Apakah Anda tahu apa itu great depression? Pernah mendengar istilah itu? Finansialku akan mengajak kita mengenal great depression lebih dalam.

Pengetahuan ini penting jadi mari kita simak.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

History The Great Depression

Tahun 2020 memang bukanlah tahun yang mudah, pandemic Corona yang menyerang dunia global tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial, namun juga ekonomi.

Tidak sedikit yang menghubungkan dan bahkan memprediksi bahwa krisis ekonomi yang akan dihadapi akan jauh lebih buruk dibandingkan The Great Depression yang berlangsung selama 10 tahun.

Pada tahun 1929 hingga 1939, Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi yang disebut dengan masa Depresi Besar (The Great Depression).

Menariknya, sepanjang tahun 1920, ekonomi Amerika Serikat tumbuh pesat dan kekayaan negara meningkat lebih dari dua kali lipat.

Tidak heran masa tersebut disebut dengan nama ‘The Roaring Twenties’.

Namun di balik peningkatan ini, timbullah spekulasi besar-besaran di pasar saham yang membuat indeks saham melejit hingga mencapai puncaknya pada Agustus 1929.

Depression 4

[Baca Juga: Mencengangkan! Ini Prediksi Ekonomi Global Setelah Covid-19!]

 

Mulai dari bulan September 1929, harga saham terus turun.

Hingga pada tanggal 24 Oktober 1929, terjadi pelepasan saham secara masif, di mana hampir 13 juta lembar saham berpindah tangan dalam waktu sehari.

Hari tersebut dikenal dengan nama ‘Black Thursday’ di mana indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) jatuh hingga 11% dalam sehari.

Kemudian, pada tanggal 29 Oktober 1929, krisis di bursa saham mencapai titik ter-parah.

16 juta lembar saham terjual dalam suasana panik dan hari dalam sejarah ekonomi dunia tersebut dikenal dengan nama ‘Black Tuesday’.

Krisis semakin diperburuk dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah AS di bawah pimpinan Presiden Herbert Hoover.

 

Krisis Ekonomi dan Sosial Dalam Great Depression

Dari situlah dimulai krisis, yang dinamakan ‘Krisis Malaise’.

Malaise sendiri merupakan istilah kedokteran yang menggambarkan kondisi umum yang tidak nyaman, lemah, tidak bertenaga atau sedang sakit.

Kepercayaan konsumen lenyap setelah jatuhnya pasar saham. Jatuhnya pasar saham menyebabkan pendapatan masyarakat yang hilang secara besar-besaran.

Produksi terhenti karena penurunan daya beli dan menyebabkan tingkat pengangguran yang menyentuh rekor tertinggi.

Depression 2

[Baca Juga: Parah! Singapura Terjerumus Resesi, Ekonomi Minus 41,2%]

 

Merebak-nya pengangguran menyebabkan kredit macet meningkat, dan penyitaan aset melonjak.

Kelaparan dan jumlah tunawisma pun meningkat drastis akibat krisis ekonomi tersebut. Tahun 1930, perbankan pun terkena dampak buruknya.

Hal tersebut berlanjut hingga puncaknya di tahun 1933 di mana banyak bank yang berhenti beroperasi.

Di tahun tersebut, angka pengangguran pun menyentuh level 25%.

Masyarakat yang kehilangan kepercayaan, menarik dananya di perbankan secara besar-besaran serta memaksa bank untuk me-likuidasi pinjaman guna melengkapi cadangan kas.

 

GRATISSS, Yuk Download SEKARANG!!!

Ebook Pentingnya MENGELOLA KEUANGAN Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

Download Ebook Sekarang

 

Titik Terang Great Depression, Franklin D. Roosevelt

Pergantian presiden kepada Franklin D. Roosevelt memunculkan harapan akan berakhirnya krisis.

Dalam 100 hari pertama kerjanya, Roosevelt mendorong Kongres untuk meloloskan undang-undang baru yang disebut sejarawan Lawrence Davidson dengan “kapitalisme berjaring pengaman subsidi.”

 

New Deal

Kongres akhirnya meloloskan rancangan program yang diajukan Roosevelt. Program yang bernama “New Deal

Ini berisi 47 program yang dibagi dalam tiga tahapan eksekusi dari 1933 sampai 1939.

Program ‘New Deal’ merombak segala sektor, mulai dari industri, pertanian, keuangan, buruh, air, perumahan hingga pemerintah.

Program tersebut meliputi:

  • Penutupan dan pemeriksaan kepada semua bank agar dapat sehat secara finansial
  • Pemotongan gaji pegawai pemerintah maupun militer sebesar 15%
  • Mempekerjakan sekitar 3 juta orang selama 10 tahun untuk menggarap lahan publik
  • Menukar emas dengan mata uang dolar
  • Mendanai pekerjaan di bidang pertanian, konstruksi, pendidikan, maupun kesenian
  • Memberikan pinjaman pada para petani untuk menyelamatkan ladang ternak dari penyitaan
  • Dan lainnya

Depression 3

[Baca Juga: Kenali Sistem Ekonomi Fasisme yang Dianut Saat Perang Dunia I]

 

Tujuan utama New Deal tersebut adalah untuk stabil-kan sistem keuangan, membantu petani, mendorong manufaktur dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Akhirnya kebijakan yang diluncurkan Roosevelt melalui “New Deal” perlahan memperlihatkan hasil.

Pada tahapan pertama, pertumbuhan ekonomi Amerika mencapai angka 10,8%. Lalu, pada tahapan kedua, pertumbuhan ekonomi turun meski masih di angka tinggi yakni 8,9%.

Pada tahun 1936, pertumbuhan ekonomi kembali naik dan menyentuh angka 12,9%.

 

Kritik atas ‘New Deal

Walaupun demikian, konsistensi hasil dari program “New Deal” tidak selamanya lancar.

Krisis kembali muncul di tahun 1937 saat Federal Reserve memutuskan untuk meningkatkan persyaratan guna memperoleh cadangan uang.

Terlebih, saat itu Roosevelt juga memotong pengeluaran pemerintah yang membuat ekonomi mengalami kontraksi di angka 3,3%.

Penerapan ‘New Deal’ sendiri juga menuai berbagai kritik. Ada yang beranggapan bahwa ‘New Deal’ terlalu sosialis dan tidak me-representasi kan nilai Amerika.

Sedangkan presiden sebelumnya, Herbert Hoover, juga berpendapat bahwa kebijakan tersebut akan membawa Amerika ke dalam gaya fasisme ala Mussolini atau Hitler.


 

Krisis

Demikian pembahasan kita mengenai great depression. Krisis yang pernah dialami oleh negara adidaya Amerika Serikat.

Di bawah ini, Finansialku punya video yang bisa kita tonton bersama mengenai menghadapi krisis, yuk di tonton. sangat menarik loh untuk semua kalangan. Buruan ditonton.  

 

 

Semoga The Great Depression tidak terjadi kembali ya! Dan apa yang sudah kita bahas mengenai great depression semoga menambah pengetahuan kita mengenai krisis semacam itu.

Bagikan artikel ini agar lebih bermanfaat dan berikan komentar Anda di kolom yang sudah kami sediakan. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Mukhaer Pakkanna. 20 April 2020. Menyambut Fenomena The Great Depression. Rmol.id – https://bit.ly/2Pj65b7
  • Thea Fathanah Arbar. 16 April 2020. Mengenal Great Depression, Krisis Malaise yang Ditakutkan IMF. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/3fb09Lx
  • Faisal Irfani. 29 Oktober 2018. Krisis Malaise: Depresi Besar yang Pernah Menghancurkan Amerika. Tirto.id – https://bit.ly/2X7iJxQ

 

Sumber Gambar: 

  • Depression 1 – https://bit.ly/2XqgHt1
  • Depression 2 – https://bit.ly/31eU1Nw
  • Depression 3 – https://bit.ly/3i3rr8v
  • Depression 4 – https://bit.ly/3fqZ0zB