Cerita Ramadan: Panggil Aku Nur, Sang Asisten Rumah Tangga adalah kisah seorang pekerja asisten rumah tangga yang selalu bersyukur atas apa yang ia miliki saat ini.

 

Panggil Aku Nur, Sang Asisten Rumah Tangga

Sebut saja aku Nur.

Berbicara tentang keluargaku, suamiku bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga kecil kami. Ia bekerja dengan kontraktor, tepatnya sebagai salah satu tukang bangunan dan terkadang ia harus pergi keluar kota dan pulang seminggu sekali.

Itulah sebabnya aku juga bekerja karena merasa aku ingin melakukan sesuatu untuk keluargaku disamping mengurus kebutuhan rumah tangga.

Tak tahu harus bekerja apa, suatu ketika aku mendapatkan tawaran pekerjaan dari salah seorang saudaraku dan tanpa berpikir panjang, aku mengambil pekerjaan tersebut.

Ya, Asisten Rumah Tangga atau pembantu, itulah pekerjaanku.

Aku bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga paruh waktu di beberapa rumah di kawasan perumahan cukup elit di kota Bandung

Aku bersyukur dengan pekerjaanku, bukan hanya karena penghasilan yang kudapat bisa mencukupi kebutuhan keluarga baru yang telah kurajut baru seumur jagung dengan suamiku, tetapi karena majikanku yang baik hati dan pengertian denganku.

Setiap paginya, aku akan mendatangi rumah majikanku yang pertama dari pukul 7 hingga 12 siang, kemudian aku akan mengambil istirahat sekitar satu hingga 2 jam sebelum aku pergi ke rumah majikanku yang berikutnya.

 

Majikanku di rumah kedua ini termasuk yang baik dan pengertian denganku. Kata-kata seperti maaf, tolong dan terima kasih, itulah yang sering terdengar di telingaku dari majikanku ini.

Salah satu contohnya ketika Bulan Ramadan seperti ini. Majikanku memang berbeda keyakinan denganku. Dia tahu kalau aku seorang muslim yang sedang menjalankan kewajibanku untuk berpuasa selama satu bulan.

Memang agak berbeda dengan majikanku di rumah yang pertama, tapi setidaknya aku bisa merasakan kebaikan dari salah satu majikanku. Ia bertanya padaku:

“Nur, puasanya lancar? Jangan terlalu capek ya, Nur. Inget sama puasamu!”

Suatu ketika aku sedang di dapur sedang mencuci piring dan ibu majikanku mengambil botol yang berisi air dingin untuk minum. Ia dengan sengaja meminta maaf dan berusaha untuk tidak minum di hadapanku atau di sekitarku.

Aku tahu dia tidak ingin membuat puasaku batal. Inilah salah satu rasa syukurku pada Allah karena memberikan majikan yang baik dan pengertian padaku.

Aku memang sudah bekerja padanya selama kurang lebih 3 tahun dan rasanya aku tidak mau mencari pengganti dari majikanku yang satu ini.

Meskipun aku hanya paruh waktu bekerja di rumahnya, tapi aku senang dan menikmati waktuku saat bekerja dan melakukan tanggung jawabku sebagai Asisten Rumah Tangga di rumah majikanku itu.

Pernah beberapa kali aku diminta untuk menunggu anak-anaknya di rumah sebelum si ibu pulang dari kantornya.

Aku senang jika diminta tolong oleh ibu karena ia memperlakukanku tidak seperti majikan lainnya pada Asisten Rumah Tangganya, seperti cerita-cerita pengalaman teman-temanku yang juga berlatar belakang sama seperti ku.

Aku sempat bercerita tentang bagaimana kebaikan majikanku ini kepada teman-temanku dan mereka merasa iri dengan perlakuan dan perhatian yang aku dapatkan.

Ibu majikanku memang baik hati meski sedikit keras dengan kedua anaknya. Tapi menurutku, ini ia lakukan demi kebaikan mereka. Selama aku bekerja di rumah ini, tak jarang ibu majikanku agak sedikit cerewet dengan anak-anaknya untuk mengingatkan waktu belajar mereka.

Aku membayangkan kelak kalau aku punya anak, tentu akupun akan demikian jika melihat anak-anakku malas belajar. Aku belajar dari majikanku kalau pendidikan itu ternyata penting.

Mungkin bagiku sudah terlambat tapi aku punya keinginan di kemudian hari.  

Aku ingin anakku kelak tidak bernasib sama denganku. Aku ingin menyekolahkannya setinggi mungkin dengan uang yang akan kukumpulkan bersama dengan suamiku.

Aku berharap aku bisa membiayai pendidikannya dan menjadikannya orang yang berhasil dan sukses di kemudian hari, tidak seperti aku.

 

Bagikan cerita menginspirasi di atas kepada teman dan kerabat Anda, berbagi manfaat, berbagi berkah. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

Dokumen Pribadi

 

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang