Perbudakan modern adalah salah satu ancaman bagi para milenial. Perbudakan modern membuat korbannya KETAGIHAN dan tidak terasa diperbudak. Mereka tampak bahagia di luar, sayangnya hidupnya tidak lebih bahagia di dalam.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Mengapa Abis Lunas Utang yang Satu, Muncul Tagihan Berikutnya?

Finansialku Talk Podcast juga dapat kamu dengarkan di:

Logo Spotify

Curhat keuangan, akses di Aplikasi Finansialku, menu Tanya Perencana Keuangan, kirim kode: PODCAST CURHAT.

Sebelum bahas lebih detil, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN.

Salah satu curhatan kali ini adalah membahas:

Mas Melvin, perkenalkan saya XYZ dari Jakarta. Suwun Mas, sudah banyak share di Fintalk, saya jadi tahu curhat keuangan kemana.

Gini lho mas, saya ini seorang manager penjualan di salah satu perusahaan swasta. Meskipun gaji sudah kepala dua, tapi kok hidup tidak tenang.

Sebulan lalu saya melunasi seluruh utang kartu kredit, kemudian datang penawaran KTA. Herannya adalah tadinya saya tidak tertarik, lha wong kita tidak ada kebutuhan. Setelah saya diskusi dengan istri, munculah kebutuhan renovasi rumah. Akhirnya kita ambil KTA nya dan saya baru nyadar ternyata kok bayar tagihan lagi.

Kapan ya bisa lunas? Saya jadi khawatir, utang ini jadi kebiasaan, karena ga lama lagi anak mau masuk kuliah kan.

Mas Melvin, menerima konsultasi ga Mas? Lewat mana kalau mau konsultasi? Berapa fee-nya? Tolong dijawab ya Mas, suwun.

 

Jawaban Melvin Mumpuni CFP®., QWP®

Pak XYZ di Jakarta sebelumnya terima kasih sudah menghubungi saya melalui Aplikasi Finansialku dan pakai Hashtag #CurhatKeuangan.

 

Sebenarnya problem yang dihadapi Bapak XYZ, juga dihadapi banyak orang di Indonesia. Pola-pola pinjaman itu sama yaitu kebutuhan yang sifatnya impulsive. Saya yakin bapak tidak terpikir mau renovasi rumah kan, karena tidak tahu uang darimana?

Hasrat membeli barang secara impulsif itu ibarat orang yang sudah “ngebet”, hahahaha…

Supaya Tidak Belanja Impulsif 01 - Finansialku

 

Jadi gimana solusinya? Saya memiliki beberapa cara yang dapat Bapak (dan Sobat Finansialku) lakukan agar terhindar dari impulsive buying:

 

#1 Punya Rencana Keuangan, Ingat Tujuan Keuangan

Saya sering kali mengatakan bahwa:

“Impulsive buying itu distraction. Pengalihan dari tujuan keuangan kamu yang sebenarnya.”

 

Setiap kali kamu ingin beli barang yang mahal (sampai kamu harus utang untuk belinya), maka lihatlah daftar tujuan keuangan yang belum tercapai, misal siapin uang muka rumah, persiapan pernikahan, biaya sekolah anak dan lain sebagainya.

 

Belum punya rencana keuangan?

Kamu bisa menggunakan jasa perencana keuangan untuk membantu membuatkan kamu sebuah rencana keuangan. Silakan saja hubungi Finansialku melalui email Solusi@Finansialku.com atau DM Instagram @Finansialku_com.

 

Belum punya banyak uang untuk menggunakan jasa financial planner?

Kamu bisa gunakan aplikasi Finansialku, mulai buat sendiri rencana keuanganmu. Di situ ada menu rencana keuangan, kamu bisa kok lihat “tujuan keuangan” yang benar-benar kamu butuhkan.

Kalau belum punya Aplikasi Finansialku, bisa download di Google Play Store.

Dengan adanya rencana keuangan, maka kamu bisa FOKUS dengan tujuan-tujuan keuanganmu.

 

#2 Cari Cara Lain untuk REWARD YOURSELF

Impulsive buying juga bagian dari REWARD YOURSELF (menghadiahi diri sendiri).

 

Suatu ketika saya pernah merasa kegendutan dan mulai olahraga. Setelah lari setengah jam di atas treadmill, keringat mulai bercucuran. Saya melihat di display mesin dan tampak sudah 340 kkal terbakar.

Senang kan? Ya donk senang karena sudah banyak kalori yang terbakar.

Jadi saat itu saya berpikir saya perlu reward myself.

Lebih Hemat Mana Beli Alat Fitness Sendiri Atau Ikut Membership Gym 02 - Finansialku

 

Sehabis pulang gym, langsung cari makan lagi …

Gagal total donk usaha barusan.

 

Begitu juga dengan hal keuangan, seringkali kita salah memberikan reward ke diri sendiri. Seperti Bapak XYZ di Jakarta, sudah selesai bayar utang kemudian reward-nya dengan renovasi rumah.

 

Boleh si renovasi rumah, asalkan ada uangnya. Kalau belum ada uangnya, ya jangan nambah utang baru. Kalau nambah utang baru, kemarin fungsinya lunasin utang apa donk?

 

#3 Alihkan Cara Spending Kamu: Konsumtif ke Produktif

Cara ketiga adalah mengalihkan spending atau pengeluaran dengan membeli barang-barang yang produktif. Coba deh kamu buka rekening investasi saham. 

 

Kamu dapat mulai beli saham-saham perusahaan yang kamu kenal, misal:

  • Kamu pakai bank apa?
  • Kamu suka makanan fast food apa? Suka minum kopi apa?
  • Kamu suka rokoknya apa?
  • Kamu suka pakai shampoo, pasta gigi, sabun apa?
  • Kamu suka pakai provider internet apa?

 

Nah kebanyakan perusahaan itu, sudah ada di Bursa Efek Indonesia. Kalau kamu mau buka rekening investasi saham, bisa saja datang ke kantor perusahaan sekuritas.

 

Di Indonesia sudah ada banyak kok perusahaan sekuritas dan mereka memiliki aplikasi online.

Trading Saham Menurut Jesse Livermore Reading Market, Stock Behaviour Dan Analyzing Leading Sector 03 Trading Saham 2 - Finansialku

 

Kalau kamu mau tahu gimana caranya buka rekening investasi saham, sekarang buka Instagram, cari akun @Finansialku_com dan DM miminya. Tulis, min gimana cara buka rekening saham?

 

Ow ya saya mau jelaskan, beli saham dengan cara beli perusahaan yang kamu kenal bukan cara yang paling menguntungkan. Ada banyak cara lain untuk mengoptimalkan investasi saham, salah satunya dengan VALUE INVESTING.

 

Di edisi podcast edisi berikutnya, saya coba interview pakar value investing Indonesia untuk membahas saham.

 

Ow ya Pak XYZ untuk konsultasi dengan saya atau perencana keuangan di Finansialku, silakan email: Solusi@Finansialku.com atau buka Instagram @Finansialku_com dan DM miminya untuk janji konsultasi. Fee Rp500 ribu per 2 jam.

 

Oke saya lanjutkan saja bahas mengenai perbudakan modern ya…

 

Perbudakan Modern yang Menghantui Milenial

Menurut kamus Britanica, perbudakan atau slavery artinya: “condition in which one human being was owned by another.” Zaman dulu perbudakan artinya seseorang dirantai dan diperjual-belikan.

 

Bagaimana dengan perbudakan modern?

Menurut saya perbudakan modern juga sama konsepnya, kita tidak bebas menjadi manusia, karena diperbudak uang, diperbudak dengan kata orang lain dan diperbudak utang.

Ilustrasi Orang Sukses Selalu Dikejar oleh Uang, Bukan Mengejar Uang. Bagaimana Caranya 03 - Finansialku

Orang Sukses Selalu Dikejar oleh Uang, Bukan Mengejar Uang. Bagaimana Caranya

 

Yuk kita langsung bahas satu-persatu saja dan kira-kira apa solusi dari perbudakan modern.

 

Perbudakan Modern karena Uang

Kamu pasti pernah mendengar uang adalah alat yang diciptakan untuk mempermudah transaksi bukan?

 

Seharusnya alat tersebut dapat mempermudah hidup bukan? Tapi nyatanya?

Banyak orang yang terperangkap seperti roda hamster atau rat race.

Bangun pagi, berangkat kerja pagi-pagi, macet-macetan di jalan, seharian kerja, meeting sana-sini, pulang sore atau malam dan macet-macetan lagi. Tunggu gajian di akhir bulan. Belanja ini itu, bayar cicilan ini itu dan akhirnya kehabisan uang dan menggunakan kartu penyelamat: Kartu Kredit atau Pay Later.

Ternyata, Jebakan Rat Race yang Membuat Manusia Tidak Bisa Merdeka 2 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Setelah itu kerja lagi, tunggu gajian lagi, spending lagi, bayar utang lagi dan seterusnya. Dan itu dilakukan dari usia 25 tahun sampai nanti pensiun usia 55 tahun.

 

Wow hidup di rate race selama 30 tahun dan bisa berlanjut jika tidak memiliki rencana pensiun.

 

Kita hidup setiap hari dan mati sekali Tapi kita mau 30 tahun waktu kita dipakai untuk hidup begitu? Think again

 

Di buku yang saya buat Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True, bab 2 saya membahas mengenai pegang kendali atas keuangan kamu. Harusnya kamu adalah BOS dari uangmu.

“Kalau kamu tidak bisa mengendalikan uangmu, bisa-bisa kamu yang dikendalikan uang kamu.”

 

Bagaimana cara mengendalikan uangmu?

Kamu harus punya yang namanya rencana keuangan, anggaran (budgeting) dan catatan pengeluaran. Sobat Finansialku yang sudah memiliki buku Make a Plan, coba deh kamu cek bab 2 di buku Make a Plan.

 

Selain uang, perbudakan modern juga disebabkan karena lifestyle. Apakah lifestyle-mu memperbudak dirimu?

 

Perbudakan Modern karena Lifestyle dan Kata Orang Lain

Pernahkah kamu terjebak dengan kondisi:

  • Sekarang gw kan sudah bekerja, gengsi donk kalau pakai jam tangan yang dipakai mahasiswa.
  • Sekarang gw kan sudah jadi supervisor, gengsi donk kalau ga pake yang Polo, Arrow, Executive.
  • Sekarang gw kan sudah jadi manajer, gw harus ikut bos gw donk. Kalau dia ganti S10+, paling ga gw pake yang S10. Kalau dia ganti mobil ke CRV, gw ganti ke HRV lah.

 

Kalau ga ganti-ganti bajunya, tasnya, sepatunya, mobilnya, smartphonenya nanti dikira gw punya banyak utang, gw pelit, gw ga memperhatikan penampian dan lain sebagainya.

Kalau gw perhatikan itu semua, hancurlah duit gw. Kapan bisa menabung? Kapan bisa nyiapin uang muka rumah, kapan bisa nyiapin uang untuk sekolah anak dan lain sebagainya.

Ilustrasi-Sudut-Pandang-Orang-Kaya-3-Finansialku

 

Kalau kata Will Smith:

Too many people spend money they haven’t earned, to buy things they don’t want, to impress people they don’t like.”

 

Vin, emangnya kalau kita sudah kerja keras, banting tulang, dimarahin orang emang ga boleh ya menikmati hasilnya?

Boleh kok, karena itu wajar banget.

 

Bedanya adalah cara menikmatinya…

Aturan mainnya adalah PAY YOURSELF FIRST dan saya tidak terlalu suka dengan istilah LIFE BELOW YOUR MEANS.

 

Apa maksudnya Vin?

Pay yourself first, artinya kamu membayar kebutuhanmu terlebih dahulu, tidak hanya kebutuhan jangka pendek, tetapi juga kebutuhan jangka menengah dan panjang.

 

Sederhananya adalah kamu mulai berinvestasi sebelum membelanjakan uang, untuk kebutuhan bulanan.

 

Life below your means, artinya kamu hidup sesuai dengan kemampuan kamu. Kalau digajinya UMR ya udah hidupnya disesuaikan dengan gajinya, jangan berlebih.

 

Kalau sudut pandang gw, adalah gw butuh lebih dari itu. Mau tidak mau ya harus usaha lebih besar, tetapi jangan gw terus yang kerja donk. Oke gw kasih waktu sampai 10 tahun kerja maksimal, setelah itu biar uang gw yang bekerja, asset gw yang bekerja.

Kalau sekarang cuma digaji UMR saja gimana?

Jangan mikir pindah kerja, apalagi abis Lebaran mikir resign, pindah ke Jakarta untuk cari uang lebih banyak. Hahaha…

 

Berbicara mengenai pekerjaan, ada dua jenis pekerjaan yaitu pekerjaan yang memberi kamu gaji tetap (fixed active income) dan gaji variabel (variable active income).

2019 Gaji Perangkat Desa Setara Dengan Gaji PNS Golongan IIA 01 - Finansialku

 

Kalau namanya fixed active income, maka kamu kerja dan digaji tetap. Apakah bisa besar? Bisa sekali, tetapi tidak instan dan tergantung dengan perusahaan. Tapi ingat tugas manajemen adalah memperkaya pemilik perusahaan (increasing shareholder value), bukan memperkaya karyawannya.

 

Kalau namanya variable active income, maka kamu kerja dan setiap kali berhasil menjual atau mencapai target KPI maka kamu mendapatkan tambahan penghasilan. Permainan ini biasanya didapat orang-orang yang berkaitan dengan penjualan (sales), riset, agen property, agen asuransi, pemilik bisnis UMKM, freelancer dana lain sebagainya.

 

Kalau sekarang fixed active income kamu terbatas, coba nego dengan atasan kamu apakah ada kesempatan untuk mendapatkan variable active income. Misal sekarang ini kamu kerja di dealer mobil sebagai petugas kasir atau admin.

 

Coba tanya ke bagian marketing, misal saya bisa bantu jualin mobilnya apakah ada fee yang bisa dibagi?

 

INGAT! Kalau penghasilan aktif bertambah, jangan dipakai untuk foya-foya. Pakai tambahan uang tersebut untuk menambah porsi investasi.

 

Selain uang dan gaya hidup, ternyata perbudakan modern disebabkan karena utang yang berkelanjutan dan tidak kunjung lunas. Terlebih utang konsumtif.

 

Perbudakan Modern karena Utang

Utang konsumtif adalah salah satu jenis perbudakan modern.

 

Saya adalah orang yang kurang setuju dengan kredit konsumtif, maksudnya adalah pinjaman untuk beli mainan (barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan) dan ujungnya adalah pengeluaran.

 

Biasanya orang yang menjual kredit konsumtif, menggunakan teknik merebus katak?

 

Apakah kamu tahu strategi merebus katak?

Pertama siapkan air hangat di atas kompor. Biarkan si katak berendam di panci dengan air hangat. Biarkan si katak menikmati air hangat tersebut dan naikkan api perlahan. Sampai satu titik si katak sudah merasa nikmat sekali dan besarkan apinya. Katak sudah tidak dapat melompat karena sudah terlalu nyaman dan akhirnya mati.

 

Begitu juga dengan kita, mulai dari cicilan 0%. Belanja Rp600 ribu dicicil 3 bulan, dengan bunga 0%. Beli barang dengan fasilitas pay later. Kemudian naik ke pinjaman motor Rp20 juta, selama 3 tahun.

Hati-hati! Begini Menggunakan Kartu Kredit untuk Modal Bisnis Dengan Aman 02 Modal Bisnis - Finansialku

 

Naik ke pinjaman KTA Rp60 juta untuk 4 tahun dengan bunga 1% per bulan. Karena kamu pembayarannya bagus, kamu berhak mendapatkan top up pinjaman, menjadi Rp100 juta. Belum lunas, top up lagi, top up lagi dan ga kerasa sekarang 50% gaji untuk bayar pinjaman.

 

Solusinya bagaimana?

Sebenarnya ada teknik untuk melunasi utang di artikel Finansialku. Kamu bisa baca penjelasannya atau langsung saja tanya perencana keuangan di Aplikasi Finansialku. Ada menu tanya perencana keuangan.

Atau Sobat Finansialku yang sudah baca buku Make A Plan, coba baca di bab 3. Saya sudah jelaskan bagaimana cara mengamankan keuanganmu, supaya terhindar dari kebangkrutan.

 

Anyway, saya berencana ingin membahas lebih detail mengenai utang di Instagram pribadi saya @Melvin_Mumpuni. Saya ingin membahas dalam story berjudul Game of Loans.

 

Kasih tahu juga teman-teman kamu, supaya mereka tidak jadi korban perbudakan modern.

 

So, What We Learn?

Di episode 30, saya membahas tiga jenis perbudakan modern yaitu perbudakan karena uang, perbudakan karena lifestyle (khawatir dengan kata orang lain) dan perbudakan karena utang.

 

Perbudakan uang terjadi karena kita tidak bisa mengendalikan uang kita. Parahnya kita sebagai manusia, hidupnya dikendalikan uang. Satu-satunya cara adalah mulai pegang kendali 100% atas uang kamu, dengan financial planning dan budgeting.

Bekerja 4 Hari Kerja Dalam Seminggu Apa Iya 02 Karyawan Bahagia - Finansialku

 

Perbudakan lifestyle, ini paling menyebalkan, karena seperti kata Will Smith kita menghabiskan uang yang bisa jadi kita belum miliki, untuk beli sesuatu yang sebenarnya tidak kita suka hanya untuk menyenangkan orang lain (yang sebenarnya tidak kita suka).

 

Solusinya adalah jadilah pembeli yang pandai, bukan pembeli yang impulsive. Tambah penghasilan dengan cara tambah variable active income, investment income dan passive income.

 

Terakhir perbudakan modern karena utang, utang dan utang. Saya ingin membahas lebih detail mengenai perbudakan utang ini di Instagram story saya judulnya game of loans, so jangan lupa follow akun @Melvin_mumpuni.

 

Semoga podcast episode perbudakan modern ini dapat bermanfaat dan jangan lupa Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True.