Kejadian jatuhnya pesawat Lion Air menjadi salah satu kecelakaan terbesar di tahun ini. BPJS Ketenagakerjaan kini mempertanyakan data gaji pilot Lion Air untuk mempertimbangkan dana kematian BPJS.

Dana kematian ini selain diberikan oleh perusahaan Lion Air, juga diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan aturannya.

Mari simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut informasi mengenai berita Lion Air. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Tragedi Lion Air JT-610

Indonesia dilanda tragedi kecelakaan pesawat yang kesekian kalinya di tanggal 29 Oktober 2018.

Lion Air JT-610 dengan rute Jakarta menuju Pangkal Pinang jatuh setelah 13 menit mengudara.

Seluruh kru dan 189 penumpang meninggal dalam kecelakaan tersebut. Penyebab kecelakaan hingga sekarang masih diselidiki.

BPJS Ketenagakerjaan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Lion Air JT610 Jakarta Pangkal Pinang Jatuh Di Perairan Karawang]

 

Dari penyelidikan sementara melalui kotak hitam yang sudah ditemukan, pesawat Boeing 737 Max-8 tersebut sudah enam kali mengalami gangguan.

Bahkan di rute sebelumnya, yaitu Bali menuju Jakarta, pesawat Lion Air tersebut juga mengalami gangguan.

Dari pengamatan yang dilakukan, pilot dan kopilot pun telah berulang kali mengupayakan agar pesawat dapat naik kembali, sebelum akhirnya kehilangan kontrol.

Pesawat Boeing 737 Max-8 ini pun dianggap mengalami kegagalan produksi oleh para keluarga korban.

Semenjak terjadinya kecelakaan ini, Pihak Lion Air pun telah meminta maaf dan berjanji untuk memberikan ganti rugi yang sepantasnya kepada seluruh keluarga korban yang kehilangan, termasuk penumpang dan kru Lion Air tersebut.

Suatu musibah bisa melanda siapapun dan kapanpun. Semua tidak bisa diprediksi secara pasti. Itulah mengapa Anda sangat dianjurkan untuk memiliki dana darurat.

Dana darurat dirancang khusus untuk mengatasi keadaan darurat yang membutuhkan cadangan finansial.

Idealnya, jumlah dana darurat dihitung berdasarkan rata-rata biaya hidup seseorang dan bagaimana kondisi atau status orang tersebut.

Sebagai contoh, seseorang yang single dan seseorang yang sudah memiliki pasangan tentunya memiliki pengeluaran yang berbeda pula.

Oleh karena itu, umumnya jumlah dana darurat ideal yang disarankan adalah sebagai berikut ini:

  • 3x biaya hidup rata-rata untuk single atau belum memiliki pasangan dan keluarga.
  • 6x biaya hidup rata-rata untuk pasangan.
  • 9x biaya hidup rata-rata untuk keluarga dengan 1 anak atau tanggungan.
  • 12x biaya hidup rata-rata untuk keluarga dengan 2 anak atau tanggungan atau lebih.

 

Bila Anda masih merasa kesulitan untuk mengetahui berapa jumlah pasti yang dibutuhkan untuk dana darurat, Anda bisa menggunakan aplikasi Finansialku.

Langkahnya sangatlah mudah. Sebelumnya, download terlebih dahulu aplikasinya melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Setelah itu, pilih menu “Rencana Keuangan”. Tambah rencana keuangan dengan menekan simbol “+” di ujung kanan bawah layar.

Pilih opsi “Dana Darurat”. Kemudian isi data yang diinginkan, yaitu:

  • Pengeluaran bulanan, misalnya Rp5.000.000.
  • Pilih status perkawinan, misalnya Lajang.

 

Setelah itu klik “Hitung” dan kotak kesimpulan berupa hasil perhitungan pun akan muncul.

Berdasarkan contoh data yang telah dimasukkan sebelumnya, maka besar dana darurat yang dibutuhkan sebesar Rp30.000.000.

Bila Anda masih merasa bingung mengenai apa itu dana darurat, Anda bisa mempelajarinya lebih lanjut dari ebook GRATIS Finansialku berikut ini:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Di dalamnya sudah terdapat penjelasan mengenai apa itu dana darurat serta bagaimana cara yang tepat untuk merencanakan dana darurat.

Terdapat juga pembahasan lainnya yang akan sangat membantu Anda untuk merencanakan keuangan saat ini hingga masa mendatang.

Lalu tunggu apalagi? Yuk lakukan sekarang juga. Jangan sampia menyesal di kemudian hari!

 

Data Gaji yang Diterima BPJS Ketenagakerjaan

Dari kasus Lion Air ini, terdapat kejanggalan yang timbul mengenai data gaji yang diberikan oleh Lion Air kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satunya mengenai data gaji pilot Lion Air yang turut menjadi korban di dalam kecelakaan pesawat JT-610.

Menurut laporan yang diterima oleh BPJS Ketenagakerjaan, pilot Lion Air JT-610, Bhavye Suneja yang merupakan pilot asing asal India hanya mendapatkan gaji Rp3,7 juta.

Hal ini menimbulkan kebingungan serta pertanyaan dari para masyarakat.

BPJS Ketenagakerjaan 03 - Finansialku

[Baca Juga: Pedoman Pendaftaran SIPP BPJS Ketenagakerjaan]

 

Pasalnya, gaji yang diterima sesuai dengan laporan yang diterima oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah Rp20 juta untuk kopilot dan Rp3,6 juta untuk pramugari. Karena gaji pilot jauh lebih kecil dibandingkan dengan gaji kopilot maka Direktur Utama BPJS Agus Susanto pun bingung.

Edward Sirait sebagai Presiden Direktur Lion Air, menyatakan bahwa gaji seorang pilot asing yang diberikan Lion Air minimal sebesar US$9000 atau setara dengan Rp128 juta.

Sedangkan untuk penghasilan pramugari dapat mencapai Rp6 juta per bulan.

Secara rata-rata di gaji pilot di Indonesia adalah Rp40 juta hingga Rp50 juta per bulan yang mana pilot pemula mendapatkan gaji Rp30 juta dan pilot senior mendapatkan gaji Rp100 juta hingga Rp150 juta.

Gaji ini adalah gaji pokok dan belum termasuk tunjangan lainnya.

Namun mengapa kenyataannya berbeda dengan laporan yang diberikan? Edward Sirait menjelaskan bahwa jumlah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan berhubungan dengan UMP (Upah Minimum Provinsi) yang berdasarkan aturan lama mengenai pegawai asing.

Lantas mengapa gaji pilot dan kru Lion Air menjadi sorotan? Hal ini berhubungan dengan jaminan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja.

 

Dana Kematian BPJS Ketenagakerjaan

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan adalah sebuah institusi pemerintah yang menjamin kesejahteraan seluruh pekerja Indonesia dari seluruh risiko sosial ekonomi.

Program yang ditawari oleh BPJS Ketenagakerjaan meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Seluruh fasilitas yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan diatur dalam undang-undang.

Salah satu fasilitas BPJS Ketenagakerjaan yang berhubungan dengan kecelakaan Lion Air adalah fasilitas jaminan kecelakaan kerja.

 

BPJS Ketenagakerjaan memiliki fasilitas yang memberikan perlindungan kepada penerima upah (pegawai atau pekerja) atas seluruh risiko kecelakaan yang mungkin terjadi yang berhubungan dengan kerja.

Termasuk di dalamnya kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan pergi, perjalanan pulang, di tempat bekerja serta perjalanan dinas.

Apabila penerima upah mengalami kecelakaan dengan kondisi ini, maka penerima upah berhak mendapatkan perawatan tanpa batas biaya sesuai dengan kebutuhan medis.

Selain itu, penerima upah juga berhak mendapatkan santunan selama tidak dapat bekerja sebesar 100 persen dari upah selama 6 bulan pertama, 75 persen dari upah selama 6 bulan kedua, 50 persen dari upah mulai dari seterusnya hingga sembuh.

BPJS Ketenagakerjaan pun memberikan santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah yang dilaporkan oleh pemberi kerja.

Selain santunan dana, BPJS Ketenagakerjaan pun akan memberikan bantuan beasiswa sebesar Rp12 juta kepada 1 orang anak dari peserta yang meninggal dunia atau cacat total.

BPJS Ketenagakerjaan 04 - Finansialku

[Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Incar Tambahan Iuran dari Tenaga Kerja Asing di Indonesia]

 

Mengapa nilai gaji penting ketika seorang pegawai meninggal dunia?

Karena BPJS memberikan dana santunan kematian berdasarkan gaji yang dilaporkan.

Sesuai aturannya, besar dana kematian yang diberikan akibat kecelakaan pesawat ini adalah 48 kali gaji pokok akhir.

Dengan laporan yang lebih kecil dari seharusnya, perusahaan diuntungkan karena premi yang dibayarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan menjadi lebih kecil.

Akan tetapi, kerugian akan diderita oleh pegawai itu sendiri, karena ia akan mendapatkan uang santunan kematian yang lebih kecil dari seharusnya, di mana selisihnya seharusnya dibayarkan oleh perusahaan tempat ia bekerja.

Seperti pada kasus Lion Air, di mana jika sebenarnya pilot tersebut mendapatkan gaji Rp100 juta, maka dana santunan yang diberikan adalah Rp100 juta x 48 = Rp4,8 miliar.

Akan tetapi, karena yang dilaporkan hanyalah Rp3,7 juta, maka santunan kematian yang dapat diberikan adalah Rp177 juta.

Sisanya seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan yang mana di kasus Lion Air ini, santunan belum difinalisasikan.

Menurut peraturan yang ada, seharusnya Lion Air melaporkan gaji sesuai dengan upah riil kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Pengupahan Kemnaker, Andriani, menyatakan bahwa upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan haruslah upah sebenarnya yang dibayarkan kepada pekerja.

Masing-masing perusahaan menetapkan upah yang berbeda, ada yang hanya memberikan upah, ada pula yang memberikan gaji ditambah dengan tunjangan tetap.

Untuk perusahaan yang memberikan upah dengan cara kedua, kedua gaji dan tunjangan tetap harus dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Seluruhnya harus dilaporkan dan tidak boleh setengah-setengah.

 

Laporkan Sesuai dengan yang Dibayar

Karena laporan gaji penting untuk memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan hak yang sesuai, sebaiknya laporkan gaji dengan sesuai.

Bagi Anda pemberi upah, maka daftarkan pegawai Anda ke BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi Anda penerima upah, ajukanlah formulir pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan kepada atasan Anda.

Dan pastikan pula apakah perusahaan Anda telah melaporkan gaji sesuai dengan yang Anda terima kepada BPJS Ketenagakerjaan?

Periksa dan tanyakan agar Anda mendapatkan manfaat yang sesuai dan sepantasnya.

 

Jika ada pertanyaan yang ingin ditanyakan, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Bagikan pula informasi ini kepada saudara atau rekan kerja Anda agar informasi penting ini tidak berhenti di Anda. Terima kasih!

 

Catatan: US$1 = Rp14.294.

 

Sumber Referensi:

  • Fadhly Fauzi Rachman. 2 November 2018. Bos Lion Air Buka-bukaan Soal Gaji Pilot Rp 3,7 Juta. Finance.detik.com – https://goo.gl/qmdz2j
  • Admin. BPJS Ketenagakerjaan. Bpjsketenagakerjaan.go.id – https://goo.gl/CXizse
  • Admin. BPJS Ketenagakerjaan Pertanyakan Data Gaji Lion Air.Kompas.tv – https://goo.gl/CJoWja

 

Sumber Gambar:

  • BPJS Ketenagakerjaan 1 – https://goo.gl/eoRqKE
  • BPJS Ketenagakerjaan 2 – https://goo.gl/VuwJ7V
  • BPJS Ketenagakerjaan 3 – https://goo.gl/6C8HtA
  • BPJS Ketenagakerjaan 4 – https://goo.gl/pH8u8Q