Waralaba

Peluang usaha dengan menjual jasa atau produk yang sudah ditetapkan merk, sistem, serta prosedur yang sudah ada

frequently asked questions

Waralaba yaitu ikatan hukum dan komersial yang dibuat antara individu atau kelompok atau pelaku binsis waralaba yang ingin menggunakan merek dagang atau nama dagang dengan pemilik merek dagang, nama dagang, merek layanan atau simbol iklan atau pemilik perusahaan atau franchisor.

Beberapa tahapan untuk memulai bisnis Waralaba:

  • Sesuaikan dengan minat
  • Lakukan pengecekan pada franchise yang ingin dibeli
  • Pilih aplikasi kasir yang tepat
  • Kenali segmen pasarnya
  • Siapkan modal yang cukup
  • Tentukan lokasi yang strategis untuk usaha Anda
  • Manfaatkan sosial media

Beberapa jenis bisnis yang bisa masuk dalam lingkup waralaba, diantaranya:

Beberapa jenis bisnis yang bisa masuk dalam lingkup waralaba, diantaranya:

Beberapa ciri waralaba terpercaya diantaranya:

  • Waralaba terpercaya pasti memiliki web Pastikan web tersebut update sekurang-kurangnya seminggu sekali.
  • Waralaba terpercaya memiliki alamat yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Usahakan memilih waralaba yang memiliki kantor tersendiri.
  • Waralaba terpercaya memiliki sistem yang jelas, mulai dari alur pendaftaran, commitment fee, sampai cabang waralaba berdiri.
  • Waralaba terpercaya memiliki SOP yang pasti dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Waralaba terpercaya selalu melakukan training kepada calon franchisee.
  • Waralaba terpercaya biasanya melakukan survey lokasi tempat calon franchisee ingin membuka usahanya.
  • Waralaba terpercaya mempunyai software khusus yang digunakan franchisee untuk mengelola bisnisnya dan untuk mengirim laporan keuangan setiap bulan.
  • Waralaba terpercaya biasanya transparan terhadap berbagai informasi yang dibutuhkan franchisee.
  • Waralaba terpercaya biasanya memiliki banyak testimony dari pelanggan maupun franchisee-nya.

Beberapa keuntungan yang didapatkan dari menjalankan bisnis waralaba, antara lain:

  • Manajemen bisnis telah terbangun
  • Merek atau brand sudah dikenal masyarakat
  • Kerja sama yang telah terbangun sejak awal
  • Peluang sukses yang lebih cepat
  • Manajemen finansial lebih mudah

Beberapa kelemahan dari bisnis waralaba, diantaranya:

  • Kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri. Hal tersebut dikarenakan semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba akan sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreativitas pun terkadang tidak dapat diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus.
  • Meskipun bisnis waralaba memiliki pasar yang matang, para pembeli waralaba biasanya terjebak dalam tren pasar. Perilaku konsumen yang berubah-ubah terhadap tren mampu memengaruhi kondisi bisnis waralaba. Misalnya, franchise Thai Tea yang sudah mulai tergerus trennya dan digantikan dengan minuman campuran Yakult dan juga susu gula aren.
  • Ketergantungan pada reputasi waralaba lainnya. Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal tersebut juga akan memengaruhi waralaba yang sedang Anda kelola.
  • Membutuhkan modal yang lebih banyak. Pihak pewaralaba akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba. Kemudian ada juga biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli waralaba.
  • Adanya pemotongan keuntungan. Pembeli waralaba memiliki kewajiban untuk membayar royalti dari sejumlah keuntungan yang didapatkan. Jika keuntungan yang didapatkan sedikit, berarti keuntungan tersebut akan dipotong untuk menutupi biaya tersebut.

Beberapa kepastian hukum yang mengatur tentang bisnis Waralaba, diantaranya:

  • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 259/MPP/KEP/7/1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba
  • Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
  • Undang-undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten
  • Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek
  • Dan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang

Hubungan kerjasama usaha Waralaba di antara kedua belah pihak, yaitu antara (Franchisor & Franchisee) akan disahkan ke dalam sebuah ikatan perjanjian atau kesepakatan. Dalam proses kerja sama biasanya, pihak pemberi waralaba (Franchisor) dapat memberikan arahan maupun bimbingan tentang beberapa hal, yaitu:

  • Bagaimana secara teknis gambarang bisnis Waralaba tersebut.
  • Manajemen Waralaba.
  • Teknis dari segi penjualan serta pemasaran (marketing).

Produk-produk yang dijual kepada pihak penerima waralaba (Franchise).

Banyak bisnis waralaba yang dapat dimulai dengan varian modal yang harus disiapkan, dari belasan yang paling murah hingga ratusan juta.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Waralaba Terbaru

Berbagi cara memilih waralaba terbaik dan cocok untuk Anda miliki

mockup audiobook asuransi kesehatan

Audiobook Asuransi Kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

© Finansialku.com 2020

waralaba

Peluang usaha dengan menjual jasa atau produk yang sudah ditetapkan merk, sistem, serta prosedur yang sudah ada

frequently asked questions

Waralaba yaitu ikatan hukum dan komersial yang dibuat antara individu atau kelompok atau pelaku binsis waralaba yang ingin menggunakan merek dagang atau nama dagang dengan pemilik merek dagang, nama dagang, merek layanan atau simbol iklan atau pemilik perusahaan atau franchisor.

Beberapa tahapan untuk memulai bisnis Waralaba:

  • Sesuaikan dengan minat
  • Lakukan pengecekan pada franchise yang ingin dibeli
  • Pilih aplikasi kasir yang tepat
  • Kenali segmen pasarnya
  • Siapkan modal yang cukup
  • Tentukan lokasi yang strategis untuk usaha Anda
  • Manfaatkan sosial media

Beberapa jenis bisnis yang bisa masuk dalam lingkup waralaba, diantaranya:

Beberapa jenis bisnis yang bisa masuk dalam lingkup waralaba, diantaranya:

Beberapa ciri waralaba terpercaya diantaranya:

  • Waralaba terpercaya pasti memiliki web Pastikan web tersebut update sekurang-kurangnya seminggu sekali.
  • Waralaba terpercaya memiliki alamat yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Usahakan memilih waralaba yang memiliki kantor tersendiri.
  • Waralaba terpercaya memiliki sistem yang jelas, mulai dari alur pendaftaran, commitment fee, sampai cabang waralaba berdiri.
  • Waralaba terpercaya memiliki SOP yang pasti dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Waralaba terpercaya selalu melakukan training kepada calon franchisee.
  • Waralaba terpercaya biasanya melakukan survey lokasi tempat calon franchisee ingin membuka usahanya.
  • Waralaba terpercaya mempunyai software khusus yang digunakan franchisee untuk mengelola bisnisnya dan untuk mengirim laporan keuangan setiap bulan.
  • Waralaba terpercaya biasanya transparan terhadap berbagai informasi yang dibutuhkan franchisee.
  • Waralaba terpercaya biasanya memiliki banyak testimony dari pelanggan maupun franchisee-nya.

Beberapa keuntungan yang didapatkan dari menjalankan bisnis waralaba, antara lain:

  • Manajemen bisnis telah terbangun
  • Merek atau brand sudah dikenal masyarakat
  • Kerja sama yang telah terbangun sejak awal
  • Peluang sukses yang lebih cepat
  • Manajemen finansial lebih mudah

Beberapa kelemahan dari bisnis waralaba, diantaranya:

  • Kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri. Hal tersebut dikarenakan semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba akan sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreativitas pun terkadang tidak dapat diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus.
  • Meskipun bisnis waralaba memiliki pasar yang matang, para pembeli waralaba biasanya terjebak dalam tren pasar. Perilaku konsumen yang berubah-ubah terhadap tren mampu memengaruhi kondisi bisnis waralaba. Misalnya, franchise Thai Tea yang sudah mulai tergerus trennya dan digantikan dengan minuman campuran Yakult dan juga susu gula aren.
  • Ketergantungan pada reputasi waralaba lainnya. Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal tersebut juga akan memengaruhi waralaba yang sedang Anda kelola.
  • Membutuhkan modal yang lebih banyak. Pihak pewaralaba akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba. Kemudian ada juga biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli waralaba.
  • Adanya pemotongan keuntungan. Pembeli waralaba memiliki kewajiban untuk membayar royalti dari sejumlah keuntungan yang didapatkan. Jika keuntungan yang didapatkan sedikit, berarti keuntungan tersebut akan dipotong untuk menutupi biaya tersebut.

Beberapa kepastian hukum yang mengatur tentang bisnis Waralaba, diantaranya:

  • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 259/MPP/KEP/7/1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba
  • Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
  • Undang-undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten
  • Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek
  • Dan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang

Hubungan kerjasama usaha Waralaba di antara kedua belah pihak, yaitu antara (Franchisor & Franchisee) akan disahkan ke dalam sebuah ikatan perjanjian atau kesepakatan. Dalam proses kerja sama biasanya, pihak pemberi waralaba (Franchisor) dapat memberikan arahan maupun bimbingan tentang beberapa hal, yaitu:

  • Bagaimana secara teknis gambarang bisnis Waralaba tersebut.
  • Manajemen Waralaba.
  • Teknis dari segi penjualan serta pemasaran (marketing).

Produk-produk yang dijual kepada pihak penerima waralaba (Franchise).

Banyak bisnis waralaba yang dapat dimulai dengan varian modal yang harus disiapkan, dari belasan yang paling murah hingga ratusan juta.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Waralaba Terbaru

Berbagi cara memilih waralaba terbaik dan cocok untuk Anda miliki

Audiobook Asuransi Kesehatan Finansialku

mockup audiobook asuransi kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

Mau Konsultasi Seputar Waralaba?

Tanyakan langsung pada perencana keuangan di Aplikasi Finansialku

© Finansialku.com 2020