Sewakan rumah

Semua hal yang perlu Anda ketahui sebelum menyewakan rumah

frequently asked questions

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menyewakan rumah, antara lain:

  • Memastikan rumah yang akan disewakan dalam keadaan baik dan layak untuk disewakan.
  • Perhatikan klausul perjanjian penyewaan yang akan dibaca dan ditandatangani oleh pihak penyewa.
  • Menentukan kriteria dari calon penyewa dan menanyakan identitas penyewa dengan jelas agar untuk menghindari menyewakan rumah kepada pihak yang tidak bertanggung jawab atau pelaku kriminal.
  • Menentukan harga sewa dan mempertimbangkan kisaran harga penawaran dari penyewa.
  • Menginformasikan kepada tetangga & kenalan (dari mulut ke mulut).
  • Membuat plang atau tanda yang mudah terlihat dengan tulisan “DISEWAKAN” berikut dengan nomor kontak yang dapat dihubungi, kemudian diletakkan di depan rumah.
  • Mengiklankan di media sosial, broadcast pesan singkat dan melalui platform penjualan secara online.
  • Perbandingan dengan properti serupa di area kisaran rumah yang akan disewakan.
  • Fasilitas rumah sewa yang disertakan seperti AC, water heater, lemari dan sebagainya.
  • Keamanan dan kondisi sekitar rumah, pakah aman dari pencurian, aman dari banjir dan lain sebagainya.
  • Pertimbangan tentang jarak dengan fasilitas publik seperti rumah sakit, jalan tol, mall, pasar, mini market dan akses alat transportasi yang mudah dijangkau.
  • Seyogyannya agar menghindari konflik atau masalah di kemudian hari, mengikutsertakan notaris sebagai profesional dalam menangani perjanjian sewa menyewa rumah sangat disarankan agar perjanjian sewa menyewa yang dibuat bersifat legal di mata pemerintah.

  • 2 pajak yang wajib dibayarkan pihak yang menyewakan rumah, antara lain:

    • Pajak PPh Final sebesar 10% dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan/atau bangunan sesuai dengan UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan pasal 4 Ayat (2) Huruf d.
    • Pajak PBB,  UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di dalam Pasal 77 Ayat (1).
  • 1. Klausul hak dan kewajiban dari pemilik rumah dan penyewa rumah.

    2. Klausul Jangka waktu penyewaan.

    3. Klausul harga sewa.

Dengan menyewakan rumah, pemilik rumah akan mendapatkan penghasilan bulanan  berupa cashflow dari penyewaan rumah.

Risiko paling fatal dari menyewakan rumah yang akan dialami oleh pemilik rumah apabila penyewa mengalami gagal bayar dan menunggak biaya sewa, bahkan kabur atau meninggalkan rumah tanpa membayar biaya sewa.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Seputar Rumah Terbaru

Berbagi cara membeli rumah dan melunasi cicilan rumah

mockup audiobook asuransi kesehatan

Audiobook Asuransi Kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

© Finansialku.com 2020

sewakan rumah

Semua hal yang perlu Anda ketahui sebelum menyewakan rumah

frequently asked questions

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menyewakan rumah, antara lain:

  • Memastikan rumah yang akan disewakan dalam keadaan baik dan layak untuk disewakan.
  • Perhatikan klausul perjanjian penyewaan yang akan dibaca dan ditandatangani oleh pihak penyewa.
  • Menentukan kriteria dari calon penyewa dan menanyakan identitas penyewa dengan jelas agar untuk menghindari menyewakan rumah kepada pihak yang tidak bertanggung jawab atau pelaku kriminal.
  • Menentukan harga sewa dan mempertimbangkan kisaran harga penawaran dari penyewa.
  • Menginformasikan kepada tetangga & kenalan (dari mulut ke mulut).
  • Membuat plang atau tanda yang mudah terlihat dengan tulisan “DISEWAKAN” berikut dengan nomor kontak yang dapat dihubungi, kemudian diletakkan di depan rumah.
  • Mengiklankan di media sosial, broadcast pesan singkat dan melalui platform penjualan secara online.
  • Perbandingan dengan properti serupa di area kisaran rumah yang akan disewakan.
  • Fasilitas rumah sewa yang disertakan seperti AC, water heater, lemari dan sebagainya.
  • Keamanan dan kondisi sekitar rumah, pakah aman dari pencurian, aman dari banjir dan lain sebagainya.
  • Pertimbangan tentang jarak dengan fasilitas publik seperti rumah sakit, jalan tol, mall, pasar, mini market dan akses alat transportasi yang mudah dijangkau.
  • Seyogyannya agar menghindari konflik atau masalah di kemudian hari, mengikutsertakan notaris sebagai profesional dalam menangani perjanjian sewa menyewa rumah sangat disarankan agar perjanjian sewa menyewa yang dibuat bersifat legal di mata pemerintah.

  • 2 pajak yang wajib dibayarkan pihak yang menyewakan rumah, antara lain:

    • Pajak PPh Final sebesar 10% dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan/atau bangunan sesuai dengan UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan pasal 4 Ayat (2) Huruf d.
    • Pajak PBB,  UU No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di dalam Pasal 77 Ayat (1).
  • 1. Klausul hak dan kewajiban dari pemilik rumah dan penyewa rumah.

    2. Klausul Jangka waktu penyewaan.

    3. Klausul harga sewa.

Dengan menyewakan rumah, pemilik rumah akan mendapatkan penghasilan bulanan  berupa cashflow dari penyewaan rumah.

Risiko paling fatal dari menyewakan rumah yang akan dialami oleh pemilik rumah apabila penyewa mengalami gagal bayar dan menunggak biaya sewa, bahkan kabur atau meninggalkan rumah tanpa membayar biaya sewa.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Seputar Rumah Terbaru

Berbagi cara membeli rumah dan melunasi cicilan rumah

Audiobook Asuransi Kesehatan Finansialku

mockup audiobook asuransi kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

Mau Konsultasi Seputar Menyewakan Rumah?

Tanyakan langsung pada perencana keuangan di Aplikasi Finansialku

© Finansialku.com 2020