Hasil Investasi BPJS per April 2019 menyusut dari tahun sebelumnya. Apa yang menyebabkan hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan menurun?

Agar lebih jelas, mari simak penjelasannya berikut ini. Selamat membaca.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Hasil Investasi

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan walaupun kondisi pasar modal mengalami tekanan selama 2019 ini, pihaknya berhasil membukukan hasil investasi sebesar Rp9,24 triliun.

Hasil investasi ini dapat dikatakan lebih rendah 13,6% jika dibandingkan dengan hasil di periode sama di tahun lalu yaitu sebesar Rp10,7 triliun.

BPJS Ketenagakerjaan Online E-Payment System (EPS) Untuk Kemudahan Pembayaran 02 BPJS TK 2 - Finansialku

[Baca Juga: Kabar Gembira! Kartu BPJS Ketenagakerjaan Sekarang Berubah Menjadi Digital!]

 

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menjelaskan bahwa penyebab turunnya hasil investasi ini dikarenakan kondisi pasar yang tertekan hingga mempengaruhi kinerja investasi badan sosial eks Jamsostek. Agus mengatakan:

“Penurunan ini terpapar karena makro market. Jadi portofolio investasi terpapar kondisi pasar, terutama di saham.”

Sementara itu, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp386,5 triliun, meningkat 17 persen dari periode yang sama di 2018.

Di mana aset lokasi dari dana kelolaan tersebut yaitu 60% pada surat utang, 19% saham, 10% pada deposito, 10%  pada reksadana dan 1% pada investasi langsung. Sementara yield of investment (YOI) mencapai 7,37%.

Pengelolaan dana BPJS TK juga secara tidak langsung berdampak pada perekonomian nasional. Ini karena 82% dana kelolaan ditempatkan pada instrumen investasi yang berhubungan dengan pemerintah.

Seperti surat berharga negara 51%, saham BUMN 10%, obligasi BUMN 9%, deposito dan pada BUMN dan BUMD 9% dan reksadana BUMN 3%.

Beban BPJS ternyata juga harus naik hingga April kemarin. Pembayaran klaim yang dilakukan BPJS lebih tinggi dibandingkan pembayaran di periode sama tahun lalu.

Agus menyebutkan bahwa pembayaran klaim dari Rp9,4 triliun hingga April meningkat hingga 17% dari periode yang sama.

Dari jumlah itu, pembayaran klaim Jaminan Hari Tua masih mendominasi, dengan porsi 96%. Agus mengatakan:

“Tingginya tingkat pencairan JHT, yang mencapai 732.000 kasus sampai April 2019 ini, merupakan tantangan kami di tahun ini.”

 

Jumlah Peserta BPJS TK

Peserta BPJS Ketenagakerjaan masih terus bertambah. Peningkatan peserta yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan per April tahun ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan April tahun lalu.

Terhitung hingga April 2019, total pekerja yang terdaftar di BPJS mencapai 51 juta peserta dengan peserta aktif sebanyak 30,6 juta atau tumbuh hingga 10% secara tahunan.

Sementara perusahaan atau pemberi kerja aktif pun meningkat yaitu tumbuh 9% dari tahun lalu menjadi Rp589.933 pemberi kerja.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan penambahan jumlah peserta ini meningkatkan iuran sampai April 2019 sebesar Rp21,9 triliun atau naik 11% secara tahunan. Agus mengatakan:

“Dengan total pekerja terdaftar sebanyak 51 juta, Indonesia boleh berbangga, cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan telah mencapai 56% dari total pekerja yang eligible dengan jumlah 93 juta.”

 

 

Apakah Anda sudah merencanakan keuangan Anda dengan baik? Tenang, Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS, selamat membaca.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca artikel di atas? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Ferrika Sari. 28 Mei 2019. April, Hasil Investasi BPJS TK Menyusut. Tabloid Kontan

 

Sumber Gambar:

  • BPJS Ketenagakerjaan – http://bit.ly/2X4IFIB