Sabtu, 27 Februari 2021 Finansialku bersama Pegadaian mengadakan kopdar webinar bertajuk “Finance and Romance: Apakah Uangmu, Uangku Juga?”

 

Finansialku X Pegadaian: Apa Uangku, Uangmu Juga?

JAKARTA – Pada kali ini, Finansialku mengadakan acara kopi darat “Finance and Romance” berbasis daring.

Dalam kehidupan berumah tangga yang mengelola keuangan keluarga ialah istri itu hal yang lumrah. Penghasilan suami untuk menafkahi istri juga segala pokok kebutuhan yang harus terpenuhi dalam berumah tangga.

Acara ini membahas sebagai topik utamanya mengenai, bagaimana mengkomunikasikan dengan baik dalam hal finansial rumah tangga baik istri maupun suami untuk kebutuhan hidup, untuk berinvestasi, dan juga untuk memiliki dana darurat?

Acara ini merupakan webinar melalui Youtube Finansialku bersama Pegadaian yang berjumlah lebih dari seribu orang penonton diselenggarakan pada Sabtu, 27 Februari 2021 dihadiri oleh Harryka Joddy, CFP dan Nucha Bachri (Co-Founder Parentalk.id Podcaster @curhatbapakibu) bersama Cynthia Paramita Astasari (Assistant Manager II PT Pegadaian Persero) dengan tema “Finance and Romance: Apakah Uangmu, Uangku Juga?”.

Kopdar Finansialku X Pegadaian Finance and Romance postr

 

Menurut Harryka Joddy, CFP Langkah pertama yaitu komunikasi yang baik antara suami dan istri dengan mencatat apa saja pengeluarannya baik istri maupun suami.

Diskusi mengenai biaya pendidikan anak berapa yang harus direncanakan untuk anak, itu adalah salah satu faktor yang timbul terjadi dalam rumah tangga atau keluarga.

Pentingnya komunikasi finansial bersama pasangan yang harus di diskusikan mengenai :

  • Perbedaan pola pikir
  • Perbedaan gaya hidup
  • Perbedaan penghasilan
  • Perbedaan dalam manajemen rumah tangga

 

Finansialku selalu memberikan edukasi mengenai perencanaan keuangan yang paling basic yaitu membangun fondasi yang kuat dulu melalui piramida perencanaan keuangan.

“Mulailah untuk terbuka atau transparan, jujur dan juga komunikasi. Prioritas proteksi dengan menentukan tujuan finansial. Observasi medan perang, misalnya dengan menanyakan terlebih dahulu apakah background dari pasangan tersebut dan seperti apa contohnya seperti mengenai tangggungan orang tua. Hal yang perlu dibahas bersama pasangan yaitu mengenai tujuan finansial, profil risiko, profil instrumen investasi, pelajari berbagai referensi mengenai finansial keluarga” ujar Nucha.

Selanjutnya, Pegadaian memiliki solusi dengan menabung tabungan emas di Pegadaian untuk investasi tujuan keuangan tersebut. Investasi dengan emas bersifat likuid atau mudah dicairkan dan juga bisa menjadi dana darurat untuk jangka panjang dengan menjual kembali atau gadai investasi emas di Pegadaian.

Pegadaian sudah berdiri sejak 1901 sebagai perusahaan BUMN dan juga terdaftar dan diawasi pada OJK dan juga memiliki jangkauan yang luas sekitar empat ribu outlet dan juga memiliki platform Pegadaian Digital.

Fitur tabungan emas pada Pegadaian Digital bisa dengan men- Top Up, jika ingin mencetak emas menjadi emas batangan juga bisa, ketika membutuhkan dana darurat bisa menggadai maupun menjual emas dan transfer emas juga bisa melalui Pegadaian.

“Nabung emas tua tak cemas, kita harus memiliki perencanaan tabungan untuk konsumsi dan juga asuransi agar dapat mengimbangi kebutuhan dimasa tua kita. Contohnya keluarga mapan seperti, mewariskan sesuatu kepada anak cucunya dan investasi emas berguna untuk mewariskan investasi tersebut kepada anak cucu kita” ujar Cynthia.

 

banner -the truth about money and relationships

 

Finansialku terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk meliterasi masyarakat mengenai keuangan.

Jika Anda tertarik untuk melakukan kolaborasi bersama kami, hubungi tim kami melalui media sosial kami (Instagram @finansialku_com, twitter @finansialku) maupun email kami di konten.finansialku@gmail.com atau menghubungi nomor 0819 1151 6119.