Bank digital Grab yang bekerjasama dengan Singapore Telecommunications (Singtel) sedang diajukan untuk fokus gandeng UMK belum bankable.

Agar lebih jelas mari simak ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Bank Digital Grab dan Singtel

Grab Holdings Inc. bersama dengan Singapore Telecommunications (Singtel) akan mengajukan permohonan lisensi perbankan digital berlisensi penuh, sejalan dengan inisiatif pemerintah Singapura untuk menarik perusahaan teknologi ke sektor keuangannya.

Menurut pernyataan resmi yang dikutip melalui Bloomberg, Senin (30/12/2019), entitas Grab akan memiliki 60% saham dalam konsorsium tersebut, sedangkan Singtel akan memiliki sisanya yaitu 40%.

Konsorsium ini berencana untuk mendirikan bank digital yang menargetkan konsumen digital pertama, serta usaha kecil dan menengah yang tidak memiliki akses ke kredit perbankan.

bank digital grab 02

[Baca Juga: Kisah Sukses Anthony Tan, Pendiri Grab]

 

Langkah ini menggabungkan salah satu operator bisnis online terbesar di Asia Tenggara dengan perusahaan telekomunikasi terbesar di Singapura.

Singapura saat ini memiliki sejumlah bank terbesar di Asia Tenggara, namun rupanya masih ada segmen konsumen yang belum tergarap maksimal oleh layanan keuangan konvensional.

Banyak kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) serta konsumen individu yang masih mencari layanan keuangan non-bank.

Arthur Lang, CEO Grup Internasional Singtel mengatakan bahwa berdasarkan penelitian terbaru, ada sekitar 38% warga Singapura yang masih belum tergarap maksimal oleh bank, atau under-banked.

Di sisi lain ada sekitar 2% warga Singapura yang belum memiliki akses layanan perbankan.

Singtel telah mendorong ke bidang-bidang seperti dompet digital dan game online. Sementara Grab telah berkembang ke dalam bisnis pengiriman makanan dan berbagai layanan keuangan.

“Kami sangat senang dengan kesempatan untuk pindah ke ruang perbankan digital, yang merupakan perpanjangan alami dari layanan keuangan seluler yang sudah kami tawarkan kepada basis pelanggan kami yang besar.”

 

South China Morning Post menuliskan, Otoritas Moneter Singapura merilis rencananya tahun ini untuk mengeluarkan sebanyak lima lisensi bank virtual untuk meningkatkan kompetisi dan inovasi.

Dari jumlah ini, dua perusahaan akan mendapatkan lisensi bank penuh dan tiga lisensi bank terbatas hanya untuk melayani klien perusahaan.

Bank kategori pertama membutuhkan modal sebesar S$1,5 miliar (US$1,1 miliar atau sekitar Rp15,5 triliun), dan kategori yang kedua membutuhkan modal S$100 juta (Rp1,032 triliun).

Menurut laporan Bain & Co, Google dan Temasek Holdingsmarket digital lending Asia Tenggara diperkirakan akan meningkat empat kali lipat menjadi US$110 miliar (Rp1.528 triliun) pada tahun 2025.

Tawaran untuk lisensi virtual baru akan dirilis pada akhir tahun ini.

Beberapa kelompok lain telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan Singtel dan Grab dalam mengajukan izin, termasuk Ant Financial milik pendiri miliarder Alibaba Jack Ma, pembuat gear gaming Razer dan Oversea-Chinese Banking Corporation.

bank digital grab 03

[Baca Juga: Bank Digital Grab! Izinnya di Singapura Akankah Berhasil?]

 

Bagi Grab, bisnis perbankan digital melengkapi rangkaian layanan yang semakin berkembang yang dibangun di atas platform wahana yang berkembang secara regional.

Keuntungannya dibandingkan perusahaan non-bank lainnya adalah bagian dari pembayaran online yang ada di bawah merek GrabPay dari pengguna berbagi perjalanan dan pedagang lokal.

Sejak pertama kali memperkenalkan dompet GrabPay pada tahun 2016 dan meluncurkan Grab Financial Group pada tahun 2018, Grab telah membangun solusi dalam pembayaran, reward, pinjaman dan asuransi.

Pengalaman ini memungkinkan Grab lebih memahami kebutuhan segmen Asia Tenggara. Utamanya kelompok yang tidak memiliki rekening bank.

Grab selanjutnya menawarkan kepada mereka layanan inovatif yang mempercepat inklusi keuangan.

Bank Digital itu bakal memenuhi kebutuhan konsumen secara digital yang mengharapkan kenyamanan dan personalisasi yang lebih tinggi serta UKM yang Selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap kredit.

Dengan nama yang sudah kuat di Singapura, Grab dan Singtel telah mendorong inovasi dan inklusi keuangan lewat layanan keuangan masing-masing seperti Dash, VIA, Grab Pay dan Grab Insure.

Gabungan kemampuan digital, pengetahuan fintech dan wawasan dari operasi bisnis yang fokus pada pelanggan, perusahaan konsorsium itu akan menciptakan model perbankan digital pertama yang mudah digunakan, terjangkau dan dapat diakses.

Direktur Pelaksana Senior Grab Financial Group Reuben Lai menyatakan:

“Langkah alami berikutnya adalah membangun bank digital yang benar-benar berpusat pada pelanggan yang akan memberikan berbagai layanan perbankan dan keuangan yang dapat diakses, transparan dan terjangkau.”

 

Namun Grab tidak mengungkapkan jumlah penggunanya, di mana jumlah users untuk pengiriman makanan sangat banyak, tetapi mengatakan aplikasinya telah diunduh oleh lebih dari 166 juta perangkat seluler di Asia Tenggara.

 

Bagaimana tanggapan Anda setelah membaca artikel di atas? Berikan tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Kontan. 30 Desember 2019. Grab dan Singtel Bakal Dirikan Bank Digital, Seperti Apa?. Kontan.co.id – https://bit.ly/39ALdoH
  • Ilman A Sudarwan. 31 Desember 2019. Bank Digital Grab dan Singtel Incar Segmen UKM di Singapura. Bisnis.com – https://bit.ly/2ZFkSkG

 

Sumber Gambar:

  • Bank Digital Grab 01 – http://bit.ly/2QwKxHS
  • Bank Digital Grab 02 – http://bit.ly/2Qhdd8V
  • Bank Digital Grab 03 – http://bit.ly/37yZzEd