Bosan jadi karyawan, tapi belum ada modal untuk merintis usaha? Gimana cara nabung modal usaha ya?

Yuk, cari tahu cara mengumpulkan modal usaha saat jadi karyawan dalam artikel berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Yakin Mau Jadi Karyawan Terus?

Sobat Finansialku, pernah mendengar tentang cash flow quadrant? Buat yang baru pertama kali mendengarnya, cash flow quadrant adalah sebuah diagram yang menggambarkan cara seseorang untuk memperoleh penghasilannya. Istilah ini terdapat dalam buku Robert T Kiyosaki, penulis buku fenomenal Rich Dad, Poor Dad.

Secara garis besar, cash flow quadrant terbagi ke dalam 2 bagian yaitu sisi sebelah kiri ditempati oleh Employee (E) dan Self-Employed (S) serta sisi sebelah kanan yang diduduki oleh Big Business (B) dan Investor (I).

Sebagai karyawan, Anda berada pada kuadran E. Artinya, Anda harus menukar hampir seluruh waktu Anda untuk bekerja. Biasanya 40 sampai 60 jam per minggu. Jika tidak bekerja, tidak ada uang yang dihasilkan.

Namun, apakah ada jaminan bahwa Anda akan terus bekerja seumur hidup? Sementara itu, kita tahu bahwa semakin tua, semakin menurun kesehatan kita. Itu artinya, kita tidak akan bisa terus menghasilkan uang dengan bekerja menjadi karyawan.

Satu-satunya cara untuk menghindari hal itu adalah dengan pindah kuadran. Namun, pindah kuadran tidak semudah itu. Butuh persiapan yang matang untuk keluar dari kuadran E. Salah satunya adalah modal.

Jika Anda ingin menjadi pebisnis atau investor, tentunya dibutuhkan modal yang tidak sedikit.

Gak Mau Jadi Karyawan Terus_ Ini Dia Cara Nabung Buat Modal Usaha! 2

[Baca Juga: Jadi Karyawan Atau Pemilik Usaha, Enakan Mana?]

 

Cara Nabung Buat Modal Usaha Supaya Tidak Jadi Karyawan Terus

Sebagai karyawan, mengumpulkan modal usaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Anda harus memenuhi kebutuhan utama terlebih dahulu. Karena hal inilah banyak orang tidak bisa menabung. Apalagi, bagi karyawan dengan gaji kecil. Pasalnya, pengeluaran tiap bulan yang cukup besar.

Namun, itu bukan berarti mustahil untuk menabung untuk modal usaha asalkan Anda tahu caranya. Berikut ini beberapa cara menabung untuk modal usaha bagi karyawan.

 

#1 Tentukan Tujuan Anda

Hal yang paling utama untuk bisa mengumpulkan modal usaha adalah memiliki tekad dan menentukan tujuan. Cara seorang karyawan menabung tergantung dengan tekadnya.

Ketika Anda sudah memiliki tekad bulat untuk menjadi pengusaha dan tak ingin menjadi karyawan terus, Anda akan fokus dengan tujuan tersebut. Bahkan, Anda akan rela mengesampingkan kebutuhan lainnya.

 

#2 Buat Rencana

Untuk menyiapkan modal bisnis, Anda harus sudah memiliki perhitungan berapa besar modal bisnis yang Anda inginkan untuk memulai bisnis Anda. Oleh karena itu, Anda harus memiliki rencana.

Dengan memiliki rencana, langkah Anda untuk meraih tujuan bisa lebih terukur. Rencanakan tujuan Anda dengan pemetaan yang lengkap dan detail.

Tuliskan ide yang ada di kepala Anda. Anda dapat merunut dan mengatur pemetaan lebih rapi. Dengan begitu, Anda seharusnya sudah bisa menentukan berapa modal yang dibutuhkan dan kapan bisnis Anda bisa mulai dijalankan.

Untuk menentukan hal tersebut, Anda bisa menggunakan fitur Rencana Keuangan di aplikasi Finansialku. Sebagai aplikasi pencatat keuangan, Finansialku juga memiliki beberapa fitur yang bisa membantumu meraih tujuan keuangan.

Salah satunya fitur Rencana Keuangan. Penggunaannya juga cukup mudah. Anda tinggal memasukkan data yang diperlukan. Setelah itu, Anda akan mendapatkan informasi berapa jumlah uang yang sebaiknya Anda tabung demi bisa merintis bisnis.

Yuk, segera download aplikasinya di Google Playstore maupun Apple Apps Store! Dapatkan juga potongan Rp 50 ribu dengan memasukkan kode voucher CUAN50 saat Anda upgrade aplikasi Finansialku ke premium.

 

#3 Investasi

Setelah Anda mengetahui berapa besar yang Anda butuhkan untuk modal bisnis, Anda dapat mulai mencari kira-kira investasi mana yang dapat membantu Anda untuk mencapai modal bisnis.

Carilah investasi yang sesuai dengan tujuan Anda. Menyiapkan modal bisnis sebetulnya tergantung perencanaan Anda. Anda pun harus tahu kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ketika Anda menyiapkan modal bisnis dari berinvestasi.

Pelajari risiko jenis-jenis investasi. Ketika Anda berinvestasi untuk modal bisnis, Anda harus mengetahui bahwa ada kemungkinan perencanaan Anda untuk bisnis Anda tertunda dikarenakan performa investasi yang sedang tidak baik.

Selain itu, memilih investasi pun tergantung pada rencana waktunya. Jika Anda memiliki waktu yang lebih lama untuk mengumpulkan modal bisnis, pilihlah produk investasi yang tepat, seperti reksa dana, saham, emas, atau P2P Lending.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih lanjut tentang investasi reksa dana, Anda bisa baca e-book berikut ini.

5 Panduan Praktis Investasi Reksadana Pertama

 

Hal yang perlu Anda ingat adalah yang terpenting bukanlah Anda bisa berinvestasi untuk modal bisnis, melainkan apakah berinvestasi itu sesuai untuk menyiapkan modal bisnis Anda.

 

#4 Coba Mulai dengan Modal yang Sudah Dimiliki

Hal yang paling baik untuk memulai bisnis adalah menggunakan uang yang sudah dimiliki. Di awal memulai bisnis, banyak pengusaha yang berpikir untuk meminjam ke bank untuk mendapatkan modal. Sebaiknya, hindari meminjam uang ke bank.

Meminjam uang ke bank bisa jadi merupakan kesalahan. Anda perlu ingat risikonya. Bunga pinjaman bank itu cukup besar. Jika bisnis gagal atau tidak berjalan dengan baik, Anda yang akan rugi. Anda justru akan bekerja untuk membayar cicilan.

Jika Anda memiliki orangtua atau kerabat yang bisa meminjamkan modal, sebaiknya pinjamlah pada mereka. Lebih baik diskusi dengan mereka.

Risiko pasti ada. Namun, sebaiknya minimalkan risiko sekecil mungkin. Jika tidak bisa, barulah Anda meminjam ke bank.

Tapi, ingat! Anda harus mengetahui prospek bisnis Anda seperti apa ke depannya. Pikirkan matang-matang. Jangan sampai mau untung, malah buntung.

Jika saat ini modal belum terkumpul, sebaiknya Anda menunda menjalankan bisnis yang diinginkan hingga ada dana pribadi yang cukup.

 

Tidak Ada Kata Terlambat. Yuk, Mulai Dari Sekarang!

Ketika memulai bisnis, Anda harus memastikan bahwa cashflow Anda baik, dana darurat tersedia, investasi sudah ada, dan dana pensiun sudah disisihkan. Jangan dibalik. Pasalnya, kondisi masa depan tidaklah pasti.

Modal usaha bukan dari dana darurat. Modal usaha adalah tujuan keuangan. Harus ada pos baru yang harus disisihkan setiap bulannya. Pakai fitur tujuan keuangan Finansialku.

Membuka usaha memang membutuhkan modal. Tapi selain modal uang, Anda pun perlu modal niat dan tekad. Sehingga di antara keterbatasan-keterbatasan yang Anda punya sebagai karyawan, Anda bisa mengalahkan keterbatasan tersebut. Dengan begitu, Anda fokus pada tujuan yang ingin dicapai.

 

Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala KARYAWAN

Download Sekarang, GRATISSS!!!

4 Ebook Panduan Sukses Mengatur Gaji Ala Karyawan

 

Itu dia beberapa cara menabung efektif bagi karyawan untuk modal usaha.

Semoga dengan melakukan langkah di atas, Anda bisa lepas dari status sebagai karyawan abadi. Jangan lupa bagikan artikel ini, ya!

 

 

Sumber Referensi:

  • Claudia Von Nasution. 11 Oktober 2019. 4 Langkah Mengumpulkan Modal Bisnis Walaupun Penghasilan Pas-Pasan. Jenius.com – https://bit.ly/3ihtGWZ

 

Sumber Gambar:

  • Karyawan 1 – https://bit.ly/3qn8SjT
  • Karyawan 2 – https://bit.ly/3bFruaE