Tepatkah jika bitcoin disetarakan sebagai mata uang? Ataukah dengan keunikan sifatnya lebih cocok jika digolongkan komoditas?

Di era millennials saat ini ramai membahas tentang mata uang digital, salah satu pelopornya adalah bitcoin. Meski banyak pihak yang menolak, namun banyak juga yang menerima pembayaran dengan bitcoin. Simak pembahasan berikut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Sekilas Profil Bitcoin (BTC)

Bitcoin merupakan mata uang digital utama dunia dan dikenal sebagai mata uang kripto (cryptocurrency). Bisa diibaratkan jika dalam mata uang konvensional, bitcoin adalah US Dollar.

Hal ini dikarenakan bitcoin menjadi mata uang utama dalam cryptocurrency sehingga BTC dipakai untuk menukar uang konvensional menjadi berbagai jenis mata uang kripto lainnya.

Di dunia ada ratusan ribu nama mata uang digital meski tidak semuanya aktif ditransaksikan.

Pernahkah Anda melihat atau bahkan menyentuh BTC? Tentunya saya sama seperti Anda, sama-sama tidak dapat melihat bentuk fisik dari bitcoin.

 

Dunia mata uang digital cenderung misterius dan unik. Bahkan hingga artikel ini ditulis, tidak diketahui secara pasti siapa sosok pencipta BTC pertama kali di dunia. Ia hanya membuat nama samaran yang disebut Satoshi Nakamoto.

BTC dihasilkan melalui proses penambangan dengan menggunakan algoritma pemrograman khusus (disebut mining). Di seluruh dunia diperkirakan algoritma BTC akan dihasilkan hanya sebanyak 21 juta BTC saja hingga tahun 2124.

Dalam hal ini BTC memiliki keunggulan karena ketersediaannya terbatas dan dapat diketahui peredarannya dengan melihat alamat wallet trader (berupa berbagai kombinasi angka dan huruf acak).

Meskipun tidak dapat diketahui secara rinci siapa saja identitas pelaku transaksinya. BTC juga bersifat desentralisasi yang artinya tidak dikendalikan oleh suatu institusi seperti bank melainkan siapapun bisa ikut “menambang”.

Sebagai mata uang digital, BTC secara umum digunakan sebagai mata uang digital perantara untuk menukar uang fisik menjadi berbagai mata uang kripto.

Dalam sektor riil, saat ini BTC dapat digunakan untuk membeli makanan di restoran, alat transaksi dalam game online, membeli barang elektronik dan menukar uang di money changer (contohnya di Jepang).

Tentunya hal ini bisa dilakukan pada merchant yang menerima BTC sebagai alat pembayaran. Meskipun saat ini masih jarang ditemui toko yang menerima BTC.

Bitcoin – Mata Uang atau Komoditas Cek Jawabannya Di Sini! 02 Bitcoin Japan - Finansialku

Penulis menemukan money changer di Jepang yang menerima BTC sebagai alat pembayaran untuk menukar JPY (Japanese Yen)

 

Pihak Pro Bitcoin

Bitcoin merupakan inovasi dalam pasar keuangan. Dengan berbagai karakternya yang unik, tidak ditemui pada instrumen lain. Penggunaan BTC memicu pro dan kontra. Berikut ini beberapa gagasan yang mendukungnya:

  1. Sistem desentralisasi memungkinkan semua orang dapat mencetak BTC baru dan tidak ada regulasi yang dapat mengintervensi fluktuasi harganya. Naik turun harganya dipengaruhi oleh supply demand
  2. Regulasi yang sangat sederhana. Terkait sifat desentralisasi yang dimilikinya, sehingga sangat mudah untuk membeli bitcoin dalam jumlah besar-besaran.
    Berbeda dengan uang konvensional, pembelian dalam jumlah tertentu perlu menggunakan izin/dokumen pendukung. Termasuk juga dalam hal kirim mengirim uang digital ke berbagai belahan dunia, BTC memungkinkan uang masuk seketika.
  3. Biaya pengiriman uang dan administrasi yang tergolong rendah meski pengiriman dalam waktu kilat.

 

Kontra Bitcoin

Meski Bitcoin memiliki berbagai keunggulan signifikan dibanding uang konvensional, namun banyak hal yang dikritisi ataupun masih dalam proses pengembangan. Berikut ini beberapa kekurangan BTC:

  1. Tidak memiliki dasar nilai (underlying). Penentuan harga identik dengan spekulasi. Banyak pihak mengkhawatirkan jika suatu instrumen tidak memiliki underlying, maka suatu waktu bisa saja ia kehilangan nilai.
  2. Fluktuasi harga yang sangat “liar”. Bayangkan dalam rentang harian naik turunnya bisa mencapai belasan persen (penurunan bahkan 13% dalam 1 jam di 6 September 2018). Fluktuasi ini dapat merugikan pengguna BTC dalam transaksi barang dan jasa di sektor riil.
  3. Rentan terhadap cybercrime atau Pencurian uang digital telah terjadi berulang kali dalam beberapa tahun terakhir bahkan semakin marak.
  4. Rentan disalahgunakan untuk transaksi ilegal seperti money laundering, terorisme, dan lain-lain.

 

Aturan BAPPEBTI di Indonesia

Di Indonesia, transaksi komoditas dan kontrak berjangka diatur oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dengan arahan Kementerian Perdagangan RI.

BAPPEBTI telah mengeluarkan kebijakan yang diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 3 Tahun 2019.

Kebijakan ini tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif Lain yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.

Bitcoin – Mata Uang atau Komoditas Cek Jawabannya Di Sini! 03 Bitcoin 2 - Finansialku

[Baca Juga: Strategi Trading Bitcoin yang Terbukti Membawa Keberhasilan]

 

Bitcoin diakui sebagai aset digital yang dapat dilakukan aktivitas investasi. Aset digital ini dapat digolongkan sebagai komoditas karena didasari 3 alasan:

  1. Mata uang kripto merupakan produk yang tidak diintervensi pemerintah.
  2. Mata uang digital merupakan produk berjangka yang bersifat volatile sehingga memungkinkan transaksi jual beli.
  3. Cryptocurrency memiliki supply (penawaran) dan demand (permintaan) yang cukup besar sehingga masuk dalam kategori komoditas bursa berjangka.

 

Selain itu, BAPPEBTI juga tidak mengakui BTC sebagai mata uang. Sebenarnya BAPPEBTI tidak sendiri, mayoritas lembaga keuangan pemerintahan negara-negara lain juga berpendapat sama.

BTC tidak dapat dianggap mata uang, bahkan mata uang sederhana sekalipun.

Hal ini dikarenakan sistem desentralisasi sehingga fluktuasi harga tidak stabil dan jika diterapkan secara luas dapat mengganggu perekonomian karena perubahan nilai signifikan bisa merugikan pihak yang membayar ataupun dibayar dengan BTC.

 

Kesimpulan

Tidak dapat dipungkiri dibalik kelebihan dan kekurangannya, bitcoin merupakan inovasi yang baik di era digital.

Bahkan teknologi blockchain yang dikembangkan oleh mata uang digital saat ini banyak dikembangkan di berbagai bank besar dunia termasuk di Indonesia.

Keunikan yang dimiliki bitcoin terkadang membuat masyarakat bertanya-tanya, apa kegunaan dan kelompok instrumen mana yang tepat untuk Bitcoin.

Seringkali bitcoin rancu dalam pengelompokan sebagai mata uang ataupun komoditas.

Transaksi bitcoin dan berbagai mata uang digital tidak dilarang di Indonesia dan BAPPEBTI tengah merancang regulasi spesifik untuk transaksi berjangka nya.

Meskipun hingga saat ini belum diketahui kapan secara resmi kontrak berjangka bitcoin bisa diperdagangkan di Indonesia.

Bagaimana dengan kondisi keuangan Anda saat ini? apakah sudah terencana dan dikelola dengan baik? Anda bisa membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Selain itu, Anda dapat dengan mudah merencanakan dan mengelola keuangan Anda menggunakan bantuan Aplikasi Finansialku.

Aplikasi ini bisa Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store, selamat mencoba.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Akankah Anda menggunakan bitcoin untuk bertransaksi sehari-hari? Mungkinkah bitcoin menggantikan uang konvensional di masa depan? Berikan pendapat Anda pada kolom komentar.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Tito Bosnia. 5 Juni 2018. Bappebti: Bitcoin cs Masuk Kategori Komoditas Bursa Berjangka. CNBCIndonesia.com – https://goo.gl/tXz3ZS
  • Paddy Baker. 24 Desember 2018. Bitcoin is Not a Commodity Says Expert in Financial Law: Utility Tokens Need to be Recognized as an Independent Asset Class. Cryptobriefing.com – https://goo.gl/Af9Fzr

 

Sumber Gambar:

  • Bitcoin 1 – https://goo.gl/SpeKZh
  • Bitcoin 2 – https://goo.gl/Rjq7jW