Masih dihantui Defisit, hingga per April 2019 yang mencapai Rp3,7 triliun. Apa penyebab defisit BPJS Kesehatan yang tak kunjung tuntas?

Kali ini Finansialku akan membahas berita mengenai defisit BJPS Kesehatan. Mari simak penjelasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Penyebab Defisit BPJS Kesehatan

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencatat setelah terjadinya defisit sebesar Rp9,1 triliun pada 2018 lalu, kini BPKP mendapati hal serupa.

Hingga 30 April 2019, BPKP memprediksi defisit BPJS Kesehatan mencapai Rp3,7 triliun. Kepala BPKP Ardan Adiperdana mengatakan ada tiga aspek yang menyebabkan defisit ini sulit diatasi meski berbagai kebijakan sudah dilakukan.

Jangan Pernah Lupa Akan 4 Hal Penting BPJS Kesehatan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Mudah Bayar BPJS Kesehatan Online, Gak Perlu Repot!]

 

Pertama, dikarenakan sistem kepesertaan, manajemen iuran, dan piutang. Dengan jumlah peserta yang mencapai 208,05 juta orang, sistem kepesertaan dan manajemen iuran harus terus diperbaiki. Ardan mengatakan:

“Hal ini terlihat dari sebanyak 27,44 juta data peserta bermasalah, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak 16 digit, NIK berisi karakter alfanumerik lain seperti (^,?, dan +), NIK ganda.”

Selain itu ia menyebutkan tidak tercantumnya fasilitas kesehatan, serta sebagian peserta yang telah meninggal belum mendapatkan pembaharuan.

Adapun, sebagian peserta ini yang berasal dari Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau pekerja informal dan Bukan Pekerja.

Maka dari itu BPKP menghimbau agar BPJS Kesehatan melakukan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi kepesertaan, serta kolektibilitas iuran pada peserta yang menunggak.

Kedua, sistem pelayanan dan biaya operasional. Ardan mengatakan ada tiga permasalahan di sini, yaitu peserta non aktif menerima pelayanan. Selain itu masih adanya bentuk kecurangan (fraud) dalam program JKN.

Selain itu biaya operasional yang dikenakan pun cukup besar. BPKP meminta agar BPJS Kesehatan membersihkan data peserta yang tidak aktif dan mengembangkan keterhubungan sistem kepesertaan, iuran dan layanan.

Ketiga, strategic purchasing. Pada aspek ini terdapat beberapa permasalahan seperti pembayaran kapitasi tidak sesuai, dan rujukan tidak sesuai kebutuhan.

 

Perkiraan Defisit Dana Jaminan Sosial Kesehatan Per 30 April 2019

Uraian

Jumlah (Rp)

Keterangan

Defisit Dana Jaminan Sosial Kesehatan Per 31 Desember 2019

-9,1 triliun

Hasil Review BPKP

Penerimaan Pembayaran PBI Januari-Oktober 2019

21,4 triliun

Percepatan Pencairan Dana PBI sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 10/2018

Perkiraan Penerimaan Iuran Non PBI sampai bulan April (@ Rp4 triliun per bulan)

16 triliun

Estimasi, Sumber BPJS Kesehatan

Perkiraan Pembayaran Jaminan Kesehatan sampai bulan April (@ Rp8 triliun per bulan)

-32 triliun

Estimasi, Sumber BPJS Kesehatan

Total Defisit

3,7 triliun

 

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, BPJS Kesehatan mampu menjalankan rekomendasi penyelesaian defisit dari BPKP.

Untuk itu, ia meminta BPJS Kesehatan bisa membuat tahapan dan langkah-langkah nyata untuk menyelesaikan defisit tersebut.

Tak hanya itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta semua pihak terkait untuk berperan aktif terhadap penyelesaian defisit seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Pemerintah daerah (Pemda).

Karena selama ini jika terjadi defisit anggaran, Kemenkeu seolah menjadi institusi yang harus membayar defisit tersebut.

Padahal, dengan adanya kerjasama antar institusi terkait diyakini mampu menyelesaikan defisit yang selama ini terjadi. Sri Mulyani mengatakan:

“Sekarang ini kan mudahnya datang ke Kementrian Keuangan. Tetapi para pihak lain tidak ikut berpartisipasi. Kami keberatan jadi pembayar pertama. Kami akan menjadi pembayar terakhir kalau semua upaya sudah dilakukan.”

 

Jangan sampai kondisi keuangan Anda mengalami defisit ya! Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, agar keuangan Anda dapat terjaga dan tujuan keuangan Anda dapat tercapai sesuai rencana.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca berita di atas? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Vendy Y. Susanto. Defisit Masih Menghantui BPS Kesehatan. Tabloid Kontan

 

Sumber Gambar:

  • BPJS Kesehatan – http://bit.ly/2WtOQsG