Investment Outlook 10-14 Januari 2022: Saatnya IHSG membuat ALL Time High baru, tembus 6.757! Simak review dan prediksi investasi seminggu ke depan berikut ini.

 

IHSG Review dan Outlook

Review: Welcome Januari Efek 2022

Welcome Januari Efek 2022! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (7/1) ditutup mengalami kenaikan sepanjang perdagangan hari jumat baik sesi I dan II.

IHSG dibuka pada level 6.669, sempat turun sedikit ke 6.647 setelah itu terus mengalami kenaikan hingga titik tertinggi di 6.712 dan ditutup pada 6.701.

Secara mingguan IHSG mengalami kenaikan sebesar 119 poin atau 1,8% dan sesuai dengan outlook mingguan kemarin yang kita buat.

 

52 week Range -
/

Lihat IHSG Hari Ini

 

Awal tahun biasanya banyak investor asing yang inflow atau masuk ke Indonesia dan biasanya optimis January Effect menjadi sentimen positif pendorong kenaikan IHSG.

Kita lihat data statistik bulanan IHSG pada bulan Januari sebagai berikut:

stokbit

Sumber : stockbit.com

 

Secara statistik bulanan, IHSG pada bulan Januari dari 10 tahun terakhir dominan mengalami kenaikan 70%, sedangkan penurunan di 30%. Artinya januari masih dominan naik.

Apalagi banyak sentimen positif penggerak market seperti Recovery Economy Global dan Domestik, adanya Tax Amnesty Jilid II, masuknya dana asing (inflow).

Namun ada satu sentimen negatif yang bisa mempengaruhi penurunan market yaitu kasus global terkait dengan Covid-19 varian baru Omicron yang naik signifikan secara global.

 

Outlook IHSG Minggu Ini (10-14 januari 2022)

Outlook IHSG Minggu Ini (1)

IHSG minggu ini masih akan test naik dan membuat All Time High dengan target 6.757, secara support masih di 6.650 dan 6.600.

Trend masih naik walaupun tanda-tanda koreksi minor sudah terlihat. Secara outlook mingguan masih positif.

 

Kinerja Sektoral IHSG Secara Mingguan

Kinerja Sektoral IHSG Dalam Sepekan (3-7 Januari 2022)

No Sektoral Senin (27/12) Kamis (30/12) Perubahan % Perubahan
1 IDXFinance 1.526,85 1.589,64 62,79 4,11%
2 IDXBasic 1.234,38 1.209,25 25,13 -2,04%
3 IDXEnergy 1.139,49 1.172,83 33,34 2,93%
3 IDXCyclic 900,42 861,48 38,94 -4,32%
5 IDXNonCyclic 664,13 672,67 8,54 1,29%
6 IDXHealth 1.420,06 1.444,46 24,40 1,72%
7 IDXProperty 773,06 757,68 15,38 -1,99%
8 IDXTechno 8.994,43 9.491,18 496,75 5,52%
9 IDXInfra 959,26 947,70 11,56 -1,21%
10 IDXTrans 1.599,38 1.630,06 30,68 1,92%
 11 IDXIndustri 1.036,69 1.044,08 7,39 0,71%
IDX30 497,09 507,69 10,60 2,13%
LQ45 931,41 949,85 18,44 1,98%
IHSG 6.581,48 6.701,31 119,83 1,82%

Sumber: IDX

 

Di minggu awal tahun ini 2022 IHSG ditutup mengalami kenaikan sebesar 119 poin atau 1,82%. Hal ini diikuti oleh indeks LQ45 yang naik 1,98% dan indeks IDX30 yang naik lebih tinggi yaitu 2,13%.

Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya saham-saham bluechip dengan kapitalisasi market yang besar.

Dari 11 sektor penyusun IHSG, 7 sektor mengalami kenaikan yang dipimpin oleh sektor IDXFinance sebesar 4,11%, sektor IDXTechnology yang naik 5,51% dan sektor Energy yang naik 2,93%, sektor IDXTransportasi naik 1,92% dan sektor IDXHealth naik 1,72%.

Sedangkan 3 sektor yang mengalami penurunan terbesar dialami oleh sektor IDXCyclic -4,32%, sektor IDXBasic -2,04% dan sektor IDXProperty yang turun -1,99%.

 

Investor Asing

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG

Berdasarkan data RTI, investor asing (foreign) pada hari Jumat (7/1) melakukan akumulasi pembelian (net buy) sebesar Rp 944 miliar pada seluruh market, yang terdiri dari maket reguler melakukan pembelian sebesar Rp 989 miliar dan di market tunai negosiasi terjadi penjualan sebesar Rp 45 miliar.

Sehingga secara bersih terjadi akumulasi pembelian Rp 944 miliar.

Sedangkan selama seminggu investor asing mengalami pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 2,19 triliun. Akumulasi pembelian investor asing terjadi pada saham-saham bluechip

 

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dibeli Asing)

No Nama Saham Net Buy Asing (Rp) Harga Saham (7/1) (Rp) % Mingguan
1 Bank Jago (ARTO)  676 Miliar 18.800 17,50%
2 Bank BCA ( BBCA)  579 Miliar 7.650 4,79%
3 Bank BRI (BBRI) 389 Miliar 4.190 1,95%
4 Elang Mahkota Teknologi (EMTK) 322 Miliar 2.470 8,33%
5 Bank Mandiri (BMRI) 145 Miliar 7.050 0,36%

Sumber data: RTI Business

 

Pergerakan dari 5 saham yang menjadi akumulasi pembelian asing yang dipimpin oleh Bank Jago (ARTO) yang dibeli asing sebesar Rp 676 miliar, saham BCA, saham BRI, saham Elang Mahkota Teknologi (EMTK), dan saham Bank Mandiri.

Welcome back bluechip rebound.

 

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing)

No Nama Saham Net Sell Asing (Rp) Harga Saham (7/1) (Rp) % Mingguan
1 IndoTambang Raya Megah (ITMG) 86 Miliar 20.025 -1,84%
2 BukaLapak ( BUKA) 84 Miliar 472 9,77%
3 Bukit Asam (PTBA) 56 Miliar 2.790 2,95%
4 Semen Indonesia (SMGR) 39 Miliar 7.150 -1,38%
5 Indocement Tunggal  26 Miliar 10.950 -9,50%

Sumber data: RTI

 

Jumlah penjualan investor asing masih kecil hanya di bawah Rp 100 miliar tiap saham. Saham yang dijual asing juga di bawah Rp 100 miliar (kategori sedikit) yang dipimpin oleh penjualan saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) sebesar Rp 86 miliar.

 

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market

Data Global:

Data Global

Sumber: Investing.com

 

  • Data tenaga kerja yang dirilis oleh AS pada tanggal 7 januari 2022 memperlihatkan data yang mengejutkan yaitu Data Non Farm payroll (NFP) AS yang mengecewakan di mana data Konsensus Analis tercantum 400 ribu namun secara aktual data NFP hanya 199 ribu.

Sedangkan tingkat pengangguran turun ke 3,9%, lebih baik dari konsensus di 4.1%.

  • Fokus data minggu ini yang menjadi penggerak market adalah Testimony Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell, data-data ekonomi AS seperti Producer Price Indexs (PPI), data klaim Pengangguran, dan Data Penjualan Ritel.
  • Sentimen negatif global masih seputar kenaikan sigfinikan kasus Covid-19 varian Omicron.
  • Dari sisi Domestik masih seputar Data Inflasi Desember yang dirilis mengalami trend kenaikan sebesar 0,57% sehingga secara tahunan (YoY) inflasi 1,87%. Ini merupakan tertinggi selama 2 tahun terakhir.

 

Rekomendasi Saham

Sebagian sudah take profit dan sebagian menunggu perkembangan minggu ini, harapannya masih ada ruang kenaikan sesuai target harga terutama di Bluechip sektor Perbankan.

Sobat Finansialku, jangan lewatkan pembahasan Investment Outlook Finansialku dalam webinar gratis setiap hari Jumat pukul 20.00 WIB di channel youtube Finansialku. Subscribe untuk dapatkan notifikasinya.

 

 

Reksa Dana

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45 (1)

Indeks LQ45:  Reksa dana berbasis Indeks dan ETF berbasis LQ45 minggu akan bergerak naik dengan resisten di 975. Secara outlook positif.

 

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30 (2)

Indeks IDX30 outlook minggu ini positif dengan target resisten di 520 dan 530

 

Indeks Syariah/Jakarta Islamic Indeks  (JII)

Jakarta Islamic Indeks

Secara teknikal, JII juga akan naik minggu ini akan bergerak naik dengan target resisten di 590. Secara outlook mingguan juga masih positif.

 

Reksa Dana Saham YTD Kinerja Lebih Baik (Aktif) Dibandingkan Dengan Market

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas IHSG
  • Asset Under Management (AUM): di atas 200 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 9-15%
  • Top 20 Manajer Investasi (MI) sisi Dana Kelolaan

 

Untuk bulan-bulan awal tahun tentunya kinerja reksa dana saham belum akan stabil secara performance untuk menjadi acuan.

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 1 Y (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Eastprint Investment value Discovery  1.375 2,63 6,02 6,24 2,78 T 11,89 0,0122
2 Simas Saham Unggulan  1.376 1,46 2,91 -28,54 1,31 T 11,19 0,0005
3 Sucorinvest Equity Fund 2.518 1,31 6,51 21,33 2,03 T 15,66 0,0143
4 Manulife Saham Andalan  2.529 0,53 19,72 28,16 2,64 T 9,74 0,0561
5 Manulife Institutional Equity  2.205 0,72 47,15 62,41 345 M 9,66 0,1239

Sumber: Indopremier per

 

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS

  • Eastpring Investment Value Discovery: alokasi penempatan Investasinya di 97,4% disaham sisanya kas, dengan Top sahamnya di BBCA, ARTO , HRUM, MDKA, ASII, BBRI, BMRI.
  • Manulife Dana Andalan: Alokasi sektoral dalam produk ini adalah sektor keuangan (29,48%), layanan komunikasi (16,30%), dan teknologi informasi (14,67%) sedangkan untuk top holding sahamnya adalah ASII, BBCA, ARTO, BMRI, DMMX, MCAS, MDKA, TLKM  TBIG.
  • Simas Saham Unggulan: Alokasi aset di produk ini adalah saham 95,31% dan pasar uang 4,69 % dengan top holding sahamnya adalah ASII, ANTM, ASSA, BBCA, BBRI, BMRI, BSDE, TLKM.
  • Sucorivest Equity Fund: Alokasi Sektoral produk ini 97,57% Saham dan sisanya kas. Alokasi sahamnya di PGAS, ADRO, ASII, BBTN, dan PTBA.

 

Reksa Dana Campuran YTD Kinerja Lebih Baik Dibandingkan Dengan Market

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 7-12%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 1 Y (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Jarvis Balanced Fund 1.971 1,79 50,49 0 693 M 13,63 0,1243
2 Batavia Dana Dinamis  8.750 1,46 3,66 14,21 428 M 8,81 0,0009
3 Sucorinvest Flexsi Fund  6.097 0,75 19,31 39,57 235 M 4,09 0,0931
4 Manulife Dana Campuran III 2.812 0,64 0,89 6,44 830 M 5,66 -0,0235
5 Schroder Dana Campuran  1.885 0,39 3,26 18,93 1,93 T 9,07 -0,0019

Sumber: Indopremier

 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS

  • Jarvis Balance Fund: Portofolio investasi di saham 73,1%, obligasi 1,3% dan pasar uang sebanyak 25,6%. Sedangkan top holding sahamnya adalah : ASSA, ARTO, ERAA, HRUM, LINK, MDKA, FREN, EXCL
  • Batavia Dana Dinamis: Portofolio investasi berdasarkan FFS bulan November adalah saham 63,18% , Obligasi Pemerintah 25,65%, obligasi swasta 4,58% dan pasar uang 6,59%. Sedangkan saham yang menjadi bobot tersebesar yaitu saham ANTM , BBCA , ARTO, BMRI, BBRI, TLKM , BBNI
  • Sucorivest Flexsi Fund: Portofolio aset alokasi di saham 74,71%, obligasi 5,51% dan cash sebesar 19,78%, sedangkan untuk top holding perusahaannya adalah  HOKI, MYOH, CSMI, KLBI

 

Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 4-6%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 1 Y (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Sucorinvest Stable Fund 1.172 0,12 8,88 0 5,86 T 0 1,1621
2 Danamas Stabil  4.087 0,11 5,73 23,62 10,43 T   0,4593
3 Haji Syariah I Hajj 4.118 0,15 6,89 22,61 210 M   0,6348
4 Equity Dana Pasti  5.216 0,08 7,11 25,39 385 M 0 0,5321
5 Bahana Revolving  1.737 0,05 17,02 29,28 504 M 0,56 0,0788

 

Reksa dana pendapatan tetap dengan kinerja di atas rata-rata pendapatan tetap yang ada di market karena strategi investasi mereka adalah di obligasi swasta yang dominan diambil.

Oleh karena itu kinerjanya lebih bagus dan stabil. Contoh pada FFS di Succor Invest Stable Fund dan Equity Dana Pasti.

 

Reksa Dana Pasar Uang

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD)
  • Asset Under Management (AUM): di atas 500 M
  • DrawDown (DD): 0-0,5%

 

No Nama Reksa Dana Last NAB YTD (%) 1 Y (%) 3Y (%) AUM (Rp) DrawDown (%) Sharpe Ratio
1 Sucorinvest Money Market 1.616 0,1 5,28 20,29 7,44 T 0 0,4062
2 Sucorinvest Syariah Money Market 1.224 0,09 4,58 20,33 2,23 T   0,1991
3 HPAM Money Market  1.411 0,09 5,09 18,19 468 M 0,5 0,0781
4 TRIM Kas 2  1.669 0,08 4,15 15,05 3,45 T   0,0238
5 Danamas Rupiah Plus  1.559 0,08 4,88 16,74 2,61 T   0,2484

Sumber: Indopremier

 

Penempatan reksa dana pasar uang lebih dominan di obligasi jangka pendek dibandingkan dengan deposito dan penempatan deposito dengan rate bunga yang menarik yaitu ada di Bank buku 1-2.

[Baca Juga: Reksa Dana Pasar Uang, Aman dan Cocok untuk Pemula]

Dapatkan juga pembahasan mengenai produk-produk reksa dana secara lengkap di Analisis Produk Reksa Dana supaya Sobat Finansialku lebih pasti dalam berinvestasi.

 

Obligasi

Obligasi Negara tipe FR yang menjadi acuannya adalah FR tenor 10 tahun:

Obligasi

Obligasi 2

Sumber: CNBC

 

Jika melihat pergerakan yield obligasi selama seminggu ini mengalami kenaikan yield dari 6,38% ke 6,454%. Selama 1 tahunan yield Obligasi dalam pergerakan range tipis atau sidways.

[Baca juga: Pengertian dan Jenis Bunga Obligasi yang Belum Kamu Ketahui]

Pola investor asing pada obligasi negara adalah sebagai berikut:

Pola investor asing pada Obligasi

Sumber: infovesta

 

Peer-to-Peer (P2P) Lending

4 P2P Lending yang mempunyai TKB90 sebesar 100%.

No Nama Perusahaan P2P Jenis P2P Range Return p.a TKB90 Minimal Invest (Rp)
1 Asetku Konsumtif 15-19,5% 100% 100.000
2 Danain P2P beragunan Emas 8-15% 100% 100.000
3 Tanifund Produktif ke Pertanian 12-17% 100% 100.000
4 ALAMI Produktif ke UMKM basis Invoice (syariah) 12-17% 100% 500.000

TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P dalam memfasilitasi Penyelesaian Kewajiban Pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.

Sobat Finansialku bisa baca juga artikel Cara Kerja P2p Lending untuk tahu apa itu P2p Lending.

 

Atur keuangan, belajar keuangan, ikut kelas keuangan, rencanakan masa depan, hingga beli langsung produk keuangannya bisa dilakukan dalam satu aplikasi Finansialku!  

Penasaran? Download aplikasinya dan dapatkan akses premium gratis selama 30 hari.

Download Aplikasi Finansialku Sekarang!!

Download Aplikasi Finansialku

 

Sobat Finansialku bisa konsultasikan keuangan Anda, termasuk investasi, secara terpisah bersama Perencana Keuangan Finansialku dengan membuat jadwal melalui whatsapp Finansialku.

 

Disclaimer ON: Sifat dari analisis ini adalah pandangan pribadi berdasarkan pemahaman dan pengalaman penulis, segala instrumen investasi ada sisi risiko dan potensinya. Do Your Own Research (DYOR)!

 

Itu dia investment outlook seminggu ke depan. Bagaimana menurut pendapat Anda?

Yuk share informasi ini pada sesama investor! Jika ada yang tidak Anda mengerti, silakan tanyakan dalam kolom komentar. Kami akan bantu Anda mengerti investasi Anda.

Happy New Year 2022!! Semoga semakin cuan dan sehat selalu!

 

Editor: Eunice