Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan akan direalisasikan juga, hal ini karena terjadinya defisit di BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu. Berapa jumlah kenaikan iurannya?

Kali ini Finansialku akan membahas mengenai kenaikan iuran BPJS kesehatan. Agar lebih jelas, yuk simak penjelasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Ini Dia Jumlah Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Hampir setiap tahun BPJS Kesehatan selalu mengalami defisit, hal ini yang membuat pemerintah mengambil tindakan. Salah satu caranya dengan menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Sebelumnya, pemerintah telah menyepakati kenaikan premi atau kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Dalam rapat di Istana Negara pada Selasa, 30 Juli 2019, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kebijakan ini berkaitan dengan upaya pemerintah menekan angka defisit BPJS Kesehatan yang terjadi beberapa tahun belakangan.

3-Cara-Cek-Tagihan-BPJS Kesehatan-2-Finansialku

[Baca Juga: Apa Itu Close Payment System BPJS Kesehatan? Begini Jawabannya]

 

Dewan Jaminan Sosial Nasional atau DJSN mengusulkan besaran kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk anggota mandiri atau pekerja bukan penerima upah (PBPU) kepada pemerintah.

Dalam usulannya itu, DJSN meminta premi untuk seluruh kelas naik mulai dari Rp16.500 hingga Rp40.000. BPJS Kesehatan ini memiliki beberapa kelas yang berbeda-beda jumlah iurannya.

Semua kelas akan mengalami kenaikan, karena jumlah urunan dengan beban yang dihadapi BPJS tidak seimbang, sangat jauh. Maka, kami pahami sangat wajar iuran dinaikkan

Perbedaan nominal kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk masing-masing kelas akan ditentukan sesuai dengan hasil hitung-hitungan pemerintah beserta evaluasinya.

Wakil Ketua Komisi Kebijakan DJSN, Ahmad Anshori mengatakan besaran iuran yang diusulkan untuk kelas I Rp120.000.

Dengan adanya usulan ini, premi kelas I menjadi naik dengan signifikan. Sebelumnya iuran anggota PBPU untuk kelas I hanya sebesar Rp80.000.

Sedangkan untuk kelas II diusulkan naik Rp29.000, yang awalnya hanya Rp51.000 naik menjadi Rp80.000.

Selanjutnya untuk kelas III diusulkan naik Rp16.500. Jika awalnya premi untuk kelas ini hanya Rp25.500, saat ini DJSN meminta agar pemerintah mematok harga Rp42.000. Ahmad mengatakan:

“Usulan ini dilatari oleh berbagai pertimbangan, pertama kenaikan premi menyesuaikan dengan nilai keekonomian pelayanan jaminan kesehatan nasional. Kami telah mengacu pada data realisasi belanja jaminan kesehatan nasional selama 2014-2018.”

 

Kebijakan tarif baru iuran tersebut diambil guna mengatasi defisit keuangan BPJS Kesehatan yang diperkirakan mencapai Rp28 triliun pada tahun ini dan diperkirakan akan selesai dalam rentang dua tahun.

Yang menjadi bahan pertimbangan lainnya adalah untuk meningkatkan rekomposisi tarif pelayanan. DJSN pun mempercayai dengan tarif iuran ini akan ada peningkatan standar kualitas pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan.

DJSN pun menimbang perlunya kesinambungan program jaminan kesehatan nasional. Ahmad mengatakan:

“Meski begitu, kenaikan iuran bukan merupakan solusi permanen terhadap program jaminan kesehatan nasional.”

 

Menurut DJSN yang merupakan solusi permanen ialah perlunya restrukturisasi badan yang bertujuan menguatkan struktur kelembagaan, menjadi harmonisasi, dan melakukan penyederhanaan regulasi untuk proses pengambilan keputusan.

Berdasarkan undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, DJSN memiliki wewenang untuk mengajukan kebijakan investasi dana jaminan sosial nasional.

DJSN juga berhak melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan program jaminan sosial.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi semua kelas ini tidak bisa terelakkan, karena biaya kesehatan mengalami kenaikan seiring berjalannya waktu. Moeldoko mengatakan:

“Sehat itu mahal, kalau sehat murah, orang nanti semua menyerahkan ke BPJS Kesehatan, mati nanti BPJS.”

 

Meski begitu, dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait keputusan akhir mengenai tariff baru kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini. hal ini dikarenakan masih harus dikaji lebih lanjut oleh Kementerian Keuangan.

Oh iya, Anda sudah daftar BPJS Kesehatan kan? Jika belum, Anda bisa tonton video cara daftar BPJS Kesehatan melalui channel Youtube Finansialku berikut ini:

 

Jika Anda pengguna BPJS Kesehatan, bagaimana tanggapan Anda terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan di atas?

Jika ini merupakan informasi yang sangat bermanfaat, Ayo bagikan artikel ini kepada sanak saudara dan teman Anda.

 

Sumber Referensi:

  • Francisca Christy Rosana. 7 Agustus 2019. DJSN Usul Iuran BPJS Kesehatan Kelas 1 Naik Jadi Rp 200 Ribu. Tempo.co – https://bit.ly/2OMpnYX
  • Indonesia 6 Agustus 2019. Iuran BPJS Kesehatan Naik untuk Semua Kelas. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/2Yxjsex

 

Sumber Gambar:

  • BPJS Kesehatan – http://bit.ly/2KkEuEw