nyalakan lampu depan dan belakang kendaraan.
  • Jangan gunakan lampu hazard, karena akan membuat pengendara yang ada di belakang Anda menjadi kesulitan dan terganggu.
  • Hindari berhenti di bawah jarak aman saat berkendara, dan sebagainya.

 

Bahaya Berkendara di Musim Hujan 04 - Finansialku

[Baca Juga: Malapetaka Kredit Mobil, Jika Tanpa Perhitungan]

 

#3 Hati-hati dengan Genangan Air

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, genangan air berpotensi menyebabkan pengemudi gagal mengamati kondisi jalan dengan baik.

Oleh karena itulah, sangat disarankan untuk berhati-hati saat mengemudi di jalan yang penuh genangan air.

Lubang kecil atau besar pun tidak akan terlihat jika sudah tertutup oleh genangan air.

Jika Anda ceroboh, mobil bisa saja terperosok di dalamnya. Kalau sudah begini, akan sangat merepotkan, bukan?

 

#4 Berhenti Jika Hujan Terlalu Deras

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah jangan melanjutkan perjalanan jika hujan turun terlalu deras.

Meskipun semua cara di atas sudah dilakukan, memaksakan untuk melanjutkan perjalanan saat hujan deras adalah langkah yang salah.

Dengan demikian, disarankan untuk menepi saat hujan memang sudah terlalu deras. Namun bagaimana tips menepi yang baik?

Adapun beberapa tips yang perlu Anda perhatikan saat menepi dalam kondisi hujan deras adalah sebagai berikut:

Bahaya Berkendara di Musim Hujan 05 - Finansialku

[Baca Juga: [Kalkulator] Simulasi Kredit Mobil Bekas dan Mobil Baru]

 

  • Hindari Menepi di Bawah Pohon atau Billboard

Ketika hujan turun sangat deras, biasanya disertai juga dengan angin yang kencang.

Tak jarang banyak ranting atau pohon tumbang saat kondisi seperti ini.

Dengan demikian, carilah tempat menepi yang aman dan bebas dari risiko kejatuhan beban berat. Misalnya saja di lahan parkir restoran atau tempat istirahat.

Upayakan berhenti di daerah yang lapang dan aman dari pohon besar atau billboard yang bisa runtuh kapan saja.

 

  • Nyalakan Lampu Hazard

Saat berhenti atau menepi sementara, terutama saat menepi di lokasi yang cukup padat (misalnya tepi jalan) maka nyalakan lampu hazard Anda.

Hal ini dilakukan dengan tujuan memberi tahu pengendara lain bahwa Anda sedang menepi.

Dengan demikian menghindari risiko kendaraan lain yang menabrak kendaraan Anda.

 

  • Matikan Kendaraan Jika Perlu

Jika kendaraan Anda terhambat atau mogok saat hujan deras, sebaiknya upayakan untuk mematikan kendaraan Anda.

Upaya menyalakan mesin langsung malah akan membahayakan Anda, karena saat air sudah berada di saluran pembuangan gas dan Anda langsung menyalakan mesinnya, sangat dikhawatirkan sistem pengapian kendaraan mengalami korsleting.

 

Berkendara Aman Meski Saat Musim Hujan

Bagaimana, apakah artikel ini sudah memberi gambaran tentang tips meminimalisasi risiko kecelakaan saat berkendara di musim hujan?

Kesimpulannya, Anda bisa mencegah mobil terbakar dengan melakukan beberapa hal berikut:

  1. Mengecek kondisi dan perawatan mobil secara berkala, terutama bagian ban dan kontrol utamanya.
  2. Berkendara dengan aman dan benar.
  3. Berhati-hati saat menemukan genangan air.
  4. Berhenti atau menepi saat hujan terlalu deras.

 

Jika artikel ini bermanfaat, maka sayang sekali jika teman-teman Anda yang juga sering berkendara tidak bisa memperoleh informasi yang bermanfaat seperti ini.

Apabila Anda membagikan artikel ini, tentunya Anda juga membantu mereka dalam berkendara aman di musim hujan. Terima kasih dan selalu berhati-hati!

 

Apa Anda memiliki pertanyaan mengenai bahaya berkendara di musim hujan lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 3 Tips Aman Berkendara Saat Hujan. Apa yang Harus Diperhatikan? Otospector.co.id – https://goo.gl/JJzvi9
  • Ghulam Muhammad Nayazri . 6 November 2018. Empat Kecerobohan Berkendara saat Hujan. Kompas.com – https://goo.gl/6zdcAJ
  • Stanly Ravel. 6 Februari 2019. Ini Bahaya Tersembunyi Berkendara di Musim Hujan. Kompas.com – https://goo.gl/CyoqM8

 

Sumber Gambar:

  • Bahaya Berkendara di Musim Hujan 1 – https://goo.gl/LXmXpE
  • Bahaya Berkendara di Musim Hujan 2 – https://goo.gl/rctLEV
  • Bahaya Berkendara di Musim Hujan 3 – https://goo.gl/evAZuh
  • Bahaya Berkendara di Musim Hujan 4 – https://goo.gl/pkLLqe
  • Bahaya Berkendara di Musim Hujan 5 – https://goo.gl/hq6R5Q