Kamu yang baru punya asuransi kesehatan mungkin belum tahu kalau ada biaya asuransi lain selain biaya premi! Apa saja? Yuk, cari tahu selengkapnya di sini!

 

Summary

  • Asuransi memiliki peran penting yang patut diutamakan setelah memenuhi pos dana darurat untuk melindungi arus keuangan agar tidak berantakan.
  • Selain premi, ada beberapa biaya-biaya asuransi lainnya yang harus dibayarkan ketika, setelah, atau sedang dalam kontrak dengan perusahaan asuransi.
  • Cara membayar premi dan biaya lainnya bisa melalui transfer bank manual, autodebet rekening atau kredit, virtual account, open payment, kasir minimarket, dan lain-lain.

 

Kenapa Saya Harus Punya Asuransi?

Kamu mungkin sudah tahu kalau dalam piramida perencana keuangan, asuransi berada di lapisan bawah, dalam kategori keamanan keuangan, bagian manajemen risiko.

Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual Finansialku

Piramida Finansialku. Sumber: Finansialku.com

 

Dari situ, kita sudah bisa menilai bahwa asuransi sebenarnya memiliki peran yang penting dan patut diutamakan setelah kita memenuhi pos dana darurat.

Asuransi penting dimiliki, untuk melindungi arus keuangan kita ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan tidak bisa diprediksi kedatangannya, dalam hal ini adalah sakit dan kematian.

Baik asuransi kesehatan dan asuransi jiwa berperan untuk melindungi arus keuangan kita yang sudah dibangun susah payah agar tidak berantakan, atau malah mengalami kebangkrutan.

Ada beberapa manfaat dari asuransi kesehatan untuk para pemiliknya, di antaranya adalah:

 

#1 Melindungi dari Musibah

Bencana alam, memang adalah sebuah musibah yang tidak bisa kita hindari kedatangannya, karena itu di luar kuasa manusia.

Tapi, ada beberapa musibah yang bisa kita kurangi risikonya, salah satunya adalah kerugian akibat sakit.

Asuransi kesehatan, mampu melindungi keuangan kita, dan memberikan kita waktu untuk fokus pada pemulihan, bukan pada bagaimana kita mendapatkan uang yang hilang selama perawatan.

 

#2 Membantu Mengelola Keuangan

Memiliki asuransi membantu kita untuk membuat kebiasaan baru, yaitu mengatur keuangan dengan secara disiplin.

Kadang, kita terlalu dibuat nyaman dengan gaji yang sudah mencukupi, tanpa ada sepeser pun tanggung jawab yang harus dibayarkan.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, kita jadi lebih mawas diri dan bijak dalam menyikapi uang kita, mengingat adanya tanggung jawab yang harus kita penuhi setiap bulannya.

 

#3 Meminimalkan Kerugian

Manfaat selanjutnya jika memiliki asuransi adalah ada rasa tenang yang bisa kamu rasakan ketika menjalani aktivitas sehari-hari.

Pasalnya, kamu sudah mendapatkan perlindungan dari asuransi sebagai jaminan ketika kamu sakit. 

Jadi, alih-alih khawatir akan hal yang nggak bisa diprediksi, kamu bisa fokus untuk memperkaya dirimu, baik secara material ataupun ilmu.

 

Biaya Asuransi

Ketika membeli asuransi, yang pertama kali akan jadi perhatian utamamu tentu biaya asuransi.

Biaya asuransi, secara umum bisa kita pahami sebagai biaya-biaya yang harus kita bayar saat membeli asuransi.

Biaya asuransi yang paling umum adalah biaya premi, atau biaya yang memang dibebankan secara terus menerus kepada tertanggung dalam kurun waktu yang sudah disetujui.

Tapi, ternyata ada beberapa biaya-biaya asuransi lainnya yang harus dibayarkan ketika, setelah, atau sedang dalam kontrak dengan perusahaan asuransi, lho! Apa saja? Ini di antaranya!

 

#1 Biaya Polis

Biaya asuransi yang pertama adalah biaya polis, adalah biaya yang harus dibayarkan untuk aktivitas pencetakan, penjilidan, pengemasan, dan pengiriman polis, hingga meterai polis.

Besarannya bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu tergantung kebijakan dari perusahaan asuransi kamu beli.

Tidak perlu khawatir, biaya polis ini hanya dibayarkan satu kali saja, saat awal penerbitan polis.

[Baca Juga: Gawat! Bagaimana Jika Polis Asuransi Hilang? Apa yang Harus Saya Lakukan?]

 

#2 Biaya akuisisi

Bisa juga disebut dengan biaya operasional atau biaya awal yang dibayarkan untuk pembayaran komisi agen, besarannya berbeda-beda. 

Umumnya, biaya ini dibebankan selama 3 hingga 5 tahun sesuai dengan komisi yang diberikan kepada agen.

Besarannya tidak tentu, disesuaikan dengan persentase tertentu dari premi dasar unitlink.

Tidak perlu khawatir, meski dibebankan kepada tertanggung dalam waktu yang cukup lama, besarannya akan mengalami penurunan setiap tahun.

 

#3 Biaya Pemeliharaan

Tidak semua polis punya biaya pemeliharaan, biasanya, hanya dikenakan pada jenis asuransi dwiguna atau premi tunggal.

Besarannya cenderung kecil, sekira 0,5% per tahun dari nilai polis yang terbentuk, dan hanya dibebankan pada tahun pertama saja.

 

#4 Biaya Asuransi Tambahan

Biaya asuransi tambahan ini dikenakan jika polis memiliki asuransi tambahan (rider). 

Biaya ini tidak wajib dibayar, hanya saja akan dibebankan kepada pemilik polis yang ingin mendapatkan tambahan manfaat seperti rider.

 

#5 Biaya Pengelolaan Investasi

Biaya ini biasanya dibebankan untuk asuransi jenis unit link yang di dalam produknya termasuk investasi.

Biaya pengelolaan investasi ini juga biasanya disebut dengan istilah management fee, yang biasanya dibebankan kepada pemilik asuransi unitlink.

Dalam prakteknya, perusahaan asuransi akan bekerja sama dengan sama dengan bank kustodian untuk mengelola dan menyimpan dana investasi pemilik polis.

Besaran biaya pengelolaan investasi sendiri besarannya mulai dari 1-5% per tahun dari dana kelolaan.

 

#6 Biaya Pengalihan Dana

Biaya pengalihan dana hanya dibebankan kepada pemegang polis asuransi unit link yang ingin memindahkan penempatan dana investasi.

Dalam praktiknya, pemilik polis diizinkan untuk memindahkan sebagian atau seluruh dana investasi miliknya ke media lain.

Dalam proses pemindahan tersebut, perusahaan asuransi nantinya akan membebankan biaya pengalihan dana yang besarannya sekira Rp 10 ribu – Rp 50 ribu per transaksi.

[Baca Juga: Beli Asuransi di Bank Tapi Nggak Sesuai Harapan, Kenapa?]

 

#7 Biaya Penarikan Dana

Biaya penarikan dana adalah biaya yang dikenakan jika terjadi penarikan dana, besarnya sekira 1-5% dari dana yang ditarik.

Biaya penarikan ini dibebankan kepada pemilik polis dengan tujuan agar pemilik polis nggak seenaknya mengambil uang premi yang sudah disetorkan.

Tidak sedikit perusahaan asuransi jiwa yang membebankan biaya ini sepanjang masa berlaku polis, tapi tidak sedikit pula perusahaan yang membebankan biaya ini untuk beberapa tahun pertama saja.

 

#8 Biaya Pembatalan Polis

Sesuai namanya, biaya pembatalan polis adalah biaya yang dikenakan kepada pemegang polis yang ingin membatalkan polisnya dalam kurun waktu tertentu.

Biaya ini juga familiar dengan sebutan free look atau cooling off, dengan besaran yang cukup besar dibandingkan biaya-biaya lainnya, mencapai ratusan ribu rupiah.

Selain dibebankan oleh biaya ini, ketika membatalkan polis, maka kamu sebagai pemilik polis juga akan mendapatkan pengembalian premi yang sudah dibayarkan.

 

#9 Biaya Redemption/Surrender

Terakhir adalah biaya redemption, yang bisa dipahami sebagai biaya yang sama dengan biaya pembatalan polis.

Semakin awal membatalkan atau menutup polis, semakin besar biaya yang harus dibayarkan.

 

Berapa Biaya Asuransi yang Tepat Untuk Saya?

Adapun, cara membayar biaya asuransi biasanya bermacam-macam, seperti melalui transfer bank manual, autodebet rekening atau kredit, virtual account, open payment, kasir minimarket, dan lain-lain.

Setelah kamu mendapatkan rincian biaya-biaya asuransi yang dibebankan perusahaan, kamu tentu mulai berpikir, kira-kira berapa jumlah biaya asuransi yang sesuai dengan kondisi keuangan saya saat ini?

Kamu bisa melakukan perhitungan yang merinci lewat fitur kalkulator perhitungan asuransi penyakit kritis di bawah ini.

Kalkulator Dana Asuransi Sakit Kritis

 

Jika kamu masih bingung dan belum yakin dalam memutuskan jumlah UP atau uang pertanggungannya, kamu bisa menghubungi perencana keuangan bersertifikasi (CFP) untuk mendiskusikannya secara empat mata di lewat aplikasi Finansialku atau booking jadwalnya lewat WhatsApp.

Banner Konsultasi WA

 

Apakah kamu sudah punya asuransi kesehatan? Kalau sudah, kamu tentu punya tips yang bisa diberikan kepada Sobat Finansialku lainnya lewat kolom komentar. Kami tunggu, ya!

Editor: Ratna SH

Sumber Referensi:

  • Admin. 31 Januari 2022. Pengertian Biaya Asuransi dan Penjelasan Tiap Jenis-Jenisnya. Lifepal.co.id – https://bit.ly/3uREBz5