X

Cara Mengecek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Bagaimana cara mengecek saldo jaminan hari tua atau JHT BPJS Ketenagakerjaan? Kali ini salah satu rekan Finansialku akan membahas cara-cara mengecek saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh

 

5 Cara Mengecek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Indonesia memiliki program jaminan hari tua atau dikenal dengan istilah JHT yang diperuntukkan kepada seluruh Warga Negara Indonesia. Program JHT ini masuk ke dalam BPJS Ketenagakerjaan. Beda lho ya, antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

[Baca Juga: Mengenal BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia]

 

Pemerintah mewajibkan seluruh perusahaan, untuk mengikutsertakan karyawannya dalam program JHT BPJS Ketenagakerjaan. Program JHT BPJS Ketenagakerjaan ini memberikan manfaat uang tunai hasil akumulasi iuran dan hasil pengembangannya yang akan dibayarkan sekaligus jika peserta mencapai usia pensiun (56 tahun), meninggal dunia atau cacat total tetap.

Setiap bulannya, pendapatan Anda akan dipotong sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekitar 2%. Sisanya 3,7% akan dibayarkan oleh perusahaan. Jadi total besarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan adalah 5,70%. Iuran tersebut dikumpulkan dan dikelola oleh BPJS Ketenagekerjaan dalam investasi. Jadi jangan khawatir, uang Anda di BPJS Ketenagakerjaan akan bertumbuh.

[Baca Juga: Program Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan]

 

Pertanyannya apakah Anda tahu saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Anda sekarang ini? Biasanya BPJS akan memberikan laporan tertulis mengenai rincian saldo JHT Anda. Selain itu ada 5 cara untuk mengecek saldo Anda:

  1. Mengecek Saldo JHT melalui SMS 
  2. Mengecek Saldo JHT melalui Aplikasi Smartphone
  3. Mengecek Saldo JHT melalui ATM
  4. Mengecek Saldo JHT melalui Website (Online)
  5. Mengecek Saldo JHT di Kantor BPJS Ketenagakerjaan

 

Mari kita bahas satu persatu cara mengeceknya.

 

Mengecek Saldo JHT melalui SMS

Teknologi yang paling sederhana dan mudah adalah SMS. Ternyata SMS selain berguna untuk mengirim pesan, juga dapat digunkan untuk mengecek saldo JHT BPJS.

Jika Anda belum terdaftar dalam layanan cek saldo, maka Anda harus melakukan registrasi awal.

Ketik:  REG # NoJamsostek/BPJS # Tanggal lahir # Nama Ibu Kandung kirim ke 2757 (update tahun 2016).

Contoh REG#02D00065455#230384#musdalifah kirim ke 08111009696

 

 

Anda akan mendapat sms balasan yang isinya Anda telah terdaftar dalam layanan cek SALDO. Anda juga akan diberitahukan cara mengecek saldo JHT melalui SMS.

TERIMA KASIH TELAH MENDAFTAR DAN NO ID ANDA 123456789. UNTUK MENGETAHUI SALDO ANDA, KETIK SALDO#ID_ANDA

 

Jika Anda sudah terdaftar, Anda tinggal mengirimkan pesan dengan format

Ketik: SALDO#ID_anda kirim ke 08111009696

contoh SALDO#123456789 kirim ke 2757

 

Anda akan menerima balasan seperti ini:

SALDO JHT ANDA NO. ID 123456789 S.D 30 01 2016 RP.15.000.000

Artinya saldo dengan ID 123456789 sampai dengan tanggal 30 bulan 01 tahun 2016 ialah sebesar 15.000.000 Rupiah

 

Mengecek Saldo JHT melalui Aplikasi BPJSTK Mobile

Tahukah Anda, bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki aplikasi bernama BPJSTK Mobile yang dapat di download melalui smartphone berbasis Android, Apple (iOS) dan Blackberry. Aplikasi ini dapat didownload dan diinstal gratis di smartphone. Nah setelah mendownloadnya, Kita perlu melakukan registrasi awal terlebih dahulu untuk mendapatkan PIN.

 

Pada saat registrasi awal, Anda akan dimintai data seperti:

  1. Nomor KPJ (ada di kartu BPJS Ketenagakerjaan Anda)
  2. Nomor E-KTP (ada di KTP Anda)
  3. Tanggal lahir
  4. Nama

 

Youtube Courtesy, BPJS Ketenagakerjaan – BPJSTK Mobile

 

Setelah itu baru Anda dapat mengecek saldo JHT Anda

 

 

Berikut ini link untuk mendownload Aplikasi BPJSTK Mobile

 

Mengecek Saldo JHT melalui Mesin ATM

Saat ini hanya nasabah Bank BNI (Bank Nasional Indonesia) yang dapat melakukan pengecekan saldo JHT melalui ATM. Anda cukup mendatangi ATM Bank BNI dan mengikuti panduan yang tertera di layar monitor ATM. Anda hanya dapat melihat saldonya dan tidak dapat menarik saldo JHT tersebut.

 

[Baca Juga: Cara Memakai Mesin ATM dan Biayanya]

 

Cek Saldo JHT melalui Online E – Saldo Master

Saldo JHT dapat dicek melalui online dengan cara

Youtube Courtesy, BPJS Ketenagakerjaan – BPJS Ketenagakerjaan Esaldo mastered

 

Jika Anda belum pernah teregistrasi, maka :

 

  1. Pilih menu registrasi atau alamat web: https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs
  2. Isi formulir sesuai dengan data: Nomor KPJ Aktif, Nama, Tanggal Lahir, Nomor E-KTP, Nama Ibu Kandung, Nomor Handphone dan Email.
  3. Setelah mengirimkan data tersebut, Anda akan diberikan sebuah PIN log in. PIN tersebut akan dikirimkan di inbox (kotak masuk) e-mail yang didaftarkan.
  4. PIN Aktivasi juga akan dikirim melalui SMS di nomor yang sudah didaftarkan.

 

Jika Anda sudah teregistrasi, maka:

 

  1. Masuk ke alamat website: https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/sso/login.bpjs
  2. Masukkan User ID EKTP atau e-mail yang kita gunakan registrasi
  3. Setelah berhasil masuk, pilih menu Layanan
  4. Pada kolom Layanan cek saldo JHT pilih aktivasi
  5. Masukkan PIN Aktivasi yang dikirim via SMS lalu  klik Enter
  6. Setelah berhasil melakukan aktivasi pilih menu cek saldo JHT dan submit.
  7. Saldo JHT Anda akan segera ditampilkan

 

Cek Saldo JHT melalui Kantor

Cara terkahir dan paling tradisional adalah mengecek saldo JHT di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Tentunya Anda jangan lupa membawa persyaratan-persyaratan untuk mengecek saldo JHT.  

 

Berikut adalah pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai BPJS Ketenagakerjaan:

BPJS Ketenagakerjaan dulunya dikenal dengan PT Jamsostek (Persero). Pada tahun 2011, ditetapkanlah UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Sesuai dengan amanat undang-undang, tanggal 1 Januri 2014 PT Jamsostek akan berubah menjadi Badan Hukum Publik. PT Jamsostek (Persero) kemudian berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan sendiri merupakan suatu program pelayanan asuransi sosial dengan memberi perlindungan bagi pekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.

Persamaan BPJS Ketenagakerjaan dengan Jamsostek

  • Keduanya merupakan lembaga penyelenggara jaminan sosial yang dibangun oleh pemerintah.
  • BPJS Ketenagakerjaan dan Jamsostek adalah program jaminan sosial yang dibiayai sebagian oleh peserta (funded social security) dan sebagian oleh pemberi kerja.
  • Keduanya memiliki beberapa program yang memiliki fungsi dan manfaat yang sama seperti JHT (Jaminan Hari Tua), JKM (Jaminan Kematian) dan JKK (Jaminan Keselamatan Kerja).

Perbedaannya BPJS Ketenagakerjaan dengan Jamsostek

BPJS Ketenagakerjaan dengan Jamsostek mempunyai dasar yang berbeda, yang mana penyelenggara Jamsostek adalah Perseroan atau BUMN (Badan Usaha Milik Negara), sedangkan BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik langsung di bawah naungan presiden. Dengan perubahan penyelenggaraan tersebut, diharapkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan secara khusus dibentuk hanya untuk melayani masyarakat.

Pekerja mandiri juga dapat mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi BPJS Ketenagakerajaan. Seseorang yang mempunyai pekerjaan di luar hubungan kerja seperti pedagang, petani, nelayan, blogger, artis, atlet, tukang ojek, para freelancer dan pekerja-pekerja mandiri lainnya sudah dapat mendaftarkan diri dalam program BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerajaan telah memperkenalkan program Bukan Penerima Upah (BPU). Melalui program baru tersebut masyarakat yang tergolong bukan penerima upah atau yang tidak mendapat gaji secara tetap (pekerja mandiri) juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan jaminan dari BPJS TK beserta segala fasilitas yang sama dengan para pekerja di sektor formal.

Seiring dengan kian berkembangnya bisnis online di Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Pekerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengimbau para pemilik bisnis online terdaftar untuk segera mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan. 

Salah satu jenis jaminan yang harus diberikan pemilik bisnis online pada pekerjanya adalah jaminan keselamatan kerja. Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja akan mendapat berbagai perlindungan seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun karena perlindungan-perlindungan tersebut merupakan bagian hak asasi manusia (HAM).

Jika sebuah perusahaan online maupun offline tidak mengikutsertakan karyawannya menjadi peserta BPJS, maka perusahaan akan mendapatkan beberapa sanksi seperti ;

Sanksi Administratif

Sanksi administratif memiliki beberapa jenis seperti teguran tertulis oleh pihak BPJS, denda, dan tidak mendapat pelayanan publik tertentu. Pemberentian pelayanan publik ini dilakukan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah atas permintaan BPJS.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 86 tahun 2015, sebuah perusahaan baik yang bergerak dibidang online maupun offline berbadan hukum akan dikenai sanksi administrasi denda sebesar Rp 1 miliar.

Hukuman Penjara

Tidak hanya denda, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 86 tahun 2015 juga menjelaskan hukuman penjara selama 8 tahun. Selain dasar hukum di atas, terdapat pula dasar hukum lain yakni Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dan Setiap Orang, Selain Pemberi Kerja, Pekerja, dan Penerima Bantuan Iuran Dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial.

BPJS Ketenagakerjaan menyediakan program-program perlindungan dasar yang dapat menjamin masa depan Anda sebagai seorang pekerja. Contohnya adalah sebagai solusi atas risiko yang mungkin terjadi ketika Anda bekerja, seperti sakit, kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja, pensiun, kematian, dan lain-lain. Dengan terdaftarnya Anda sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, Anda tidak lagi menanggung beban atas risiko kerja tersebut seorang diri, tetapi akan dibantu oleh adanya program-program BPJS Ketenagakerjaan.

Program Hari Tua (JHT)

Besar iuran untuk JHT adalah 5,7% dari upah per bulan, dimana 2% dari pekerja dan 3,7% dari pemberi kerja. Manfaat yang akan didapatkan adalah uang tunai dimana besarnya adalah nilai akumulasi dari iuran per bulan ditambah dengan pengembangannya dan didapatkan oleh pekerja pada saat pekerja mencapai usia 56 tahun atau meninggal dunia atau cacat total.

Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

JKK adalah program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan di dalam lingkungan kerja atau yang berhubungan dengan pekerjaan. Iuran yang harus dibayarkan tergantung pada besaran risiko, semakin tinggi risiko yang dimiliki oleh sebuah pekerjaan, semakin tinggi pula persentase yang harus dibayarkan dari upah bulanan.

Program Jaminan Kematian (JKM)

Jaminan ini memberikan Anda perlindungan atas kematian yang bukan diakibatkan kecelakaan kerja dengan manfaat uang tunai yang akan diberikan pada ahli waris. Iuran JKM bagi peserta yang menerima gaji adalah 0,3% dari upah bulanan, sedangkan untuk peserta yang bukan menerima upah adalah Rp6.800.

Program Jaminan Pensiun

Ini merupakan salah satu program BPJS Ketenagakerjaan yang menawarkan perlindungan untuk peserta pensiun, peserta cacat total atau peserta meninggal dunia dengan cara memberikan sejumlah uang setiap bulannya pada dirinya atau ahli warisnya. Program Jaminan Pensiun memberikan manfaat antara lain Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT), Manfaat Pensiun Cacat (MPC), Manfaat Pensiun Janda/Duda (MPJD), Manfaat Pensiun Anak (MPA), Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT) dan Manfaat Lumpsum.

Sebagian besar masyarakat Indonesia, masih belum dapat mengetahui perbedaan Jaminan Hari Tua dengan Pensiun. Masih banyak orang yang cenderung menganggap keduanya memiliki fungsi yang sama untuk kesejahteraan dimasa tua, namun sebenarnya kedua program tersebut memiliki manfaat yang berbeda.

Program Jaminan Hari Tua

Program Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan adalah program yang memberikan manfaat berupa uang tunai kepada pesertanya, yang akan dibayarkan sekaligus jika peserta sudah mencapai usia 56 tahun, meninggal dunia dan/atau cacat tetap. Besarnya uang pertanggungan adalah akumulasi iuran yang sudah dibayarkan ditambah hasil pengembangannya.

Program Jaminan Pensiun

Sedangkan jaminan pensiun diberikan ketika tertanggung pensiun, meninggal atau cacat tetap namun pemberiannya tergantung kondisi, bila ternyata masih hidup diberikan secara bertahap hingga tetanggung meninggal dunia. Program jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan ini hanya berlaku untuk pekerja penerima upah. Program ini akan memberikan manfaat, jika pekerja memasuki masa pensiun (mulai dari umur 56 tahun).

BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua (JHT),  seharusnya diperuntukkan untuk dana hari tua, bukan dana hari muda. BPJS Ketenagakerjaan tidak pernah menyediakan program Jaminan Hari Muda, yang ada adalah Jaminan Hari Tua. Setiap peserta harus memahami bahwa dana tersebut tidak seharusnya dicairkan pada usia produktif. Jangan sampai Anda memutarbalikkan skenario dana pensiun sehingga masa tua Anda tidak lagi terjamin. Banyak orang yang menyepelekan permasalahan keuangan di masa depan hanya karena terbias oleh ‘permasalahan’ keuangan (kebutuhan dan keinginan yang sebenarnya bukan prioritas) di masa kini. Pastikan Anda menggunakan fasilitas dana pensiun sesuai peruntukkannya jika tidak ingin hidup sengsara di masa pensiun nanti

Di bawah ini adalah empat tahapan yang harus dilalui untuk mengambil kartu BPJS bila resign;

 

Surat Pernyataan Resign

Surat pernyataan resign adalah surat resmi yang dibuat untuk menjelaskan status seseorang sudah tidak lagi bekerja di sebuah perusahaan. Surat pernyataan resign dapat didukung dengan legalisasi perusahaan sebelumnya atau surat PHK dari pihak perusahaan. Hal ini bergantung pada apakah pekerja tersebut memundurkan diri atau dipecat.

Surat pernyataan resign sebaiknya dibuat sesuai dengan prosedur yang ada. Jika surat pernyataan resign kurang formal atau tidak baku, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan seperti proses lebih lama dan sebagainya.

 

Membawa Identitas Pendukung

Seperti saat proses mendaftar, untuk memindahkan status BPJS seseorang juga harus membawa kelengkapan identitas baik yang asli maupun fotocopy. Data tersebut sangat diperlukan sebagai penunjang pencarian sehingga proses administrasi dapat berlangsung lebih singkat. Data yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

  • Kartu Keluarga (KK)
  • Buku tabungan (Mandiri, BRI atau BNI)
  • Pas Foto 3×4 2 lembar
  • Kartu BPJS sebelumnya.

Jika diperlukan, data penunjang lain dapat juga ditambahkan untuk dibawa. Lebih baik lagi jika data fotocopy juga dilegalisir oleh pejabat yang berwenang agar proses administrasi dapat berjalan lancar tanpa halangan dan dapat dipercepat.

 

Mendatangi Kantor BPJS

Setelah kedua persyaratan di atas terpenuhi, pekerja tersebut perlu datang Kantor BPJS terdekat untuk mengumpulkan data. Jika pengumpulan data sudah dilaksanakan,  tahap selanjutnya adalah dengan mengisi formulir perubahan kepesertaan. Cukup daftar dan mengantri, maka proses administrasi segera dapat dilakukan. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah kelengkapan data. Jika data tidak lengkap maka risikonya adalah proses belum bisa dilaksanakan.

 

Membayar Tunggakan

Jika tidak ingin mendapat tagihan berlebih, peserta BPJS dapat membayar terlebih dahulu pada loket Alfamart dan Indomaret. Namun pembayaran juga dapat dilakukan di Kantor BPJS sesuai jumlah tunggakan. Setelah mengganti status BPJS perusahaan menjadi BPJS mandiri, pihak yang bersangkutan dapat memilih kelas dan jumlah iuran yang wajib dibayar setiap bulannya. Tidak hanya itu, anggota keluarga lain pun dapat didaftarkan bersama salam BPJS mandir

Jika pekerja tersebut sudah mendapat pekerjaan lain di perusahaan yang telah bekerja sama dengan pihak BPJS, segala prosedurnya dapat dilimpahkan pada perusahaan. Sebaiknya tetap gunakan BPJS perusahaan jika tempat kerja yang baru sudah menerima akses tersebut. Hal ini berkaitan pula dengan biaya akomodasi atau iuran BPJS yang diberikan pada pekerja.

 

Cara mengecek saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan mana yang Anda pilih ?

 

Sumber Artikel

 

Sumber Gambar

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

 

 

 

 

Simpan

Simpan

Categories: BPJSBPJS KetenagakerjaanDana Hari Tua
Tags: #IndonesianDreamsBPJSBPJS KetenagakerjaanJHT