Setelah mencuatnya rumor subsidi gas elpiji 3kg atau gas ‘elpiji melon’ akan dihapus yang sempat membuat ramai, Menteri ESDM akhirnya buka suara.

Simak klarifikasi lengkapnya lewat berita Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Menteri Dicecar DPR

Belum lama ini, rumor pemberhentian subsidi gas elpiji 3kg yang sempat menjadi kabar yang menggemparkan bagi beberapa kalangan masyarakat.

Hal ini juga turut menjadi pembahasan yang cukup sengit dalam rapat kerja antara Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Karena rumor tersebut, Arifi Tasrif selaku Menteri ESDM dapat tegur.

“Wacana tersebut membuat masyarakat ramai, ini perlu direcam isunya, tentang kenaikan harga elpiji 3kg.” Kata Mulyanto, salah satu anggota Komisi VII dari Fraksi PKS dilansir dari laman suara.com, Senin (27/01).

Menteri ESDM Klarifikasi Rumor Subsidi Elpiji 3Kg Dicabut 02

[Baca Juga: Subsidi LPG 3Kg Dihapus, Harga Naik Jadi Rp35.000]

 

Terkait hal itu, anggota Komisi VII lainnya dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Ismail juga turut meminta Menteri ESDM untuk memberikan keterangan yang mendetail mengenai wacana tersebut.

Hal ini dikarenakan harga elpiji akan dinaikkan ketika harga BBM justru turun.

Reaksi yang sama terhadap rumor ini juga turut disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Fathullah. Dia mengaku menolak keras wacana tersebut.

“Kalau subsidi dicabut, artinya pemerintah tidak pro rakyat, ingat rakyat ini masih banyak yang miskin, jelas mencabut subsidi sama dengan menyusahkan masyarakat miskin.” Tegasnya, dikutip dari laman haluanriau.co, Senin (27/01).

 

“Kemudian berkaitan dengan gas 3kg ini, perlu memang kami harapkan klarifikasi Kementerian ESDM, kenapa demikian. Ini satu kementerian kenapa tiba-tiba di saat yang sama pada 2020, kemudian kementerian sama, menaikkan harga gas melon yang sangat menjadi keperluan masyarakat menengah ke bawah.” Ungkapnya dilansir dari laman detik.com, Senin (27/01).

 

Menanggapi hal ini, Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengaku kalau pihaknya terkejut saat rumor ini tersebar dan menjadi bahasan hangat di beberapa lapisan publik.

Melansir dari laman cnnindonesia.com Senin (27/01) lalu, Arifin mengatakan;

“Sebetulnya tidak ada pernyataan resmi dari Kementerian mengenai LPG 3kg. Ini kita juga sempat terkejut, mengapa ini bisa terekspos? Apakah mungkin ini spekulasi?”

 

Dia menyatakan kalau pemerintah masih mengkaji perubahan distribusi elpiji subsidi dari terbuka ke tertutup.

“Soal yang lagi ramai di media itu, tidak sepenuhnya benar. Kita sedang dalam pembahasan.”

 

Yang dimaksud subsidi tertutup, Arifin menambahkan, adalah pihaknya lebih dulu mengidentifikasi bagian masyarakat yang berhak menerima untuk mencegah terjadinya kebocoran.

Pembahasan perubahan distribusi juga bertujuan agar penggunaan elpiji subsidi menjadi tepat sasaran, yang mana akan melibatkan banyak instansi terkait.

Dia juga mengungkapkan kalau pemerintah bersama dengan pihaknya akan mendata warga yang benar-benar membutuhkan subsidi pemerintah, agar pemerintah dapat memberikan akses energi yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa ada pihak yang dirugikan.

 

Harga Elpiji 3kg Dilaporkan Sudah Naik

Sementara itu, menanggapi kabar ini, dilansir dari laman detik.com, anggota Komisi VII Fraksi Gerindra, Kardaya Warnika, mengaku kalau dia sudah mendapatkan laporan harga elpiji sudah naik.

Laporan kenaikan elpiji menjadi Rp35ribu tersebut dikatakannya masuk lewat pesan singkat yang diterimanya melalui ponsel pribadinya.

“Antrean elpiji 3kg dan harga di Sumatera Utara mana lagi sudah Rp35.000 sesuai yang ada di koran-koran. Jadi harga Rp35.000 kalau dari pemerintah itu akan semester II, mereka sudah sekarang, itu yang harus dipertimbangkan.” Katanya dikutip dari laman detik.com, Senin (27/01).

 

Terkait rumor yang tanggung menyebar ini, dia juga menegur Menteri ESDM, Arifin Tasrif untuk berhati-hati ketika akan mengeluarkan kebijakan sebelum benar-benar tuntas.

“Pak Menteri, elpiji adalah energi. Kebijakan energi rumusnya jangan cepat disampaikan masyarakat sebelum firm, tuntas.” Katanya.

 

Mengamini ucapan Kardaya, anggota Komisi VII Fraksi Partai Nasdem Charles Meikyansyah turut  mengatakan kalau rumor ini malah membuat harga elpiji naik di pasaran.

“Hari ini memang di masyarakat (harga elpiji 3kg naik), kami juga dapat info dari Jawa Timur tempat dapil kami, Jember dan Lumayang, harga sekarang merangkak naik,” Ungkapnya.

 

Dia bahkan menambahkan kalau masyarakat mulai menyetok elpiji 3kg sebanyak-banyaknya.

“Beberapa masyarakat juga mulai ngepul membeli elpiji 3kg di luar kebutuhan mereka, di luar biasanya.” Pungkasnya.

 

Rumor ini masih terus menjadi perbincangan yang panas di antara Komisi VII DPR dengan kementerian ESDM. Ikuti terus perkembangan berita mengenai elpiji hanya di Finansialku.com!

 

Sumber Referensi:

  • Achmad Dwi Afriyadi. 28 Januari 2020. Gara-gara Elpiji 3kg, Menteri ESDM ‘Disemprot’ DPR. Detik.com – http://bit.ly/38MytK2
  • Ruslan Fikri. 28 Januari 2020. Menteri ESDM Dicecar DPR soal Cabut Subsidi Gas Elpiji 3kg. Saibumi.com – http://bit.ly/3aO1siz
  • Eka Buana Putra. 27 Januari 2020. Dewan Tolak Pencabutan Subsidi Gas Melon. Haluanriau.co – http://bit.ly/36ADXpU
  • Iwan Supriyatna. 28 Januari 2020. Buka Wacana Cabut Subsidi Gas Elpiji 3kg, Menteri ESDM Dicecar DPR. Suara.com – http://bit.ly/2tMmH3S
  • Admin. 27 Januari 2020. Menteri ESDM Kaget Soal Rencana Kenaikan Harga Elpiji Melon. Cnnindonesia.com – http://bit.ly/30Z8ywd

 

Sumber Gambar:

  • Klarifikasi Menteri ESDM 01 – http://bit.ly/2uFen5I
  • Klarifikasi Menteri ESDM 02 – http://bit.ly/36zCgcl