Penyebab e-klaim BPJS gagal rupanya bisa disebabkan oleh banyak faktor, bahkan mungkin karena hal yang terlihat sepele.

Kita sudah membahas 5 penyebab e-klaim BPJS gagal pada part sebelumnya. Pada part kedua ini kita akan melanjutkannya, simak hingga tuntas.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Penyebab e-Klaim BPJS Gagal, Beserta Solusinya

Selain dari beberapa hal yang sebelumnya sudah dibahas, ada hal lain lagi yang menyebabkan proses klaim BPJS menjadi gagal. Atau mungkin hanya bisa diklaim beberapa persen saja tidak 100%. Berikut ini merupakan alasan lain yang membuat klaim BPJS gagal.

 

#6 Penyebab e-Klaim Gagal, Karena Tidak Memiliki Perjanjian Kerja Waktu Tertentu

Bagi kamu yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan kontrak, pada umumnya akan memiliki surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yang berisi perjanjian antara Anda dan pihak perusahaan yang memberi pekerjaan. PKWT ini akan Anda terima biasanya tepat sebelum bekerja sebagai karyawan kontrak.

Bagi Anda, yang masa kontrak kerjanya telah selesai dan merupakan anggota BPJS Ketenagakerjaan, Anda perlu membawa surat PKWT tersebut untuk melakukan klaim.

Sekali lagi, ini hanyalah persyaratan tambahan khusus untuk karyawan kontrak! Dan bagi Anda yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan tetap, persyaratan ini tidak berlaku.

SIPP BPJS Ketenagakerjaan - Finansialku

[Baca Juga: Begini Cara Mengakses e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan, Gak Pakai Ribet!]

 

Surat perjanjian ini juga memiliki kegunaan yang penting, sebab jika tidak menyertakannya maka Anda tidak dapat mengklaim BPJS! Untuk itu, pastikan bahwa Anda selalu memiliki PKWT meskipun masa kontrak kerja telah selesai.

 

#7 Tidak Memiliki Akte dari PHI

Bagi yang berhenti bekerja dari sebuah perusahaan dengan alasan di PHK atau dipecat per 1 September 2015, dan merupakan anggota BPJS yang ingin mengklaim dana, maka ada persyaratan lain yang harus Anda penuhi.

Persyaratan itu ialah wajib membawa akta perjanjian bersama yang telah diterbitkan oleh PHI (Pengadilan Hubungan Industri).

PHI merupakan sebuah badan yang bertugas untuk menangani perselisihan yang terjadi dalam dunia kerja, termasuk antara karyawan dan perusahaan.

Saat Anda diberhentikan dari pekerjaan, maka PHI akan membuat sebuah akta yang berisi perjanjian antara Anda dan perusahaan serta BPJS Ketenagakerjaan.

Jangan Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, Kalau Anda Masih Muda Jaminan Hari Tua bukan Jaminan Hari Muda 02 - Finansialku

[Baca Juga: Cara E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan Terbaru 2020]

 

Saat Anda tidak memiliki akta ini, maka hal itu akan menjadi penyebab e-Klaim BPJS gagal.Bila tidak melampirkan akta tersebut, maka permohonan untuk klaim BPJS akan langsung ditolak.

Kalau misalnya Anda tidak memiliki akta tersebut, maka solusinya Anda harus meminta perusahaan tempat sebelumnya Anda bekerja untuk membuatkannya.

 

#8 Gagal Karena Tidak Memiliki Buku Tabungan

Setiap peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengajukan klaim untuk dana JHT, maka diwajibkan membawa buku tabungan pribadi, baik itu yang asli dan juga yang fotokopi.

Persyaratan ini tidak boleh, tidak dipenuhi, sebab telah menjadi peraturan Jamsostek per tanggal 1 September tahun 2015!

Buku tabungan yang dibawa juga haruslah benar-benar milik anggota BPJS yang bersangkutan, dan bukan milik orang lain atau bahkan keluarga dekat. Uang yang nantinya akan dikeluarkan oleh pihak BPJS juga akan dikirimkan ke alamat rekening tersebut.

Jamsostek dan BPJS Ketenagakerjaan, Apa Persamaan dan Perbedaannya 01 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Penyebab e-Klaim BPJS Gagal atau Ditolak, Ini Solusinya]

 

Bagaimana dengan Anda yang tidak memiliki rekening? Tentu saja harus membuatnya terlebih dahulu.

Tidak ada peraturan yang mewajibkan Anda untuk membuka rekening pada sebuah bank saja, yang artinya kamu bebas membuat tabungan di bank manapun, dan pihak BPJS akan menerimanya.

 

#9 Belum Memenuhi Masa Tunggu

Penyebab e-Klaim BPJS gagal lainnya adalah belum memenuhi masa Tunggu.

Sebelumnya memang sudah dikatakan bahwa untuk mengklaim BPJS, maka harus memiliki status sedang atau sudah tidak bekerja. Namun meski demikian bukan berarti Anda bisa langsung mengajukan klaim BPJS saat Anda baru saja berhenti bekerja.

Untuk masalah yang satu ini diberlakukan sebuah peraturan yang wajib untuk dipatuhi, yaitu masa tunggu. Maksudnya ialah untuk mengklaim BPJS tidak bisa melakukannya sehari setelah berhenti bekerja, tetapi harus menunggu terlebih dahulu. Lama masa tunggunya ialah 30 hari atau satu bulan!

kebijakan-baru-pencairan-jht-bpjs-ketenagakerjaan-100-persen-2-finansialku

[Baca Juga: Digitalisasi VS Efisiensi: Layanan Digital BPJS Ketenagakerjaan]

 

Apabila mengajukan klaim sebelum masa tunggu ini berakhir, maka dapat dipastikan kalau permohonan itu akan langsung ditolak, meskipun hanya kurang sehari saja! Maka dari itu, agar bisa mengklaim BPJS 100%, perlu sabar menunggu setidaknya selama satu bulan.

 

#10 Terdaftar Kembali Menjadi Anggota BPJS

Klaim BPJS hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah tidak bekerja lagi pada perusahaan yang mendaftarkannya sebagai anggota BPJS. Nah… apabila sebelumnya sempat keluar dari sebuah perusahaan dan belum klaim BPJS.

Saat ini telah bekerja pada perusahaan baru. Maka Anda tidak bisa lagi mengklaim BPJS yang sebelumnya. Untuk masalah yang satu ini, bisa dipastikan bahwa tidak ada solusi.

 

Apakah Klaim BPJS Susah?

Sebenarnya untuk mengklaim dana dari BPJS tidaklah susah dan rumit jika Anda memenuhi semua persyaratan yang ada. Perlu juga Anda ketahui, bahwa banyaknya persyaratan yang diberlakukan oleh BPJS bertujuan agar dana tersebut tidak jatuh pada orang yang salah.

 

<<< SEBELUMNYA

 

 

Anda sudah mengetahui, beberapa penyebab e-klaim BPJS gagal beserta solusinya. Bagaimana dengan pengalaman Anda dalam mengurus BPJS? Pernahkah mengalami hal yang serupa?

Silahkan tulis pengalaman Anda dalam kolom komentar di bawah. Terimakasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 13 Penyebab Pencairan JHT BPJS TK Ditolak dan Cara Mengatasinya. – https://bit.ly/325zXwV