Tepat di tanggal 30 Oktober 2020, Indonesia memperingati Hari Keuangan Nasional ke-74 tahun.

Yuk, ketahui sejarah dan fakta lahirnya Hari Keuangan Nasional di artikel berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Menilik Sejarah Hari Keuangan Nasional

Uang bukanlah suatu hal yang asing mengingat perannya sebagai alat tukar sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan uang, kita bisa memenuhi kebutuhan hidup, seperti belanja, membayar cicilan, menabung, hingga memberi sumbangan sekalipun.

Bukan hanya di Indonesia, peran penting uang berlaku juga di negara-negara lain. Hanya yang membedakan setiap negara mempunyai mata uang berbeda, meskipun ada beberapa negara sepakat menggunakan satu mata uang.

Indonesia pun memiliki mata uang sendiri dan pastinya sudah akrab di tengah-tengah kita yaitu Rupiah.

Hari Keuangan Nasional 2020 Sejarah dan Fakta Hari Keuangan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Bukan Cuma Bebas Finansial, Yuk Capai Keamanan Keuangan!]

 

But anyway, tahukah kamu dibalik lahirnya uang di Indonesia ternyata sarat akan nilai sejarah?

Melansir laman tirto.id, usai Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 pemerintah pun menilai negara kita perlu mengeluarkan uang sendiri.

Bukan sebagai alat tukar saja, tetapi juga lambang utama negara untuk memperkenalkan Indonesia pada negara lain karena saat itu mata uang Jepang masih berlaku.

Namun mengingat keterbatasan dana, sarana dan prasarana, serta berbagai faktor lainnya, Indonesia harus menahan diri untuk dapat merealisasikan usulan tersebut.

Lalu, bagaimana Indonesia bisa mencetak uang sendiri hingga lahirnya Hari Keuangan Nasional?

Simak pembahasan selengkapnya, ya.

 

Fakta Dibalik Lahirnya Hari Keuangan Nasional

Hari Keuangan Nasional pertama kali ditetapkan pada 30 Oktober 1946. Bukan proses yang mudah bagi Indonesia mengeluarkan uang sendiri, melainkan ada sejarah panjang dibelakangnya.

Berikut fakta-fakta menarik untuk kamu ketahui:

 

#1 Lahir di Tengah Inflasi Tinggi

Meski setelah proklamasi Indonesia lepas dari cengkraman penjajahan, namun negara kita masih harus berbenah.

Terlebih adanya blokade laut Indonesia yang dilakukan Belanda, menyebabkan perekonomian Indonesia memburuk bahkan kian terpuruk setelah dicanangkannya mata uang baru oleh Belanda.

Melihat potensi inflasi di Indonesia semakin tinggi, pemerintah pun mengambil langkah dengan mengeluarkan maklumat yang berisi tentang tidak berlakunya uang NICA (Nederlandsch Indie Civil Administrative) di wilayah Indonesia pada 2 Oktober 1945.

Hari Keuangan Nasional 2020 Sejarah dan Fakta Hari Keuangan 03- Finansialku

[Baca Juga: Pentingnya Memiliki Anggaran Keuangan Dalam Kesuksesanmu]

 

#2 Rupiah Diterbitkan Setelah Tiga Kali Pergantian Menteri Keuangan

Pada 2 Oktober 1946, Ir. Surachman Tjokroadisurjo pun menyerahkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, dan pada masanya Rupiah diterbitkan pertama kali.

Sebelum Ir. Surachman, Menteri Keuangan sempat diduduki oleh Dr. Samsi yang mengundurkan diri pada 26 September 1945.

Kemudian jabatan beralih kepada A.A. Maramis, lalu digantikan oleh Sunarjo Kolopaking. Kemudian digantikan Ir. Surachman Tjokroadisurjo.

 

#3 Diberi Nama “Oeang Repoeblik Indonesia (ORI)” dan Ditandatangani A.A. Maramis

Uang kertas Republik Indonesia pertama yang dicetak diedarkan dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI). ORI diterbitkan pada 30 Oktober 1946, dan otomatis mata uang lain yang beredar tidak berlaku lagi saat itu.

Saat itu A.A. Maramis membubuhkan tanda tangannya di lembar ORI. Tanda tangan tersebut menjadi bukti ORI yang beredar merupakan mata uang Indonesia yang sah.

 

#4 Hatta Berpidato Menjelang Lahirnya ORI

Satu hari sebelum ORI resmi beredar, Wakil Presiden Mohammad Hatta sedang berada di Yogyakarta. Melalui Radio Republik Indonesia (RRI), Hatta mengumumkan akan beredarnya emisi pertama Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).

Hatta menyatakan dengan terbitnya ORI, rakyat Indonesia menutup masa yang penuh penderitaan dan kesukaran. ORI itulah tanda kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

15 Ebook Perencanaan Keuangan 20an

 

#5 Lahirnya ORI Diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional

ORI resmi beredar pada 30 Oktober 1946, menjadikan tanggal tersebut juga sebagai Hari Lahirnya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Pada perjalanannya, tanggal 30 Oktober ditetapkan sebagai Hari Keuangan Nasional.

 

#6 Muncul Dengan Beragam Seri

ORI muncul dalam berbagai seri, mulai dari Seri I hingga Seri ORI Baru. ORI Seri I lahir pada 17 Oktober 1945 walaupun saat itu ORI belum resmi beredar.

  • ORI Seri I ditandatangani A.A. Maramis.
  • ORI Seri II keluar pada 1 Januari 1947 ditandatangani Mr. Sjafruddin Prawiranegara.
  • ORI Seri III keluar pada 26 Juli 1947 ditandatangani A.A. Maramis.
  • ORI Seri IV pada 23 Agustus 1948 ditandatangani Drs. Mohammad Hatta.
  • Seri ORI Baru dipakai 17 Agustus 1949 ditandatangani Mr. Loekman Hakim.
  • ORI Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) lahir pada 1 Januari 1950. Saat Indonesia menjadi RIS, mata uang RIS resmi diberlakukan menggantikan Seri ORI Baru.

Hari Keuangan Nasional 2020 Sejarah dan Fakta Hari Keuangan 02- Finansialku

[Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Rencana Keuangan Penting Dalam Kehidupan]

 

#7 Belanda Tidak Mengakui ORI

Belanda yang datang kembali ke Indonesia tetap menggunakan mata uangnya demi keperluan militernya saat itu dan tidak mengakui ORI sebagai alat tukar.

Walaupun Sekutu hanya mengakui mata uang Belanda, rakyat Indonesia tidak terpengaruh dan tetap menggunakan ORI sebagai alat pembayaran.

 

#8 Perubahan Nama Menjadi Rupiah

Belum dipastikan kapan Indonesia menggunakan Rupiah sebagai nama mata uangnya. Pengakuan Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia mengubah pemerintahan yang sebelumnya RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peran dan fungsi bank ini kemudian digantikan Bank Indonesia (BI) yang resmi berdiri pada 1953. Saat berjalannya peran dan fungsi BI sebagai bank sentral, uang baru mulai dirilis yang kemudian dikenal dengan nama Rupiah.

 

Uang sebagai Lambang Identitas Bangsa

Meskipun saat ini kondisi keuangan masyarakat Indonesia bisa dikatakan tidak baik-baik saja karena pengaruh pandemi covid-19.

Namun, peringatan Hari Keuangan Nasional ke-74 tahun diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa uang bukan sekedar alat tukar semata tetapi alat pemersatu bangsa sekaligus lambang identitas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia di mata dunia.

 

Itulah sejarah dibalik lahirnya Hari Keuangan Nasional. Apa harapan kamu untuk keuangan Indonesia saat ini? Tuliskan jawabannya di kolom komentar di bawah, ya. Terima kasih.

 

 

Sumber Referensi:

  • Budwining Anggraeni Tiyastuti. 29 Oktober 2019. Sejarah Hari Uang Nasional yang Diperingati pada 30 Oktober. Tirto.id- https://bit.ly/3nC47T3

 

Sumber Gambar:

  • Uang 1 – https://bit.ly/2J8pcEG
  • Uang 2 – https://bit.ly/3mK6rGr
  • Uang 3 – https://bit.ly/34zVErT