Pergerakan harga suatu mata uang selalu berubah-ubah dan bergerak dalam kisaran trend. Apakah Anda sudah mengerti konsep kejenuhan pasar?

Penentuan kapan trend ini akan berbalik arah bisa membingungkan trader. Apakah Anda pernah merasa terjebak dalam trading?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Kondisi Jenuh – Zona Overbought dan Oversold

Dalam kondisi uptrend/bullish yang kuat, Anda membuka posisi “buy”. Namun tidak lama kemudian harga justru berbalik turun.

Bisa jadi hal ini terjadi karena pasar sudah mencapai titik jenuh terhadap trend bullish. Inilah yang disebut overbought dan oversold untuk kondisi sebaliknya.

Bagaimana agar tidak terjebak dalam kejenuhan pasar sehingga bisa mengantisipasi perubahan trend harga? Bagaimana mengidentifikasi keberlanjutan trend yang kuat?

Indikator dasar yang digunakan untuk mengidentifikasi titik jenuh suatu instrumen adalah oscillator stochastic. Indikator ini terus berkembang seiring perkembangan zaman untuk mengikuti pasar yang dinamis.

Trend Harga Mata Uang 02 Mata Uang 2 - Finansialku

[Baca Juga: Trend is Your Friend: Panduan Mengenal Tren Dalam Trading Forex]

 

Salah satu RSI dasar yang paling banyak digunakan adalah RSI (Relative Strenth Index). RSI mengukur kecepatan dan besarnya pergerakan perubahan harga yang kemudian ditunjukkan oleh oscillator bernilai 0 hingga 100.

Perubahan harga berdasarkan rata-rata kenaikan ataupun penurunan dalam jangka waktu tertentu. Sehingga RSI dipakai dalam mengidentifikasi zona harga yang berpotensi overbought dan oversold.

Kondisi overbought ditunjukkan jika garis menembus skala 70, sedangkan oversold jika menembus skala 30. RSI ditunjukkan dengan sebuah garis yang bergerak pada kedua skala tersebut.

Untuk membuat indikator ini menjadi lebih selektif, dapat dilakukan penyesuaian skala overbought menjadi 80 dan 20 untuk oversold. Kondisi normal ditunjukkan jika garis RSI berada di skala 50.

Trend Harga Mata Uang 03 - Finansialku

Indikator RSI pada saham Facebook

 

Pada gambar di atas, sinyal RSI ditunjukkan oleh panah berwarna pink. Skala RSI 70 menunjukkan overbought dan menandakan bahwa momen pelemahan harga akan terjadi.

Sedangkan skala RSI 30 menunjukkan oversold dan memberi peringatan momen kenaikan harga. Pergerakan harga secara mendadak dapat menimbulkan sinyal keliru pada RSI.

Sehingga disarankan agar menggunakan indikator konfirmasi lainnya seperti garis trend dikarenakan nilai support dan resisten nya bertepatan dengan RSI.

Selain keunggulan indikator RSI dalam memprediksi momentum tentunya indikator ini juga memiliki kelemahan, yaitu dapat mengakibatkan premature signal.

Hal ini disebabkan oleh pergerakan harga “ekstrem” yang ditunjukkan dengan kenaikan/penurunan harga secara terus menerus sehingga skala RSI juga ikut berada pada area “ekstrem”.

 

Perkembangan Indikator Oscillator – Premier Stochastic Oscillator (PSO)

PSO merupakan pengembangan dari indikator oscillator yang ditemukan oleh Lee Leibfarth dan pertama kali dipublikasikan pada Agustus 2008 di Jurnal Analisa Teknikal Saham & Komoditas.

PSO terbentuk dari kalkulasi 2 moving average eksponensial sehingga pergerakannya lebih halus dan sensitif terhadap perubahan harga di pasar.

 

Hasilnya sinyal yang muncul menjadi lebih cepat muncul dibandingkan oscillator biasa.

Adapun perbedaannya yang paling mencolok dengan oscillator biasa atau RSI, yaitu kondisi normal ditunjukkan oleh nilai 0 sehingga lebih sensitif pada perubahan harga sehingga lebih baik dalam mendeteksi perubahan trend.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Cara Baca Sinyal PSO

Trend Harga Mata Uang 04 - Finansialku

Indikator PSO pada USD/JPY Dalam Periode Waktu Mingguan

 

Pada gambar di atas, panah warna hijau menunjukkan kondisi overbought dan panah kuning menunjukkan oversold.

Sinyal PSO muncul dalam bentuk garis melengkung yang melewati 4 garis horizontal.

Keempat garis horizontal ini menjadi parameter harga apakah telah mencapai overbought/oversold yang ditunjukkan oleh 2 garis terluar. Sedangkan 2 garis di dalam menunjukkan kondisi normal.

 

Keadaan overbought terjadi pada kondisi bullish yang kuat dimana harga naik secara ekstrim. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan sinyal PSO yang melewati garis batas luar yang atas (ditunjukkan dengan warna biru pada gambar di atas).

Perubahan trend dari bullish dimulai ketika sinyal PSO kembali masuk ke dalam garis biru terluar menuju garis tengah.

Garis tengah terletak mendekati angka 0 dan berfungsi untuk menunjukkan transisi harga atau perubahan harga jangka pendek.

Jika trend terus berbalik arah sehingga bearish, maka sinyal PSO akan menembus bawah garis terluar yang paling bawah (ditunjukkan oleh garis horizontal warna merah pada gambar di atas).

Sehingga terbentuk kondisi oversold.

Seberapa Penting Berita Forex 01 - Finansialku

[Baca Juga: Bisakah Kaya dari Forex? Simak Penjelasan Selengkapnya!]

 

Lalu Kapan Waktu Open Posisi Buy Atau Sell?

Dengan menggunakan sinyal PSO, momen terbaik untuk melakukan posisi buy yaitu saat kondisi dari oversold berakhir.

Ditandai dengan bergeraknya sinyal PSO dari luar garis horizontal terbawah mulai memasuki menuju garis tengah (garis putus-putus biru dan merah di gambar sebelumnya).

Exit dilakukan saat sinyal PSO mencapai zona overbought. Posisi sell dilakukan saat kondisi overbought berakhir. Ditandai dengan bergeraknya sinyal PSO dari luar garis horizontal teratas menuju garis tengah.

Untuk membuat trading semakin presisi, sebaiknya selain menggunakan PSO ditambahkan beberapa indikator harga ataupun garis trendline untuk konfirmasi.

 

Rumus Perhitungan Sinyal PSO

Sebelum menghitung rumus sinyal PSO, ada baiknya untuk mengulas kembali dasar pemikiran dari indikator oscillator, yang menghitung momentum dengan membandingkan harga instrumen dengan kisaran harga masa lalu.

Tujuannya untuk menemukan harga sebelumnya yang pernah dicapai baik terendah maupun tertingginya, hal ini dilakukan dengan penentuan harga saat harga penutupan di terendah atau tertinggi sebelumnya.

Saat harga penutupan mendekati harga-harga tertinggi maka menandakan kondisi uptrend. Berlaku pula sebaliknya.

Berikut ini dasar rumus perhitungan oscillator standar:

%K = 100 X [(C – Ln) / (Hn – Ln)]

 

Keterangan:

  • C = harga penutupan terakhir
  • n = jumlah hari/ periode yang dihitung
  • Ln = harga terendah pada rentang hari (n)
  • Hn = harga tertinggi pada rentang hari (n)

 

Sinyal PSO menormalkan standar rumus oscillator dengan menggunakan 5 periode dari 2 exponential moving average (EMA) dari nilai %K, hasilnya skala 1 hingga -1. Sehingga perhitungan PSO sebagai berikut:

PSO = (exponential value (S) – 1) / (exponential value (S) + 1)

 

Keterangan:

  • S = 5-periode dari 2 EMA ((%K – 50) * 0,1)
  • %K = 8-periode oscillator stochastic

 

Kesimpulan

Sinyal PSO merupakan pengembangan terkini dari oscillator dasar. Dengan berbagai penyesuaian rumus perhitungan sehingga dihasilkan sinyal yang lebih cepat dan sensitif.

Sinyal PSO bekerja optimal dalam penentuan daerah overbought dan oversold. Hal ini penting dipahami trader untuk melakukan open posisi yang sesuai arah pasar dan untuk mengantisipasi perubahan trend harga.

Meski demikian, diperlukan tambahan indikator lainnya untuk konfirmasi seperti trendline, indikator harga, dan lain-lain.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai trend harga mata uang? Tuliskan pertanyaan dan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah.

Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada orang lain di sekitar Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Lee Leibfarth. Agustus 2008. Premier Stochastic Indicator. Technical Analysis of Stocks & Commodities.
  • Jean Folger. 5 Februari 2018. Premier Stochastic Oscillator Explained. Investopedia.com – https://goo.gl/PBsRie

 

Sumber Gambar:

  • Mata Uang 1 – https://goo.gl/znvKSq
  • Mata Uang 2 – https://goo.gl/63QBUc