X

Inilah Alasan Tidak Perlu Menjadi Full Time Trader Untuk Trading Saham

Trading Saham merupakan kegiatan yang memang menjanjikan profit yang besar. Karenanya banyak yang ingin menjadi full time trader karena muak dengan pekerjaan sehari-harinya. Tapi apakah keputusan ini tepat?

Mari simak ulasan tim Creative Trader Berikut!

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

 

Trading Saham yang Menggiurkan

Ada banyak investor dan trader yang bermimpi untuk meninggalkan pekerjaannya saat ini untuk menjadi full time trader, alias trading for living.

Orang-orang tersebut umumnya melihat potensi luar biasa yang ada di bursa saham. Dalam perdagangan saham, memang setiap hari selalu saja ada saham yang naik harganya naik puluhan persen.

Banyak orang pun berpikir Andai saja mereka punya skill dan waktu untuk mengambil ‘peluang’ tersebut, maka mereka tidak harus pergi ke kantor setiap pagi, dimarah-marahi bos, dan menerima gaji yang ‘segitu-segitu saja’ setiap bulannya.

Inilah langkah awal belajar trading untuk pemula

 

Menjalani kehidupan sebagai full time trader tentu menjadi menarik. Kita hanya perlu duduk di depan komputer beberapa jam sehari untuk trading tanpa harus keluar rumah. Kita juga bebas menentukan kapan hari libur, dan kapan hari kerja kita sendiri.

Kita akan punya jauh lebih banyak waktu untuk keluarga, untuk olahraga, dan tentunya kita juga memiliki potensi mendapatkan penghasilan bulanan yang jauh lebih besar dari penghasilan sebagai pekerja kantoran.

 

Mengejar 2% Per Minggu

Saya pernah bertemu dengan seorang trader yang memiliki rencana untuk meninggalkan kerjaannya untuk menjadi full time trader.

Dia mengatakan kalau memiliki strategi sangat sederhana dan ampuh, yaitu dengan mencari profit 2% per minggu

Jika di hari Senin trader tersebut sudah berhasil mendapat profit 2% maka trader tersebut dia akan tutup monitor dan menikmati hidup sepanjang minggu tersebut.

Dengan target profit yang sangat konservatif yang hanya 2% per minggu, maka dalam 1 tahun pertama portfolio trader tersebut sudah naik dari Rp100 juta ke Rp280 juta.

 

Minggu Awal Minggu (Rp) Profit 2% (Rp) Akhir Minggu (Rp)
1 100.000.000 2.000.000 102.000.000
2 102.000.000 2.040.000 104.040.000
3 104.040.000 2.080.800 106.120.800
50 263.881.179 5.277.624  269.158.803
51 269.158.803 5.383.176  274.541.979
52 274.541.979 5.490.840  280.032.819 

 

Dan di tahun kedua keuntungan mingguan sebesar 2% per minggu yang akan diperoleh trader tersebut sudah sebesar Rp5,6 juta per minggu. Uang itu sudah cukup untuk hidup layak bersama istri dan keluarga.

Dan tentunya proyeksi itu dengan asumsi tidak ada dana tambahan lainnya yang dia kelola, dia juga percaya kalau sudah ada track record berhasil meningkatkan portfolio sebesar 180% dalam 1 tahun, maka investor akan berbondong-bondong menitipkan uangnya pada trader tersebut.

Semua itu bisa diperoleh hanya dengan mencari keuntungan 2% per minggu, dan setiap trader tahu ada puluhan saham yang naik 2% atau lebih setiap harinya, jadi harusnya tidak terlalu susah untuk memperoleh keuntungan 2% setiap minggunya.

Satu-satunya penghalang bagi trader tersebut adalah: dia tidak memiliki cukup uang untuk hidup selama 1 tahun ke depan, sambil menunggu portfolionya tumbuh 180%, sampai keuntungan harian yang didapat bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Saya percaya ada ratusan bahkan ribuan trader di Indonesia yang berpikiran kurang lebih sama dengan trader tersebut, dan merasa ‘kalau saja saya punya cukup modal’ maka mereka sudah meninggalkan pekerjaannya saat ini, dan menikmati hidup sebagai full time trader.

Namun pertanyaan terbesarnya, pernahkah Anda berhasil menemukan seorang trader yang berhasil menerapkan strategi tersebut, kita tahu tidak sulit mendapat profit 2% di bursa saham, namun adakah trader yang secara konsisten bisa mendulang profit 2% itu setiap minggu?

Jika untuk profit konsisten 2% per minggu itu target yang mudah dicapai, maka harusnya kita akan menemukan ratusan bahkan ribuan trader yang sudah kaya raya dari trading saham saat ini.

Namun kenyataannya kalau BEI mengundang investor untuk membawakan sesi “Success Story” investor yang diundang hampir selalu Pak Lo Kheng Hong. Ironisnya Pak Lo Kheng Hong adalah seorang investor dan bukan trader.

 

Dilema Menjadi Seorang Full Time Trader

Cerita saja, tahun lalu memang tim Creative Trader (CTS) diminta untuk membawakan “Success Story” dalam acara Investival di Bandung yang diadakan oleh BEI.

Namun alasannya sama sekali bukan karena berhasil menggandakan uang puluhan bahkan ratusan kali lipat seperti Pak Lo Kheng Hong.

Pelajari Kisah Sukses Lo Kheng Hong, Investor Saham yang Sukses

 

Karena kalau ukuran “success”-nya diukur dari profit yang diperoleh, pasti ada seorang trader di Bandung yang secara konsisten memperoleh profit jauh lebih besar.

Tim Creative Trader diundang untuk menceritakan “Success Story” karena keberanian untuk menjadi full time trader, juga sebagai penghargaan karena berhasil menciptakan metode analisis baru di luar analisis Teknikal dan Fundamental.

 

Selebriti Pasar Modal

Lalu bagaimana dengan para pakar saham yang selama ini kita kenal? Kita tahu dalam era media sosial seperti sekarang banyak sekali bermunculan ‘selebriti pasar modal’.

Mereka yang dipercaya atau terkadang mengklaim dirinya selalu berhasil memperoleh keuntungan besar di pasar. Apakah mereka pun tidak berhasil memperoleh keuntungan yang konsisten di pasar modal?

Pernahkah Anda meneliti dari ‘selebriti-selebriti’ tersebut berapa banyak dari mereka yang benar-benar menggantungkan penghasilannya hanya dari profit trading saham? Berapa banyak yang sudah meninggalkan pekerjaannya  untuk menjadi full time trader?

Kita sama-sama tahu kalau sebagian dari ‘selebriti pasar modal’ tersebut masih memiliki pekerjaan lain selain trading saham, ada yang bekerja sebagai broker atau analis di sekuritas.

Telitilah dan pelajarilah cara memilih broker saham yang menguntungkan

 

Ada juga yang bahkan pekerjaannya sama sekali tidak berhubungan dengan pasar modal. Ada yang sering mengklaim dirinya cuan besar di pasar modal tapi ujung-ujungnya menawarkan berlangganan stock pick bulanan.

Atau ada yang meskipun sudah trading selama hampir 10 tahun, namun sampai saat ini masih rajin memberikan Workshop di berbagai kota, seperti tim Creative Trader.

Kedua informasi di atas tentu seperti bertolak belakang, di satu sisi kita semua tahu kalau mendapat profit 2% sehari seharusnya tidak susah-susah banget, namun pada kenyataannya sangat sulit untuk kita menemukan seorang trader yang benar-benar hidup bergantung dari profit trading saham.

Kenapa para pakar yang sepertinya mahir dalam trading saham tersebut umumnya masih tetap menawarkan jasa stock pick, memberikan seminar, bahkan private class.

Kenapa mereka tidak menggunakan seluruh energinya untuk trading saham, karena profit 2% sehari saja harusnya bisa membuat mereka kaya raya dan mendapat penghasilan jauh lebih besar daripada memberikan stock pick, atau layanan lainnya.

 

Apakah Anda tertarik untuk berinvestasi saham? Silahkan download Gratis ebook: Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula.

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

 

Alasan Untuk Tidak Menjadi Full Time Trader

Sebetulnya alasan umum untuk tidak menjadi full time trader, pastinya merupakan alasan finansial. Tim CTS pun masih menyibukkan diri untuk mengisi seminar dan menulis ulasan saham, tidak lepas dari alasan finansial.

Terlepas dari seorang trader membutuhkan banyak uang atau tidak, tentunya kenikmatan mendapatkan uang dan memiliki banyak uang tetap ada. Namun begitu, ada satu kunci penting yang dimiliki oleh orang yang memiliki pemasukan sambilan dibandingkan dengan full time trader.

 

Kisah Seorang Trader Yang Masih Menjalankan Toko

Ada kisah nyata seorang trader sukses di Jakarta. Trader ini tidak disebutkan namanya. Tapi keunikannya setiap kali profit besar di suatu saham, selalu menyisihkan keuntungannya untuk dibelikan mobil mewah.

Tentunya keuntungannya sangatlah besar, Sebagiannya saja yang disisihkan bisa untuk membeli mobil mewah. Dia pun memiliki banyak mobil mewah.

Menariknya terlepas dari keuntungan yang begitu besar, dia masih menjalankan tokonya di Mangga Dua. Lebih dari setengah waktunya bahkan dihabiskan untuk mengurus toko tersebut.

Padahal dengan kasat mata saja, siapa pun bisa menilai kalau keuntungan yang dia peroleh dari toko tersebut tidak akan ada apa-apanya dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari trading saham.

Hal itu tentu saja mengherankan, melihat kesetiaan orang ini mengurus tokonya, kami pun bertanya kenapa dia masih mau mengurus toko tersebut, kenapa dia tidak fokus trading saham saja yang hasilnya jauh lebih besar.

Jawaban dari trader tersebut sangat mengagetkan dan dapat mengubah paradigma mengenai trading di pasar modal.

 

Kerugian Full Time Trader dan Keuntungan Adanya Pemasukan Lain

Beliau mengatakan, toko ini bukanlah penghambat, namun justru merupakan kunci kesuksesan dia dalam trading saham.

Dia mengatakan meskipun dia punya pengalaman segudang dalam trading, namun sering kali dia gagal karena tidak kuat secara mental. Seringkali meskipun sahamnya sudah benar, dan prediksinya benar, namun dia tidak sabar menunggu prediksi tersebut menjadi kenyataan.

Dan dia mengatakan tidak ada tekanan mental yang lebih besar dalam trading daripada sebuah Keharusan Untuk Untung Sekarang Juga. Dan jika kita menggantungkan hidup kita hanya dari profit trading saham, maka cepat atau lambat tekanan ini akan menghampiri kita.

Hati-hati! Jangan Sampai Full Time Trader Menjadi Kecanduan Trading

 

Bayangkan rasanya jika anak Anda sakit dan perlu dirawat di rumah sakit. Untuk mendapatkan biaya pengobatan, Anda harus membeli satu saham yang memberikan keuntungan sebesar mungkin dan secepat mungkin supaya keuntungannya bisa untuk biaya rumah sakit.

Jika Anda pernah merasakan trading dalam tekanan sebesar itu, Anda pasti tahu kalau hasilnya hampir selalu rugi, tidak peduli sehebat apa Anda, tekanan mental yang Anda rasakan akan menghapus semua keahlian Anda pada saat itu.

 

Pemasukan Sampingan Membuat Trading Lebih Mudah

Jadi itulah alasan trader tersebut tetap menjalankan tokonya, karena dia memang menggantungkan kehidupannya dan keluarga dari pendapatan dari toko tersebut. Pendapatan dari toko tersebut tentunya jauh lebih stabil daripada harga saham.

Jadi apa pun hasil tradingnya, kebutuhan ‘dapur’ sudah terjamin, hal itulah yang membuat dia menjadi jauh lebih tenang dan objektif dalam trading. Keuntungan dari trading bisa dibelikan mobil baru, jalan-jalan ke luar negeri atau hadiah untuk istri, namun meskipun trading sedang rugi, kehidupan anak istri sudah terjamin.

Inilah tips untuk menjadi full time trader

 

Nasihat dari trader tersebut yang merubah paradigma. Itulah alasannya kenapa banyak trader yang sudah sukses tetap mempertahankan usaha sampingannya. Karena adanya penghasilan tambahan tersebut justru membuat trading menjadi jauh lebih mudah.

Hal itu juga yang menyebabkan kenapa saya menemukan, ada banyak orang yang kaya raya dan super sibuk, justru lebih sukses dalam trading saham. Mereka lebih sukses trading saham dibandingkan dengan mereka yang memusatkan perhatiannya menjadi full time trader.

 

Arus Kas Aman, Trading pun Nyaman

Jadi pelajaran yang kita dapat, jika saat ini Anda berpikir bahwa pekerjaan Anda adalah penghalang untuk sukses dalam trading saham, maka hal tersebut belum tentu benar.

Pekerjaan Anda justru bisa dijadikan senjata ampuh untuk kesuksesan Anda dalam trading atau berinvestasi di pasar modal.

Jadi, janganlah berkecil hati bila Anda tidak berkesempatan menjadi full time trader. Anda pun bisa melakukan trading saham dengan lebih aman karena adanya pemasukan sampingan.

Selamat Berinvestasi!

 

Sudahkah Anda berinvestasi saham? Apakah Anda sempat terpikir untuk menjalani full time trading?

Silahkan comment atau share ke pembaca lainnya ya. Terima Kasih!

 

Sumber Referensi:

 

Sumber Gambar:

  • Asian Trader – https://goo.gl/tCdyN1