Apakah Boleh Menggunakan KTA Untuk Dana Darurat?

Saya kesulitan mengumpulkan dana darurat, apakah boleh menggunakan KTA untuk dana darurat?

Menggunakan KTA untuk memiliki dana darurat sebenarnya bisa-bisa saja, namun apakah Anda tahu kelebihan dan kekurangannya?

Mari melihat pembahasan mengenai apakah boleh menggunakan KTA untuk dana darurat.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Pentingnya Dana Darurat

Dana darurat, mungkin sudah sering Anda mendengar perencana keuangan menjelaskan pentingnya dana darurat. Namun sebenarnya apa sih dana darurat itu?

Sesuai namanya, dana darurat merupakan sejumlah dana yang perlu disiapkan untuk menghadapi keadaan yang darurat, misalnya saat terjadi Putus Hubungan Kerja (PHK), sakit, kecelakaan, dan lain-lain.

Idealnya, jumlah dana darurat dihitung berdasarkan rata-rata biaya hidup seseorang dan bagaimana kondisi atau status orang tersebut.

Sebagai contoh, seseorang yang single dan seseorang yang sudah memiliki pasangan tentunya memiliki pengeluaran yang berbeda pula.

Apakah Boleh Menggunakan KTA Untuk Dana Darurat 02 - Finansialku

[Baca Juga: Pelajaran Beharga! 6 Kesalahan Saat Meluasi Utang yang Dilakukan Kakek Fico]

 

Oleh karena itu, umumnya jumlah dana darurat ideal yang disarankan adalah sebagai berikut ini:

  • 3x biaya hidup rata-rata untuk single atau belum memiliki pasangan dan keluarga.
  • 6x biaya hidup rata-rata untuk pasangan.
  • 9x biaya hidup rata-rata untuk keluarga dengan 1 anak per tanggungan.
  • 12x biaya hidup rata-rata untuk keluarga dengan 2 anak per tanggungan atau lebih.

 

Namun jumlah ini bisa ditambah dengan adanya kondisi-kondisi tertentu, misalnya berdasarkan usia.

Tetapi bagi Anda yang masih kebingungan dengan berapa biaya hidup rata-rata selama ini, mulailah dengan mencatat pengeluaran dan pemasukan. Anda bisa melakukannya dengan mudah menggunakan aplikasi Finansialku.

Anda bahkan bisa membuat anggaran dan mengecek kondisi keuangan Anda disini.

Bagi Anda yang merupakan pengguna baru, download aplikasi Finansialku sekarang juga dan manfaatkan fiturnya dengan meng-klik tautan berikut ini:

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Pertanyaan yang sering muncul selanjutnya adalah: mengapa butuh dana darurat?

Anda tentunya tahu bahwa kondisi perekonomian semakin sulit. Tidak terkecuali di Indonesia, terbukti dengan banyak perusahaan-perusahaan besar yang tutup atau hengkang dari Indonesia.

Anda juga pasti tahu salah satu dampak terbesar dari kondisi ini adalah banyaknya kasus Putus Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak. Lalu apa yang harus dilakukan?

Apa Saja Hak-Hak Karyawan yang di PHK oleh Perusahaan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Para HRD: 7 Alasan Pentingnya Dana Darurat untuk Karyawan di Perusahaan Anda]

 

Tidak mudah untuk mencari pekerjaan baru dalam waktu singkat. Namun kondisi ini juga berada di luar kendali Anda, dan bisa terjadi kapan saja.

Apa Anda rela mengemis bantuan dari orang lain hanya untuk membiayai hidup Anda selama Anda mencari pekerjaan baru? Atau Anda memilih untuk berutang? Tentunya tidak.

Oleh karena itulah dibutuhkan yang namanya DANA DARURAT.

Karena dibutuhkan untuk antisipasi, maka sebaiknya dana darurat sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari.

Ingatlah bahwa Anda tidak akan pernah tahu bagaimana masa depan Anda, sehingga lebih baik mempersiapkannya dari sekarang.

Sayangnya banyak yang masih mencari cara gampang untuk memperoleh dana darurat, misalnya saja dengan menggunakan KTA.

Apakah boleh menggunakan KTA untuk dana darurat?

Melalui pembahasan Finansialku, mari kita cari tahu jawabannya.

 

Berutang dengan KTA untuk Dana Darurat: Bolehkah?

Tahukah Anda, bahwa salah satu tujuan dari mempersiapkan dana darurat adalah untuk “menghindar dari utang”?

Untuk melihat tujuan lainnya dari dana darurat, Anda bisa membaca artikel berikut ini:

Apakah Dana Darurat untuk Mahasiswa Diperlukan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Sudah Waktunya Anda Mempersiapkan Dana Darurat!]

 

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, Anda bisa saja berutang saat terjadi kejadian darurat yang tidak diduga-duga.

Ingatlah bahwa banyak kejadian yang bisa mendesak Anda untuk berutang, misalnya saja:

  • Ada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan
  • Bencana alam
  • PHK besar-besaran, dan sebagainya.

 

Dengan adanya dana darurat, Anda sudah siap menghadapi beberapa kejadian darurat tersebut, dan Anda akan terhindar dari utang.

Lalu bagaimana ceritanya jika Anda mengambil KTA untuk dana darurat? Apakah bisa berutang untuk menghindari utang? Menurut saya, hal ini sangatlah bertentangan.

Namun sebenarnya boleh tidaknya menggunakan KTA untuk dana darurat bisa dilihat dari 2 kondisi.

 

#1 KTA untuk Dana Darurat SEBELUM Kejadian Tak Terduga

Idealnya, dana darurat dipersiapkan dari jauh-jauh hari, mengingat kejadian tak terduga bisa datang kapan saja. Namun banyak yang kesulitan mengalokasikan uang untuk dana darurat ini.

Biasanya gaji selalu habis setiap bulan karena mereka tidak berniat “mengalokasikan” namun hanya mengandalkan “menyisihkan”.

Apabila Anda juga kesulitan mengalokasikan dana untuk dana darurat ini, maka sebenarnya KTA dapat dimanfaatkan. Dengan mengambil KTA, secara tidak langsung Anda dipaksa untuk membayar cicilan setiap bulannya.

Karena tentunya Anda akan dikenakan denda apabila telat bayar atau tidak membayar sesuai jumlah yang seharusnya.

Sudah Waktunya Anda Mempersiapkan Dana Darurat! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Sudah Cukupkah Dana Darurat Anda? Yuk Ketahui Cara Mudah Mengumpulkan Dana Darurat]

 

Disini bisa dibilang Anda “DIPAKSA” menabung untuk mengumpulkan dana darurat. Menurut saya pribadi, bagi Anda yang kesulitan mengalokasikan dana, hal ini bisa digunakan sebagai alternatif solusi.

Tetapi ingatlah bahwa sebenarnya Anda akan dirugikan, karena ada bunga yang melekat pada besaran cicilan Anda.

Berbeda halnya dengan menabung sendiri, dimana seluruh uang yang Anda alokasikan menjadi dana darurat milik Anda.

 

#2 KTA untuk Dana Darurat SETELAH Kejadian Tak Terduga

Banyak sekali orang yang baru merasakan pentingnya dana darurat saat kejadian tak terduga terjadi.

Nah, pada saat ini sebenarnya Anda sudah terlambat!

Disini artinya Anda memang diharuskan berutang, karena kejadian tak terduga sudah menimpa Anda dalam kondisi tidak punya dana darurat.

Kredit Tanpa Agunan sendiri merupakan sebuah produk pinjaman dari pihak bank yang tidak mewajibkan debitor menjaminkan sebuah asetnya.

KTA biasanya digunakan untuk nasabah yang sedang membutuhkan sejumlah dana cepat, salah satunya untuk mengatasi kejadian tak terduga ini.

Sudah Cukupkah Dana Darurat Anda Yuk Ketahui Cara Mudah Mengumpulkan Dana Darurat 01 - Finansialku

[Baca Juga: Dengan Cara Ini, Dana Darurat dan Investasi Bisa Dipersiapkan Secara Bersamaan]

 

Berbeda dari beberapa jenis kredit lainnya, Anda dapat menggunakan pinjaman KTA untuk kebutuhan apapun. Sehingga sah-sah saja menggunakan KTA pada kondisi kedua ini.

Namun hal yang perlu diingat adalah, sesaat setelah Anda memutuskan untuk mengambil KTA sebagai dana darurat setelah kejadian tak terduga, Anda harus berkomitmen melunasi KTA ini.

Jika tidak, bisa dibilang Anda “sudah jatuh tertimpa tangga”, karena setelah mengalami kejadian tak terduga, kini Anda dikejar-kejar debt collector karena kredit macet.

 

TIPS: Mempersiapkan Dana Darurat

Melalui pembahasan tadi, maka bisa dibilang sebenarnya KTA sah-sah saja digunakan untuk dana darurat. Tetapi sebenarnya ini hanyalah solusi terakhir. Kami tetap menyarankan Anda mempersiapkan dana darurat secara mandiri sejak dini.

Berikut beberapa tips mempersiapkan dana darurat yang baik dan benar.

 

#1 Menentukan Tujuan Dana Darurat

Berjalan tanpa tujuan itu selalu melelahkan, sehingga kami menyarankan Anda untuk selalu menentukan tujuan sebelum bertindak.

Serupa halnya dengan mempersiapkan dana darurat, dimana Anda perlu mengetahui tujuannya terlebih dahulu.

Anda bisa memulai dana darurat dari jumlah yang kecil dahulu untuk tujuan yang spesifik, misalnya saja saat Anda memang sudah mendengar desas desus perusahaan tempat kerja Anda akan bangkrut, mulai persiapkan sejumlah kebutuhan Anda sebelum memperoleh pekerjaan baru.

Anggaplah perusahaan akan tutup dalam waktu 3 bulan lagi, dan Anda baru akan mulai bekerja di tempat baru 5 bulan lagi. Maka sah-sah saja untuk menyiapkan dana darurat sejumlah 2 bulan biaya kebutuhan hidup terlebih dahulu.

Baru setelahnya tingkatkan jumlah ini perlahan-lahan hingga mencapai jumlah dana darurat ideal.

 

#2 Dana Darurat Sebaiknya Terpisah

Dana darurat sebaiknya disimpan terpisah dari rekening gaji, rekening kebutuhan sehari-hari ataupun tabungan jangka pendek lainnya. Hal ini bertujuan agar Anda tidak lupa dan menggunakan dana darurat untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahkan Anda bisa memanfaatkan fitur auto debet, sehingga Anda bisa mentransfer uang secara otomatis dari tabungan sehari-hari ke tabungan khusus dana darurat.

Sudah Cukupkah Dana Darurat Anda Yuk Ketahui Cara Mudah Mengumpulkan Dana Darurat 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Iya Dana Darurat Bisa Disimpan Pada Produk Reksa Dana?]

 

#3 Jangan Tergoda untuk Berbelanja dengan Sisa Uang Bulanan

Memang terkadang tulisan “SALE” di pusat perbelanjaan menggoda Anda untuk berbelanja. Terlebih saat mengetahui bahwa Anda punya sisa uang bulan ini.

Tetapi sangat tidak disarankan untuk membelanjakan uang tersebut saat Anda belum memiliki dana darurat. Lebih baik Anda mengumpulkan dana darurat demi masa depan bebas utang.

 

#4 Lakukan Review Dana Darurat secara Berkala

Setelah memperoleh dana darurat ideal, jangan cepat puas dulu. Dana darurat dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi keuangan Anda lho!

Mengapa demikian?

Anda tentu tahu bahwa biasanya pengeluaran akan semakin besar saat pendapatan meningkat. Hal ini bisa dibilang sudah hukum alam. Belum lagi adanya faktor inflasi yang akan meningkatkan biaya hidup sehari-hari setiap tahunnya.

Nah, saat hal ini terjadi, Anda harus melakukan review jumlah dana darurat dan memperbaikinya sesuai kebutuhan Anda.

Ilustrasinya begini:

Bayangkan Anda mulai bekerja pada tahun 2013, saat itu pengeluaran per bulan Anda hanyalah Rp2,5 juta. Anda berstatus single sehingga menyediakan 3x biaya hidup rata-rata untuk dana darurat.

Kini sudah tahun 2018, Anda sudah memiliki pasangan meski belum memiliki buah hati. Selain itu, pengeluaran Anda bertambah karena faktor inflasi. Masa jumlah dana darurat Anda tetap segitu-gitu saja?

Oleh karena itulah, penting untuk selalu melakukan review dan mengevaluasi jumlah dana darurat secara berkala.

 

Persiapkan Dana Darurat Anda Sejak Dini agar Tidak Perlu KTA

Kini Anda sudah tahu jawabannya: KTA boleh untuk dana darurat, tetapi selama masih ada solusi lain, mengapa harus berutang?

Anda tentunya kini sudah mengetahui bagaimana pentingnya dana darurat dan siap mempersiapkan dana darurat Anda sendiri. Kini waktunya bertindak!

Kami yakin bahwa Anda bisa mempersiapkan dana darurat untuk antisipasi kejadian tak terduga. Dengan demikian, Anda bisa terhindar dari utang.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai KTA untuk dana darurat lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Simulasi Kredit. Cara Mempersiapkan Dana Darurat dengan Baik dan Benar. Simulasikredit.com – https://goo.gl/2wC775

 

Sumber Gambar:

  • KTA Untuk Dana Darurat 01 – https://goo.gl/hTaVZ9
  • KTA Untuk Dana Darurat 02 – https://goo.gl/qGFXr5

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
Article Name
Apakah Boleh Menggunakan KTA Untuk Dana Darurat?
Description
Saya kesulitan mengumpulkan dana darurat, apakah boleh menggunakan KTA untuk dana darurat? Menggunakan KTA untuk memiliki dana darurat
Author
Publisher Name
Finansialku
Publisher Logo
By |2018-01-12T15:23:21+00:00January 12th, 2018|Categories: Dana Darurat, Kredit Tanpa Agunan|Tags: , , , , |0 Comments

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment