Indeks harga merupakan ukuran statistik untuk melihat perubahan harga dari satu periode ke periode lainnya.

Selengkapnya Anda bisa pelajari definisi, fungsi, jenis, rumus dan contohnya melalui artikel di bawah ini! 

 

Summary:

  • Indeks harga memiliki beragam jenis yang fungsinya tidak hanya berpengaruh pada kebijakan ekonomi, melainkan juga keputusan berinvestasi.
  • Untuk menghitung indeks harga, skala persentase yang digunakan yakni dengan nilai dasar 100%

 

Definisi Indeks Harga

Indeks harga atau tingkat harga adalah perbandingan antara harga rata-rata suatu barang dalam tahun berjalan dengan harga rata-rata untuk tahun dasar. 

Tahun dasar yang menjadi patokan untuk menghitung indeks harga di sini adalah ketika perekonomian dalam situasi yang stabil dan baik. Dengan kata lain, tingkat inflasinya rendah.

Sementara tahun dasar yang digunakan tidak akan jauh jaraknya dengan tahun yang akan/sedang dihitung, biasanya sekitar kurang dari 5 tahun sampai 10 tahun. 

Indeks Harga 1

Ilustrasi Indeks Harga. Sumber: thedope.news

 

Dalam menghitung indeks harga, skala yang digunakan adalah persentase—dengan nilai dasar 100%. 

Setelah nilai tersebut diperoleh, maka nilai tadi akan dikalikan 100 sehingga akan diperoleh angka indeks harga. 

 

Fungsi Indeks Harga dalam Kebijakan Ekonomi

Adapun fungsi penggunaan indeks harga dari segi ekonomi makro, khususnya terkait kebijakan ekonomi suatu negara, di antaranya: 

  • Indeks harga sendiri bisa menjadi acuan bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan harga di masa yang akan datang. 
  • Indeks harga bisa menjadi dasar perbandingan untuk mengukur tingkat kemajuan ekonomi dari waktu ke waktu. 
  • Indeks harga bisa digunakan sebagai alat untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menghambat kemajuan ekonomi suatu negara. 
  • Indeks harga bisa menjadi acuan dalam menetapkan pola kebijakan moneter secara menyeluruh. 

[Baca Juga: Pahami Filosofi Bisnis Kaizen, untuk Perubahan yang Berkelanjutan!]

 

Jenis-jenis Indeks Harga

Indeks harga sendiri terbagi dalam lima jenis, di antaranya:

 

#1 Indeks Harga Konsumen (IHK) 

Indeks harga konsumen atau IHK ini merupakan indeks harga yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga barang atau jasa yang telah dikonsumsi oleh masyarakat umum dari waktu ke waktu. 

IHK sendiri dapat digunakan untuk melihat kegiatan belanja dan konsumsi dari konsumen. 

 

#2 Indeks Harga Produsen (IHP) 

Berbeda dengan IHK, IHP sendiri merupakan indeks harga untuk memperlihatkan perubahan harga di tingkat produsen

Dengan kata lain, IHP sendiri digunakan sebagai indikator dini harga grosir maupun eceran. 

Dalam skala ekonomi makro, IHP sendiri digunakan untuk membantu dalam penyusunan PDB, distribusi barang, hingga margin perdagangan. 

 

#3 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) 

Indeks harga perdagangan besar atau IHPB digunakan untuk melihat perubahan harga pada tingkat perdagangan besar atau komoditas tertentu dijual belikan dalam satu daerah/negara. 

Komoditas yang dimaksud di sini dapat berupa produksi dalam negeri dan produk luar negeri. 

 

#4 Indek Harga Petani 

Indeks harga petani sendiri mencakup beberapa hal, yaitu indeks harga yang diterima (lt), dan yang dibayar petani (lb) yang diterima (lt) petani. 

Nantinya, hasil perhitungan indeks harga petani digunakan untuk menentukan nilai tukar petani

Nilai tukar petani sendiri merupakan angka perbandingan antara indeks harga yang diterima dengan indeks harga yang dibayar petani.

Di mana nilai tukar petani ini dinyatakan dalam bentuk persentase—semakin tinggi persentase maka semakin tinggi juga tingkat kesejahteraan petani. 

 

#5 Indeks Harga Saham 

Indeks harga saham merupakan indikator untuk melihat perubahan harga saham di pasar modal dalam satu periode sehingga dapat mengetahui tren pergerakan saham itu sendiri. 

Indeks harga saham sendiri dibagi menjadi dua, yaitu indeks harga saham individu serta indeks harga saham gabungan. 

Indeks harga saham individu sendiri merupakan saham yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sementara untuk indeks harga saham gabungan merupakan saham yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks itu sendiri. 

Jika Anda terjun berinvestasi saham, tentu sangat perlu memahami indeks harga ini. Sebagai tambahan referensi seputar saham, tonton juga YouTube Finansialku yang tersemat berikut!

 

 

Rumus dan Perhitungan Indeks Harga

Dalam menghitung indeks harga, terdapat dua metode, antara lain:

 

#1 Indeks Harga Tidak Tertimbang 

Metode yang satu ini menyatakan bahwa perbandingan perubahan harga rata-rata pada tahun tertentu dengan harga pada tahun sebelumnya yang diambil sebagai tahun dasar. 

Untuk rumusnya, sebagai berikut: 

Indeks Harga 2

Rumus Indeks Harga Tidak Tertimbang. Sumber: detik.com

 

#2 Indeks Harga Tertimbang 

Kemudian metode kedua adalah indeks harga tertimbang yang menggunakan rumus indeks Laspeyres. 

Metode ini merupakan metode yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik untuk menghitung angka indeks. Adapun rumusnya sebagai berikut: 

Indeks Harga 3

Rumus Indeks Harga Tertimbang. Sumber: detik.com

[Baca Juga: Momentum Window Dressing di Pasar Saham di Akhir Tahun. Mitos atau Fakta?]

 

Contoh dan Studi Kasus Penggunaan Indeks Harga

Berikut ini merupakan contoh sederhana dari penerapan indeks harga: 

Diketahui harga rata-rata telur per 2023 yang lalu berkisar Rp25.000 per kilogramnya. Kemudian di tahun 2024, harga telur per kilogramnya mencapai Rp30.000. 

Maka dapat kita analisis bahwa tahun 2023 merupakan tahun dasar dan 2024 merupakan tahun berjalan

Maka dari itu, kita bisa mendapatkan indeks harganya menggunakan perhitungan berikut ini: 

= Tahun dasar : tahun berjalan x 100

= 30.000 : 25.000 x 100 

= 1,2 x 100 

= 120% 

 

Jadi, 120-100 = 20%. Dengan demikian telah terjadi kenaikan harga telur per kilogramnya sebesar 20% pada tahun 2024. 

 

Perbandingan antara Indeks Harga Konsumen dan Produsen

Berdasarkan nama saja, keduanya memiliki perbedaan dalam hal tujuan.

Indeks harga konsumen ditujukan untuk mengetahui perkembangan rata-rata perubahan harga barang atau jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat dalam waktu tertentu. 

Sementara untuk indeks harga produksi, lebih menekankan pada aspek perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh suatu produsen dalam waktu tertentu. 

Selain itu perbedaan keduanya juga dapat diketahui lewat tingkat harga, di mana IHP mengukur tingkat harga saat awal sistem distribusi. 

Hal ini berbeda dengan IHK, dimana harga akan diukur secara langsung yang dibayar oleh konsumen di tingkat harga eceran. 

 

Pengaruh Inflasi pada Indeks Harga

Untuk melihat pengaruh Inflasi terhadap indeks harga, maka kita bisa ambil contoh pada pergerakan indeks harga saham gabungan. 

Berdasarkan jurnal yang berjudul “Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, dan Suku Bunga SBI Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia”, menemukan bahwa kenaikan harga dari inflasi dapat memengaruhi indeks harga saham, khususnya indeks harga saham gabungan. 

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika investor cepat bertindak ketika inflasi terjadi. 

Biasanya, ketika terjadi perubahan ekonomi secara makro, seperti inflasi, investor akan menghitung dampak inflasi tersebut terhadap kinerja perusahaan di masa yang akan datang. 

Tentu hal ini pada akhirnya akan mempengaruhi keputusan sang investor tadi apakah akan membeli atau menjual saham perusahaan bersangkutan. 

Jika investor tersebut memutuskan untuk menjual sahamnya, tentu harga saham akan mengalami penurunan. Kondisi ini juga berdampak pada IHSG yang akan mengalami penurunan. 

[Baca Juga: List Saham dengan Market Cap Terbesar RI di BEI, BREN Melejit Naik!]

 

Dampak Indeks Harga Terhadap Investasi

Sama seperti pengaruh inflasi terhadap indeks harga, kita bisa melihat keterkaitan indeks harga dengan investasi melalui indeks harga saham gabungan (IHSG). 

IHSG sendiri digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai indikator pergerakan saham. Selain itu, IHSG juga menjadi acuan dasar investasi. 

Indeks harga yang satu ini bisa menjadi preferensi bagi yang ingin berinvestasi saham karena telah mencakup semua harga saham biasa yang tercatat dalam BEI. 

Dengan kata lain, indeks akan memperlihatkan mana pasar saham yang sedang aktif dan mana pasar saham yang lesu. 

Maka dari itu, Anda bisa melakukan monitoring harga saham secara langsung di situs resmi BEI. Data akan terus diperbaharui di hari kerja mulai pukul 09.00 sampai 16.00. 

Melalui situs mereka, Anda bisa memilih berbagai ratusan saham dari berbagai kategori sebagai referensi untuk investasi Anda kedepannya. 

Selain melalui situs BEI, Anda pun bisa dapatkan update IHSG Hari Ini dari Finansialku. 

 

Gunakan Indeks Harga dengan Tepat

Mengetahui indeks harga memang krusial, hal ini bukan hanya berpengaruh pada penempatan kebijakan di sektor ekonomi.

Tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kepuasan keuangan Sobat Finansialku, salah satunya dalam melakukan investasi saham. 

Untuk bisa berinvestasi dengan tepat, Anda bisa membaca ebook gratis Petunjuk Praktis Dapat Keuntungan di Saham.

Selain itu, Anda pun bisa dapatkan advice seputar investasi dan keuangan dengan berkonsultasi secara 1 on 1 bersama Perencana Keuangan Finansialku.

Yuk, buat janji temu  dengan menghubungi Customer Advisory via WhatsApp di nomor 0851 5866 2940 atau klik banner di bawah ini!

konsul- INVESTASI Q3 23

 

Disclaimer: Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan di Indonesia yang melayani konsultasi keuangan bersama Certified Financial Planner (CFP) seputar perencanaan keuangan, rencana pensiun, dana pendidikan, review asuransi dan investasi.

Finansialku bukan platform pinjaman online dan tidak menerima layanan konsultasi di luar hal-hal yang disebutkan sebelumnya. Artikel ini dibuat hanya sebagai sarana edukasi dan informasi.

 

Indeks harga merupakan indikator untuk melihat perkembangan dan pembuatan kebijakan ekonomi secara makro. Selain itu, indeks harga juga berpengaruh terhadap kepuasan Anda dalam berinvestasi! 

Jangan lupa untuk bagikan artikel ini ke rekan-rekan Sobat Finansialku ya! 

 

Editor: Muhammad Dicky Syaifudin

Sumber Referensi:

  • Admin. 7 Februari 2022. Mengenal Indeks Harga: Pengertian, Tujuan, dan Jenis. cnnindonesia.com – https://tinyurl.com/4mjf7n7d. 
  • Admin. 24 Februari 2022. Indeks Harga: Pengertian, Jenis, Tujuan, Contoh, dan Rumusnya. ocbc.id – https://tinyurl.com/3txj247u. 
  • Nurwani. 2016. Analisis Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, dan Suku Bunga SBI Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia. Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol.16 No.2. 
  • Putri Tiah Hadi Kusuma. 20 Januari 2023. Apa Itu Indeks Harga? Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Soal. detik.com -https://tinyurl.com/28nnbaxb. 
  • Risna Dwi Agustin. 24 Mei 2023. Mau Investasi Saham? IHSG Adalah Informasi Penting untuk Diketahui!. jurnal.id – https://tinyurl.com/yc4rn3mm.