Arisan menjadi salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia. Lantas, bagaimana hukum arisan dalam Islam?

Simak ulasan Finansialku berikut untuk tahu informasi selengkapnya!

 

Summary:

  • Arisan yang diperbolehkan dalam Islam harus memenuhi sejumlah syarat, salah satunya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunah.
  • Arisan memiliki sisi untung dan rugi tersendiri, sehingga perlu selektif memilih kelompok arisan terutama mengenai aturan yang berlaku di dalamnya.

 

Apa itu Arisan?

Dalam konteks bahasa inggris, arisan diartikan sebagai acara berkumpul dengan rekan (social gathering).

Sementara itu, masyarakat Indonesia menerjemahkan istilah ini sebagai aktivitas penyerahan uang dalam bentuk utang piutang berkala dalam jumlah dan waktu tertentu untuk mendapat pemenang secara bergilir.

Islam memandang arisan sebagai qard, yakni pinjaman yang diberikan tanpa imbalan dan berhak ditagih sesuai kesepakatan.

Inisiasi arisan menggunakan asas tolong menolong, sehingga Islam tidak memandangnya sebagai sesuatu yang buruk.

Arisan adalah sistem tabungan informal yang dapat diakses oleh semua orang, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Arisan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Selain itu, arisan juga dapat menjadi sumber pinjaman bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menjadi anggota kelompok arisan dapat menjadi cara yang efektif untuk memaksa diri menabung. Dengan mengikuti arisan, anggota diwajibkan untuk membayar uang iuran secara rutin.

Hal ini membantu menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. Lantas, bagaimana hukum arisan dalam Islam?

 

Hukum Arisan dalam Islam

Al-Qur’an dan sunah tidak membahas secara rinci tentang arisan. Jumhur ulama menyebut bahwa arisan dibolehkan (mubah) selama tidak mengandung riba dan hal-hal merugikan lainnya.

Berikut adalah dasar hukum yang membolehkan arisan:

 

#1 HR Muslim No. 4477

Hukum arisan dalam Islam dapat Anda simak dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

عن عائشة رضي الله عنها قالت: «كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أراد أَنْ يَخْرُج أَقْرَعَ بَيْن نِسائه، فأيَّتُهُنَّ يَخْرُج سَهْمُها خَرَج بها النبي صلى الله عليه وسلم ، فَأَقْرَعَ بَيْنَنَا في غَزْوَةٍ غَزَاها، فَخَرج فيها سَهْمِي، فخَرَجْتُ مع النبي صلى الله عليه وسلم بَعْد ما أُنْزِلَ الحِجابُ».

 

Artinya: Dari Aisyah ia berkata: Rasulullah SAW apabila pergi, beliau mengadakan undian di antara istri-istrinya, lalu jatuhlah undian itu pada Aisyah dan Hafsah, maka kami pun bersama beliau.” (HR Muslim, No. : 4477)

 

#2 Surah Ali Imran Ayat 44

Surah Ali Imran ayat 44 menceritakan peristiwa perebutan hak asuh Siti Maryam, Ibunda Nabi Isa AS. Di mana, beberapa orang, termasuk Nabi Zakaria AS, ingin mengurusnya.

Akhirnya, mereka melakukan undian dan keluarlah nama Zakaria sebagai orang yang berhak mendapat hak asuh Maryam.

Simak hukum arisan dalam Islam menurut surah Ali Imran ayat 4:

ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَٰمَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

 

Artinya: Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (QS Ali Imran: 44)

 

#3 Al Maidah Ayat 2

Arisan adalah kegiatan tolong menolong yang mengandung unsur memberi dan menerima. Arisan dilakukan secara adil dengan menjadikan seluruh anggota sebagai pemenang.

Motif seseorang untuk mengikuti arisan beragam, termasuk untuk membantu anggota lain, menjaga harta, atau menghindari bank ribawi.

Arisan dapat menjadi sarana untuk mewujudkan perintah Allah SWT untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Hal ini sesuai dengan hukum arisan dalam Islam menurut surah al-Maidah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

 

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS al-Maidah: 2)

[Baca Juga: Kerugian Hingga Rp 20 Miliar, Ini Fakta Arisan Bodong di Sumedang]

 

Syarat Arisan dalam Islam

Berikut adalah syarat arisan yang dibolehkan dalam Islam:

 

#1 Tidak Menyalahi Hukum Syariah

Hukum arisan dalam Islam adalah boleh atau mubah. Tapi, status ini dapat berubah menjadi haram jika sistem atau materi yang disertakan bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunah.

Misal, alih-alih menyertakan uang sebagai aset arisan, suatu perkumpulan mengundi wanita, pengadaan pesta dengan minuman keras, atau benda-benda haram.

 

#2 Berdasarkan Kerelaan dan Pilihan Setiap Pihak

Suatu akad atau perjanjian harus didasarkan pada kesepakatan dan persetujuan yang bulat dari para pihak yang terlibat. Dengan kata lain, perjanjian harus berakar keinginan dan kemauan bebas dari pihak yang terlibat.

Para pihak punya hak memilih untuk melakukan atau tidak melakukan perjanjian. Jika dilakukan dengan unsur paksaan, maka perjanjian tersebut tidak sah dan tidak berkekuatan hukum.

 

#3 Transparan

Dalam kerangka hukum Islam, perjanjian memegang peranan penting dalam membangun hubungan yang adil dan harmonis.

Isi perjanjian harus disusun dengan keterbukaan dan kejelasan, bebas dari segala bentuk ambiguitas atau skema tersembunyi yang dapat merugikan salah satu pihak.

Ketidakjelasan perjanjian berpotensi menimbulkan sengketa dan hukum arisan dalam Islam menjadi haram. Oleh karena itu, kepastian interpretasi dan kesamaan pemahaman terhadap isi serta implikasi perjanjian sangat krusial bagi kedua belah pihak.

 

Keuntungan dan Kerugian Arisan

Arisan memiliki dua sisi, yakni keuntungan dan kerugian. Sebagai anggota sebaiknya Anda mengelola hasil undian untuk kebutuhan produktif.

 

#1 Keuntungan Mengikuti Arisan

Setelah tahu hukum arisan dalam Islam, simak keuntungan mengikuti aktivitas ini:

 

#1 Berlibur dengan Biaya Murah

Acara liburan bersama kini semakin populer di kalangan kelompok arisan. Dana berlibur dikumpulkan secara bertahap oleh para anggota arisan layaknya iuran.

Dana yang dikumpulkan tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi hasrat bepergian ke tempat tertentu bersama.

 

#2 Bersosialisasi dengan Banyak Orang

Sebagian kelompok arisan mengharuskan peserta untuk bertemu secara berkala. Pertemuan ini bisa dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan bertukar pikiran.

Meski banyak yang menganggap arisan sebagai ajang flexing, tetapi sebenarnya arisan dapat menjadi kegiatan yang positif dan informatif.

Arisan dapat menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi, memperluas jaringan sosial, dan belajar hal-hal baru.

hukum arisan dalam islam 1

Ilustrasi Arisan. Sumber: caraguna.com

 

#3 Peluang Bisnis

Arisan tidak hanya berfungsi sebagai sarana menabung, tetapi juga dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Hal ini dikarenakan setiap periode tertentu biasanya ada kegiatan berkumpul untuk melakukan pengundian.

Pada kesempatan tersebut, peserta arisan dapat memanfaatkannya untuk mempromosikan produk atau jasa yang mereka jual.

 

#4 Saran untuk Mendapat Tabungan Tambahan

Arisan dapat menjadi sarana mendapat tabungan tambahan. Dengan mengikuti arisan, peserta dapat menyisihkan sejumlah uang dan menang.

Tabungan tambahan ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti membeli barang, berinvestasi, atau kebutuhan mendesak.

Dengan demikian, peserta dapat mengakomodasi pengeluaran yang berpotensi mengganggu keuangan bulanan.

 

#5 Jalan Keluar untuk Orang yang Sukar Menabung

Arisan dapat menjadi solusi bagi orang-orang yang sulit menabung. Dengan mengikuti arisan, peserta secara otomatis akan menyisihkan sejumlah uang secara rutin, sesuai dengan kesepakatan dalam arisan tersebut.

Hal ini dapat membantu peserta mengembangkan kebiasaan menabung dan meningkatkan literasi keuangan.

[Baca Juga: 6 Cara Menabung di Rumah yang Simpel dan Aman ala CFP]

 

#2 Kerugian Mengikuti Arisan

Simak kerugian mengikuti arisan berikut ini:

 

#1 Uang Tidak Berkembang

Pada dasarnya, arisan tidak memberi Anda keuntungan berarti. Sebab, uang yang didapat sama dengan yang disetor.

Keuntungan yang nyata baru diperoleh jika uang digunakan untuk membangun usaha atau investasi.

 

#2 Tidak Berkekuatan Hukum

Arisan merupakan kegiatan yang tidak memiliki payung hukum, sehingga rentan terhadap berbagai risiko.

Salah satu risiko yang paling dikhawatirkan adalah kaburnya salah satu anggota arisan setelah mendapatkan dana bagiannya. Hal ini dapat menyebabkan kerugian finansial bagi anggota lainnya.

Nah, untuk mengetahui legalitas arisan itu sendiri, yuk, simak tayangan YouTube Finansialku berikut. Jangan lupa subscribe, ya!

 

 

#3 Berpotensi Lebih Boros

Penyelenggaraan arisan umumnya dilakukan di lokasi tertentu. Jika dilakukan di restoran, maka setiap anggota menanggung sendiri makanan atau minuman yang dipesan.

Jika dilakukan di rumah salah satu anggota, dia berkewajiban menyiapkan kudapan dan minuman. Hal ini meningkatkan potensi kerugian yang dialami oleh anggota arisan.

 

#4 Beban Pengeluaran Naik

Dalam catatan keuangan, arisan dapat dikategorikan sebagai pengeluaran dalam bentuk cicilan dengan bunga 0%.

Hal ini dikarenakan arisan memiliki kewajiban pembayaran secara berkala, seperti halnya utang. Menurut prinsip keuangan sehat, cicilan sebaiknya tidak lebih 30% penghasilan.

 

Kelola Uang dengan Cara yang Tepat

Hukum arisan dalam Islam adalah mubah. Sebagai umat muslim, sebaiknya ikutilah kelompok arisan yang positif dan memberi Anda nilai tambah. Sebab, dua hal ini berpengaruh terhadap diri Anda selanjutnya.

Selain itu, anggarkan keuangan untuk dana arisan supaya tidak mengganggu cash flow bulanan.

Jika masih bingung dalam menyusun anggaran, ikuti panduan dan cara mudahnya dalam ebook Cara Membuat Anggaran dengan Tepat dari Finansialku.

Selanjutnya, pastikan Anda juga bisa kelola dana arisan dengan baik agar tidak numpang lewat begitu saja. Jika perlu, lakukan konsultasi dengan Perencana Keuangan Finansialku untuk mendapat pencerahan.

Kabar baiknya, Anda bisa manfaatkan layanan FREE Konsultasi seputar keuangan dan investasi selama 20 menit (seharga Rp250.000) bersama ahlinya.

Langsung klik banner di bawah ini sekarang juga atau hubungi WhatsApp di nomor 0851 5866 2940.

Free FCU

 

Disclaimer: Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan di Indonesia yang melayani konsultasi keuangan bersama Certified Financial Planner (CFP) seputar perencanaan keuangan, rencana pensiun, dana pendidikan, review asuransi dan investasi.

Finansialku bukan platform pinjaman online dan tidak menerima layanan konsultasi di luar hal-hal yang disebutkan sebelumnya. Artikel ini dibuat hanya sebagai sarana edukasi dan informasi.

 

Sekian pembahasan tentang hukum arisan dalam Islam. Jika ada pertanyaan lain terkait topik ini, silakan sampaikan di kolom komentar di bawah.

Bagikan artikel ini di media sosial agar lebih banyak yang tahu. Terima kasih!

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Editor: Ismyuli Tri Retno

Sumber Referensi:

Studi:

  • Ni’matul Sischah. 2019. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Arisan dengan Sistem Indek Tahunan di Desa Kerimbitan Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
  • Robiah Husna Afkarina. 2020. Hukum Arisan Menurut Syariah. Bogor: Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darul Qur’an.
  • Yupri Maryuni. 2015. Pelaksanaan Arisan di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi Ditinjau Menurut Hukum Islam. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarief Kasim Riau.
  • Vicky Hazmi. 2019. Tinjauan Hukum Islam Tentang Penerimaan Arisan Uang dengan Sistem Bayaran (Studi Kasus Pada Persatuan Keluarga Daerah Piaman di Bandarjaya). Bandar Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Inten Lampung.

 

Artikel Internet:

  • Arum Rifda. 2023. Mengenal Pengertian, Jenis, Hingga Fungsi Mengikuti Arisan. Gramedia.com – https://bit.ly/3HmA4tq