Pelajaran berharga dalam pembentukan pola pikir pemimpin hebat tentu perlu kamu pahami dengan baik. Hal ini akan membuatmu menjadi pemimpin hebat. Apakah ada yang ingin menjadi pemimpin hebat?

Ya tentunya kamu bisa menjadi pemimpin hebat, sebelumnya baca dulu artikel ini hingga selesai. Jangan lupa untuk praktikkan dalam kehidupanmu sehari-hari ya!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Wealth Mindset

 

Pembentukan Pola Pikir

Menjadi pemimpin sering kali diartikan dengan memiliki sebuah posisi dalam sebuah hierarki jabatan organisasi kelompok atau perusahaan.

Definisi tersebut memang sangat sederhana dan umum di kalangan dunia kerja. Tapi pemimpin yang sebenarnya, terlebih lagi pemimpin yang hebat adalah mereka yang memiliki dampak konstruktif bagi orang lain dan memiliki peran kunci dalam sebuah komunitas.

Menjadi pemimpin hebat berawal dari sebuah pembentukan pola pikir.

Berikut ini pembelajaran berharga dari kutipan para pemimpin berpengalaman dalam bidang mereka masing-masing untuk menolong Anda dalam pembentukan pola pikir seorang pemimpin yang hebat.

 

#1 Pembentukan Pola Pikir – Pemimpin yang Tangguh

“People are afraid, and when people are afraid, when their pie is shrinking, they look for somebody to hate. They look for somebody to blame. And a real leader speaks to anxiety and to fear and allays those fears, assuages anxiety.” – Henry Louis Gates, former leader of the African and American Research Institute at Harvard University

“Orang-orang menjadi takut ketika usaha mereka menyusut dan mereka mencari orang lain untuk dipersalahkan. Pemimpin sejati berani menghadapi ketakutan itu dan meredakannya.”

Kunci Kepemimpinan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Punya Mobil? Pelajari Dulu Kiat Sukses Melakukan Cicilan Mobil Bekas]

 

“There’s so much change afoot in the workplace today and when change occurs, individuals who have resilience generally are also resourceful and agile. They have the ability to take on change and adapt to what’s happening around them and to them as the workplace changes. Individuals who have resilience/grit are able to take good risks and are open to change.” – Kimberly Rath, Chairman & Co-Founder of Talent Plus, Inc

“Dewasa ini, ada begitu banyak perubahan yang terjadi di dunia kerja dan ketika perubahan terjadi, individu yang memiliki ketahanan umumnya juga banyak akal dan gesit. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan dan beradaptasi dengan apa yang terjadi di sekitar mereka saat terjadi perubahan. Individu yang memiliki ketahanan dapat mengambil risiko yang baik dan terbuka untuk berubah.”

 

#2 Pembentukan Pola Pikir – Pemimpin yang Transparan

“To be a good leader, you have to be a good communicator. As a leader, you have to communicate your intent every chance you get, and if you fail to do that, you will pay the consequences.” – William McRaven, former Admiral of the United States Navy

“Untuk menjadi pemimpin yang baik, Anda harus menjadi komunikator yang baik. Sebagai seorang pemimpin, Anda harus mengomunikasikan niat Anda di setiap kesempatan yang Anda dapatkan, dan jika Anda gagal melakukannya, Anda akan membayar konsekuensinya.”

 

“Great leaders have the uncanny ability of not letting rumors spread by being open and transparent and embracing solutions not problems. If an employee is frustrated with customer, they make you put that negative energy into coming up with a solution. If coworkers have a rift, rather than nurturing the gossip the leader makes you get over it and fix the issue.” – Kevin Sides, CMO of ShipMonk

“Para pemimpin hebat memiliki kemampuan luar biasa untuk tidak membiarkan desas-desus menyebar dengan bersikap terbuka, transparan dan mencari solusi bukan masalah itu sendiri. Jika seorang karyawan frustrasi dengan pelanggan, mereka membuat Anda menggunakan energi negatif itu untuk menghasilkan solusi. Jika terjadi keretakan di antara rekan kerja, alih-alih menyebarkan gosip dan desas-desus, pemimpin membuat Anda menyelesaikannya dan memperbaiki masalah.”

Quiz Para Entrepreneur, Apakah Anda Seorang Bos atau Seorang Pemimpin 04 Pemimpin 4 - Finansialku

[Baca Juga: Software HR: Strategi dan Kunci Sukses Menerapkan HRIS (Human Resource Information System)]

 

“Great leaders know that one of the quickest ways to get employee feedback and earn the trust of your employees is by being transparent. I’m a firm believer of open information sharing and as a CEO you must lead by example. It lets your staff find applicable solutions and it builds solid relationships that increase the overall motivation.” – Hendrik Klindworth, Co-Founder & CEO of InnoGames

“Para pemimpin hebat tahu bahwa salah satu cara tercepat untuk mendapatkan umpan balik dari karyawan dan mendapatkan kepercayaan dari karyawan adalah dengan bersikap transparan. Saya sangat percaya pada berbagi informasi terbuka dan sebagai CEO, Anda harus memimpin dengan memberi contoh. Ini akan membuat staf Anda menemukan solusi yang tepat dan membangun hubungan yang solid untuk meningkatkan motivasi secara keseluruhan.”

 

“Being transparent is the most important trait of an effective leader. Especially when it comes to working with millennials and the younger workforce, it is important for them to understand the big picture. That is, you shouldn’t just ask (or tell) them to do something without explaining how this task or function integrates within the larger business initiative. When they are able to see the connection, they often feel much more empowered and motivated to do a better job.” – Matt Edstrom, Head of Marketing of BioClarity

“Menjadi transparan adalah sifat terpenting dari seorang pemimpin yang efektif. Khususnya ketika bekerja dengan para generasi milenial dan tenaga kerja muda, penting bagi mereka untuk memahami gambaran besarnya. Artinya, Anda tidak boleh hanya meminta (atau memberi tahu) mereka untuk melakukan sesuatu tanpa menjelaskan bagaimana tugas atau fungsi ini terintegrasi dalam inisiatif bisnis yang lebih besar. Ketika mereka dapat melihat hubungannya, mereka sering merasa jauh lebih berdaya dan termotivasi untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik.”

 

#3 Pembentukan Pola Pikir – Pemimpin yang Memiliki Emotional Intelligence (EQ)

“There’s two parts of leadership. You’ve got to be a good leader – you’ve got to be somebody that people want to emulate and care about the other people. But the other guys that you have have to accept their leadership. They have to respond to it. That’s the chemistry that you never know how that is going to happen.” – Football Trainer at the University of Alabama

“Ada dua bagian dalam kepemimpinan. Anda harus menjadi pemimpin yang baik – Anda harus menjadi seseorang yang orang ingin tiru dan peduli terhadap orang lain. Tetapi orang-orang tersebut harus menerima cara kepemimpinan para pemimpin mereka. Mereka harus menanggapinya. Itulah chemistry yang Anda tidak pernah tahu bagaimana itu akan terjadi.”

Perbedaan Pemimpin yang Membangun dan Pemimpin yang Menghancurkan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Gunakan Facebook Sebagai Salah Satu Cara Mengembangkan Bisnis E-Commerce]

 

“I’m often asked if this is a quality that can be taught and the answer is Yes, and like any new or underdeveloped habit, it takes consistent practice. The challenge with this leadership trait is the WHAT to practice isn’t as straightforward as with other competencies. I’m a fan of simple and practical, so I created the ABCs of The Better Boss Project ™ to help leaders show up in a more connected, empathetic, and judgment-free way: ASK curious questions, BE human, CHECK assumptions.” – Shani Magosky, Founder of The Better Boss Project

“Saya sering ditanya apakah ini kualitas yang dapat diajarkan dan jawabannya adalah ya, dan seperti kebiasaan baru lainnya, dibutuhkan praktik yang konsisten. Tantangan dengan sifat kepemimpinan ini adalah APA yang harus dipraktikkan bukan kompetensi lainnya. Saya penggemar yang sederhana dan praktis, jadi saya membuat ABC dari The Better Boss Project (tm) untuk membantu para pemimpin muncul dengan cara yang lebih terhubung, empatik dan bebas memberikan saran atau kritikan: TANYAKAN pertanyaan-pertanyaan yang ingin diketahui, jadilah manusiawi, PERIKSA setiap asumsi.”

 

“Good leaders improve their emotional intelligence by making a concerted effort to understand the reasons behind an employee’s behavior. It could be a lack of trust, a bad past experience or a fear behind a bad decision. When you understand this, it’s easier to react with dignity to any type of situation.” – Vladimir Gendelman, Founder & CEO of CompanyFolders

“Pemimpin yang baik meningkatkan kecerdasan emosional mereka dengan melakukan upaya bersama untuk memahami alasan di balik perilaku karyawan. Ini bisa berupa kurangnya kepercayaan, pengalaman masa lalu yang buruk atau ketakutan di balik keputusan yang buruk. Ketika Anda memahami hal ini, lebih mudah untuk bereaksi dengan penuh kebanggaan pada segala jenis situasi.”

 

#4 Pembentukan Pola Pikir – Pemimpin yang Memiliki Passion

“If a leader doesn’t convey passion and intensity then there will be no passion and intensity within the organization and they’ll start to fall down and get depressed.” – Colin Powell, 4-Star-General of the U.S. Army

“Jika seorang pemimpin tidak menyampaikan hasrat dan intensitas maka tidak akan ada gairah dan intensitas di dalam organisasi sehingga mereka akan mulai jatuh dan menjadi depresi.”

 

“Engagement is the secret sauce to people based businesses. With engagement you gain huge amounts of discretionary work effort/product which goes well above and beyond what is merely required for any given role. Like it or not, the CEO is the Cultural icon of the company and passion for the work, passion for the product, passion for the goals, passion for the successes and passion for the inevitable twist and turns is the key to widespread engagement. And the opposite is even more true – the lack of passion leads to tragic disengagement.” – Mike Zani, CEO of The Predictive Index

“Keterlibatan layaknya saus yang merupakan rahasia utama untuk bisnis yang berbasis pada manusia. Dengan keterlibatan, Anda mendapatkan upaya/produk kerja diskresioner dalam jumlah besar yang melampaui batasan apapun. Suka atau tidak, CEO adalah ikon Budaya perusahaan dan hasrat untuk bekerja, hasrat untuk produk, hasrat untuk tujuan, hasrat untuk kesuksesan dan hasrat untuk setiap belokan yang tak terhindarkan, yang merupakan kunci untuk keterlibatan yang lebih luas. Intinya – kurangnya gairah mengarah pada kehancuran yang tragis.”

 

#5 Pembentukan Pola Pikir – Pemimpin yang Memiliki Empati

“Today, no leader can afford to be indifferent to the challenge of engaging employees in the work of creating the future. Engagement may have been optional in the past, but it’s pretty much the whole game today.” – Gary Hamel, CEO of Strategos

“Dewasa ini, tidak ada pemimpin yang mampu untuk acuh tak acuh terhadap tantangan yang melibatkan karyawan dalam pekerjaan untuk menciptakan masa depan. Perjanjian mungkin merupakan pilihan di masa lalu, tetapi itu cukup untuk sebuah bisnis yang sedang dilakukan.”

 

“Empathy not only allows great leaders to understand their employees and their customers better, but it also is known to enhance prosocial (aka helping) behaviors. Because of this, empathy enables leaders to address issues faster and with more precision, and it makes them more flexible to respond to an ever-changing business environment. “ – Jeff Kear, Founder of Planning Pod

“Empati tidak hanya memungkinkan para pemimpin hebat untuk memahami karyawan dan pelanggan mereka dengan lebih baik, tetapi juga dikenal untuk meningkatkan perilaku pro-sosial (alias membantu). Karena itu, empati memungkinkan para pemimpin untuk mengatasi masalah lebih cepat dan lebih presisi, dan itu membuat mereka lebih fleksibel untuk menanggapi lingkungan bisnis yang terus berubah.“

Potensi Kepemimpinan di Kantor 02 - Finansialku

[Baca Juga: Beberapa Hal Penting Yang Anda Perlu Tahu Sebelum Melakukan Bisnis  Kuliner]

 

“You need to have the ability to relate to your employees and be able to put yourself in the soul of your people. Without the empathetic trait, it’s very hard to rally your troupes around your vision.” – Gene Caballero, Co-Founder of GreenPal

“Anda harus memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan karyawan Anda dan dapat menempatkan diri Anda dalam hati orang-orang Anda. Tanpa sifat empati, sangat sulit untuk mengumpulkan kelompok Anda demi mewujudkan visi Anda.”

 

“While we often are focused on profitability and growth, and rightfully so, there are times that we need to remember that our teams are people often have things going on outside of work. By having empathy and understanding what else is happening in their lives, we can better lead them through the good and bad times.” – Antonella Pisani, Founder of Official Coupon Code

“Walaupun kita sering fokus pada profitabilitas dan pertumbuhan, dan memang seharusnya begitu, ada saatnya kita perlu mengingat bahwa tim kita adalah orang-orang yang sering memiliki persoalan lainnya yang terjadi di luar pekerjaan. Dengan memiliki empati dan memahami apa lagi yang terjadi dalam hidup mereka, kita dapat memimpin mereka melalui masa-masa yang baik maupun buruk.”

 

Lakukan dan Praktikkan!

Supaya kamu menjadi pemimpin hebat, kamu perlu memiliki pembentukan pola pikir pemimpin hebat. Tentunya, perlu sebuah komitmen untuk melakukan dan mempraktikkan pelajaran berharga tersebut.

Tidak ada yang sulit!! Ketika kamu melakukannya dengan konsisten, maka kamu akan segera menjadi pemimpin hebat!

 

Tuliskan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini!

Anda juga dapat membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan.

 

Sumber Referensi:

  • Linda Le Phan. 15 Maret 2017. 21 Most Compelling Qualities of Great Leaders. Transparency.kununu.com – https://bit.ly/2naclER

 

Sumber Gambar:

  • Pembentukan Pola Pikir Pemimpin Hebat – https://bit.ly/2YQkLRZ