Maraknya biro perjalanan ibadah haji dan umrah bodong membuat pemerintah gerak cepat memperketat aturan bisnis umrah, diantaranya diwajibkannya memiliki bank garansi. Apa gunanya bank garansi tersebut?

Mari simak penjelasannya berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Bisnis Umrah Patok Harga Rp200 Juta untuk Bank Garansi

Kementerian Agama saat ini tengah menggodok rancangan aturan yang merupakan turunan dari Undang-Undang 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Aturan turunan ini nantinya akan menertibkan biro jasa penyelenggara ibadah umrah.

Paket-Umrah-Murah-1-Finansialku

[Baca Juga: Wujudkan Impianmu! Begini Cara Berangkatkan Orang Tua Umrah]

 

Seperti yang kita ketahui, saat ini banyak penipuan-penipuan yang mengatas namakan biro jasa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Tidak sedikit masyarakat yang tertipu dan rugi hingga triliunan.

Maka dari itu, untuk meminimalisasi segala kecurangan dan penipuan, pemerintah berupaya memperketat syarat berbisnis bagi PPIU.

Berdasarkan pasal 89 Undang-Undang (UU) No.8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah disebutkan salah satu syarat PPIU adalah memiliki kemampuan finansial yang dibuktikan dengan jaminan bank atau bank garansi.

Bank garansi merupakan jaminan pembayaran yang diberikan kepada pihak penerima jaminan, apabila pihak yang dijamin tidak memenuhi kewajibannya.

Dengan adanya bank garansi, pemilik usaha akan mendapat kepastian bahwa usaha akan berjalan sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

Saat ini Kementerian Agama tengah melakukan kajian soal berapa besar nilai jaminan yang pas. Kepala Sub Direktorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Kemenag, Ali Zaki mengatakan:

“Masih kami proses, aturan dalam bentuk Peraturan Menteri Agama.”

 

Selain itu, pemerintah akan mewajibkan PPIU memberikan jaminan dalam bentuk deposito atau bank garansi yang diterbitkan atas nama perusahaan melalui bank syariah dengan nominal Rp200 juta bagi setiap PPIU.

Angka tersebut disamakan untuk semua PPIU dan tidak berpedoman pada jumlah jamaah yang diberangkatkan PPIU.

Dengan adanya jaminan itu dinilai akan menghilangkan PPIU ilegal yang merugikan jamaah.

Menurut Ketua Permusyawaratan Travel Umrah dan Haji Indonesia (Patuhi) Artha Hanif mengatakan, jaminan berupa bank garansi ini bisa membantu para jamaah jika terjadi kasus gagal berangkat dikarenakan masalah PPIU.

Tapi ia mengakui nilai bank garansi Rp200 juta belum mampu menutup keseluruhan biaya bila para jamaah gagal berangkat.

Artha menegaskan, pemberlakuan bank garansi ini tidak merta menghilangkan PPIU bodong atau ilegal.

Pasalnya syarat bank garansi ini dilakukan ketika pendaftaran PPIU sedangkan yang terjadi selama ini PPIU bodong tidak ada yang resmi mendaftar. Maka dari itu diperlukan syarat yang lebih ketat.

Berikut ini adalah persyaratan yang wajib dipenuhi PPIU berdasarkan pasal 89 UU 8/2019:

  1. Dimiliki dan dikelola oleh warga negara Indonesia beragama Islam.
  2. Terdaftar sebagai biro perjalanan wisata yang sah.
  3. Memiliki kemampuan manajerial, teknis, kompetensi personalia, dan kemampuan finansial untuk menyelenggarakan Ibadah Umrah yang dibuktikan dengan jaminan bank.
  4. Memiliki mitra biro penyelenggara Ibadah Umrah di Arab Saudi yang memperoleh izin resmi dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
  5. Memiliki rekam jejak sebagai biro perjalanan wisata yang berkualitas dengan memiliki pengalaman memberangkatkan dan melayani perjalanan ke luar negeri.
  6. Memiliki komitmen untuk memenuhi fakta integritas menyelenggarakan perjalanan Ibadah Umrah sesuai dengan standar pelayanan minimum yang ditetapkan oleh Menteri dan selalu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Ibadah Umrah.

Di Indonesia sendiri jamaah Umrah pada tahun 2008 hingga 2018 terus meningkat.

Tahun Jumlah Jamaah
2008 328.321
2009 423.045
2010 398.076
2011 476.135
2012 632.705
2013 583.313
2014 717.015
2015 770.325
2016 818.412
2017 870.000
2018 1.005.000

 

Manfaat Bank Garansi

Bank garansi ini memiliki beberapa manfaat bagi bank yang mengeluarkannya, diantaranya:

  1. Sebagai penerimaan biaya administratif dalam bentuk provisi atau komisi
  2. Pengendapan dana setor jaminan yang merupakan dana murah
  3. Sebagai pelayanan kepada nasabahnya agar nasabah menjadi loyal kepada bank.

Ada tiga pihak dalam penerbitan Bank Garansi yaitu penjamin, terjamin dan penerima jaminan.

Penjamin merupakan bank yang menerbitkan jaminan bank kepada nasabahnya.

Terjamin adalah nasabah sebagai pihak yang dijamin, nasabah yang melakukan permohonan kepada bank untuk menerbitkan jaminan bank atas dari nasabah.

Penerima Jaminan adalah pihak ketiga (pemilik usaha) yang menerima jaminan atau suatu perjanjian dengan pihak terjamin atau pihak yang menerima jaminan atas suatu konsekuensi kesalahan yang dilakukan pihak terjamin. Dan berhak mendapat penggantian atas kejadian tersebut.

Apakah Anda memiliki bisnis atau baru mau memulai bisnis? Anda bisa membaca ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, selamat membaca..

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca artikel di atas? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Abdul Basith Bardan. Atur Bisnis Umrah, Bank Garansi Jadi Jaminan. Tabloid Kontan.
  • Admin. Pengertian, Manffat, Proses Bank Garansi. Ardra.biz – http://bit.ly/2LUPn1R

 

Sumber Gambar:

  • Umrah – http://bit.ly/2MEmlTA