Lembaga riset Center of Reform in Economics (Core) memprediksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 bisa tembus di atas 5 persen.

Kali ini Finansialku akan membahas berita mengenai pertumbuhan ekonomi di Kuartal-I. Agar lebih jelas mari simak penjelasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Ekonomi Kuartal-I 2019

Pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal-I 2019 diperkirakan akan lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini diprediksi salah satunya efek dari pesta demokrasi yang telah berlangsung pada bulan April. Dengan begitu akan mendorong perbaikan komponen penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB).

ADB Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 5,2% Tahun Ini 02 Pertumbuhan Ekonomi - Finansialku

[Baca Juga: Menelusuri Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro di Indonesia]

 

Rata-rata berdasarkan hasil konsensus ekonom, pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan mencapai 5,2% year on year (yoy).

Badan Pusat Statistik akan mengeluarkan tiga data ekonomi penting Senin kemarin (6/5/2019), yaitu pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2019, indeks tendensi bisnis dan konsumen dan keadaan ketenagakerjaan.

Sebagai pembanding, pertumbuhan ekonomi kuartal-I 2018 hanya mencapai 5,06% yoy, sedangkan pada kuartal IV-2018 lalu 5,18% yoy.

Pemilihan umum serentak yang telah dilakukan bulan lalu ini setidaknya mendorong perbaikan pada tiga komponen penyumbang Produk Domestik Bruto.

Seperti yang pertama, konsumsi rumah tangga. kedua, belanja pemerintah. Ketiga, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT).

Berdasarkan Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, bahwa perbaikan konsumsi rumah tangga ini tercermin dari rata-rata penjualan ritel kuartal-I 2019 yang naik 8,1% yoy.

Hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 4,3% yoy. Selain itu, tingkat inflasi rendah serta ditambah belanja sosial pemerintah, yang turut mengungkit konsumsi masyarakat. Mikail mengatakan:

“Kami melihat, belanja sosial pemerintah yang naik 106% yoy cukup efektif mendorong konsumsi domestik di kuartal pertama. Kami perkirakan konsumsi domestik tumbuh 5,08% yoy.”

 

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2019 (yoy)

InstitusiPertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2019
Indef5,005% *)
CIMB Niaga5,05%
CORE Indonesia5,075% *)
Bank Mandiri5,12%
Bank Permata5,13%
Samuel Aset Manajemen5,16% *)
UoB5,185% *)
Samuel Sekuritas5,20%
BCA5,20%
LPEM Univesitas Indonesia5,20%
BTN5,20%
Bank Danamon5,20%
Maybank Indonesia5,20%
Asian Development Bank Institute5,22%
Standard Chartered Bank5,23%
ING Bank5,30%
Median5,20%

Keterangan: *) titik tengah

 

Realisasi belanja pemerintah secara keseluruhan periode Januari-Maret pun telah tumbuh sebesar 7,9% yoy. Periode yang sama tahun lalu hanya tumbuh 4,75% yoy.

Sementara Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Samuel melihat, aktivitas kampanye dan persiapan pemilihan umum 2019 juga turut berkontribusi.

Mulai dari aktivitas logistik, konsumsi makanan dan minuman, hingga aktivitas terkait transportasi. Jika sesuai proyeksi, maka pertumbuhan ekonomi kuartal-I tahun ini akan menjadi yang terbaik di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Manufaktur Melemah

Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) alias investasi kuartal I-2019 hanya naik sekitar 5,83%.

Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal I 2018 sebesar 7,94% yoy. Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan bahwa:

“Karena pemerintah menggeser prioritas utamanya pada APBN 2019 dari proyek infrastruktur, untuk pengeluaran sosial tahun ini.”

 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah memperkirakan dari sisi ekspor bakal membaik. Menurutnya perbaikan terjadi karena perlambatan pada kinerja impor.

Namun hal ini dinilai tidak cukup signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih cukup pesimis dengan pertumbuhan ekonomi awal tahun ini.

Hal ini disebabkan, sektor manufaktur yang menjadi salah satu penyumbang terbesar PDB menunjukan perlambatan.

Saat terjadi perlambatan pada sektor manufaktur, pendapatan penduduk bisa terhambat dan akhirnya menunda konsumsi. Maka dari itu laba emiten consumer good tidak terlalu besar.

Kendati demikian, konsumsi rumah tangga bisa jadi tertunda, dalam arti di kuartal II-2019 ada lebaran dan tahun ajaran baru, jadi bisa belanja di kuartal II-2019.

Bagaimana dengan kondisi ekonomi Anda? Apakah Anda sudah merencanakan keuangan Anda dengan baik?

Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, agar kondisi keuangan Anda tetap terjaga dan dapat mencapai tujuan keuangan Anda dengan tepat.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca berita di atas? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Grace Olivia S, Benedicta Alvinta P, Adinda Ade M. Ekonomi Kuartal Pertama 2019 Bisa Tumbuh 5,2%. Tabloid Kontan

 

Sumber Gambar:

  • Ekonomi – http://bit.ly/2VjHzvD