Waspada! Kamis (13/02) subuh, Gunung Merapi mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu hingga 2000 meter dari puncak.

Yuk simak informasi selengkapnya dalam artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Waspada! Merapi Erupsi Menyemburkan Abu Panas

Subuh tadi, Kamis (13/02) Gunung Merapi mengalami erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 2.000 meter dari puncak.

Melansir dari Katadata.co.id, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan awan panas letusan Merapi terekam di seismogram pada pukul 05:16 WIB dengan amplitudo 75 mm dan durasi 150 detik.

Gunung Merapi ada di perbatasan Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah berstatus waspada sejak 21 Mei.

Untuk itu, BPPTKG sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Waspada! Gunung Merapi Erupsi, BPPTKG_ _Jangan Mendekat!_ 02

[Baca Juga: Hobi Mendaki Gunung? Mahal Atau Murah Ya?]

 

Lembaga ini juga mewanti-wanti agar warga tidak melakukan aktivitas dalam jarak tiga kilometer dari Merapi.

Melansir dari cuitan Twitter BPPTKG pukul 05.34 pagi (13/02) mengatakan “Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo 75mm dan durasi 150 detik. Arah angin ke Barat Laut #statuswaspada sejak 21 Mei.”

“Tingkat aktivitas Merapi saat ini Waspada (level 2)” Lanjut akun BPPTKG.

Pada tanggal 4 Januari 2020 lalu Merapi sempat menyemburkan awan panas guguran yang diperkirakan jarak luncur satu kilometer.

Gunung Merapi ini termasuk salah satu gunung yang masih aktif di Indonesia, selama beberapa tahun terakhir erupsi terjadi berkali-kali dan menimbulkan korban jiwa.

Sejarah mencatat Merapi pernah erupsi selama sepekan lebih akibatnya menelan korban jiwa mencapai 277 orang.

Selain itu, Merapi dalam mitologi Jawa sering dikaitkan dengan folklore (cerita rakyat). Ada yang menyebut bahwa Gunung Merapi adalah ‘Mahameru’.

Istilah Mahameru itu oleh masyarakat Jawa Kuno dibayangkan sebagai tempat terhimpunnya energi kehidupan alam manusia, di mana para dewa dan nenek moyang mereka hidup di sana.

Pada tahun 2010, erupsi Merapi memiliki dampak yang signifikan terhadap lajur ekonomi Kawasan Wisata Borobudur.

Dalam artikel berjudul “Dampak Erupsi Merapi 2010 Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Candi Borobudur” oleh Wito Prasetyo, setidaknya, terbagi dalam empat kerugian:

  1. Gagal panen
  2. Terhentinya aktivitas Industri Rumah Tangga
  3. Terhentinya aktivitas Pariwisata
  4. Munculnya Pengangguran.

 

Bagaimana tanggapan Anda mengenai artikel ini? Semoga masyarakat yang hidup di sekitar Gunung Merapi terhindar dan selamat dari mala. Sebarkan kabar ini ke kawan dan sanak saudara Anda. Terimakasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 13 Februari 2020. Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2.000. Katadata.co.id – https://bit.ly/2HlfrPi
  • Nafiysul Qodar. 13 Febuari 2020. Gunung Merapi Erupsi Setinggi 2.000 meter. Liputan6.com – https://bit.ly/37otmPp
  • Admin. Gunung Merapi Erupsi, Kolom Abu 2 km. Cnn Indonesia.com – https://bit.ly/2uGc2bf
  • Wito Prasetyo. 2011. Menyelamatkan Candi Borobudur dari Erupsi Merapi. Magelang: Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

 

Sumber Gambar:

  • Gunung Erupsi 01 – http://bit.ly/2uHfJxo
  • Gunung Erupsi 02 – http://bit.ly/2SmRddR