Kerja atau bisnis, mana yang lebih menguntungkan di saat usia muda? Pertanyaan yang pasti saya dapatkan saat mengisi acara di kampus atau workshop anak muda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Curhat Keuangan: Lulus Kuliah Enaknya Mulai Bisnis atau Jadi Karyawan?

Finansialku Talk Podcast juga dapat kamu dengarkan di:

Logo Spotify

Curhat keuangan, akses di Aplikasi Finansialku, menu Tanya Perencana Keuangan, kirim kode: PODCAST CURHAT.

Sebelum bahas lebih detil, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN.

Salah satu curhatan kali ini adalah membahas:

Saya mahasiswa dari kota Surabaya. Kak bagaimana menurut kakak, kalau nanti lulus kuliah saya menjadi pebisnis?

 

Jawabannya: Bisnis atau karyawan bukanlah sebuah status yang bisa dipamerkan. Ketika baru lulus kuliah, apakah kamu sudah tahu apa yang kamu mau? Apakah kamu tahu cara mencapai/mewujudkan kemauanmu? Sudah punya keahlian yang dibutuhkan?

Permasalahannya bukan pada boleh atau tidak boleh. Ada banyak keahlian yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang entrepreneur, seperti komunikasi, leadership, money management, time management dan lain sebagainya.

 

Dalam podcast kali ini saya akan bahas mengenai mindset yang penting sebelum kamu memilih menjadi pebisnis atau karyawan.

 

Saat Usia Muda Kerja atau Bisnis, Saran Saya Pilih …

Beberapa waktu lalu, saya pernah mengisi acara di sebuah universitas.

Saya bertanya: “Disini ada yang mau menjadi entrepreneur, setelah lulus kuliah?”

 

Ada sekitar 40 an – 50 an orang yang tunjuk tangan.

Pada saat itu saya berpikir:

  • Apakah orang-orang ini, tahu apa yang mereka inginkan?
  • Apakah orang-orang ini, tahu cara menuju yang mereka inginkan?

 

Menjadi seorang entrepreneur pemula bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak sekali tantangan yang akan dihadapi.

Saya sendiri mengalami banyak tantangan (baca: masalah), mulai dari mencari cofounder yang tepat, mendatangkan pengunjung ke website Finansialku.com, mengenalkan produk dan aplikasi Finansialku, mencari investor, membangun tim, rekrutmen, mengembangkan tim dan lain sebagainya.

 

Mahasiswa Teknik Sipil yang Mau Magang

Pada salah satu event Finansialku, ada mahasiswa yang bertanya mengenai cara menambah pemasukan, pada saat usia muda kerja atau bisnis?

Mahasiswa:“Pak, saya ingin menjadi pebisnis dan menambah pemasukan, enaknya kerja apa?”
Melvin Mumpuni:“Magang sesuai dengan jurusan kamu saja.”
Mahasiswa:Diam…, ekspresi ragu (jawabannya tidak sesuai dengan harapan).
Melvin Mumpuni:“Begini, kalau kamu mau bisnis, emangnya sudah tahu bisnis apa?”
Mahasiswa:“Belum Pak…”
Melvin Mumpuni:“Kamu kuliah di jurusan apa, mas?”
Mahasiswa:“Jurusan Teknik Sipil.”
Melvin Mumpuni:“Cari pekerjaan di kota ini, yang berhubungan dengan kuliahmu. Kerja disana, sebagai internship. Jangan itung-itungan dengan gaji, karena kamu perlunya pengalaman dan pembelajaran. Di kampus kamu banyak belajar teori dan praktek di lab. Di tempat magang kamu banyak belajar di kondisi lapangan. Tiba saatnya kamu sudah tahu teori dan praktik di lapangan, maka kamu tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadi developer bangunan.”
Mahasiswa:Tersenyum, karena ada bayangan apa yang harus dilakukan.

 

Bagaimana dengan Pengalaman Saya sebagai Seorang Lulusan Mahasiswa?

Karier pertama saya adalah bekerja di bank asing di kota Bandung. Pada saat kerja di bank, saya mempelajari banyak produk keuangan dan cara berkomunikasi.

 

Tepatnya bagaimana cara membangun trust ke calon pelanggan. Membangun relasi ke pelanggan.

 

Setelah itu saya bekerja di sebuah perusahaan manufaktur lokal di kota Bandung. Ditempat kedua ini saya lebih banyak belajar berkomunikasi dengan tim dan leadership, seperti:

  1. Belajar cara memberikan masukan tanpa menggurui.
  2. Menegur tanpa membuat orang tersinggung.
  3. Me-review kinerja orang, kemudian orang yang di-review menjadi lebih termotivasi.
  4. Belajar berpikir sistematis dan selalu memberikan solusi.
  5. Belajar mendengarkan dengan antusias (bukan mendengar untuk membalas).
  6. Belajar mengatakan “Saya Salah” ketika salah dan tidak mencari alasan atau pembenaran.
  7. Belajar caranya mengatur diri sendiri dan waktu.

 

Menurut saya, tidak ada salahnya seorang mahasiswa/i melamar pekerjaan. Seperti kata Robert T. Kiyosaki: Work to LEARN, not to EARN.

Ketika seseorang sudah belajar cukup banyak (baca: memiliki bekal yang cukup), maka uang akan datang.

Sebelum kamu memutuskan menjadi seorang pebisnis sebaiknya kuasai 3 hal berikut ini: komunikasi, leadership dan money management.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Komunikasi

Komunikasi adalah hal penting yang harus dikuasai oleh seorang entrepreneur.

Saya sendiri mengasah ilmu komunikasi untuk meyakinkan cofounder, komunikasi tertulis (baca: copywriting) untuk mendatangkan pengunjung ke website Finansialku.com, menambah jumlah subscriber YouTube, Instagram dan social media lainnya, mengenalkan produk dan aplikasi Finansialku, mencari investor, mengembangkan tim dan lain sebagainya.

 

Lebih dari 50% peran seorang entrepreneur dalam bisnisnya adalah komunikasi. Ilmu komunikasi ini termasuk soft skill yang hanya dapat dikuasai dengan berlatih.

 

Saya beruntung, dapat belajar ilmu komunikasi ini pada saat saya bekerja sebagai karyawan di dua pekerjaan saya sebelumnya.

 

Leadership

Kemampuan berikutnya adalah kepemimpinan. Menurut saya leadership juga bukanlah hal yang mudah. Berbicara mengenai leadership pasti ada banyak teori.

Saya sendiri menganut aliran: pertama Self-Leadership, artinya:

  • Kamu bisa memimpin dirimu sendiri.
  • Kamu bisa mengendalikan emosi.
  • Kamu bisa menggunakan waktu dengan disiplin.
  • Kamu setia dengan komitmenmu.
  • Kamu yakin dengan apa yang kamu mau.
  • Kamu tekun dan setia dalam setiap usahamu
  • dan lain sebagainya.

Setelah itum baru kamu Lead Other atau memimpin orang lain.

  • Mulai dari rekrutmen.
  • Pengembangan tim.
  • dan lain sebagainya.

 

Money Management

Seorang pebisnis harus tahu mengenai uang, tidak hanya mengurus uang pribadinya tetapi juga uang bisnisnya.

 

Apa pun pekerjaan kamu (termasuk mahasiswa/i), maka kamu perlu mulai belajar mengurus keuangan kamu mulai dari sekarang, mulai dari yang paling kecil. Kamu dapat menggunakan Aplikasi Finansialku, untuk membantu mengatur dan merencanakan keuangan.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Bagaimana dengan keuangan bisnis? Ya Anda juga perlu belajar bagaimana cara mengatur keuangan bisnis. Seorang pebisnis harus tahu apakah keuangan bisnisnya dalam kondisi sehat, sakit atau sekarat.

 

Seorang pebisnis harus tahu bagaimana cara membaca dan menganalisa laporan keuangan. Laporan keuangan yang saya maksud adalah: income statement, balance sheet, cash flow dan equity statement.

Jika saat ini kamu adalah seorang pebisnis dan tidak tahu bagaimana cara membaca laporan keuangan, maka kamu perlu belajar membaca laporan keuangan.

 

Seperti kata pepatah:

Kalau kamu tidak bisa mengukur, maka kamu tidak bisa tahu performa bisnis.

Kalau tidak bisa tahu performa bisnis, maka kamu tidak bisa lakukan perbaikan.

Kalau tidak bisa lakukan perbaikan, gimana bisnis bisa jadi maju?

 

Kesimpulan: Work to LEARN, not to EARN

Jadi pesan yang saya ingin sampaikan adalah saat usia muda kerja atau bisnis adalah pilihan yang sederhana. Jangan pilih berdasarkan gengsi atau biar tampak keren di mata orang lain.

 

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah meningkatkan pengalaman dan pengetahuan. Dalam bahasa Robert T. Kiyosaki, when you young work to learn not to earn.

What should be learned?

Setiap entrepreneur yang ingin sukses pasti jago dalam self-management, komunikasi, leadership dan money management.

 

Semoga obrolan kita di podcast kali ini dapat menambah sudut pandang baru untuk kamu. Dan akhir kata Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True.