Bagaimana cara menentukan proporsi keuangan bulanan? Hampir semua orang mengalami kesulitan dalam mengatur pengeluaran bulanan. Kali ini Finansialku akan membahas prinsip 50/30/20 untuk menentukan proporsi pengeluaran bulanan Anda.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Kebutuhan Hidup Itu Wajib, Gaya Hidup Bisa Mengikuti

Dalam mengeluarkan uang sehari-hari terkadang seseorang lupa bahwa kebutuhan hidup dan gaya hidup adalah dua hal yang berbeda. Karena terbiasa dengan gaya hidup konsumtif, Anda bisa saja keliru menggabungkan kedua pengeluaran ini bersamaan. Padahal keduanya memiliki peran dan prioritas yang berbeda dalam alokasi pengeluaran.

Dalam prinsip 50/20/30 untuk mengatur proporsi pengeluaran bulanan, biaya untuk gaya hidup merupakan prioritas terakhir. Pada artikel sebelumnya kami telah membahas mengenai dua kategori biaya utama yang harus dialokasikan dalam pengeluaran bulanan. Kali ini kami akan membahas kategori biaya terakhir dalam prinsip 50/20/30.

Ini Dia Cara Efektif untuk Menentukan Proporsi Pengeluaran Bulanan #Part 1 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Dia Cara Efektif untuk Menentukan Proporsi Pengeluaran Bulanan #Part 1]

 

#3 30% Biaya Gaya Hidup

Biaya yang harus dialokasikan untuk gaya hidup dalam prinsip 50/20/30 hanyalah sebesar 30% dari pendapatan Anda. Tetapi pada kenyataannya gaya hidup sering menjadi pengeluaran terbesar dalam keuangan orang pada umumnya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, seseorang akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya tetapi tidak akan pernah mampu memenuhi gaya hidupnya. Mengapa? Karena gaya hidup adalah keinginan, bukan kebutuhan. Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas. Sebesar apapun pendapatan Anda tidak akan pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup karena gaya hidup tidak akan pernah ada habisnya.

Inilah mengapa Anda harus membuat batasan yang jelas untuk kebutuhan biaya hidup. 30% dari penghasilan Anda dapat digunakan untuk memenuhi gaya hidup. Anda bebas menghabiskan dana tersebut untuk memenuhi seluruh keinginan Anda. Tetapi ingat, hanya 30% dari pendapatan yang dapat Anda gunakan. Selebihnya telah memiliki peruntukan masing-masing yang sebaiknya tidak dilanggar. Jika dibandingkan dengan dana yang dialokasikan untuk biaya masa depan, biaya gaya hidup cukup besar.

Ini Dia Cara Efektif untuk Menentukan Proporsi Pengeluaran Bulanan #Part 2 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Dia Cara Efektif untuk Menentukan Proporsi Pengeluaran Bulanan #Part 2]

 

Setelah bekerja keras sehari-hari, setiap orang pasti menginginkan sesuatu untuk menyenangkan dirinya. Tidak ada yang salah dengan keinginan tersebut. Jika Anda mampu menyimpan uang dan aset sebanyak-banyaknya serta mampu berinvestasi sebesar-besarnya, keuangan Anda sudah dapat dipastikan ‘sehat’ secara teori. Tetapi berbeda halnya dengan mental Anda. Tidak perlu muluk-muluk, setiap orang pasti akan merasa bosan jika harus terus bekerja dan berusaha tetapi seolah tidak pernah menikmati hasil dari kerja kerasnya. Jika seseorang tidak pernah memenuhi keinginannya maka lama-kelamaan performa kerjanya akan menurun dan akhirnya memberi dampak negatif juga pada keuangannya.

Hanya saja sebelum Anda mengeluarkan uang untuk bersenang-senang, pertimbangkan juga apakah pengeluaran tersebut sepadan dengan kebahagiaan yang akan Anda dapatkan. Misalnya, seorang wanita biasanya sangat tergoda untuk berbelanja pakaian, sepatu maupun tas baru setiap baru menerima gaji bulanan. Tidak masalah untuk membelanjakan 30% dari gaji tersebut untuk hal-hal yang diinginkannya. Tetapi coba pertimbangkan dulu, apakah membeli barang-barang tersebut dapat memberikan kebahagiaan yang sepadan bagi Anda? Atau barang tersebut hanya akan menyenangkan sebelum dibeli dan akan terlihat biasa saja ketika sudah dibeli?

Hai Pemilik Bisnis Online, Gini Cara Mengatur Keuangan Anda Agar Tidak Berantakan - Finansialku

[Baca Juga: Pekerja Sosialita, Ini Cara Mengatur Keuangan di Tengah Paksaan Gaya Hidup Glamor]

 

Alexa von Tobel menyarankan untuk menghitung ‘rasio’ biaya gaya hidup terhadap kebahagiaan yang akan Anda dapatkan. Ketika Anda mempertimbangkan untuk apa biaya gaya hidup tersebut akan Anda gunakan, cobalah perhitungkan besar biaya terhadap kebahagiaan yang akan Anda dapatkan. Mulailah dengan menilai dari angka 1 sampai 10 berapa nilai kebahagiaan yang akan Anda dapatkan dari pengeluaran tersebut. Nilai 1 berarti Anda benar-benar tidak membutuhkan hal tersebut sementara nilai 10 berarti hal tersebut sangat berharga dan dapat menyenangkan hati Anda secara signifikan.

Jika barang atau jasa yang Anda beli tersebut memiliki nilai 1 sampai 5 maka sebaiknya jangan gunakan uang Anda untuk membayarnya. Sebelum dibayar hal tersebut mungkin terlihat menyenangkan, tetapi jika sudah dibayar Anda mungkin akan menyesalinya dan berharap Anda tidak pernah membayar untuk hal itu. Tetapi jika nilainya 6 sampai 10 maka tidak ada masalah jika Anda mengeluarkan uang untuk hal tersebut karena apa yang dibeli memang bermakna bagi Anda. 

Pelajaran Cara Hidup Sederhana dari Warren Buffet - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Pelajaran Cara Hidup Sederhana dari Warren Buffet]

 

Jika hal yang diinginkan tersebut memiliki nilai 6 sampai 10 maka Anda dapat memperhitungkan berapa perbandingan biaya dengan tingkat kebahagiaan yang Anda dapatkan. Coba perhitungkan berapa jam kebahagiaan yang Anda rasakan karena mendapatkan hal yang diinginkan tersebut. Kemudian gunakan rumus ini:

Biaya Gaya Hidup (Rp) : Jangka Waktu Kebahagiaan (jam) = …

 

Tidak ada indikator yang mutlak untuk menentukan apakah hal tersebut sepadan antara biaya dengan kebahagiaan yang didapatkan. Tetapi Anda dapat membandingkan satu hal dengan hal lainnya. Misalnya Anda dapat membandingkan apakah akan pergi untuk menikmati layanan pijat refleksi atau pergi menonton di bioskop. Cobalah bandingkan mana keinginan yang akan membuat Anda lebih bahagia. Hal ini memang terlihat sepele, tetapi tanpa disadari perhitungan ini akan melatih Anda untuk tidak gegabah dalam mengeluarkan uang.

Ada banyak faktor yang membuat Anda ingin memenuhi gaya hidup. Bisa saja Anda memang benar-benar menginginkannya, tetapi bisa juga hanya terpengaruh dengan lingkungan sekitar padahal sebenarnya Anda tidak begitu menginginkan hal tersebut. Karena itu mengambil langkah pertimbangan ini akan membuat Anda lebih berhati-hati dan terkendali dalam mengeluarkan uang.

Rumah Anda Belum Tentu Aset, Bisa Jadi Malah Liabilitas - Tas Merk yang Anda Gunakan- Finansialku

 [Baca Juga: Hidup itu Murah yang Mahal Mereknya]

 

Pandangan Finansialku Terhadap 50/20/30

Pada dasarnya tidak ada satu prinsip keuangan mana pun yang dapat secara mutlak sesuai untuk setiap orang. Hal ini pun dikemukakan oleh Alexa von Tobel bahwa prinsip 50/20/30 hanyalah merupakan indikator yang ideal. Tetapi setiap orang memiliki prioritas dan pilihannya masing-masing yang bersifat sangat personal. Anda bisa saja mengubah proporsi tersebut dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Tetapi pada dasarnya kami menyarankan Anda mengatur proporsi keuangan sesuai dengan prioritasnya.

Prioritas-prioritas utama dalam perencanaan keuangan harus dijadikan pertimbangan utama dalam mengatur proporsi pengeluaran rutin. Jangan sampai kebutuhan utama terbengkalai karena memenuhi keinginan yang sementara. Jika Anda mampu menggunakan prinsip 50/20/30 sebagai patokan proporsi pengeluaran dan mengutamakan kebutuhan-kebutuhan primer, Anda pasti mampu mengatur pengeluaran bulanan dengan baik. Hal yang terpenting adalah disiplin terhadap batasan-batasan yang telah Anda tentukan sendiri. Sebaik apapun proporsi yang Anda buat tidak akan berguna jika tidak dilakukan.

 

Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan gaya hidup sederhana? Berikan pengalaman ataupun tanggapan Anda terhadap gaya hidup sederhana. Silakan gunakan kolom yang tersedia di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Alexa Von Tobel. 2013. Financial Fearless. United States: Crown Business.

 

Sumber Gambar:

  • Happy Asian People – https://goo.gl/ZsLO41

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang