Harga dan Prospek Emas: Apa sajakah faktor pendorong kenaikan pada emas? Seberapa jauh rally emas di tahun 2019 ini?

Sejak awal tahun 2019, kilau logam kuning nan mulia ini berhasil rally. Bahkan hingga pertengahan tahun, harganya terus melambung hingga naik 16% dibandingkan tahun 2018.

Penyebab utamanya tidak lain dan tidak bukan karena ketidakpastian global sebagai akibat dari perang dagang 2 negara Adidaya Dunia yaitu AS Cina. Adakah faktor lain? Simak pembahasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Melihat Performa Emas 1 Tahun, Bagaimana Prospek Emas?

Meneropong Prospek Harga Emas di Tengah Trade War 02 - Finansialku

Grafik Harga Emas dalam US Dollar per troy ons pada 1 tahun terakhir

 

Sejak mencapai level tertingginya di US$1.900/Oz atau setara dengan Rp26 juta (Per troy ons) pada 2011 lalu, emas sempat mengalami penurunan dan lesu selama bertahun-tahun.

Namun tidak pada tahun 2019. Sejak akhir 2018 lalu, banyak analis dan pelaku pasar yang memperkirakan trend rally untuk emas di 2019, tapi jika melihat masa-masa lesu tersebut banyak yang tidak percaya.

Gambar Grafik Harga Emas dalam US Dollar per troy ons menunjukkan kenaikan 16,12% pada 1 tahun terakhir.

Rupanya perkiraan di 2018 tersebut tepat, sejak awal 2019 ini harga emas terus melonjak. Bahkan kenaikannya hingga di bulan Juli 2019 mencapai 16,12%.

Jika diperhatikan, semakin galau dan tidak pastinya ekonomi global akibat perang dagang maka harga emas semakin stabil untuk naik. Bagaimana kegalauan perang dagang mempengaruhi harga emas?

 

Update Perang Dagang AS Cina

Sejak Mei 2019, kedua negara raksasa ekonomi dunia saling berbalas menaikkan tarif impor yang dimulai oleh AS dan dibalas oleh Cina.

Pada 30 Juni 2019 di momen KTT G20, keduanya bertemu untuk membicarakan konflik perdagangan ini. Berikut ini beberapa pernyataan penting dari Presiden AS, Donald Trump:

 

#1 Penundaan Kenaikan Tarif Tambahan bagi Cina

Pada konferensi tersebut, Trump berkomitmen untuk tidak akan menaikkan tarif impor tambahan bagi produk dari Cina dalam sementara waktu ini.

Ia juga menyatakan bahwa sebenarnya pemerintah AS memiliki potensi menaikkan tarif tambahan senilai US$350 miliar atau setara dengan Rp4,9 kuadriliun.

Trump dalam pidato konferensi persnya di Osaka, Jepang mengatakan:

“Saya berjanji untuk sementara waktu tidak akan menaikkan tarif tambahan untuk Cina. Kami akan bekerja lagi dengan Cina yang mana pernah kami tinggalkan, untuk melihat masih akan ada kesepakatan.”

 

Meski begitu, Trump juga mengatakan bahwa pemerintahnya tidak akan menghapus pemberlakuan tarif pajak yang telah dilakukannya.

Kebijakan ini sudah diputuskan sejak akhir tahun 2018 bahwa ia akan menaikkan tarif impor senilai US$250 miliar atau setara dengan Rp3,5 kuadriliun kepada Cina.

Bursa Asia Waspada Perang Dagang China Dan Amerika 01 - Finansialku

[Baca Juga: Guys, Coba Deh Cek 5 Tempat Buat Investasi Emas Ini]

 

#2 Penjualan Produk AS kepada Huawei

Dalam konferensi pers tersebut, tidak lupa Trump juga membahas kesepakatan tentang Huawei. Ia mengatakan bahwa pemerintah AS akan memberikan izin bagi perusahaan AS untuk menjual produk ke Huawei.

Keputusan ini diambil agar perusahaan AS bisa tetap beroperasi. Ia juga mengakui keputusan tersebut sangat rumit karena berkaitan dengan teknologi tinggi yang hanya dimiliki AS.

Adapun sebelumnya intelijen AS melihat produk Huawei sebagai salah satu ancaman nasional.

Karena itu, direktur dari 6 badan intelijen utama Amerika Serikat mengimbau warga AS untuk tidak menggunakan produk atau layanan ponsel pintar dari perusahaan Cina, Huawei dan ZTT.

 

#3 Negosiasi Juli 2018

Setelah diskusi pada event KTT Juni lalu, di bulan Juli 2019 AS berencana mengirimkan juru runding ke Shanghai. Hal ini bertujuan untuk melanjutkan negosiasi dan mencari solusi atas perang dagang yang terjadi sejak Juli 2018 ini.

AS memberlakukan kenaikan tarif antara 10-25 persen terhadap berbagai produk impor asal Cina seperti peralatan elektronik, pakaian, dan mesin.

Ini karena AS menuding Cina berlaku tidak adil dengan memberikan subsidi terhadap industrinya dan mencuri teknologi terbaru dari perusahaan AS.

Tidak hanya diam, Cina membalas kebijakan tersebut dengan menaikkan tarif impor untuk berbagai produk komoditas asal AS seperti kacang kedelai, daging babi serta mesin pesawat terbang.

Saat ini, Cina mengalami surplus perdagangan sebanyak US$375 miliar atau sekitar Rp5,3 kuadriliun per tahun dari AS.

 

Efek Samping Dari Fed

Ketua Bank Sentral AS, Jerome Powell bernada dovish, menurutnya ekonomi AS masih berada di bawah ancaman yang tidak memuaskan.

Inflasi yang lemah, tensi geopolitik di Timur Tengah, dan ketidakpastian perang dagang juga menjadi penyebabnya. Sehingga hal ini menguntungkan bagi kilau harga emas.

Di bulan Juli 2019 ini, diperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga yang pertama kalinya sebesar 10 basis point.

Nilai ini terus menyesuaikan kondisi pasar jika diperlukan, bahkan sepanjang tahun 2019 ini The Fed bisa menurunkan suku bunga hingga 75 basis point.

 

Outlook Kilau Harga dan Prospek Emas di Semester 2 Tahun 2019

Dengan kondisi demikian, nampaknya tidak diragukan lagi bahwa tren penguatan harga emas akan terus berlanjut sepanjang 2019.

Selain emas, logam mulia jenis lain seperti silver juga akan bernasib sama. Tentunya tidak terus menerus merangkak naik, namun bisa saja bergerak stabil dalam jangka pendek dan cenderung menguat.

Beberapa analis seperti Paul Tudor Jones dari Tudor Investment dan Streible bahkan sepakat untuk memproyeksikan harga emas di kisaran US$1.400 – US$1.700 (atau setara dengan Rp19 juta – Rp24 juta) di tahun 2019 ini.

Mereka optimis hal ini bisa terjadi jika The Fed benar-benar memotong suku bunga secara agresif.

 

Kendaraan Berinvestasi Emas

Saat ini semakin banyak pilihan instrumen kendaraan investasi emas. Anda bisa memilihnya salah satu atau beberapa yang paling cocok dengan kondisi.

Contohnya investasi emas fisik, emas berjangka (futures), kontrak opsi, CFD dan perusahaan yang berkaitan dengan emas.

Setelah bertahun-tahun tertidur, emas akhirnya terbangun dengan mimpi indah. Sejak dulu emas selalu dapat diandalkan ketika kondisi ekonomi tidak bergairah.

Siapkah Anda turut mendulang profit bersama logam kuning ini di tahun 2019? Apa instrumen yang Anda pilih untuk menjemput profit pada komoditas emas?

Apapun instrumen yang dipilih, pastikan selalu menggunakan 3 faktor kesuksesan trading yaitu psikologi trading, manajemen risiko dan strategi yang tepat.

Jika Anda tertarik untuk berinvestasi emas, Anda bisa membaca ebook dari Finansialku di bawah ini secara GRATIS.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Emas untuk Pemula

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 20 Juni 2019. Gold Price Rally Is Just The Start; “Perfect Storm” Is Coming. Kitco.com – http://bit.ly/2SOwgal
  • Amine Bouchentouf. 2007. Commodities for Dummies. Indiana: Wiley.
  • Prathamesh Mallya. 17 Juli 2019. Gold May Rally Further If US-China Trade Tensions Persist. Moneycontrol.com – http://bit.ly/2SMlIst
  • Myra P Saefong. 3 Juli 2019. Gold Futures Score Highest Finish in Over 6 Years. Marketwatch.com – https://on.mktw.net/2OoXKVu
  • Christopher Vecchio, CFA. 20 Juli 2019. Gold Price Rally Hits Forecast Target – What’s Next for XAU/USD? Dailyfx.com – http://bit.ly/2SLGR5O

 

Sumber Gambar:

  • Prospek Emas – http://bit.ly/2K6SHoB
  • Grafik Harga Emas dalam US Dollar per troy ons pada 1 tahun terakhir – http://bit.ly/2K7I0SM