Bagaimana prospek USD di Tahun 2019?

Dolar Amerika (US Dollar) merupakan mata uang global dunia. Secara luas dianggap sebagai mata uang terkuat dan paling stabil. Transaksi global antar negara umumnya juga menggunakan US Dollar sebagai mata uang standar.

Pelaku ekonomi senantiasa memantau pergerakan dan masa depan US Dollar karena kondisi US Dollar sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia.

Menurut data publikasi tahun 2018 dari “International Organization of Standardization”, US Dollar digunakan sebanyak 90% dari total transaksi global.

Bagaimana kondisi harga US Dollar di tahun 2019? Akankah tahun 2019 US Dollar kembali menguat atau justru melanjutkan pelemahan?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Kondisi Perekonomian Amerika Serikat

Berbagai indikator ekonomi AS menunjukkan kondisi perekonomian yang sehat.

Salah satu parameter utamanya adalah Gross Domestic Product (GDP) yang diperkirakan stabil di kisaran ideal sebesar 2-3%. Data ketenagakerjaan juga diperkirakan kembali stabil dan angka inflasi atau deflasi yang wajar.

Presiden AS, Donald Trump menjanjikan pertumbuhan ekonomi hingga 4% yang merupakan di atas rata-rata. Sebagian berpendapat bahwa target tersebut terlalu optimis dan tidak rasional.

Pertumbuhan ekonomi tersebut dipengaruhi oleh perubahan supply demand pada siklus ekonomi, ketersediaan modal dan psikologi pasar terhadap masa depan ekonomi.

Di akhir tahun 2018, Bank Sentral AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 2,25%-2,50%. Hal ini tidak banyak berpengaruh karena sesuai perkiraan investor.

Dengan perbaikan ekonomi AS yang ditunjukkan oleh berbagai parameter ekonomi, Bank Sentral berencana menaikkan suku bunga beberapa kali lagi di tahun 2019, kira-kira 2-3 kali lagi hingga mencapai tingkat suku bunga 2,9% di akhir tahun 2019.

Meneropong Prospek USD di 2019 02 Dolar AS - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Bank Dunia Adalah]

 

Kenaikan tersebut akan dilakukan secara bertahap sambil menimbang perkembangan ekonomi global dan efek perekonomian yang ditimbulkan. Namun rencana kenaikan suku bunga tersebut kurang didukung oleh Presiden Donald Trump.

Menurutnya kenaikan suku bunga adalah langkah menghancurkan ekonomi.

 

Hal-hal yang Mempengaruhi Nilai USD

Fluktuasi nilai USD dilakukan dengan mengacu pada “Dollar Index”. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harganya, yaitu supply dan demand, sentiment dan psikologi pasar, dan faktor-faktor teknis.

Berikut ini penjelasan bagaimana faktor tersebut dapat saling berpengaruh terhadap dolar AS.

 

#1 Supply dan Demand

Saat negara AS melakukan penjualan barang dan jasa ke luar negeri (ekspor) maka secara otomatis akan menghasilkan permintaan terhadap dolar karena pembayaran transaksi dilakukan menggunakan dolar AS.

Hal ini mengakibatkan negara di luar AS yang hendak membelinya membutuhkan dolar AS untuk menukar dengan mata uang negaranya.

Proses ini dilakukan dengan cara menjual mata uang negara asal dan membeli dolar AS. Kondisi permintaan dolar AS ini juga berlaku pada pembelian surat obligasi dan saham di AS.

Trend is Your Friend Panduan Mengenal Tren Dalam Trading Forex 01 - Finansialku

[Baca Juga: Trend is Your Friend: Panduan Mengenal Tren Dalam Trading Forex]

 

Investor perlu membeli USD untuk bertransaksi.

Lebih daripada digunakan sebagai alat bertransaksi, dolar AS juga digunakan sebagai instrumen lindung nilai oleh investor karena memiliki track record sebagai mata uang yang stabil dan kuat meski dalam ketidakstabilan ekonomi.

 

#2 Sentimen dan Psikologi Pasar

Dalam kondisi pelemahan ekonomi AS yang ditunjukkan dengan berbagai indikator ekonomi dapat menyebabkan pelemahan permintaan terhadap dolar AS.

Hal ini dapat terjadi karena investor menarik keuntungan dari obligasi dan pasar saham AS untuk merealisasikan keuntungan lalu menjual dolar AS dan membeli mata uang negara asalnya.

 

#3 Faktor Teknis Lainnya

Dalam bertransaksi, trader bertugas memperkirakan apakah supply dolar lebih besar atau lebih sedikit dibandingkan permintaannya sehingga digunakan berbagai metode pendekatan seperti analisis fundamental dan teknikal.

Analisis fundamental meliputi informasi mengenai berita dan kejadian yang mungkin berpengaruh terhadap dolar, seperti kebijakan bank Sentral AS dan indikator-indikator ekonomi contohnya GDP, data ketenagakerjaan, dan lain sebagainya.

Analisis teknikal memproyeksikan nilai dolar AS berdasarkan identifikasi tren, pergerakan support dan resisten pada harga dolar AS, dan bantuan berbagai indikator teknis.

Dollar AS Tembus14.000 05 Dollar - Finansialku

[Baca Juga: Analisis Teknis untuk Forex: Fakta atau Kebetulan?]

 

Pelaku pasar cenderung menyimak dan mempelajari faktor-faktor tersebut untuk memproyeksikan harga dolar AS di masa depan.

Faktor-faktor di atas digunakan bersamaan untuk saling mengkonfirmasi dan membantu pengambilan keputusan dalam bertransaksi.

 

Proyeksi USD di 2019

Pada tahun 2019 diperkirakan akan terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi AS. Hal ini didukung oleh penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh IMF (International Monetary Fund) di bulan Oktober 2018 lalu.

IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari 3,9% menjadi 3,7%. Sedangkan pada Desember 2018 lalu, Bank Sentral Amerika memproyeksi pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2,3% untuk tahun 2019, lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 3%.

Dengan penurunan ekonomi AS, diperkirakan juga akan menekan pergerakan harga USD. Namun sebagian analis ekonomi masih melihat celah kembalinya penguatan dolar AS di semester pertama tahun 2019.

 

Pengaruh USD Terhadap Perekonomian Negara Indonesia

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang sangat terpengaruh dengan pergerakan harga USD. Hal ini disebabkan utang negara, kebutuhan import dan cadangan devisa negara berkembang dalam bentuk dolar AS.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, Bank Sentral AS berencana kembali menaikkan suku bunga meskipun lebih kecil dari rencana awal.

Kenaikan suku bunga dilakukan untuk mengurangi dorongan yang diberikan kebijakan moneter terhadap ekonomi yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan pembuat kebijakan bank sentral.

Kenaikan suku bunga yang lebih kecil berdampak positif bagi negara berkembang termasuk Indonesia, karena meningkatkan kepercayaan investasi dalam negeri dan menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk yang percaya bahwa dolar AS akan melemah di tahun 2019? Ataukah harga saat ini telah mencapai puncak tertinggi?

 

Sumber Referensi:

  • Cahterine Bosley & Jan Dahinten. 24 Januari 2019. SNB’s Jordan Blames Politics as He Sticks to Record-Low Rate. Bloomberg.com – https://goo.gl/gRXjmR
  • François Auré. 24 Desember 2018.  Euro, Dollar 2019 Forecast: “As 2019 Progresses, Expect Bearish Dollar Narrative To Develop”. Exchangerates.org – https://goo.gl/8DD4UZ
  • Neils Christensen. 21 Desember 2018. King Dollar to Lose Its Crown in 2019. Kitco.com – https://goo.gl/tH4FSc

 

Sumber Gambar:

  • Prospek USD di 2019 – https://goo.gl/4T1HFF
  • Prosepek USD – https://goo.gl/ERh4wg