Selamat Hari Anak Nasional 2013. Menurut Para Pembaca, apakah perlu dan penting mengajarkan keuangan atau mengelola uang kepada anak-anak?  Mengelola keuangan untuk anak tidak berhenti pada mengelola uang saku. Mengelola keuangan untuk anak sebenarnya bisa dibuat lebih menyenangkan dan lebih mengena asal caranya tepat.

girl-saves-money mengelola keuangan 

Pentingnya Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan

Beberapa orang tua merasa bercerita atau mengajarkan anak mengelola keuangan adalah hal yang tidak enak (baca: berada di luar zona nyaman atau comfort zone orang tua). Enak ga enak sebaiknya orang tua mengajarkan anak untuk mengelola keuangan, memberi tahu keadaan keuangan orang tua. Misal ketika harga barang-barang naik seperti saat ini, pengeluaran menjadi terbatas, anak meminta orang tua membeli kembang api, makanan ini itu, baju baru, sepatu baru dan lain-lain serba baru. Ga diturutin marah, ngambek seharian.

Menghadapi keadaan di atas, orang tua sebenarnya mampu (jika mau) memberi pengertian kepada anak mengenai mengelola keuangan. Buat daftar mana yang butuh (needs) dan mana yang ingin (wants). Setelah itu buat prioritasnya, mana yang harus dipenuhi dalam waktu lebih cepat. Setelah itu baru pendanaannya, bisa berasal dari tabungan sisa uang saku. Jika kurang baru orang tua membantu memenuhinya.

Cara mengajarkan anak-anak mengelola uang adalah mengajarkan dengan cara mereka berkomunikasi, cara mereka bersenang-senang: Lakukan dengan cara permainan, komik, dan segala sesuatu yang membuat anak-anak menjadi senang.  Ada banyak games-games yang mengajarkan keuangan untuk anak, seperti Cashflow for Kids yang dikembangkan oleh Robert T. Kiyosaki. Selain itu ada juga progam pelatihan-pelatihan keuangan untuk anak.

 

Kira-kira umur berapa sebaiknya Anak diajarkan untuk mengelola keuangan? Jawabannya sejak sedini mungkin. Berikut ada video mengenai mengajarkan anak berumur 4 tahun untuk mengelola keuangan.

 

Tips Mengajarkan Anak untuk Mengelola Keuangan

apakah-orang-tua-perlu-beli-asuransi-kesehatan-anak-finansialku

[Baca juga : Orang Tua Jangan Sampai Salah Mengajarkan Keuangan Kepada Anak]

 

Berikut ini ada beberapa tips untuk mengajarkan anak untuk mengelola keuangan.

  1. Beri tahu dan ajarkan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan.
  2. Ajarkan anak untuk mengelola keuangan dengan cara menyisihkan sumber pendapatan mereka (uang saku), untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan.
  3. Berhemat bukan berarti pelit. Ajarkan anak Anda untuk dapat memberi sedekah dari uang saku mereka. Jadikan memberi sedekah kebiasaan yang baik dan berulang-ulang.
  4. Ajarkan anak mengenal beberapa istilah-istilah yang berhubungan dengan keuangan, seperti investasi, asuransi, utang, hemat, boros dan lain-lain.
  5. Investasikan dana Anda untuk mengikutsertakan anak-anak Anda ke acara-acara pelatihan mengelola keuangan untuk anak dan permainan-permainan mengelola keuangan untuk anak.

 

Banyak orang tua yang pesimis mengajarkan anak mengelola keuangan. Kurang lebih alasannya anak masih terlalu kecil, belum tau ini itu. Tetapi jangan salah 30 – 40 tahun ke depan, anak Anda lah yang mungkin jadi investor besar, orang terkaya di Indonesia bahkan di dunia. Berilah mereka kesempatan untuk mencoba. Jangan takut, jangan gengsi mengajarkan anak untuk mengelola keuangan. Selamat Hari Raya Anak Nasional 2013.