Investasi dari Geely akan digunakan untuk merealisasikan mobil terbang Volocopter. Sudah siap untuk mencobanya?

Kali ini Finansialku akan membahas artikel lengkapnya, Agar lebih jelas, mari simak ulasannya berikut ini. selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Mobil Terbang Volocopter Disuntik Rp775,2 Miliar

Mobil terbang telah lama menjadi impian yang coba diwujudkan. Jenis transportasi ini dianggap dapat mengatasi kemacetan di kota-kota besar dan mempersingkat waktu perjalanan.

Volocopter adalah salah satu perusahaan yang coba mewujudkan itu semua. Perusahaan startup asal Jerman ini berencana membentuk kemitraan dengan Zhejiang Geely Holding Group untuk membawa taksi udaranya ke China.

Volocopter juga telah mengumpulkan 50 juta Euro atau setara dengan Rp775,2 miliar, dana segar dari perusahaan China dan lainnya.

Geely disebut akan mengambil 10 persen saham di pengembang mobil terbang itu. Ketua Geely Holding, Li Shufu, mengatakan Geely telah beralih dari produsen otomotif menjadi kelompok teknologi mobilitas.

Seperti yang dikutip oleh Reuters, manajemen Volocopter mengatakan sedang membangun taksi udara lepas landas berawak menggunakan listrik pertama di dunia.

Geely Berinvestasi Rp775,2 Miliar di Mobil Terbang Volocopter 02 - Finansialku

[Baca Juga: Kelebihan Crown G-Executive Mobil Dinas Baru Menteri]

 

Di antara beberapa para investor itu, tercatat produsen mobil mewah Jerman Daimler ikut mendanai proyek tersebut.

Tetapi pihaknya tidak menjelaskan berapa banyak kontribusi masing-masing investor, yang jelas telah terjadi kesepakatan baru yang meningkatkan total modal Volocopter menjadi 85 juta Euro atau setara dengan Rp1,3 triliun.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk merealisasikan pesawat VoloCity menjadi kendaraan komersial dalam tiga tahun ke depan.

Volocopter membangun taksi terbang listrik otonom seperti drone untuk layanan transportasi penumpang perkotaan komersial sendiri (yang belum diluncurkan).

Model terbaru adalah VoloCity dua penumpang yang diumumkan musim panas ini.

Li Shufu mengatakan investasi tersebut mencerminkan perusahaan China bertransisi menjadi kelompok teknologi mobilitas, berinvestasi dalam mengembangkan berbagai teknologi generasi mendatang. Li mengatakan:

“Kepercayaan kami pada taksi udara Volocopter sebagai langkah ambisius berikutnya dalam ekspansi kami yang lebih luas baik dalam layanan elektrifikasi dan mobilitas baru.”

 

Tak hanya taksi udara, Geely saat ini sedang membangun pabrik di pusat kota Wuhan di China untuk membuat mobil terbang bermerek Terrafugia.

Geely membeli 9,7% saham Daimler pada tahun 2018, perusahaan-perusahaan tersebut berencana untuk membangun mobil listrik pintar generasi berikutnya di China melalui usaha patungan.

Selain taksi udara ini, perusahaan yang bermarkas di Hangzhou itu, Geely juga tengah mengembangkan kereta supersonik bersama China Aerospace Science and Industry.

Dua tahun lalu, mereka juga membeli Terrafugia, rintisan AS yang juga mengembangkan kendaraan terbang untuk penumpang.

 

Kecanggihan Mobil Terbang Volocopter

Jika dilihat dari segi bentuk, Volocopter ini mirip dengan helikopter. Kendaraan ini hanya bisa mengangkut dua penumpang dan dikendalikan otomatis oleh komputer.

Jadi tidak akan ada pilot yang menemani penumpang, alias autonomous. Saat muncul pada 2011, banyak orang yang meragukan kemampuan Volocopter untuk mengembangkan kendaraan terbang yang bertenaga listrik ini.

Pasalnya untuk menerbangkan sebuah benda butuh tenaga besar dan hingga kini belum ada baterai yang rasio tenaga kepada berat (power-to-weight ratio) cukup untuk mencapai daya angkat yang dibutuhkan.

Untuk mengakalinya Volocopter memasang rotor yang banyak dan hanya terbang pada jarak pendek.

Purwarupa yang diberi nama 2X menggunakan 18 rotor dengan kemampuan terbang maksimal 30 menit dan jarak tempuh maksimal 27 km.

VoloCity merupakan generasi keempat pesawat eVTOL (electric Vertical Take Off Landing) yang mereka ciptakan. Kendaraan ini lebih canggih.

Jarak tempuhnya mencapai 35 km dengan kecepatan udara 110 km/jam. Volocopter juga mengklaim baterai yang digunakan bisa dengan cepat diganti, sehingga ia bisa segera terbang lagi setelah mendarat.

Otoritas penerbangan Jerman telah memberikan sertifikat terbang provisional pada kendaraan ini.

Ohiya, tentunya setiap orang memiliki mimpi/tujuan keuangan yang ingin diwujudkan, tentunya hal tersebut bisa tercapai jika Anda memiliki rencana yang matang dan tepat.

Nah, Anda bisa membaca buku dari CEO Finansialku, Melvin Mumpuni CFP yang berjudul “Make A Plan And Get Your Financial Dreams Come True” agar Anda bisa membuat rencana keuangan yang tepat dan mewujudkannya sesuai rencana.

Lalu, bagaimana cara mendapatkan bukunya? Yuk klik tombol di bawah ini..

SAYA INGIN BUKUNYA!

 

Jika mobil terbang ini ada di Indonesia apakah Anda akan memilih transportasi ini? jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Handoyo. Geely Suntik Startup Mobil Terbang Volocopter € 50 Juta. Tabloid Kontan.
  • Sandy Pramuji. 10 September 2019. Taksi Udara Volocopter Targetkan Terbang Komersial dalam 3 Tahun. Beritagar.id – https://bit.ly/2lKSvl5

 

Sumber Gambar:

  • Mobil Terbang Volocopter 1 – http://bit.ly/2lNJho2
  • Mobil Terbang Volocopter 2 – http://bit.ly/2lKZI4D