Melahirkan di rumah kembali banyak dipilih oleh para bumil dengan berbagai pertimbangannya. Salah satunya, ketenangan dan kenyamanan.

Apakah kamu salah satunya? Jika iya, simak dulu artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Tren Melahirkan di Rumah

Melahirkan di rumah banyak diperbincangkan dengan berbagai sudut pandang.

Metode persalinan ini dinilai dapat memberikan kenyamanan dalam menghadapi dan menjalani proses persalinan.

Melahirkan dengan metode apapun memiliki pro dan kontra tersendiri, semuanya bergantung pada keputusan masing-masing.

Dilansir dari Hellosehat.com, melahirkan di rumah pada dasarnya bisa berjalan aman dan lancar, selama ibu hamil tidak mengalami komplikasi tertentu.

Melahirkan Di Rumah 02 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Kapitalisme Adalah]

 

Metode ini memberikan beberapa manfaat di antaranya:

  1. Keintiman ibu dan bayi lebih meningkat karena ibu dapat segera menyusui bayinya yang dapat mencegah perdarahan sekaligus memberikan antibodi yang lebih banyak ke tubuh bayi lewat ASI;
  2. Persalinan nyaman karena atmosfer rumah lebih bersahabat;
  3. Melahirkan di rumah lebih menghemat biaya.

 

Bumil tidak perlu meninggalkan keluarga, tidak dipisahkan dari pasangan setelah melahirkan, bebas memakai baju sendiri, mandi, makan, minum, dan leluasa bergerak selama persalinan.

 

Siap Melahirkan di Rumah Jika Telah Penuhi 5 Hal ini

Allodokter.com menuliskan sejumlah studi yang menunjukan melahirkan di rumah pada dasarnya sama amannya dengan melahirkan di rumah sakit.

Hal ini berlaku bagi ibu hamil yang berisiko rendah mengalami komplikasi persalinan.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang tetap harus kamu penuhi sebelum melahirkan di rumah, yaitu:

Aman! Begini Panduan dan Syarat Melahirkan di Puskesmas 02 Melahirkan di Puskesmas 2 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Aset Adalah]

 

#1 Kondisi Kesehatan yang Baik

Jika kamu berencana melahirkan di rumah, pastikan hasil pemeriksaan kehamilanmu baik-baik saja.

Jangan pernah memaksakan melahirkan di rumah apabila terdapat risiko medis tertentu, seperti pernah menjalani operasi caesar, hamil kembar, gawat janin, kelahiran prematur (kelahiran dengan usia kandungan kurang dari 37 minggu), kehamilan posmatur (usia kehamilan lebih dari 41 – 42 minggu, namun janin belum juga lahir), posisi bayi sungsang, masalah kesehatan selama kehamilan (diabetes gestasional, preeklamsia, atau infeksi ketuban saat hamil).

Karena kondisi di atas memerlukan penanganan khusus dari dokter kandungan selama proses persalinan.

 

#2 Bantuan Bidan Profesional

Pastikan bidan profesional (bersertifikasi) dengan banyak pengalaman menangani persalinan di rumah.

Bidan tersebut pun terhubung dengan dokter berkualitas dan rumah sakit terdekat untuk kondisi darurat.

Bidan akan melakukan pengecekan berkala pada bayi semalam persalinan hingga setelah melahirkan.

 

#3 Bukan Pengalaman Pertama Melahirkan

Metode persalinan ini hanya diperuntukkan persalinan anak kedua atau selanjutnya. Hal ini penting untuk meminimalisasi risiko buruk yang bisa saja dialami oleh ibu atau bayinya.

 

#4 Sarana yang Memadai

Sebelumnya, pastikan dan konsultasikan dengan dokter metode persalinan di rumah yang akan kamu pilih, misalnya konvensional, water birth, atau lainnya. Pilihan metode ini akan menentukan peralatan yang diperlukan.

Pastikan juga bidan membawa peralatan yang diperlukan hingga peralatan untuk menghadapi kondisi darurat, seperti oksigen, infus, serta obat-obatan untuk menghentikan perdarahan pasca melahirkan.

 

#5 Tersedia Akses ke Rumah Sakit (Jika Keadaan Darurat)

Pertimbangkan akses ke rumah sakit yang menyediakan layanan penanganan darurat 24 jam dengan jarak dan waktu tempuh ideal (15 menit) dari rumah ke rumah sakit.

Kondisi yang perlu dilarikan ke rumah sakit antara lain bila terjadi:

  1. Perdarahan tidak normal.
  2. Tahap persalinan tidak maju.
  3. Prolaps tali pusat (tali pusat keluar dari rahim sebelum janin).
  4. Ari-ari tercabut dari dalam dinding rahim sebelum bayi lahir.
  5. Setelah melahirkan, plasenta tidak keluar atau keluar dengan tidak utuh.
  6. Mekonium, atau tinja janin, muncul di dalam air ketuban.
  7. Bayi menunjukkan tanda-tanda kondisi yang gawat, seperti masalah pernapasan dan detak jantung abnormal.

 

Siap Menghadapi Persalinan dengan Tenang

Menunggu momen melahirkan untuk bertemu dengan buah hati tercinta pasti sangat dinantikan para bumil.

Selain kebahagiaan, ada rasa tegang yang sangat wajar dialami, terlebih jika hal ini adalah pengalaman pertama.

Selain mencari referensi metode persalinan, ada baiknya bumil menyusun budget untuk persiapan melahirkan. Hal ini harus dipersiapkan jauh-jauh hari.

Tenang, Aplikasi Finansialku hadir untuk membantumu menyusun anggaran jelang hingga pasca melahirkan lho. Caranya sangatlah mudah, simak video tutorialnya: 

 

Yuk segera unduh aplikasinya melalui Google Play Store agar kamu bisa fokus pada proses persalinan dan suami fokus memberikan dukungan untukmu.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Apapun metodenya, pilihlah yang berisiko rendah demi keselamatan. Bagikan artikel ini kepada bumil lainnya yang sedang mempertimbangkan metode persalinannya.

 

Sumber Referensi:

  • Adelia Marista Safitri. 19 Desember 2018. Apa Kata Ahli Soal Melahirkan di Rumah (Home Birth), Aman Atau Tidak?. Hellosehat.com- https://bit.ly/2Q7ZxgW
  • Admin. Kamu Bisa Melahirkan Di Rumah Bila Sudah Penuhi 5 Hal Ini. Alodokter.com – https://bit.ly/33DJdZr

 

Sumber Gambar:

  • Melahirkan Di Rumah 1 – http://bit.ly/2XJDQWd
  • Melahirkan Di Rumah 2 – http://bit.ly/2OgNwnZ