Benarkah skandal Daihatsu menjadi penyebab saham Astra (ASII) terus merosot sejak awal perdagangan saham? Cari tahu penjelasan selengkapnya dalam ulasan Finansialku di bawah ini!

 

Saham Astra (ASII) Terus Alami Penurunan

Saham emiten konglomerasi, PT Astra International Tbk. (ASII) tengah mengalami tren penurunan hingga menyentuh level terendah dalam nyaris 28 bulan.

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Astra tercatat menyentuh harga terendah di Rp4.990 per saham pada perdagangan intraday sesi pertama Rabu (24/1/2024).

Saham ASII juga tercatat sebagai saham yang paling aktif diperdagangkan di bursa (24/1), dengan total transaksi mencapai Rp96 miliar hingga pukul 11.52 WIB.

Pada perdagangan 15-23 Januari, saham ASII selalu ditutup melemah. Artinya, hingga sesi I 24 Januari 2024, saham ASII selalu anjlok 8 hari beruntun. Dalam sepekan terakhir saham ASII anjlok 7,41%.

Sebelumnya, pada akhir perdagangan Selasa (23/1/2024) kemarin saham ASII tercatat turun 1,91% ke harga Rp5.125 per saham dengan kapitalisasi Rp207,48 triliun.

Harga penutupan tersebut merupakan yang terendah sejak 28 September 2021 atau nyaris 28 bulan lalu. Kala itu penutupan saham ASII berada di harga Rp5.075 per saham. Sementara itu, terakhir kali penutupan saham ASII berada di bawah level Rp5.000 per saham yang terjadi pada 12 Agustus 2021.

 

Saham ASII Paling Banyak Dijual Pihak Asing

Penurunan saham ASII semakin memburuk seiring dengan ramainya investor asing melepas saham blue chip yang rajin membagikan dividen ini. Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi karena sejumlah berita miring dan skandal global yang turut memengaruhi kinerja saham Astra.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp338,48 miliar di saham ASII (23/1). Angka tersebut merupakan yang paling besar di antara semua emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aksi jual asing sendiri merupakan tren yang telah terjadi sejak beberapa waktu sebelumnya. Sejak awal tahun, pihak asing telah melepas Rp1,74 triliun saham ASII dan merupakan saham dengan aksi jual paling signifikan di bursa.

Sebagai catatan, emiten yang paling banyak dijual asing selanjutnya tahun ini adalah Kalbe Farma. Dengan net sell Rp471,5 miliar atau hanya seperempat yang terjadi di ASII.

Grafik Saham ASII

Grafik Saham ASII. Sumber: TradingView

 

ASII tercatat selalu tutup merah dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Sejak terakhir kali penutupan hijau pada 12 Januari lalu, saham ASII tercatat telah ambles 8,48% dan sejak awal tahun sudah terkoreksi 9,29%.

Akibat pelemahan beruntun ini, harga saham ASII telah terdiskon signifikan. Rasio valuasi perusahaan pun ikut turun dengan harga sahamnya pada perdagangan nyaris setara dengan nilai buku perusahaan. (PBV ASII tercatat berada di angka 1,09.)

Selain itu, harga PER ASII juga turun dengan harga saham hanya 6,06 kali (PER) catatan laba per saham dasar.

Lantas, jika Anda mengoleksi saham ini, langkah apa yang Anda lakukan?

Sebelum memutuskan, yuk ketahui dulu cara lain dapat keuntungan dari saham dengan teknik ini, simak dalam video.

 

 

Sempat Terjadi Aksi Crossing Jumbo Saham ASII

Aksi transaksi tutup sendiri (crossing) jumbo juga sempat mewarnai perdagangan saham ASII, pada Senin (22/1/2024).

Berdasarkan data D’Origin, nilai transaksi saham konglomerasi papan atas di Indonesia tersebut mencapai Rp1,57 triliun. Transaksi ini terjadi di posisi harga Rp5.097 per saham, atau jauh dari harga penutupan (22/1) di level Rp5.300 per saham.

Sementara itu, di pasar reguler BEI, saham ASII turun Rp50 (0,93%) ke level Rp5.300. ASII sempat naik ke level tertinggi di posisi Rp425 per saham.

Per 31 Desember 2023, Jardine Cycle & Carriage Ltd tercatat menguasai sebanyak Rp20,28 miliar saham Astra (ASII) atau setara 50,11%. Masyarakat dengan warkat mengempit 4,82% saham, sedangkan masyarakat nonwarkat sebanyak 45,07%.

Jumlah pemegang saham ASII per akhir Desember 2023 sebanyak 114.676 pemegang saham atau bertambah 5.835 dari posisi per akhir November 2023 yang berjumlah 108.841 pemegang saham.

[Baca Juga: Contoh Investasi Jangka Panjang, Tujuan, dan Rekomendasi Sahamnya]

 

Skandal Daihatsu Jadi Penyebab ASII Anjlok?

Pelemahan saham Astra juga terjadi seiring dengan isu skandal manipulasi uji keselamatan yang melibatkan Daihatsu Motor Co Ltd, Jepang.

Manajemen PT Astra International Tbk. (ASII) sempat buka suara terkait hal tersebut.

Berdasarkan keterangan dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (4/1/2023), manajemen menegaskan jika PT Astra Daihatsu Motor (ADM) adalah perusahaan yang sahamnya milik perseroan sebesar 31,87%. Kemudian sisanya milik Daihatsu Motor Co., Ltd dan Toyota Tsusho Corporation, sehingga ADM bukan merupakan perusahaan terkendali perseroan.

Kami sudah memintakan tanggapan dan masukan dari ADM. Sementara terkait kegiatan ekspor ADM, dampak finansial terhadap perseroan dari penghentian sementara sebagian ekspor ADM tidak bersifat material,” ujar Gita Tiffani Boer, Corporate Secretary PT Astra International Tbk.

Manajemen juga mengaku telah memberikan semua informasi yang bersifat material yang dapat memengaruhi harga saham kepada BEI. Manajemen senantiasa mematuhi setiap ketentuan peraturan perusahaan tercatat serta pasar modal mengenai keterbukaan informasi.

Sebelumnya, Daihatsu telah mengakui memalsukan hasil uji keselamatan selama lebih dari 30 tahun yang menyebabkan penghentian produksi di seluruh pabriknya di Jepang.

Investigasi independen menemukan bahwa terdapat kecurangan dalam proses produksi. Hal ini melibatkan 174 kasus baru di 25 item pengujian, dengan kejanggalan pada 64 model dan tiga mesin.

Kecurangan tersebut memengaruhi persepsi terhadap kualitas dan keandalan produk. Meskipun ADM telah memastikan bahwa kendaraan yang mereka produksi di Indonesia tidak memiliki masalah kualitas atau keselamatan.

ASII sendiri dikaitkan dengan skandal Daihatsu karena operasional Daihatsu di Indonesia berada di bawah naungan Astra Daihatsu Motor.

 

Skandal Daihatsu Sempat Mengganggu Operasional Bisnis

Skandal tersebut memang mengganggu operasional bisnis untuk sementara waktu. Pada 22 Desember 2023, Toyota dan Daihatsu di Indonesia mengumumkan pendistribusian kembali normal untuk pasar domestik.

Beberapa hari kemudian, Astra Daihatsu Motor juga terpantau kembali melakukan ekspor mobil Daihatsu secara bertahap ke lebih dari 60 negara tujuan.

Sementara itu, untuk pengaruhnya ke kinerja keuangan ASII secara konsolidasi tidak terlalu berdampak signifikan. Pasalnya, porsi Astra Daihatsu Motor terhadap penjualan dari segmen otomotif relatif kecil, yakni hanya sekitar 1%.

Melansir dari data laporan keuangan perusahaan hingga sembilan bulan pertama 2023, pendapatan bersih dari pihak berelasi PT Astra Daihatsu Motor sebesar Rp2,4 triliun. Nilai tersebut hanya setara 1% saja dari total pendapatan.

Selain itu, jika menilai secara operasional bisnis, ASII memiliki beberapa segmen bisnis yang beragam, tidak hanya otomotif.

 

Mulai Buat Pengelolaan Keuangan yang Tepat untuk Bisnis

Demikian penjelasan mengenai saham Astra (ASII) yang terus merosot hingga menyentuh harga terendah.

Jika Anda menaruh investasi saham pada emiten ini, sebaiknya lakukan analisis terlebih dahulu sebelum memutuskan langkah berikutnya.

Anda bisa mendapatkan informasi terkait investasi saham melalui ebook gratis ini Petunjuk Praktis Dapat Keuntungan Di Saham.

Setelah itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan Perencana Keuangan Finansialku untuk membantu Anda memiliki portofolio investasi yang ideal. Booking konsultasi sekarang juga, klik banner ini untuk info lebih lanjut!

konsul- INVESTASI Q3 23

 

Disclaimer: Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan di Indonesia yang melayani konsultasi keuangan bersama Certified Financial Planner (CFP) seputar perencanaan keuangan, rencana pensiun, dana pendidikan, review asuransi dan investasi.

Finansialku bukan platform pinjaman online dan tidak menerima layanan konsultasi di luar hal-hal yang disebutkan sebelumnya. Artikel ini dibuat hanya sebagai sarana edukasi dan informasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News.

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku terkait informasi di atas? Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar!

Bagikan juga artikel ini ke rekan-rekan investor lainnya untuk menambah referensi terkait investasi saham. Semoga bermanfaat.

 

Editor: Ratna Sri H.

Sumber Referensi:

  • Feri Sandria & Romys Binekasri. 24 Januari 2024. Saham Astra Dilego Asing & Sentuh Level Terendah 28 Bulan, Ada Apa? Cnbcindonesia.com – https://shorturl.at/nvzTX
  • Feri Sandria. 24 Januari 2024. Aksi Jual Asing Bikin Saham Astra (ASII) Turun ke Bawah Level 5.000. Cnbcindonesia.com – https://shorturl.at/mopux
  • Jauhari Mahardhika. 22 Januari 2024. Ada Crossing Saham Astra (ASII), Nilai Transaksi Besar. Investor.id – https://shorturl.at/JOU48
  • Admin. 23 Januari 2024. Harga Saham ASII Makin Tertekan, Ada Apa? Emtrade.id – https://shorturl.at/hryY1

 

Sumber Gambar:

  • Cover – Bloomberg