Value Investing

Teknik investasi yang memperhatikan analisis Fundamental dalam pasar modal.

frequently asked questions

Value investing adalah sebuah teknik dalam investasi yang berdasarkan analisis fundamental dalam pasar modal.

Pada dasarnya, praktik value investing dilakukan dengan cara menganalisis rasio pada fundamental perusahaan, harga wajar (Intrinsic Value) saham dan Margin of Safety (MoS) untuk mencari saham yang tergolong ‘murah’ (Undervalued).

Umumnya, rasio yang paling sering digunakan dalam value investing adalah Price to Book Value (PBV) dan Price to Earning Ratio (PER).

  • Price to Book Value (PBV) adalah perbandingan harga saham dengan nilai bukunya (aset perusahaan). PBV yang terbilang murah adalah PBV dengan nilai < 1.
  • Price to Earning Ratio (PER) adalah perbandingan harga saham dengan pendapatan per lembar saham. PER bisa digunakan sebagai pembanding harga saham di suatu sektor. Misalnya, jika akan membandingkan PER antara bank BRI dan bank BCA, maka nilai PER yang lebih kecil artinya memiliki harga saham yang lebih murah.

Beberapa keuntungan dari Value Investing, antara lain:

  • Value Investing dapat digunakan oleh semua kalangan, baik yang sudah kaya maupun bagi yang sedang membangun kekayaan dengan modal investasi yang terbatas sekalipun.
  • Value investing dapat memaksimalkan ‘the power of compounding’ atau melipatkangandakan bunga majemuk melalui pertumbuhan harga saham yang eksponensial serta dividen yang diterima.
  • Value investing sudah teruji waktu dimana teknik ini telah digunakan oleh para investor ternama selama puluhan tahun, salah satunya Warren Buffett.
  • Value investing cenderung memiliki risiko lebih rendah dan menghindarkan investor dari fluktuasi pasar asalahkan dilakukan dalam jangka panjang.

Value Investing menilik pada perusahaan yang undervalued namun memiliki potensi untuk berkembang sendangkan Growth Investing menilik pada perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan.

Margin of Safety (MoS) adalah menitikberatkan pada selisih dari harga saham dengan harga wajarnya (intrinsik). Semakin tinggi Margin of Safety maka semakin rendah risiko investor berinvestasi di saham tersebut

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Saham Terbaru

Berbagi cara memaksimalkan investasi saham yang menguntungkan

Kumpulan Webinar Saham audiobook

Webinar Saham

Membahas secara detail cara berinvestasi saham dengan metode value investing. Daftar sekarang juga.

Artikel

© Finansialku.com 2020

Value Investing

Teknik investasi yang berbasis analisis fundamental dalam pasar modal.

frequently asked questions

Value investing adalah sebuah teknik dalam investasi yang berdasarkan analisis fundamental dalam pasar modal.

Pada dasarnya, praktik value investing dilakukan dengan cara menganalisis rasio pada fundamental perusahaan, harga wajar (Intrinsic Value) saham dan Margin of Safety (MoS) untuk mencari saham yang tergolong ‘murah’ (Undervalued).

Umumnya, rasio yang paling sering digunakan dalam value investing adalah Price to Book Value (PBV) dan Price to Earning Ratio (PER).

  • Price to Book Value (PBV) adalah perbandingan harga saham dengan nilai bukunya (aset perusahaan). PBV yang terbilang murah adalah PBV dengan nilai < 1.
  • Price to Earning Ratio (PER) adalah perbandingan harga saham dengan pendapatan per lembar saham. PER bisa digunakan sebagai pembanding harga saham di suatu sektor. Misalnya, jika akan membandingkan PER antara bank BRI dan bank BCA, maka nilai PER yang lebih kecil artinya memiliki harga saham yang lebih murah.

Beberapa keuntungan dari Value Investing, antara lain:

  • Value Investing dapat digunakan oleh semua kalangan, baik yang sudah kaya maupun bagi yang sedang membangun kekayaan dengan modal investasi yang terbatas sekalipun.
  • Value investing dapat memaksimalkan ‘the power of compounding’ atau melipatkangandakan bunga majemuk melalui pertumbuhan harga saham yang eksponensial serta dividen yang diterima.
  • Value investing sudah teruji waktu dimana teknik ini telah digunakan oleh para investor ternama selama puluhan tahun, salah satunya Warren Buffett.
  • Value investing cenderung memiliki risiko lebih rendah dan menghindarkan investor dari fluktuasi pasar asalahkan dilakukan dalam jangka panjang.

Value Investing menilik pada perusahaan yang undervalued namun memiliki potensi untuk berkembang sendangkan Growth Investing menilik pada perusahaan yang sedang mengalami pertumbuhan.

Margin of Safety (MoS) adalah menitikberatkan pada selisih dari harga saham dengan harga wajarnya (intrinsik). Semakin tinggi Margin of Safety maka semakin rendah risiko investor berinvestasi di saham tersebut

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Saham Terbaru

Berbagi cara memaksimalkan investasi reksa dana yang menguntungkan

Webinar Saham

Kumpulan Webinar Saham audiobook

Membahas secara detail cara berinvestasi saham dengan metode value investing. Daftar sekarang juga.

Artikel

Ada pertanyaan seputar value investing?

Tanyakan langsung pada perencana keuangan di Aplikasi Finansialku

© Finansialku.com 2020