Sudahkah kamu mengetahui apa itu latte factor? Nyatanya latte factor untuk mahasiswa sudah sering terjadi.

Penting bagi kamu untuk ketahui apa itu latte factor dan cara mengatasinya.

Ingin tahu bagaimana caranya? Mari simak ulasan selengkapnya melalui artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Latte Factor untuk Mahasiswa

Mungkin beberapa dari kalian masih asing dengan istilah Latte Factor. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga baru pertama kali mendengar istilah tersebut?

Padahal, istilah latte factor itu sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari kamu lho Guys.

Namun, sebenarnya apa itu latte factor?

Menurut David Bach, seorang penulis dan motivator keuangan di Amerika Serikat menyatakan bahwa latte factor adalah pengeluaran uang secara rutin untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting yang seharusnya dapat dihindari.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang latte factor, mari kita simak dulu cerita yang satu ini.

Latte Factor Untuk Mahasiswa 02 - Finansialku

[Baca Juga: Tips Mudah Investasi untuk Mahasiswa: Belajar Berinvestasi dari Sekarang!]

 

Rebecca Bloomwood bekerja sebagai wartawan di majalah agraria, khususnya mengenai bagaimana cara berkebun.

Meskipun ia menyenangi pekerjaannya, terdapat satu mimpi yang sudah ia inginkan sejak dulu.

Mimpi itu adalah untuk menjadi wartawan di majalah fashion. Majalah fashion tersebut bernama Alette.

Akhirnya, mimpinya tersebut hampir terwujud. Ia pun mendapatkan panggilan untuk wawancara.

Pada saat perjalanan menuju kantor redaksi Alette, Rebecca melihat syal berwarna hijau dan ia sangat ingin membelinya.

Namun, sayangnya kartu kredit Rebecca ditolak. Walaupun kartu kreditnya ditolak, Rebecca tetap tidak putus asa.

Ia berjalan ke gerai hotdog dan menawarkan untuk membeli semua hotdog dengan cek. Tapi, si penjual harus memberikan kembalian dalam bentuk uang tunai.

Rebecca pun akhirnya berbohong. Ia mengatakan bahwa syal tersebut akan menjadi hadiah untuk bibinya yang sakit.

Ia mau melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang ia inginkan.

Cerita di atas berasal dari novel karangan Sophie Kinsella yang kemudian difilmkan.

Dalam film tersebut, Rebecca merupakan tokoh fiksi dalam The Confession of Shopaholic. Ia digambarkan sebagai seorang perempuan yang sangat gila belanja serta memiliki banyak utang.

Rebecca sering membeli sesuatu yang sebenarnya tidak ia butuhkan. Dalam kata lain ia hanya memenuhi keinginannya saja. Ia tidak bisa menahan hawa nafsu untuk tidak berbelanja yang tidak penting.

Walaupun Rebecca hanyalah tokoh fiksi, namun baik disadari atau tidak ceritanya seperti contoh nyata. Membeli begitu banyak barang yang tidak kita perlukan akan membawa kita pada kebangkrutan.

Di kehidupan nyata, ada banyak pengeluaran yang sebenarnya bisa kita hemat, namun sayangnya tidak kita lakukan.

Bagaimana dengan kamu Guys? Apa kamu juga demikian? Semoga tidak ya.

Pengeluaran ini nampaknya kecil, namun tanpa disadari, jika dilakukan secara terus menerus dan diakumulasikan maka jumlahnya bisa sangat besar lho.

Bahkan bisa mencapai double digit. Hmm.. kalo sudah begini, sayang banget kan Guys kalau uangnya terbuang sia-sia gitu aja.

Pengeluaran-pengeluaran tersebut disebut dengan istilah “latte factor” oleh David Back.

Jadi, latte factor mengarah pada pengeluaran kecil yang bersifat rutin tapi sifatnya tidak terlalu penting dan bahkan bisa ditiadakan.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Istilah kata “latte” diambil dari secangkir kopi. Mengapa demikian?

Karena menurut David Bach, kopi merupakan pengeluaran skala kecil yang jika diakumulasikan dalam sebulan totalnya dapat melebihi biaya listrik dan air.

Jika kamu bertanya tentang latte factor apa yang bisa kamu hemat secara pribadi atau pertanyaan lainnya, kamu dapat bertanya kepada perencana keuangan yang sudah tersertifikasi melalui aplikasi Finansialku.

Dalam aplikasi terdapat fitur yang sangat memudahkan kamu untuk menanyakan tentang keuangan yang bisa bersifat pribadi.

Fitur tersebut adalah fitur ”Tanya Jawab”  yang di mana kamu bisa menanyakan langsung secara pribadi masalah keuangan kamu kepada perencana keuangan (financial planner) tersertifikasi.

Bagaimana caranya? Berikut akan dijelaskan secara singkat langkah-langkah menggunakan fitur ”Tanya Jawab”  dalam aplikasi Finansialku:

  1. Buka aplikasi Finansialku dan pilih menu “Tanya Jawab”.
  2. Pada panel “Tiket Masuk”, klik tombol “+” di bagian kanan bawah layar untuk menambahkan tiket.
  3. Pilih layanan yang diinginkan baik itu Perencana Keuangan atau Support (Technical Support atau Billing Support). Pada kasus ini, kamu bisa memilih “Perencana Keuangan” dan pilih siapa financial planner yang ingin kamu hubungi.
  4. Klik “Tanya” di samping profil.
  5. Selanjutnya, isi “Subjek” sesuai dengan topik yang ingin ditanyakan, dan tuliskan pertanyaan di kolom bawahnya. Misalnya, “Saya seorang mahasiswa, latte factor apa saja yang bisa saya hemat?”.
  6. Kamu bisa menambahkan “File Lampiran” baik berupa gambar ataupun file jika memang dibutuhkan.
  7. Jika sudah selesai, klik “Kirim”.

 

 

Setelah itu, kamu tinggal menunggu jawaban dari financial planner tersebut. Sangat mudah bukan?

Selain itu, tentunya aplikasi Finansialku juga dapat membantu kamu untuk memantau kondisi keuangan kamu melalui fitur-fitur lainnya.

Jika kamu belum memilikinya, kamu bisa segera download melalui Google Play Store atau lakukan registrasi melalui PC.

Selain itu, jangan lupa untuk memahami lebih lanjut mengenai perencanaan keuangan melalui ebook Finansialku berikut ini:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

 

Di dalamnya terdapat sejumlah pembahasan yang dilengkapi dengan contoh sehingga kamu bisa langsung dapat mempraktikkannya.

Tunggu apalagi? Yuk segera lakukan sekarang juga!

 

Latte Factor Untuk Mahasiswa

Kali ini rubrik Finansialku akan berbagi beberapa contoh latte factor yang sering dialami oleh mahasiswa.

Hal-hal inilah yang bisa membuat kamu bokek lho Guys, yaitu:

 

#1 Membeli Kopi di Coffee Shop

Kalau setiap pagi kamu membeli kopi di coffee shop agar tidak ngantuk saat di kelas, maka kamu perlu menyadari hal ini ya.

Misalnya, rata-rata kamu menghabiskan Rp40 ribu untuk setiap cangkir kopi di coffee shop.

Maka, dalam 30 hari maka kamu menghabiskan Rp1,2 juta hanya untuk kopi. Wah.. angka yang sangat besar kan Guys?

Ya, sebenarnya bukannya kamu enggak boleh minum kopi sih Guys. Tapi setidaknya kamu dapat meminimalkan pengeluaran itu.

Misalnya, kamu bisa lebih berhemat jika kamu membeli kopi bubuk dan menyeduhnya sendiri.

 

#2 Membeli Air Mineral Kemasan

Selain kopi, nyatanya masih terdapat hal-hal yang termasuk latte factor lainnya. Salah satunya adalah dengan membeli air mineral kemasan.

Tanpa disadari membeli air mineral kemasan merupakan latte factor lho Guys. Mungkin jika sekali dua kali tidak begitu terasa. Namun, jika dilakukan berkali-kali tentu akan menjadi latte factor.

Coba kamu akumulasikan jumlahnya, misalnya, sehari kamu membeli 2 botol air mineral kemasan 600ml seharga Rp3 ribu. Dalam sebulan maka kamu telah menghabiskan uang sebesar Rp180 ribu (2 x Rp3 ribu x 30).

Lumayan kan Guys? Hampir mencapai Rp200 ribu hanya untuk air mineral saja. Tentunya kamu bisa jauh lebih berhemat jika kamu menggunakan botol minum.

Latte Factor Untuk Mahasiswa 03 - Finansialku

[Baca Juga: Uang Saku Mahasiswa Rp1 Juta Per Bulan? Siapa Takut! Ini Cara Bertahan Hidup Sebagai Mahasiswa]

 

#3 Penggunaan Transportasi Online

Di zaman yang sudah semakin canggih ini, tak heran jika kebanyakan orang memilih menggunakan transportasi online. Namun, ternyata transportasi online ini juga cukup menguras pengeluaran kamu lho Guys.

Contoh yang seharusnya bisa di hemat ialah saat kamu akan pergi ke kampus. Pilih saja transportasi online yang biayanya lebih murah, seperti menggunakan motor.

Jangan kamu gunakan mobil, karena biaya ongkos yang perlu kamu keluarkan itu berkali-kali lipat.

Meskipun cuaca sedang panas dan penampilan kamu sudah rapi, tidak ada salahnya untuk tetap menggunakan motor, karena kamu masih bisa merapikan penampilan kamu saat tiba di kampus.

Alternatif lain yang bisa kamu pilih agar lebih hemat adalah dengan menggunakan transportasi umum seperti bus, angkot, dan sebagainya yang tentunya lebih murah.

 

#4 Pembelian Pakaian

Pembelian pakaian juga merupakan salah satu latte factor untuk mahasiswa.

Kebanyakan mahasiswa tentu ingin selalu tampil cantik, menarik, rapi dan sebagainya.

Sebenarnya tidak salah kok Guys jika ingin berpenampilan cantik dan menarik. Namun, sesuaikan juga dengan biaya yang kamu keluarkan untuk itu ya.

Jangan mudah terbawa hawa nafsu untuk membeli pakaian ini, itu, peralatan make up, dan sebagainya.

Kamu bisa memanfaatkan dengan baik apa yang sudah kamu miliki. Ya kalau untuk sesekali membeli pakaian baru boleh saja sih Guys, asal jangan terlalu sering ya.

Hedonisme dan Gaya Hidup Konsumtif yang Dapat Merusak Keuangan Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Tetap Kuliah Meski Tak Punya Dana, Ini Cara Cerdas Mencari Uang]

 

#5 Membeli Cemilan

Lagi senang, nyemil. Lagi sedih, bete, nyemil juga. Lagi belajar, nyemil. Nah ini nih salah satu kebiasaan mahasiswa yang sangat umum.

Ternyata, tanpa disadari, kebiasaan nyemil telah menjadi latte factor juga lho Guys.

Terkadang kita nyemil bukan karena kita lapar, tapi hanya karena kita ingin makan padahal perut kita sudah kenyang.

Itulah mengapa sebaiknya kamu membatasi cemilan kamu ya. Jangan sampai berlebihan. Selain bisa lebih berhemat, tentunya kamu juga bisa lebih sehat.

 

Mahasiswa Bisa Meminimalkan Latte Factor

Setelah mengetahui apa itu latte factor, maka sekarang kamu sudah dapat meminimalkan hal-hal apa saja yang bisa menjadi latte factor.

Meminimalkan bukan berarti benar-benar 100% menghindari latte factor ya Guys. Setidaknya, kamu dapat meminimalkan pengeluaran untuk latte factor kamu. Kalau sekali-sekali masih boleh kok.

Jangan membiasakan diri untuk menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak terlalu penting. Gunakanlah uangmu secara bijak. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari.

Sebaiknya, uang yang kamu miliki akan lebih baik lagi jika kamu menggunakannya untuk tabungan dan investasi.

 

Jadi, latte factor apa yang sedang kamu alami saat ini Guys? Yuk, langsung saja berikan komentar dan pendapat di kolom yang telah tersedia.

Bagikan juga artikel ini kepada teman-teman kamu. Semoga artikel ini bermanfaat. Thank you!

 

Sumber Referensi:

  • Wan Ulfa Nuh Zuhra. 5 Febuari 2017. Latte Factor, Pengeluaran Kecil yang Membuat Bokek. Tirto.id – https://goo.gl/w61vCQ

 

Sumber Gambar:

  • Latte Factor Untuk Mahasiswa 1 – https://goo.gl/AFEr5z
  • Latte Factor Untuk Mahasiswa 2 – https://goo.gl/1ft2rW
  • Latte Factor Untuk Mahasiswa 3 – https://goo.gl/bUwPmu