Investment Outlook 21-25 Maret 2022: IHSG alami koreksi wajar setelah all time high di 7.032!! Bagaimana prospek saham, reksa dana, obligasi, dan p2p lending minggu ini?

 

IHSG Review

Kenaikan Suku Bunga AS Sudah Dimulai

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (18/3) ditutup mengalami pelemahan tipis hanya -9,4 poin atau -0,14% ke level 6.954.

IHSG dibuka pada level 6.981 setelah sehari sebelumnya mengalami ALL Time High (ATH) di level harga 7.032 yang disebabkan derasnya inflow investor asing pada saham big caps terutama saham BBCA, BBRI, TLKM, IHSG.

Sempat menyentuh titik tertinggi hariannya pada 7.000 dan setelah itu mengalami penurunan efek take profit dengan titik terendah di 6.926 dan berhasil rebound pada sesi kedua setelah itu ditutup pada level harga 6.954.

 

52 week Range -
/

[Baca IHSG Hari Ini]

 

Selain masih fokus pada perkembangan GeoPolitik Perang Rusia-Ukraina, minggu kemarin pasar memiliki fokus utama pada Rapat FOMC AS.

Bank Sentral Amerika (AS), The Federal Reserve telah resmi menaikkan suku bunga acuannya sebagai respon dari pesatnya inflasi di AS dengan angka inflasi terakhir mencapai 7,9%.

Setelah mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol sejak awal pandemi, Komite FOMC memutuskan untuk menaikkan suku bunga 25 basis poin atau 0,25%.

Perry Warjiyo

Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI)

 

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, kenaikan suku bunga acuan The FED akan berdampak terhadap kenaikan imbal hasil atau yield dari US Treasury.

Ia mengatakan kenaikan sudah mulai terlihat , dimana saat ini yield US Treasury sudah mencapai 1,9% dimana trend kenaikan diproyeksikan berlanjut hingga mencapai 2,3%.

 

Dan hasil koordinasi kami, kalau US Treasury yield naik, tentu saja yield SBN (surat berharga negara) juga mengalami kenaikan karena mekanisme pasar,” sahut Perry dalam konferensi pers, Kamis (17/3/2022).

 

Hal ini tentu akan menaikkan yield Surat berharga Negara (SBN). Kenaikan SBN sudah terlihat dimana saat ini sudah mencapai level 6,8%.

Bank Sentral Indonesia akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan didukung sentimen positif sisi fundamental ekonomi Indonesia seperti neraca perdagangan yang positif dan ketersediaan valuta asing yang cukup untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah.

 

Kinerja Sektoral IHSG Minggu Kemarin (14-18 Maret 2022)

Investment Outlook 21-25 Maret 2022 sektoral

Sumber: IDX

 

IHSG pada minggu kemarin (14-18 Maret 2022) mengalami kenaikan tipis yaitu sebesar 32 poin atau 0,47% ke level 6.954. Diiringi dengan kenaikan IDX30 dan LQ45 sebesar 0,26% dan 0,61%.

Dari 11 sektor penyusun IHSG, 5 sektor mengalami kenaikan yang dipimpin oleh sektor keuangan sebesar 1,47% yang didominasi oleh inflow investor asing kuat di BBCA dan BBRI, juga sektor bahan baku yang naik 1,09%. Kedua sektor tersebut memimpin kenaikan IHSG.

Sedangkan 6 sektor mengalami penurunan yang dipimpin oleh sektor properti real estate sebesar -3,73% dan sektor infrastruktur yang turun -2,34%.

 

Investor Asing

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG

Berdasarkan Data RTI, investor asing (foreign) pada hari Jumat (18/3) melakukan aksi pembelian bersih (net buy) Rp 72 milyar dengan perincian; di pasar reguler terjadi net buy sebesar Rp 135 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai terjadi penjualan bersih (net sell) sebesar – Rp 73 milyar.

Selama seminggu, total inflow asing yang masuk sebesar Rp 7,22 triliun, derasnya inflow asing ini yang membuat IHSG dapat break High.

Selama bulan Maret 2022, sudah masuk sebesar Rp 6,98 triliun dana investor asing dengan pembelian besar di pasar reguler sebesar Rp 17,49 triliun.

 

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dibeli Asing)

Investment Outlook 21-25 Maret 2022 buy foreign

Sumber data: RTI Business

 

Pergerakan dari 5 saham yang menjadi akumulasi pembelian asing yang dipimpin oleh BRI, BCA, kedua saham ini yang menyebabkan IHSG bisa break High membentuk all time high 7.032.

Selanjutnya saham Telkom, saham BNI, dan saham BMRS efek sentimen positif harga komoditas.

 

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing)

Investment Outlook 21-25 Maret 2022 sell foreign

Sumber data: RTI

 

Saham yang dijual/distribusi oleh investor asing terbanyak adalah saham Bank Mandiri, saham Indotambang Raya Megah, saham BUMI, saham ICBP serta saham Merdeka Copper Gold.

Secara umum penjualan saham oleh investor asing minggu kemarin tipis saja.

 

IHSG Outlook

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 Outlook

IHSG telah membuat all time high pada minggu kemarin dengan titik tertinggi di 7.032.

Pada minggu ini IHSG akan test kembali ke harga 7.032 (all time high) namun jika tidak kuat maka akan mengalami koreksi sehat efek taking profit dengan target support di 6.880 dan 6.750.

Secara outlook dominan akan mengalami koreksi alias penurunan.

 

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market

Data Global:

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 Data Global

Sumber: Investing.com

 

  • Efek kenaikan suku bunga The Fed yang baru dimulai minggu kemarin
  • Testimony Powell terkait kebijakan bank sentral AS
  • Geopolitik yang masih fokus pada perang Rusia-Ukraina

 

Rekomendasi Saham

Setelah kenaikan suku bunga AS yang sudah diputuskan minggu kemarin dengan kenaikan sebesar 25 basis poin atau 0,25%, maka saham yang akan kita rekomendasi adalah sebagai berikut:

 

#1 GGRM

Saham Gudang Garam (GGRM) secara valuasi fundamental berdasarkan metode EPS, book value dan ROE masih mempunyai harga wajar 41.000 – 45.000.

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 ggrm

Target pembelian di 33.500 dan 32.500 secara bertahap dengan target take profit di 37.000-38.000.

 

#2 PGAS

Secara valuasi fundamental berdasarkan metode EPS, book value dan ROE harga wajar di kisaran 1.800-1.900.

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 pgas

 

#3 INCO

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 inco

Target pembelian INCO sebagian di 5.780 dan 5.600 dengan target take profit di 6.500-6.700.

 

#4 CPIN

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 cpin

Sentimen positif terkait menjelang puasa dan lebaran menjadi faktor kunci. Target pembelian bertahap di 5.850 dan 5.640 dengan target take profit di 6.200-6.300.

 

Jika Sobat Finansialku memiliki tujuan keuangan khusus atau butuh bantuan dalam merencanakan investasi dan jual beli saham, kalian bisa ngobrol dengan saya, Gembong S., CSA, CFP®, QWP®, AEPP, QFE, sebagai salah satu Perencana Keuangan Finansialku, dengan cara klik banner berikut untuk langsung terhubung dengan admin whatsapp dan buat janji ketemu.

Banner Konsultasi WA - PC
Banner Konsultasi WA - HP

Yuk, sambut masa depan lebih aman. Saya tunggu, ya.

 

Reksa Dana

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 RD LQ45

Indeks LQ45:  Reksa dana berbasis Indeks dan ETF berbasis LQ45 minggu akan bergerak cenderung koreksi dengan resisten di 1.020 dan support di 980 dan 965.

 

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 RD IDX 30

Indeks IDX30 outlook minggu ini akan cenderung koreksi dengan resisten di 545 dengan support di 525 dan 515.

 

Indeks Syariah/Jakarta Islamic Indeks  (JII)

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 JII

Secara teknikal, JII juga akan naik minggu ini akan test naik ke resisten 600 namun secara global akan membuat turun dengan target batas support di 570.

 

Reksa Dana Saham YTD Kinerja Lebih Baik (Aktif) Dibandingkan Dengan Market

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas IHSG
  • Asset Under Management (AUM): di atas 200 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 9-15%
  • Top 20 Manajer Investasi (MI) sisi Dana Kelolaan

 

Investment Outlook 21-25 Maret 2022 rds

Sumber: Indopremier per 18 Maret 2022

 

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS

  • BNI-AM IDX30: Jenis reksadana pasif yang pengelolaannya mengikuti bobot saham di IDX30.
  • Eastpring Investment Value Discovery: Alokasi penempatan Investasinya di 97,4% di saham, sisanya kas, dengan Top sahamnya di BBCA, ARTO, HRUM, MDKA, ASII, BBRI, BMRI.
  • HPAM Ultima Ekuitas: Alokasinya sekarang adalah 83% saham, time deposit 3%, dan cash sebesar 14%. Sedangkan untuk top holding sahamnya adalah BBRI, BRPT, TPIA, MPMX, MSIN, SMGR, WSKT.

 

Nah, sobat Finansialku yang mungkin belum paham bagaimana memilih reksa dana saham yang baik, kalian bisa nonton penjelasan singkat video ini supaya investasi semakin cuan.

 

Reksa Dana Campuran YTD Kinerja Lebih Baik Dibandingkan Dengan Market

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 7-12%

 

Investment Outlook 21-25 Maret 2022 rdc

Sumber: Indopremier

 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS

  • Batavia Dana Dinamis: Alokasi kebijakan investasinya di pasar uang 11%, obligasi perusahaan sebesar 8%, obligasi pemerintah di 19,94% dan saham sebesar 61,03%. Top holding sahamnya: BCA, ARTO, BMRI, BBRI, BTN, BBNI, TLKM.
  • Jarvis Balance Fund: Portofolio investasi di saham 73,1%, obligasi 1,3% dan pasar uang sebanyak 25,6%. Sedangkan top holding sahamnya adalah: ASSA, ARTO, ERAA, HRUM, LINK, MDKA, FREN, EXCL.
  • Schroder Dana Campuran: Portofolio aset alokasi di saham 57 %, obligasi 39,58 %, dan cash sebesar 3%. Sedangkan untuk top holding perusahaannya adalah  BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, ASII.

 

Reksa Dana Pendatapan Tetap

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 4-6%

 

Investment Outlook 21-25 Maret 2022 rdpt

 

Reksa dana pendapatan tetap dengan kinerja di atas rata-rata pendapatan tetap yang ada di market karena strategi investasi mereka adalah di obligasi swasta yang dominan diambil.

Oleh karena itu kinerjanya lebih bagus dan stabil. Contoh pada FFS di Succor Invest Stable Fund dan Equity Dana Pasti.

 

Reksa Dana Pasar Uang

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD)
  • Asset Under Management (AUM): di atas 500 M
  • DrawDown (DD): 0-0,5%

 

Investment Outlook 21-25 Maret 2022 rdpu

Sumber: Indopremier

 

Penempatan reksa dana pasar uang lebih dominan di obligasi jangka pendek dibandingkan dengan deposito dan penempatan deposito dengan rate bunga yang menarik yaitu ada di Bank buku 1-2 dan porsi obligasi lebih banyak.

Simak juga analisis produk reksa dana dalam segmen artikel analisis produk reksa dana Finansialku supaya investasi kamu bisa sesuai dengan tujuannya.

 

Obligasi

Obligasi Negara tipe FR yang menjadi acuannya adalah FR tenor 10 tahun:

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 Obligasi Negara tipe FR

Investment Outlook 21 - 25 Mar 2021 Obligasi Negara tipe FR 2

Sumber: CNBC

 

Efek kenaikan suku bunga AS membuat yield obligasi baik Treasury AS dan Surat Berharga Negara (SBN) mengalami kenaikan yang signfiikan ke 6,8%, dengan harga obligasi acuan FR tenor 10 tahun di 97.5.

Kedepannya, obligasi tersebut masih akan mengalami kenaikan yield.

Untuk sobat Finansialku ingin berinvestasi obligasi supaya bisa bantu negara sambil dapat cuan, tapi masih kurang paham bagaimana cara investasinya, kamu bisa baca ebook Finansialku berikut ini secara gratis. Klik banner untuk download ebook-nya ya.

Ikuti juga online course-nya di aplikasi Finansialku agar semakin paham dan investasi semakin cuan.

Banner Ebook Ebook Cerdas Berinvestasi Sambil Bantu Negara - Hp
Banner Iklan Ebook Cerdas Berinvestasi Sambil Bantu Negara - PC

 

Selain ebook investasi obligasi, Finansialku juga punya banyak ebook lainnya tentang keuangan yang bisa kalian download secara gratis. Kunjungi Perpustakaan Finansialku untuk baca lebih banyak ebook mengenai perencanaan keuangan, investasi, hingga trading.

 

Peer-to-Peer (P2P) Lending

4 P2P Lending yang mempunyai TKB90 sebesar 99-100%

Investment Outlook P2p
TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P dalam memfasilitasi Penyelesaian Kewajiban Pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.

 

Disclaimer ON: Sifat dari Analisis ini adalah pandangan Pribadi penulis berdasarkan pemahaman dan pengalaman , segala instrumen Investasi ada sisi risiko dan potensinya. Do Your Own Riset (DYOR)

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai Investment Outlook di atas? Yuk, tulis pandangan Anda dalam kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa untuk membagikan informasi ini pada rekan-rekan investor lainnya. Terima kasih.

 

Editor: Eunice