Tunggakan Polis, BTN kaji Jiwasraya sebelum diakuisisi. Seperti apa kajian yang dilakukan BTN terhadap Jiwasraya?

Kali ini Finansialku akan membahas berita terkait pengakuisisian Jiwasraya. Agar lebih jelas, mari simak penjelasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

BTN Akuisisi Jiwasraya

Bank yang memfokuskan dirinya pada kredit pemilikan rumah, yaitu Bank Tabungan Negara (BTN) saat ini sedang mengkaji akuisisi Asuransi Jiwasraya yang ditargetkan rampung semester I-2019.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian agar dapat mengakuisisi perusahaan asuransi jiwa tersebut. Namun dirinya belum bisa memberi kepastian, hal ini karena semuanya masih dalam proses kajian.

Maryono juga belum bisa menyebutkan apakah BTN menjadi salah satu pembeli siaga untuk MTN yang akan dirilis Jiwasraya tersebut. Namun, dia mengatakan opsi itu juga masih dalam kajian BTN.

“Semua kajian ini menggunakan konsultan. Saya kira tak lama lagi kajian ini selesai dan dari kajian tersebut baru kita tahu bagaimana potensinya.”

 

Bank BTN saat ini tercatat sebagai salah satu agen pemasar asuransi Jiwasraya yang mengalami polis macet. Itu terungkap dari surat Jiwasraya pada bank agen pemasar asuransinya.

Asuransi Jiwasraya Terbitkan Surat Utang Gara-Gara Tunggakan Polis 01 - Finansialku

[Baca Juga: Gagal Bayar Polis, Jiwasraya Incar Investor Baru Lewat Anak Usaha]

 

Mahelan Prabantarikso selaku Direktur Risiko, Strategi dan Kepatuhan BTN memastikan jika modal BTN pada asuransi jiwa akan rampung pada semester I tahun ini.

Maryono pun mengakui jika Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mendorong sinergi BUMN untuk ikut berinvestasi di Jiwasraya. Ia menyebutkan ada beberapa BUMN yang mengkaji untuk menjadi investor.

Sebelumnya telah dikabarkan bahwa anak usaha Jiwasraya, yaitu Jiwasraya Putra yang akan memanfaatkan sinergi BUMN. Perseroan memiliki beberapa strategi dalam menyelesaikan kewajiban kepada nasabah.

Beberapa strategi itu antara lain, Jiwasraya akan membentuk anak usaha, Jiwasraya Putra yang akan melibatkan empat BUMN yakni, BTN, PT Pegadaian (Persero), PT KAI (Persero), dan PT Telkomsel (Persero).

Targetnya, anak usaha itu akan terbentuk pada Juni 2019.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Pembeli Siaga

Seperti diketahui, Kementerian BUMN sedang menyiapkan strategi untuk menyehatkan PT Asuransi Jiwasraya yang tengah menghadapi tekanan likuiditas akibat kasus polis macet. 

Strategi pertama, perusahaan ini akan menerbitkan medium term notes (MTN) sebesar Rp500 miliar untuk melunasi polis JS Saving Plan yang jatuh tempo. Ini dipastikan akan digelar Mei 2019 karena sudah mendapatkan pembeli siaga.

Kedua, menyiapkan pembentukan anak usaha Jiwasraya, yakni Jiwasraya Putra yang diperkirakan akan diluncurkan pada Juni 2019.

Pemerintah saat ini sedang mengkaji beberapa skema terkait proses penyelamatan Jiwasraya yang sedang dirundung masalah likuiditas.

Salah satu skema itu adalah dengan cara meminta bantuan BUMN atau mengakuisisi atau menjadi bagian Jiwasraya.

Pilihan lainnya yaitu melalui penerbitan medium term note (MTN) sebesar Rp500 miliar. Angka tersebut untuk melunasi polis JS Saving Plan yang telah jatuh tempo.

Gagal Bayar Polis, Jiwasraya Incar Investor Baru Lewat Anak Usaha 01 - Finansialku

[Baca Juga: Asuransi Jiwasraya Terbitkan Surat Utang Gara-Gara Tunggakan Polis]

 

Penerbitan MTN ini akan digelar pada Mei 2019. Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan bahwa kini telah ada pembeli siaga MTN Jiwasraya.

Sebelumnya Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyatakan, MTN Jiwasraya akan terbit pada bulan Mei nanti. Jiwasraya pun kini menunggu izin untuk menerbitkan obligasi tersebut.

“Untuk investor dan harga akan diketahui setelah tahap penjatahan.”

 

Jiwasraya juga berencana menerbitkan surat utang untuk membayar kewajiban klaim. Kemudian, Jiwasraya akan mengekspansi digitalisasi dalam bisnis perseroan.

Penerbitan Surat Utang ini menjadi upaya Jiwasraya melunasi pembayaran ke pemegang polis yang jatuh tempo. Jiwasraya menjanjikan pembayaran polis jatuh tempo rampung paling lambat di kuartal II 2020.

Koordinator Forum Pemegang Polis Bancaasurance Jiwasraya, Rudyantho tidak peduli soal MTN itu.

“Penerbitan Obligasi itu urusan internal perusahaan, kami meminta polis nasabah segera dibayar.”

 

Apa tanggapan Anda setelah membaca berita di atas? Berikan tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Dina Maryanti Hutauruk, Ferrika Sari. BTN Mengkaji Akuisisi Jiwasraya. Tabloid Kontan.

 

Sumber Gambar:

  • BTN Kaji Jiwasraya – https://bit.ly/2vp7C5s

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku