Mau mendaftar dalam Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) tahun depan?

Tentunya Anda harus terlebih dahulu mengenal seluk beluk beasiswa pendidikan pascasarjana ini, mulai dari persyaratannya hingga cara mendaftarnya. Dengan demikian peluang Anda diterima akan jauh lebih besar.

Simak ulasannya disini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) tahun 2019 Kembali Dibuka

Belum lama ini saya membaca bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, melalui Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia membuka pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) untuk alokasi tahun 2019.

Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap pada Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang akan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan Doktor (S3).

Info Beasiswa Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) 01 - Finansialku

[Baca Juga: Info Beasiswa: Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN)]

 

Hal ini terungkap dalam surat edaran tawaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) tahun 2019 nomor 285/D3/P6/2019.

Pendaftarannya dilakukan secara online dengan berkas pendaftaran yang dapat diperoleh langsung di situs resmi ristekdikti berikut Beasiswa.ristekdikti.go.id/bppln dengan pilihan jenis beasiswa Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) S3.

Sayangnya pendaftaran telah ditutup per tanggal 30 April 2019 kemarin, sehingga informasi ini hanya bagi Anda yang tertarik untuk mendaftar di periode selanjutnya.

Penasaran dengan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) ini? Yuk simak ulasannya berikut ini.

 

Apa itu Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN)?

Berikut ini penjelasan mengenai Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN):

 

#1 Latar Belakang

Melansir dari Pedoman Beasiswa BPP-LN, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Ali Ghufron Mukti menjelaskan latar belakang diadakannya program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) ini.

Menurut beliau, Berdasarkan data dari PDDikti (Desember 2018), jumlah dosen perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berjumlah 253.032 orang.

Dimana kualifikasi dosen terkonsentrasi pada jenjang S2 (magister) atau lebih dari 69% dari jumlah dosen aktif yang tersebar di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Beasiswa-LPDP-2018-Telah-Dibuka-1-Finansialku

[Baca Juga: Selain Beasiswa S2, Bagaimana Strategi Menyiapkan Dana Pendidikan S2?]

 

Dosen dengan kualifikasi S2 tersebut terdiri dari 49.303 orang dosen PTN dan 127.165 orang dosen PTS. Dosen dengan kualifikasi S3 (doktoral) atau setingkat berjumlah 38.017 orang atau hanya 15% dari total dosen tetap.

Sementara untuk bidang tertentu masih ada dosen dengan kualifikasi S1/profesi dan diploma.

Kesenjangan yang terlalu jauh antara dosen dengan kualifikasi S2 dan jenjang lainnya akan berdampak terhadap optimalisasi proses pembelajaran dan riset sebagai aktivitas utama pendidikan tinggi.

Sementara itu, beberapa landasan hukum berikut memperjelas latar belakang dicanangkannya Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) ini:

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa kualifikasi akademik minimum bagi dosen adalah lulusan program magister untuk program pendidikan diploma dan sarjana, dan lulusan program doktor untuk program pendidikan pascasarjana.
    Selanjutnya, sesuai amanat Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 bahwa:
  • Dosen berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya secara terus menerus; dan
  • Mereka yang sederajat berhak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan akses ke sumber belajar, informasi, sarana dan prasarana pembelajaran, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Peraturan Menteri PAN‐RB Nomor 17 tahun 2013 mengamanatkan bahwa kenaikan jabatan akademik dosen untuk menjadi Lektor Kepala atau Profesor harus memiliki ijazah Doktor (S3) atau yang sederajat.

 

Jadi Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) per tahun 2019 akan kembali dijalankan dengan harapan pencapaian target dosen berkualifikasi S3 di perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2024 sebesar 40% akan tercapai.

 

#2 Karakteristik

Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) merupakan sebuah program pemerintah yang dibentuk oleh Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti dan mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Berasal dari dana APBN;
  2. Diperuntukkan bagi Dosen tetap pada Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Ristekdikti;
  3. Tidak boleh digabung dengan beasiswa dari sumber lain (double funding), kecuali seizin dan sejalan dengan aturan Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti;
  4. Tidak untuk membiayai ujian masuk (entrance examination), dan/atau masa penyesuaian (research student stage);
  5. Besarannya disesuaikan dengan standar Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti untuk masing-masing negara tujuan;
  6. Tidak menyediakan komponen biaya untuk mengikuti konferensi/seminar internasional ke negara lain di luar negara tempat studi, dan tidak ada komponen biaya penelitian (research fee).
  7. Apabila melakukan penelitian di Indonesia lebih dari 2 (dua) bulan, maka selama di Indonesia, besaran beasiswa akan disesuaikan dengan standar Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN), dan pendanaan BPPLN dihentikan untuk sementara yang lamanya sesuai dengan lama penelitian di Indonesia. Besaran beasiswa akan kembali disesuaikan setelah karyasiswa kembali ke negara tempat studinya.

Selain Beasiswa S2, Bagaimana Strategi Menyiapkan Dana Pendidikan S2 02 - Finansialku

[Baca Juga: Sudah Paham Tentang Beasiswa LPDP Indonesia?]

 

Rentang waktu studi yang dibiayai oleh BPPLN untuk menempuh program pendidikan S3 adalah 36 bulan, dapat diperpanjang maksimum selama dua (2) semester, dimana penilaian perpanjangan dipertimbangkan kasus demi kasus.

Tata cara, ketentuan, dan syarat bagi perpanjangan BPPLN diterbitkan tersendiri pada Pedoman Perpanjangan BPPLN oleh Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti.

Perpanjangan BPPLN tidak dapat diberikan kepada karyasiswa jika yang bersangkutan termasuk kategori berikut:

  1. Mengalami penurunan strata studi (down-graded);
  2. Kemajuan studi tidak memuaskan;
  3. Pindah universitas dan negara tempat studi tanpa ada persetujuan dari Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti.

 

Informasi bagi Calon Pendaftar Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN)

Secara umum, pelamar BPPLN Ditjen Sumber Daya Iptek & Dikti untuk tahun 2019 dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu sebagai berikut:

  1. Kategori-1: Pelamar ke perguruan tinggi luar negeri yang telah menjalin kerjasama dengan Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, seperti yang tercantum di Lampiran-1;
  2. Kategori-2: Perguruan tinggi tujuan studi adalah perguruan tinggi luar negeri yang peringkatnya berada di atas atau setara dengan peringkat perguruan tinggi Indonesia yang terbaik pada tahun berjalan.
    Nama dari perguruan tinggi di berbagai negara tujuan studi yang memenuhi syarat ini tercantum di Lampiran 2;
  3. Kategori-3: Pelamar yang sudah mendapatkan perguruan tinggi tujuan studi, tetapi nama perguruan tinggi tersebut tidak tercantum di Lampiran 1 maupun Lampiran 2, maka pelamar harus mengikuti ketentuan seperti yang diuraikan pada Lampiran 3.

 

Informasi lampiran terkait:

http://beasiswa.ristekdikti.go.id/bppln/files/panduan/bppln_2019.pdf

 

Jika Anda tertarik untuk kuliah sambil bekerja Anda bisa tonton video dari channel Youtube Finansialku berikut ini:

 

Proses Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN)

Bagi Anda yang tertarik mendaftarkan diri dalam Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) maka Anda dapat mengikuti tata cara berikut:

  1. Proses pelamaran harus dilakukan secara daring (on-line), yaitu melalui laman Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti di ristekdikti.go.id/bppln. Tiap pelamar akan mendapatkan nomor registrasi (registration number) yang harus ditunjukkan ketika proses wawancara dan kata-sandi (password) yang dapat digunakan untuk login kembali ke sistem;
  2. Melampirkan salinan ijazah dan transkrip (IPK) S2 yang telah dilegalisasir;
  3. Bagi pelamar yang akan studi di negara dimana bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris (English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 550 atau IBT minimal 73, atau IELTS minimal 6.0), atau TOEIC minimal 650, atau PTE (Pearson Test of English) minimal 50, yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) atau memenuhi ketentuan pada butir “j”;
  4. Bagi pelamar yang akan studi di negara dimana Bahasa pengantarnya bukan bahasa Inggris (non-English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5, atau TOEIC minimal 605, atau PTE minimal 42, yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
  5. Untuk butir (c) dan (d), apabila perguruan tinggi luar negeri tujuan studi memiliki standar dan syarat nilai TOEFL/IELTS/TOEIC/PTE yang lebih tinggi, maka syarat nilai TOEFL/IELTS/TOEIC/PTE dari perguruan tinggi yang dituju yang berlaku;
  6. Melampirkan sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa Inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
  7. Melampirkan usulan penelitian (research proposal) bagi pelamar program S3. Kerangka (out-line) usulan penelitian dapat dilihat pada Lampiran 5;
  8. Melampirkan bukti sah sebagai dosen tetap di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, berupa NIDN;
  9. Melampirkan surat izin melamar BPPLN dari pemimpin Perguruan Tinggi Negeri bagi dosen PTN, atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah bagi dosen PTS;
  10. Melampirkan Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO) tak bersyarat dari perguruan tinggi tujuan studi.

 

Persyaratan Pendaftaran Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN)

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, beasiswa ini diperuntukkan bagi pendaftar terspesialisasi dengan beberapa persyaratan berikut ini:

  1. Dosen tetap Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, adalah dosen yang:
    • Memiliki NIDN, atau
    • Memiliki NIDK
  2. Dosen tetap PTN yang sudah mendapat izin dari pemimpin perguruan tinggi yang bersangkutan, atau dosen tetap PTS yang sudah mendapat izin dari Lembaga layanan Pendidikan Tinggi Wilayah masing-masing;
  3. Bagi dosen tetap yang melamar program pendidikan S3 harus telah memiliki gelar S2 atau yang setara;
  4. Tidak bisa menggunakan BPPLN untuk mendapatkan gelar kedua dalam strata yang sama;
  5. Bagi pelamar yang akan studi di negara dimana bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris (English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 550 atau IBT minimal 73, atau IELTS minimal 6.0), atau TOEIC minimal 650, atau PTE (Pearson Test of English) minimal 50, yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan) atau memenuhi syarat pada butir “k”;
  6. Bagi pelamar yang akan studi di negara dimana Bahasa pengantarnya bukan bahasa Inggris (non-English speaking countries), yang bersangkutan harus melampirkan salinan sertifikat bukti kemampuan berbahasa Inggris (TOEFL institusional (ITP) minimal 500 atau IBT minimal 65, atau IELTS minimal 5.5, atau TOEIC minimal 605, atau PTE minimal 42, yang masih berlaku (maksimal 2 (dua) tahun sejak sertifikat dikeluarkan);
  7. Memiliki sertifikat penguasaan bahasa pengantar (selain bahasa inggris) yang digunakan di perguruan tinggi atau negara tujuan yang masih berlaku dan sesuai standar yang diminta perguruan tinggi atau negara tujuan;
  8. Mempunyai usulan penelitian (research proposal);
  9. Untuk dosen tetap, umur pelamar tidak lebih dari 47 tahun ketika mendaftar BPP-LN;
  10. Pelamar yang berstatus suami dan istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh promotor yang sama.
  11. Memiliki Unconditional Letter of Acceptance (LoA) atau Letter of Offer (LoO).

 

Berbagi Pengalaman Beasiswa

Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi lengkap yang Anda perlukan untuk mendaftarkan diri dalam Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) periode selanjutnya.

Apabila Anda memiliki pengalaman mendaftar di Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN), jangan ragu untuk membagikan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah.

Kami sangat menghargai pendapat dan sharing pengalaman Anda. Terima kasih!

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku 

Download Sekarang

 

Apa Anda memiliki pertanyaan mengenai beasiswa BPP-LN tahun 2019 lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 22 Maret 2019. Pembukaan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) Tahun 2019. Sumberdaya.ristekdikti.go.id – http://bit.ly/2IqyMQp
  • Berkas Kemenristekdikti. Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana Luar Negeri (BPP-LN) Tahun 2019. Sumberdaya.ristekdikti.go.id – http://bit.ly/31IAOmP
  • Admin. Pedoman Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Tahun 2019. Beasiswa.ristekdikti.go.id – http://bit.ly/2IvEOQ9

 

Sumber Gambar:

  • Pascasarjana Luar Negeri – http://bit.ly/2x4z4pZ

 

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG